Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 116


__ADS_3

"Cell, bangun dong gue udah di sini nih" ucap Rafael seraya berbisik-bisik.


"Lo gak kasian sama bonyok Lo? mereka khawatir sama Lo bangun ya?"


"Kan Lo bilang mau bikin tu Orang menderita masa Lo yang malah menderita si"


"Cell"


"I'm here baby, wake up ok? what do you want to do in korea? I'll take you anywhere but wake up now"


(Aku di sini sayang, bangun oke? apa yang kamu inginkan pergi ke korea? Aku akan membawamu kemana saja tapi bangun sekarang)


Tiba-tiba Fara mommy Arcell terbangun, kaget melihat seseorang yang tak di kenal menyenderkan kepalanya di ranjang Arcell seraya bergumam



"bangun Cell"


"kamu siapa?" Rafael tau kalau Fara sudah bangun namun dia acuhkan dan tak kaget kala Fara bertanya tentang dirinya, bertepatan dengan itu ponsel Rafael berbunyi.


...Aleen (chat)...


Bos gue kirim rekaman


cctv, dari beberapa area sekolah.


dan juga gerak gerik wajah orang


yang mencurigakan.


Send File..


^^^oke thx^^^


iya bos


^^^read.^^^


Rafael tak langsung mengecek rekaman tersebut karna dirinya masih fokus ke Arcell menggenggam tangannya seperti memberi kekuatan agar Arcell segera bangun.



"Saya tanya kamu siapa?" tanya Fara lagi


"Saya Rafael Tante, teman Arcell"


"saya pamit Tante, kalau Arcell kenapa-kenapa tolong hubungin saya ya Tante. besok saya boleh ke sini lagi kan?"


"eh? ah boleh, kenapa gak nginap aja dulu udah tengah malam" Fara tak marah karna dirinya tak mendapat firasat terancam dari Rafael namun sebaliknya.


"gapapa Tante, saya ada urusan. Malam Tan" Rafael sungkem kepada Fara lalu beranjak pergi.


Fara duduk di tempat Rafael tadi, dirinya mengelus kepala Arcell penuh kasih sayang.


"Maafin mommy ya, mommy gak bisa jaga kamu bangun yuk sayang. mommy kangen ribut sama kamu Cell"


"maafin mommy Cell, gara-gara Mommy kamu belum pernah ngerasain kebahagiaan dari kecil mommy janji bakal bikin kamu bahagia. Mommy sayang Acell dan yang lain gak ngebedain sayang. sakit hati mommy liat kamu kaya gini. luka di lengan kamu" Dara terisak seraya memegangi dada nya yang sesak


"Mommy tau kamu yang bikin Marcell kaya gitu, mommy senang kamu peduli dengan mommy tapi kalo ujung-ujungnya kamu yang terluka mommy gak bakal senang Cell, apa perlu mommy bunuh Marcell itu hmmm?" Masih dengan tangis pilu seorang ibu melihat anaknya terbaring lemas .


genggaman Fara seperti bergerak kecil, perlahan mata Arcell terbuka yang pertama Arcell lihat lampu yang agak redup karna sebagian lampu di matikan untuk tidur agar tak silau.

__ADS_1


"eugh" lenguhan Arcell


"Sayang kamu sudah bangun Alhamdulillah ya Allah" mengecup lengan Arcell


"mommy?" tanya Arcell


"iya sayang ini mommy, sebenarnya mommy panggilan dokter"


"Mas Bang bangun" Nico, dan Twins bangun


"Panggilin Dokter" titah Fara


"kenapa Mom?" kaget Aldo yang langsung berdiri


"Mommy Cape" rintih Arcell ,


mereka sontak menoleh, Arcell menangis terlihat air mata nya jatuh Fara yang berjarak dua langkah karna membangunkan yang lain langsung mendekat.


