
mata Arcell membulat siapa yang di lihatnya saat di ruang tunggu,
"ko Jesika ikut si bang!" tanya Arcell
"Lah masa?" Aldo melirik ke arah Bagas,
benar saja ada Jesika yang duduk bersama Bagas di ruang tunggu menunggu kedatangan twins, Untung saja dirinya memakai masker jadi tidak ketahuan,
"Woy" teriak Aldo, Jesika dan Bagas langsung menoleh
Arcell menatap keduanya malas bukan apa karna dirinya malas saja ada Jesika yang membuat rambutnya rontok kemarin,
"Siapa ?" tanya Jesika seraya menunjuk Arcell yang berada di samping Alde,
"Oh ini?" Alde langsung memegang pinggang sang adik
"Do you think?"
(menurut mu?)
Arcell pun hanya membiarkan akting sang Abang toh sudah terlanjur biarkan saja, Jesika langsung merubah raut wajahnya datar niatnya ke sini ingin mendekati diri ke Alde malah gagal,
"Kenalin gue Jesika Anara Kiasa" tutur nya
"Queenzie panggil aja Queen" memperkenalkan dirinya dan tentunya di balik maskernya Arcell tersenyum,
Mereka pun menuju lapangan golf sedari tadi Jesika melirik ke Arcell dengan tatapan tak suka sedangkan yang di tatap semakin menjadi-jadi ketika tau ada yang tak suka dengan kehadiran nya,
1jam berlalu Arcell di hubungi Naya untuk menemaninya karna dirinya juga tak suka berada di sini , dirinya pun setuju menemani Naya membeli alat tulis,
"Ba.. eh Alde aku mau pergi bareng temen aku gapapa?"
"Mau kemana?"
"Mall udah di tungguin di parkiran soalnya" Alde pun mengangguk
Arcell memeluk serta mengecup pipi kedua abangnya bergantian, Jesika yang melihat semakin kesal namun dirinya harus menjaga image di hadapan twins,
"Hati-hati ada duit kan?" Arcell berhenti mengecek tasnya terlebih dahulu memastikan,
setelah memastikan dan dapat kalau di dompetnya ada black card nya lalu memperlihatkan ke abangnya bergaya kiss bye lalu nyengir
.....................
Kini Arcell dan Naya sudah berada di mall, Arcell di jemput Naya tadi di parkiran dirinya kira Naya membawa mobil sendiri ternyata dengan supirnya, Arcell lupa teman baru nya ini tak bisa nyetir mobil,
Di mall,
"Gue mau jadi nerd gimana menurut Lo Cell?" Mata Arcell berulang kali berkedip
"Ya gak gimana-gimana sesuka Lo aja si"
"Lo pendiam ya Cell gak banyak omong dari pertama ketemu"
"Bisa aja Lo, Lo jadi nerd? yaudah gue temenin jadi nerd deh" mengalihkan pembicaraan
Sekarang mereka sedang berada di Starbucks setelah selesai memilih peralatan sekolah, Arcell tak banyak belanja macam-macam dirinya hanya menemani saja entah malas saja dirinya belanja karna sudah memiliki semuanya,
__ADS_1
"Eh Cell yang waktu itu siapa ?"
"yang mana?"
"Bukan cuma pendiam ya Lo tapi otak Lo juga pelupa" Arcell tak memasukkan itu ke hati dirinya tau kalau Naya hanya bercanda,
"yang mana ?" tanya Arcell lagi,
"Cowo yang waktu itu di hotel marahin Lo?"
"Oh Raga sahabat gue"
"Hah? sahabat Lo? gue kira cowo Lo"
"Yakali kita udah janji cukup jadi sahabat aja"
"hilih bicit" mereka pun tertawa setelahnya
Tak lama lewatlah seorang perempuan dan Laki-laki yang di sebutkan tadi Arcell tersedak minumannya kaget gak? kaget lah masa enggak,
"UHUKK UHUKKK"
"Minum Cell minum!!" Naya menyodorkan segelas air
"Raga pacaran atau apa sama Salsa?" Batinnya
Arcell tak cemburu cuman takut saja sahabatnya ini hanya di manfaatkan atau hanya gaya-gaya apalagi Raga Good boy seantero sekolah sudah banyak yang menyebutkan Seperti itu,
...Raga (calling)...
"Hallo bocil?"
"di rumah kenapa?"
