Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 128


__ADS_3

Arcell bolos pelajaran, dirinya saat ini berada di halaman belakang sekolah sendirian sepi. Entah kenapa perasaan Arcell saat ini butuh ketenangan. Notif pesan dari teman-temannya sedari tadi berbunyi sampai-sampai membuat Arcell terganggu dan mematikan ponselnya.


“Purple” gumam Arcell kala melihat lengan kiri nya yang membiru entah kenapa.


“Mommy maafin Acell selalu bikin mommy nangis, Maafin Acell bikin mommy cape buat cari uang karna besarin Arcell. Mungkin mommy gak perlu lagi nangis dan cape-cape nyari uang karna gak bisa bahagiain Arcell nanti...” ucapan Arcell terjeda seraya menatap langit yang mulai mendung


“Hehe maaf” Arcell terkekeh namun kekehan tersebut terasa menyakitkan di tambah air mata yang membasahi pipi Arcell namun wajahnya masih menatap langit mendung.


Arcell menghidupkan ponselnya, mengatakan kalau dirinya sudah pulang agar Raga tak perlu menunggunya. Arcell berjalan keluar sekolah dengan santai.


Rintik hujan membasahi jalanan, langit yang tadi nya cerah kini sudah sangat gelap dan menurunkan rintikan air yang sangat deras seperti membantu Arcell menutupi kesedihannya.


Gemuruh petir menggema di langit, Arcell takut namun mencoba untuk melawan rasa takutny akan segala hal. Terus berjalan di trotoar tanpa ada kendaraan roda dua berlalu lalang.


...JDEAAARRR...


...CTARRRRR...


Karna lebat nya hujan yang turun sampai membuat mata Arcell menyipit karna rasa benturan air dan wajahnya, merasa jalanan aman untuk di seberangi tanpa pikir panjang Arcell menyebrang jalan.


...TINNNNNN...


Arcell seakan tuli tak mendengar bunyi klakson tersebut namun seketika tersadar kala kaki nya sudah tak menyentuh tanah.


Aldo melemas di seberang sana melihat Arcell yang hampir saja tertabrak truk besar andai Alde telat sedikit saja menggendong Arcell.


“Arcell” rintih Alde suaranya seperti menahan tangis akan takut apa yang di bayangkannya terjadi,


“Arcell kira, Arcell udah mati” ucap Arcell seraya terkekeh . Alde langsung memeluk sang adik, yang Alde liat saat ini seperti bukan Arcell.


“Abang bolos kuliah ya! Harusnya abang kuliah kenapa di sini?” Alde mengeleng


“Arcell udah gapapa bang, kemarin emang iya Acell gak mau di pisahin sama abang Twins. Tapi makin ke sini Ardell sadar hehe”


Alde menggendong Arcell masuk ke dalam mobil, Aldo masih lemas namun mencoba sebisa mungkin agar bisa mengendarai mobil untuk menuju Shouse.


Setiba di Shouse,


Arcell tertidur dalam pelukan Alde badannya panas akibat hujan-hujanan.


“Arcell gapapa kan bang?” Tanya Aldo khawatir, Alde mengangguk.


Mereka meminta maid menggantikan baju Arcell setelah itu mereka mengompres Arcell secara telaten hingga rak terasa sudah pukul 20.12 wib.

__ADS_1


Raga dan Bagas yang mendengar kabar dari twins Arcell hampir kecelakaan langsung bergegas menuju Shouse, tak memberitahu keluarga karna mereka tak ingin membuat Arcell semakin tertekan.


“Eughh” lenguh Arcell matanya perlahan terbuka,


Arcell menatap ke langit-langit kamarnya yang sangat di kenalinya, tiba-tiba wajah Twins muncul dari sisi kiri dan kanan.


“Abangg!!” Pekiknya senang lalu memeluk keduanya bergantian


“Kangen banget tau!! Kemarin Raga mau banting Arcell” twins merasa Arcell yang saat ini adalah Arcell yang mereka kenal.


