
Fara dan oma pingsan mendengar ucapan dokter, Twins merosot terduduk di lantai seraya menangis. Semua yang ada di sini menangis histeris mendengar ucapan dokter.
Rafael meminta ijin ke dokte untuk melihat kondisi Arcell memastikan semua yang di katakan dikter itu bohong dan pasti bohong. Memaksa dokter tersebut ikut masuk kedalam dengan cara sedikit mengancam.
“Sayang bangun”
“Masa aku di cuekin bangun yuk” semua alat bantu Arcell masih terpasang jelas walau sudah dinyatakan tidak terselamatkan Rafael tetap memaksa dokter-dikter itu memasang alat tersebut.
“Kamu ninggalin aku? Gak bisa Cell, kamu pergi aku juga bakal pergi”
“Aku bakal susul kamu kalo kamu ninggalin aku” isak tangis Rafael terdengar bersamaan dengan itu terdengar suara detak jantung kembali bernyala.
Yang tadinya cuman garis lurus kini kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan, dokter langsung meminta Rafael untuk geser sebentar karna mengecek keadaan Arcell.
“Pasien kembali, tapi sepertinya belum bisa sadarkan diri”
Rafael langsung terduduk lemas di samping ranjang Arcell, matanya berkaca-kaca berdoa sedari tadi tak putus-putus untuk keselamatan sang kekasih.
Setelah dipastikan keadaan Arcell tak lagi kritis dan bisa di pindahkan ke ruangan rawat tentu tak bisa banyak yang menjaga karna itu tempat stariel yang masih dalam penjagaan khusus.
Arcell di nyatakan koma oleh dokter.
...🌑🌑🌑...
Seminggu kemudian...
Arcell masih dalam keadaan koma, Alde Aldo masih belum bisa menerima keadaan ini namun mereka tetap menjalankan hidup seperti biasa.
__ADS_1
Seminggu sudah Rafael tak bisa jauh dari Arcell, Rafael akan pergi bekerja pagi dan pulang siang. Pulang pun tak ke mansionnya melainkan kerumah sakit. Tidur di sana dan nanti pulang untuk mandi lalu ke kantor.
“El kamu istirahat aja biar mommy yang jaga Arcell” Rafael mengangguk lalu tersenyum.
“Gapapa mom, El juga lagi gak ada kerjaan ko” bohong sekali kamu El.
Pekerjaan El itu numpuk namun mereka anak buah maupun sekertarisnya juga tidak bisa apa-apa. Ayah Rafael sudah mengetahui kondisi calon menantunya dan lusa dia akan ke Indonesia menjenguk calon menantu yang membuat anaknya tergila-gila itu.
“El lo istirahat” perintah Alde,
“Gue gap...” ucapan Rafael di potong oleh Alde memang ipar kurang ajar wkwkwkwk.
“Lo milih istirahat atau gak gue bolehin ketemu Arcell lagi?” Rafael pun memilih untuk istirahat.
Arcell masih di ruangan steril hanya bisa di kiat dari luar saja. Keadaanya sudah tidak kritis namun tetap masih zona kunging yang mana bisa saja sewaktu-waktu kritis.
“Mommy juga istirahat nanti Aldo sama daddy datang jadi Alde gak sendirian jaga nya” Fara mengangguk.
Rafael kembali pulang ke mansion terlebih dahulh baru berangkat ke company nya. Hari ini ayahnya akan datang kira-kira nanti siang baru tiba di Indonesia.
“Langsung ke kantor” Rafael duduk di kursi penumpang di belakang.
Kantung mata Rafael sudah terlihat sangat jelas namun tak mengalahkan ketampanannya. Turun dari mobil baru saja Rafael hendak masuk ke lobby kantor tangannya di cekal oleh seseorang.
“Rafael!! Kamu kenapa gak pernah bals chat aku si?” Grace perempuan itu yang mencekal tangan Rafael,
Entah dari mana Grace tau kantor Rafael, Rafael mengkode ke satpam untuk mengusir perempuan ini.
__ADS_1
“Kamu ko gitu sama aku!!”
“Lo apa-apaan si? Jangan bikin gue malu!!” Kesal Rafael.
“Tunangan kamu gimana? Udah sembuh?” Rafael mengerutkan keningnya.
Keadaan Arcell semuanya privasi bagaimana Grace tau tentang Arcell? Bahkan yang tersebar kemarin berita kecelakaan nya saja itupun semua sudah di takedown Rafael dan grandpa.
“Usir dia! Jangan sampai dia menginjakkan kaki di perusahaanku lagi” perintah Rafael.
Rafael tak ambil pusing, dirinya hanya perlu fokus ke Arcell dan pekerjaan nya saja tak memikirkan urusan orang lain.
Grace memberontak saat menyadari banyak yang memperhatikannya, Grace memilih pergi dari lobby perusahaan Rafael.
“Liat aja Raf!! Lo bakal bertekuk lutut di depan gue!!” Batin Grace.
Di rumah sakit.......
Arcell masih dama keadaan koma sudah seminggu dirinya di nyatakan koma, semua selalu berharap dan berdoa agar Arcell segera bangun. Septian saja sampai ikut tidur di rumah sakit memaksa agar dekat dengan Arcell.
Seketika Septian ingat pesawat yang di berikan oleh Arcell, duduk di taman Rs bersama Aldo dan Raga, Septian bergumam.
“Kata ka Acell, kalo rindu ka Acell cuman perlu terbangin pesawat ini ke arah langit” gumam Septian sambil menatap pesawatnya.
“Ka Acell hiks Tian kangen ka Acell hikss” mengarahkan ke atas seperti sedang naik pesawatnya.
Aldo dan Raga hanya bisa menatap Septian, keduanya sudah tak bisa berkata-kata lagi. Hanya bisa berdoa dalam diam agar Arcell lekas bangun dari koma nya.
__ADS_1
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
GIMANA BESTIEE**??