^^^"Gapapa wkwkwk"^^^
...tuttttt...
"ngapain gue ngurus serah dia kan" gumamnya
"Apa Cell? gak denger gue"
"gapapa Nay, temenin gue yuk mau beli barang ke situ tuh" menunjuk toko yang Baru saja si masuki Raga dan Salsa
"Beli style samaan yuk" Pikiran Arcell entah apa yang pasti dirinya tak suka saja Salsa yang seperti kecentilan itu mendekati Raga apalagi mau saja,
"kuyy apa yang gak buat Lo" Arcell tersenyum
Setelah mereka memilih dan langsung membayar, mereka menuju kamar ganti untuk mengganti pakaian mereka tentu saja Arcell sengaja apalagi celana pendek kan.
memang si Arcell suka mencari penyakit tetapi setelah kena marah bilang iya gak bakal lagi pake celana pendek tapi taunya kan biasa cewe selalu benar.
(Arcell yang baju merah, Mau baju putih)
"Nay kita gangguin temen gua yang kemarin cowo yuk, dia lagi sama cewenya" Arcell Menaik turun kan alis nya seketika Naya tersenyum tanda menyetujui permintaan Arcell,
__ADS_1
Keduanya seketika menjadi sangat akrab mungkin sudah di takdirkan kalau Arcell memiliki 1 teman perempuan daripada nolep kan cuman berteman dekat dengan para abangnya saja.
Arcell Naya sengaja masuk ke toko yang sama dengan Raga Salsa , awalnya Raga tak sadar kalau yang berada di dekatnya Arcell karna Salsa mengajaknya bicara sedari tadi,
"Nay menurut Lo bonekanya bagus gak?" tanya Arcell ke Naya dengan suara sedikit keras
Raga langsung melirik perempuan di dekatnya dari atas hingga bawah seperti mendeteksi apakah orang yang di kenalnya atau bukan,,
"Ga bagus yang mana?" Tanya Salsa, namun fokus Raga tak ke Salsa
"Bagus ambil aja, yuk bayar" ajak Naya seraya memberi kode ke Arcell kalau Raga sedang meliriknya,
Arcell pura-pura tak tau dirinya menoleh ke arah Raga, mata mereka saling bertemu bukan takut Arcell malah tersenyum seperti menyapa balik .
"udah pinter sekarang hmm??" Salsa yang di dekat Raga langsung menoleh
"Hah? Ga kenapa?" Raga tak merespon
Raga menarik tangan Arcell dengan wajah dingin. Arcell pura-pura terkejut karna lengannya di tahan seseorang,
"Ada apa ya ?" Mata Raga semakin menajam
"Pulang!"
"Ha? Ga Lo kenal sama ni cewe?" tanya Salsa
"E..eh eh... mas ko pegang-pegang sahabat saya lepasin" Naya berakting , namun Raga tak mau melepaskan cengkraman nya malah semakin mengerat membuat Arcell mengigit bibir bawahnya,
"gue pukul Lo liat aja Ga!! gak tau sakit apa" batin Arcell mengutuk Raga kesal,
"mulai nakal sekarang Lo ya?"
"Lepasin sakit tau!!" Arcell mencoba menepis lengan Raga
"what do you want huh?" tanya Arcell,
(mau Lo apa huh??)
Banyak pengunjung toko memperhatikan mereka, Arcell sedikit menyesal telah bertingkah namun hanya sedikit saja .
"Raga lepasin!!" titah Salsa , seketika Itu Raga melepaskan Cengkareng nya,
merah melingkar di lengan Arcell Seperti gelang akibat cengkraman kuat Raga, Arcell menatap Raga tajam tak mau kalah,
"Ayo Nay di sini auranya jelek, jelek banget sampe pengap!!" Arcell menaruh kembali Boneka yang ingin di belinya tadi. berjalan santai keluar dari toko seraya mengelus lengannya,
"Nay belok kiri trus kita lari oke?"
"Hah? kenapa?"
"Lo mau di marahin Raga? pokoknya setelah keluar kita langsung lari nyari tempat sembunyi oke?" Naya pun mengangguk setuju
Sedangkan Raga sedang menetralkan emosinya bagaimana tidak emosi? Kalian tau kan Arcell sangat di larang keras keluar dari rumah menggunakan celana pendek biasalah anak cewe.
__ADS_1
"Ga Lo kenal cewe tadi"
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...