“Benarkah?” Tanya Aldo


“Iya!!! Arcell mau di banting trus kata Raga cape sama Arcell!!” Dengan wajah cemberut sambil menatap Raga.


“Arcell makan bubur dulu” Alde duduk di sebelah kanan Arcell


“Tap.. yaudah deh suapin Acell ya!” Alde mengangguk


Mereka masih belum menanyakan perihal tadi sore, Arcell terus bercelotah panjang sesekali menatap sinis Raga.


“Abang gak kuliah?” Pertanyaan ini lagi yang membuat Alde mengingat kejadian tadi sore,


“Libur” singkat Alde


“Heh! Abang gak suka ya Acell ngomong gitu!!” Tegur Arcell


“Hehe iya bang maaf! Arcell suka inget kalo unur Arcell mungkin gak lama lagi” dengan senyum sendu terlihat di wajah Arcell.


“Lambe nya pengen gue geprek !!” Kesal Raga


“Nyenyenye”


...🌑🌑🌑...


Di waktu yang sama...


Rafael sudah menghancurkan seisi kamar miliknya, tadi sore Rafael sedang berada di salah satu restoran bertemu dengan clien nya. Padahal biasanya Rafael tak pernah meninggalkan ponselnya namun tadi dia meninggalkan ponselnya di kantor.


Selepas pulang salah satu pengawal bayangan Arcell yang di tugaskan Rafael melapor kalau Arcell hampir saja kecelakaan kalau saja abangnya tidak segera menyadari. Pengawal itu juga sudah berlari mendekati Arcell namun kalah cepat oleh Alde.


“GOBL0K GOBL0K RAFAEL GOBLOK BANGET LO ANJ!!!”


“AKHHHHHHHH!!!!!!!!!!!” Pengawal dan para maid sudah berada di depan pintu kamar Rafael sejak tadi yang khawatir dengan keadaan Tuannya.

__ADS_1


“ACELLLL EL MINTA MAAF HIKSS” ringis Rafael dirinya gagal menjaga Arcell setiap saat karna hp nya tertinggal


“Hubungi nona Arcell kasian tuan muda” ucpa maid mereka tak tau apa yang terjadi di dalam sana karna kedap suara.


“Nona Arcell sedang sakit” ucap salah satu pengawal


“Coba aja!!” Maid tersebut menangis dirinya sudah bekerja selama 15 tahun di mansion keluarga Smith, dan baru kali ini seteleh sekian lama Rafael tak pernah menangis semenjak ibu nya meninggal.


Pengawal tersebut menganguk,


...Nona muda (calling)...


^^^“Assalamualaikum”^^^


“Waalaikumsalam, ada apa Bram?”


^^^“Nona bisa anda ke mansion?”^^^


^^^“Tuan sedang tidak baik-baik saja”^^^


...“Oke!”...


...Panggilan berakhir...


"apa kata nona?" Pengawal tersebut mengangguk


Suara Arcell di seberang sana sedikit panik, walau ada twins dirinya tetap meminta ijin untuk keluar rumah.


Di sinilah Arcell setelah beberapa saat perjalanan,


“Maaf nona muda kami meminta anda datang padahal kondisi anda sedang sakit” ucap pengawal dan maid bersamaan.


“Its okay, selagi aku bisa. Tolong buatin Bubur ya bi sama susu hangat, maaf dan makasihu Acell ke kamar El dulu” mereka semua menggangguk


Kamar El menggunakan kunci angka dan sidik jari, hanya ada sidik jari Arcell dan Rafael di situ. Kamar El sangat gelap membuat Arcell sedikit kesulitan mencari stopkontak.


“ Maaf El “ batin Arcell kala melihat kamar El hancur banyak pecahan kaca dan tv beberapa inci tersebut pecah.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN **🖤...


SAD END?


GAK TAU DEH

__ADS_1


...WK**...


__ADS_2