
“Nyokap lo pelakor, nyokap lo lon...”
...PLAKKKKKKK...
...BRUKKKKKKK...
Arcell menampar lalu menendang tubuh Nabila hingga terjatuh, dengan brutall Arcell menghajar Nabila.
...BUGGGGGG...
...BUGGGGG...
“Ucapan lo bikin fitnah anj!!”
...Bugggggg...
“Bukannya bokap lo!! Yang pelakor!!”
...Buggggggg...
...Buggggggg...
“Cell udah Cell!”
“Hajar aja Cell sampai mati”
“Cewe mulut lemes kek gitu!!”
“Rasain!!”
“Woy pisahin tu Acell ntar anak orang mati”
Haikal langsung menggendong Arcell, Naya sudah tak sadarkan diri akibat pukulan Arcell itu. Haikal langsung memeluk tubuh Arcell menenangkan sang sepupu.
“Stttt udah ya?”
“Bawa temen lo ke rumah sakit keburu mati” perintah Gio.
Arcell di bawa masuk ke kelas untuk lebih tenang karna badannya Arcell sudah gemetar bukan takut melainkan panik attacknya kambuh.
Baru beberapa langkah Arcell berjongkoh nafasnya tak karuan belum lagi orang-orang yang mengelilinginya karna menyaksikan pertengkaran tersebut.
“Ada apa ini kumpul-kumpul? Bubar!!” Seorang guru datang.
__ADS_1
“Huuuuuu”
“Bubar bubarr”
“Cell nafas, ikutin gue!!” Haikal memperagakan cara bernafas.
“Gak bisa” rintih Arcell.
“Kenapa ini? Masuk ke kelas!!”
“Cell hey liat gue” pinta Raga yang langsung di tatap Arcell.
Raga menuntun Arcell bernafas yang langsung di ikuti Arcell, setelah sedikit tenang Arcell langsung di bawa ke uks oleh Raga.
Setiba di uks,
Arcell tidur sesuai perintah Raga dan tentunya Raga berada di sisinya terus menerus. Arcell menggengam tangan Arcell.
Twins datang setelah mendapat kabar dari Arpan kalau Arcell berantem di sekolah, Alde sudah mengurus biaya rumah sakit Nabila juga menenangkan Fara dan Nico agar tak khawatir.
“Makan dulu, abang beli steak nih” ujar Aldo
“Suapin” Aldo mengangguk dan langsung menyuapi Arcell.
“Lain kali jangan di pukul sampe pingsan, tusuk aja perutnya sampe sobek” perintah Aldo.
“Iya biar gak tremor waktu bedah orang kalo jadi dokter nanti” Raga menggeleng sahabat sekaligus kakak angkatnya ini sepertinya sudah gila.
...🌑🌑🌑...
Fara hanya menasehati Arcell agar tak bertindak gegabah karna emosi seperti itu bisa membuat masalah yang lebih besar, Begitupun juga Nico hanya menasihati Arcell.
Berbeda dengan Rafael, kekasihnya itu malah mendukung dan memberikan hadiah untuk Arcell. Memag gila menurut Arcell kekasihnya ini.
“El yang aku minta kemarin udah?” Rafael mengangguk.
“Kapan?”
“Apa yang kapan?”
“Itu maksudnya. Naya kapan bisa ketemu cowo itu? Ko cowo itu maksudnya ayah dari anak Naya?”
“Kapan dia siap aja, udah ya jangan bahas orang lain kalo lagi sama aku” Arcell mengangguk.
__ADS_1
Keduanya sedang berjalan bersama di mall seperti pasangan pada umumnya dan sialnya Arcell malah ketemu orang lain yang membuatnya kesal.
“Hai Raf, kamu balik ke Indo?” Ucap perempuan itu,
Arcell hanya diam saja. Rafael pun menggengam tangan Arcell lembut dan juga tak menjawab ucapan perempuan itu bahkan tak merespon sama sekali.
“Lo siapa?” Tanya Rafael,
“Gila lo ya lupa sama gue! Gue Grace lupa lo kita dulu satu kelas juga tetanggaan walau gak lama lo pindah ke kampung halaman bokap lo” Grace Angelin.
“Sorry lupa” santai Rafael,
“Anjir gue aja masih punya foto lo sama gue waktu kecil mau liat?”
“El masih lama? Kalo masih lama aku duluan aja laper soalnya” ujar Arcell lembut.
“Hm? Siapa Raf?” Rafael melirik Arcell lalu melirik Grace,
“Tunangan gue” Grace terkejut namun dengan cepat merubah ekspresi terkejutnya.
“Really? Tapi kek masih SMP ya?” Sindir Grace.
“Smp? Buta mata lo!” Batin Arcell.
“Emang kenapa kalo gue masih smp?” Tanya Arcell.
“Gapapa si, gak cocok aja sama Rafa kek pedofil ntar Rafael di kira orang” Arcell terkekeh.
Arcell mengangkat tangan kirinya bukan untuk menampar tapi untuk memperlihatkan ke Grace cincin berlian bermotif mahkota yang di belikan oleh Rafael untuk bukti kalau dirinya benar-benar di lamar oleh Rafael.
“Trus?” Tanya Grace.
Arcell maju selangkah, mereka sudah jadi tontonan orang karna memang mereka berada di tengah-tengah mall.
“Milik gue ya milik gue gak bakal bisa jadi milik lo ataupun orang lain..” Arcell menjeda ucapannya.
“Gue gak peduli lo siapa, mau bapak lo pejabat bahkan aparat sekalipun kalo lo ngusik gue ataupun ganggu milik gue. Gue gak segan-segan buat bales perbuatan lo dengan cara gue!” Ucap Arcell berbisik.
“Ck, jangan sok berkuasa lo!” Ucap Grace sedikit keras.
“I win, you lose b1tch! Sadar situasi” Arcell memeluk lengan Rafael lalu memamerkan kembali cicin berlian tersebut yang berada di jari manis nya.
Rafael hanya tersenyum tipis bahkan tak ada yang menyadari itu, Grace di permalukan di depan umum oleh Arcell. Arcell tak peduli toh Grace duluan memprovokasi dirinya.
__ADS_1
“Awas aja lo! Gue gak bakal biarin lo dan Rafa bersanding!!”
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...