
...KAYAKNYA BAKAL AKU LEWATIN SAMPE ARCELL LULUS DEHHHHH...
...PADA SETUJU GAKKKKK...
...BIAR AKU END CERITANYA WKWKW...
“El kejar aku hahahaha ayo kejar” Arcell dan Rafael sedang berada di halaman belakang,
“Awas kamu ya” Arcell berlari menghindari Arcell.
Para maid juga penjaga yang melihat keduanya ikut tersenyum, sudah lama Rafael tak sebahagia ini semenjak ibu nya meninggal dunia.
“Ahaha ampo hahha ampun El” Rafael memeluk Arcell karna sudah tertangkap Arcell pun pasrah.
“Makan siang nanti mau makan apa?” Tanya Rafael.
“Mau spagetti boleh?”
“Boleh” Arcell mengecup pipi Rafael sontak membuat Rafael diam membeku.
Arcell terkekeh lalu dengan cepat melepas pelukan Rafael dan berlari masuk ke dalam rumah. Rafael masih diam namun sedetik kemudian mulai mengejar Arcell.
“Kamu mulai nakal ya sayang” ujar Rafael.
“El jalan-jalan dulu yuk keluar pengen keluar” pinta Arcell.
“Ganti baju kalo gitu” Arcell mengangguk.
Arcell ingin pergi ke bioskop dan beberapa tempat lainnya, Arcell masih sering batuk namun jarang mengeluarkan darah kecuali Arcell benar-benar kelelahan baru.
“El ayo” Rafael melirik dari kaki hingga kepala Arcell.
“Cantik banget si, jadi gak rela di bawa keluar iih” sambil berdiri di hadapan Arcell.
“Harus jadi ya!! Soalnya aku mau ke salon” yaps Arcell labil tadi katanya pengen ke bioskop sekarang salon.
“Ngapain ke salon?”
“Open bo” kesal Arcell.
“Heh mulutnya”
__ADS_1
“Makanya jangan banyak tanya!!”
“Kamu mau pms? Atau gimana hmm?”
“Jadi keluar gak! Kalo gaka ku sendiri aja”
“Jadi sayang jadi ayo jangan marah-marah dong”
Rafael hanya bisa menghela nafas panjang, jika sudah mode badmood seperti ini Arcell pasti tak bisa di ajak bercanda.
Arcell meminta menjemput Septian terlebih dahulu di rumah, ada kedua abangnya juga di rumh dan Arcell diam saja.
“Lo apain adek gue Raf?”
“Gak gue apa-apain, marah-marah mulu ade lo Do” ujar Rafael.
“Awas aja lo apa-apain! Gak gue restuin lo berdua” Rafael tersedak mendengar ucapan Aldo.
“Kita satu rumah udah tau, mommy yang ngasih tau” ujar Aldo lagi.
“Oh okey” Rafael seketika gugup baru pertama kali Rafael gugup biasanya tidak ketemu presiden maupun orang penting dirinya tak gugup kenapa saat ketemu abang-abang dan orang tua Arcell dirinya sangat gugup.
“Anu gue mau ke toilet” ujar Rafael.
“Hmmmm” gumam keduanya.
“Rafael mana?” Tanya Arcell.
“Ke toilet kebelet nyari nafas dia” ujar Aldo yang sedari tadi memang tau kalau Rafael gugup terlewat gugup.
“Azell mo ikut gak?” Azell mengangguk.
“Tian pake sendal atau sepatu?” Tanya Septian.
“Pake sendal aja nanti gerah kaki nya” ujar Alde yang langsung di angguki Septian.
...🌑🌑🌑...
Keempatnya kini berada di taman bermain, setelah dari salon Arcell mengajak mereka ke taman bermain.
Seperti satu keluarga yang harmonis, Arcell yang menggengam tangan Septian dan Rafael yang mendorong stroller Azell karna tertidur.
“Laper gak?” Tanya Arcell ke Septian.
__ADS_1
“Laper” Arcell mengangguk lalu meminta Rafael untuk mencari tempat makan yang ada di area taman bermain ini.
Mereka masuk ke mcd, Rafael yang mengantri sedangkan Arcell, Septian dan Azell duduk di kursi menunggu.
“Ka Acell mau ke Korea, Tian mu ikut nemenin gak?”
“Mau ka”
“Okey nanti kita berangkat ya”
“Zell liat sini” Arcell memfoto Azell yang sedang nyemil roti.
Rafael menjadi pusat perhatian karna wajahnya yang tampan dan juga badannya yang aduhay montokkkkk membuat kaum hawa beraduhayy.
“Ganteng riview jodohnya dong”
“Mau gak pacaran sama aku”
“Mas ganteng”
“Siapa namanya mas”
“Pacar gue kalah jauh sama ni cowo”
Rafael cuek saja sedangkan Arcell? Menahan diri untuk tidak marah melihat kekasihnya menjadi bahan haluan saat ini.
“Tian jaga Azell bentar ya?”
“Oke ka”
Arcell menghampiri Rafael dengan wajah cemberut, Rafael tau kenapa kekasihnya ini cemberut dan langsung mengelus lembut pucuk kepala Arcell sambil berkata.
“You win, you my queen bbygirl”dengan suara seraknya.
“Aku tau” Arcell memilih berdiri sebentar menemani Rafael,
Mata Arcell menatap sinis perempuan yang memiliki mata genit menatap kekasihnya, tak akan Arcell biarkan Rafael tergoda dengan mba-mba gatel kecuali Rafael yang emang gatel ngegoda mereka.
Mata Arcel seperti hendak keluar menatap mereka sambil bergumam tanpa suara.
“Gue congkel mata lo” gumam Arcell tanpa suara.
Rafael meminta Arcell untuk kembali ke kursi takutnya kecapean saat berdiri, dan Arcell menuruti perintah Rafael.
__ADS_1
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...BACA Y BACA**...