"Acell cape kenapa sayang? cerita ke mommy ya" Mata Fara berkaca-kaca


Nico memencet tombol yang mana agar memanggil dokter,


"Cell ini Abang, Acell kuat ya" Aldo menggenggam tangan Arcell


Dokter datang bersama dua perawat dan juga Azka yang selalu stay di rumah sakit, lalu dokter memeriksa keadaan Arcell,


"Mom Acell tidur ya? Arcell ngantuk banget" ucap Arcell matanya selalu mengarah ke Fara tentu nya dangan air mata yang sedari tadi banjir.


"Jangan tidur dulu ya?" ucap Dokter


...Click...


pintu terbuka, terlihat Rafael yang terengah-engah masuk,



"kuat ya? katanya mau belajar nyetir pesawat" ucap Alde,


Alde tau dari grandpa yang memberitahu keinginan Arcell itu,


"Uhukk" Arcell terbatuk dan sedetik kemudian hidungnya kembali mimisan


"AZKA ADIK KAMU KENAPA!!" tanya Fara panik air matanya tak bisa di tahan lagi


"Mommy jangan nangis" ucap Arcell


"Arcell makin sakit kalo liat mommy nangis"


Beberapa saat mimisan berhenti dan Arcell tertidur pulas, Alde Aldo bersender di dinding ruangan dan terduduk lemas.


Rafael tak bergerak dari tempatnya sedari tadi kenapa? dia syok melihat Arcell yang biasanya ceria dengan dirinya dan melihat keadaan Arcell yang sekarang membuat nya sakit.


...🌚🌚🌚...


***BERITA TERKINI DAN TERBARU..


...KEPALA KAPOLDA METRO JAYA...


...GANARA DIRGANTARA...


...DILARIKAN KE RUMAH SAKIT TADI PAGI...

__ADS_1


...AKIBAT SERANGAN JANTUNG***....


Keadaan Arcell sedikit membaik setelah di berikan pereda nyeri dan beberapa obat lainnya,


Arcell melirik Rafael dan Rafael yang merasa di tatap langsung melirik ke arah Arcell lalu menyeringai tanda menjawab arti tatapan Arcell.


"Lo tinggal dimana?" tanya Aldo ke Rafael,


"Apartemen di Andara"


"kenal Arcell dari mana?"


"Dari lama"


"gak gitu konsepnya, gue gak bercanda"


"gue juga"


"terserah" ucap Aldo yang terlewat kesal,


Tak ada yang sekolah di antara ketiganya karna ingin menjaga Arcell, Fara dan Nico kembali ke rumah tak mungkin juga meninggalkan Azell dengan baby sitter terus.


Di waktu yang sama...


"kemarin ngeri banget sumpah, darahnya banyak banget"


"tapi katanya bukan bacokan, tapi masih belum pasti"


kasian ya"


"sodara gue dulu ada yang kek gitu, kanker darah gak lama dia di jemput yang maha kuasa"


"jangan sampe Arcell kaya gitu"


"Btw, ko bisa Arcell pingsan di WC? jangan-jangan ada yang bully dia?" Pembicaraan para siswa jam istirahat pertama sedari keluar kelas hingga ke kantin mereka membahas tentang kejadian kemarin.


Helena sedari tadi merasa ketakutan bahkan wajahnya sampai pucat, dari kelas ke kelas lain mereka membahas tentang Arcell. Salsa tak hadir karna ayahnya di larikan ke rumah sakit.


iya, kepala Kapolda metro jaya GANARA DIRGANTARA ayah dari Salsa di kabarkan masuk rumah sakit tadi pagi.


"Gi jenguk Arcell ntar?"


"hmm"


"Woy Raga!" Raga berbalik badan


"Apa?"


"Arcell udah siuman?"


"udah"


"Lo besuk gak?"


"iya"


"oke bareng ya Jing"


"ok"


Naya sibuk dengan ponselnya bukan apa hanya memainkan game Pou di sela istirahat.

__ADS_1


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2