Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 169


__ADS_3

Semua keluarga berkumpul di rumah sakit setelah di kabari Haikal kalau Arcell kecelakaan, bahkan Haikal hampir saja lupa kalau dirinya punya pacar untung saja pacarnya itu paham dengan kondisi sang kekasih.


“Kondisi pasien kritis”


“Kita perlu empat kantong darah!!”


“Saya akan memberitahu keluarga pasien” dokter dan perawat saling bersahutan.


Rafael setelah mendapat kabar dari Fara kalau Arcell kecelakaan langsung menuju ke rumah sakit, gadisnya tak sadarkan diri keadaanya kritis membut Rafael seperti ingin menghancurkan seluruh isi dunia ini.


Rafael juga sudah menggerakkan seluruh anak buahnya untuk mencari siapa tersangka dan dalang di balik ini semua, keecelakaan ini pasti di rencanakan tak mungkin tidak itulah pikiran Rafael.


Naya yang mendengar kabar Arcell juga langsung memaksa Arthur untuk mengantarkan nya ke tempat Arcell, dirinya tak percaya kalau akan terjadi hal seperti ini.


“Semua akan baik-baik saja”’ujar Grandpa mencoba tenang dan menenangkan anak cucuknya agar tidak ikut sakit.


“Keluarga pasien! Pasien menerlukan 5 kantong darah B+” segera”


“Saya B+ dok” ujar Arpan


“Gue gak tau darah gue apa cokk!” Ucap Rafa.


Mereka semua buru-buru mencari darah menghubungi kerabat siapa tau ada yang sama.


“Biar El yang urus” ujar Rafael kala melihat semua keluarga Arcell kembali panik.


Rafael menghubungi markas nya yang ada di Indo untuk segera mengumpulkan sepuluh kantong darah B+ pokoknya harus segera ada dalam tiga jam perintah Rafael.


Beberapa saat kemudian..


Keadaan Arcell sudah aman tidak kritis lgi, namun tetap saja butuh pengawasan extra karna memang keadaanya sangat mengkhawatirkan.


Rafael memilih keluar mencari udara segar sebentar, berada di supermarket yang ada di samping rumah sakit, Menyesap rokoknya karna di lingkungan rumah sakit dilarang merokok.


Rafael baru tau kalau Arcell akan pergi menjemputnya setelah Fara memberitahu tadi, iya Arcell pamit akan menjemput Rafael di bandara tapi sebelum itu pergi ke tempat Naya terlebih dahulu.


“Aku janji bakal cari siapa dalang nya Cell” ucap Rafael,


“Aku ngeroko lagi kamu gak marahin aku Cell?” Gumam Rafael sendiri.


Alde menghampiri Rafael yang duduk sendirian di tengah malam.


“Arcell bakal baik-baik aja” Alde menguatkan Rafael, padahal Alde sendiri juga saat ini benar-benar down .

__ADS_1


“Iya Arcell pasti baik-baik aja” Rafael menutupi wajahnya agar tidak menangis.


Arcell masih di ruangan icu benar-benar parah namun sudah melewati masa kritis, keluarganya sedang berada di ruangan khusus berkumpul menunggu keadaan Arcell.


“Ka gimana keadaan Arcell?” Tanya Grandpa


“Kita doain aja ya grandpa semoga Arcell cepat bangun dan kembali sehat” ujar Azka.


Malam begitu sangat panjang menurut mereka semua, untuk sekian lama Arcell kembali masuk rumah sakit.


Kita berdoa semoga Arcell baik-baik saja....


...🌑🌑🌑...


“Mom El pergi sebentar, kabarin kalau ada apa-apa” ujar Rafael ke Fara.


Iya Fara meminta Rafael untuk manggilnya mommy sama seperti Arcell agar tidak merasa asing. Rafael menuju perusahaannya tentu mengumpulkan semua anak buahnya untuk mendengar hasil yang mereka dapatkan.


Setiba di perusahaan...


“Kumpulkan ketua tim! Segera temui saya di ruang rapat” aura Rafael sangat berbeda.


Rafael duduk dengan raut wajah datar tak ada titik kebahagiaan terukir di wajahnya sama sekali.


“Pelakunya?” Tanya Rafael.


“Pelakunya tak di temukan, karna dia berada di area yang tudak terpantau cctv lalu mobil itu terbakar”


“Ck, 1x24jam temukan dan bawa orang itu kehadapanku hidup ataupun mati”


“Baik bos”


“Bos, makan siang dulu. Dari kemarin bos belum makan”’ucap sekretarisnya.


“Aku tidak lapar”


“Bos makan sedikit juga tidak apa-apa”


“Kau meminta ku untuk makan? Aku akan makan jika kau bisa membangunkan istri ku” sekertaris itupun langsung diam.


“Keluar” perintah Rafael.


Mereka yang ada di situ langsung keluar karna memang takut dengan Rafael, mereka semua memilih cari aman dari pada mengsuik sang bos.

__ADS_1


Rafael memutar kursinya menghadap kaca menatap ke arah luar kaca yang langsung pemandangan perkotaan karna memang markas dan perusahaan Rafael ini gedung pencahar tinggi.


“Cell kangen” rintih Rafael.


Sebulan tidak bertemu, mereka sudah merencanakan liburan bersama saat mereka bertemu malah terjadi hal tak terduga seperti ni untuk sekian kalinya.


...Drttttttt...


...Drttttttt...


...Mommy Fara (calling)...


^^^“Ass..”^^^


“El!! Arcell hikss kondisinya kritis lagi”


^^^“Hah!!! El ke sana mom!!”^^^


...Panggilan berakhir”...


Rafael bergegas pergi dengan tergesa-gesa lift nya sangat lama otakknya tak bisa berpikir jelas.


Di lobby..


Dengan raut wajah khawatir keluar dari lift semua karyawan juga langsung diam menatap Rafael yang tergesa-gesa itu.


“Aku mohon Cell!! Jangan tinggalin aku!!!” Rafael mengendarai mobilnya dengan cepat. Jalanan di tutup untuk beberapa menit untuk Rafael lewati.


Beberapa menit kemudian Rafael sudah tiba di rumah sakit, di depan ruang icu sudah berkumpul keluarga Arcell bahkan orang tua Raga juga ada.


“Dok gimana keadaan anak saya!!” Tanya Fara kala dokter keluar.


“Maaf, kami sudah berusaha sebisa mungkin” Ucap dokter.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...MAU MARAH? SILAHKAN DI KOLOM KOMENTAR ATAU BISA DM SAJA DI INSTAGRAM...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...PASTI SAYA BACA KO WKWK...


...Y MAAF** ...

__ADS_1


__ADS_2