Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 21


__ADS_3

setibanya Arcell di rumah Grandpanya.


Arcell d sambut oleh beberapa penjaga mereka melihat wajah Arcell yang seperti habis Menangis pun was-was takut kalau mereka yang akan kena marah,


"Grandpa mana?" tanya nya


"Ada nona muda di dalam sudah menunggu nona muda sedari tadi" Arcell mengangguk,


Arcell masuk dengan santai dirinya sudah merencanakan sesuatu untuk memberikan balasan ke Abangnya dan grandpa nya pasti membela dirinya apalagi.


"Hikss Grandpa" rintih Arcell tiba-tiba menangis,


Grandpa yang sedang menyesap kopi pun langsung melepaskan gelasnya dan berdiri menunggu Arcell datang,


"Ada apa?" tanya sang grandpa


"Hikss Abang jahat hikss hwaaaa"


"Bibi ambilin Air putih cucu ku harus minum air putih dulu!" titah grandpa ke maid,


"Baik Tuan" maid itu langsung bergegas mengambilkan air putih,


"Duduk dulu cerita dengan benar, nangis nya nanti aja setelah selesai cerita grandpa gak ngerti nanti"


"Okey uhukk uhukk hikss" sedetik kemudian kaila sudah merasa tenang,


"Makan dulu yang ada itu" Arcell mengangguk


Setelah merasa nyaman sehabis memakan cemilan barulah Arcell mengadu ke Grandpa nya.


"Grandpa Abang jahat"


"Jahat gimana?"


"Abang janji jemput Arcell!!! trus gak datang-datang mana hp Arcell kemarin habis batrai gak bisa kabarin kalau Arcell belum pulang"


"Sampe magrib Arcell di sekolah mana hujan badai ada petir segala!! Arcell kan takut hikss hikss"


"Trus ada teman sekelas Arcell datang untuk aja ada dia kalau gak bisa bisa Arcell mati ketakutan hikss jahat Abang jahat. Waktu hp Arcell udah hidup pesan dari Abang masuk"


Arcell memberikan ponselnya untuk grandpa lihat isi chat nya dengan Twins,


"Arcell juga takut di sekolah Abang lupain hal itu malah ke tempat temannya hikss Abang gak sayang Acell hikss hwaa hikss"


"Sttt sudah-sudah grandpa bakal marahin mereka!!"


"benarkah Grandpa?" tanya Arcell,


"Iya Grandpa hubungi mereka untuk segera ke sini !!" Grandpa menghubungi twins sedangkan Arcell tersenyum kemenangan,


"No one can take Arcell's brother !!" batinnya,


(gak ada yang boleh rebut Abang Arcell !!)


Sedangkan di rumah mereka,


...Drttt...


...Drttt...


"Hp siapa getar woy!" tanya Aldo,


"Grandpa?" ucap Alde ,


"Tumben ada apa nih?" Alde dan Aldo tiba-tiba menjadi kan suasana semakin tegang,


...Grandpa (Calling)...


"yes what's up grandpa? "

__ADS_1


(Iya ada apa grandpa?)


^^^"Where are you?"^^^


^^^(kamu dimana?)^^^


"eemm .."


"in school"


(di sekolah)


^^^"oh, let you go to Grandpa's house. Now!"^^^


^^^(oh, ijin dulu ke rumah kakek. Sekarang!"^^^


"What is wrong?"


(ada apa?)


^^^"Ada apa? Arcell datang ke tempat kakek!"^^^


"Arr..Cell? ko bisa?"


^^^"Ya bisa dia punya kaki"^^^


"Oh iya!"


^^^"Sekarang atau grandpa hub Daddy kamu?"^^^


"Ini berangkat!!"


...............


Alde langsung keringat dingin, bagaimana Arcell bisa berada di rumah Grandpanya bisa-bisa mereka berdua akan kena ceramah dan hukuman oleh grandpa nya.


"Ayo Do!!" tegas Alde,


"Grandpa nanti marahin Abang gimana?" bodoh pertanyaan Arcell


"Arcell maunya gimana?"


"Gak tau grandpa, ceramahin biasa aja grandpa kan d situ Arcell juga salah"


"Apapun untuk cucu Grandpa"


Sekitar 20menit akhirnya Twins tiba di rumah Grandpa, Keduanya masih keringat dingin bagaimana tidak 1hari Arcell tidak tau berada di mana namun tiba-tiba saja sudah berada di rumah Grandpanya,


"Dimana grandpa?" tanya Alde ke penjaga,


"Di dalam tuan muda" jawabnya,


Alde dan Aldo pun masuk ke dalam berjalan dengan tegak dan gagah berani anjaii,


"Grandpa" sapa keduanya,


"Duduk Grandpa mau bicara dengan kalian berdua"


Kemana Arcell?! Sedang berada di dapur dirinya mendengar abang-abang nya datang langsung bergegas ke dapur dengan alasan ingin meminta pudding.


"Dimana Arcell?" tanya Alde,


"Kalian tau apa salah kalian sampai Grandpa minta kalian datang ke sini?"


"Karna Arcell ada di sini Grandpa"


"Good, lalu apa tindakan kalian? kalian lupa kalau kalian punya adik? kalian berjanji menjemput nya namun kalian malah pergi ke tempat Jesika Jesika sahabat kalian itu?"


"lebih penting orang lain atau adik kalian Alde? Aldo?" keduanya bungkam,

__ADS_1


"Arcell grandpa" ucap keduanya lagi,


"grandpa tidak pernah ngajarin kalian lalai menjaga adik kalian, grandpa selalu menegaskan bahwa keluarga lah yang paling penting!!"


"Hikss hikss sudah grandpa hwaa Acell gapapa sudah jangan marahin Abang hikss" Arcell sedari tadi menguping pembicaraan mereka,


walau ini rencana Arcell untuk memberikan balasan ke Abangnya namun tetap saja Arcell tak tega melihat kedua abangnya di marahi, memang Cell penyesalan datangnya terakhir.


"Hikss Grandpa jangan marahin Abang!!" pinta Arcell


seketika grandpa bingung harus berkata apa lagi, tadi Arcell yang datang nangis-nangis Sekarang malah minta jangan jangan di marahi.


"hwaa maafin Ade hikss Abang hikss jadi marah eh hiks uhukk maksud Arcell kena marah hwaa"


"Abang kamu emang harus di marahin biar ingat sama tanggung jawab yang sudah d berikan untuk menjaga kamu Cell!" ucap grandpa


"Kami terima konsekuensi nya grandpa. kami siap di hukum" ucpa kedua nya,


"no !! Brother can't be punished !!"


(enggak!! gak boleh hukum Abang)


"Ishhh kepala grandpa pusing mengahadapi kalian, mending kalian pergi ke mall sana jajan" usir sang grandpa,


kenapa grandpa meminta mereka pergi ke mall untuk berbelanja maksud grandpa adalah Arcell pergi ke mall dan jajan pakai uang pribadi twins,


itu sebagai hukuman untuk keduanya dan keduanya harus terima konsekuensi apapun yang mereka buat, itupun tidak harus ke mall sesuka Arcell saja.


"no, Arcell just wants to be at Grandpa's house. there's a crocodile here"


(tidak, Arcell hanya ingin berada di rumah Kakek. ada buaya di sini)


grandpa hanya bisa mengangguk mengikuti kemauan cucu nya ini yang moodyan. Twins pun begitu hari ini hari Arcell yang mana ketika Arcell meminta mereka harus mencarikan.


begitupun sebaliknya jika ada yang berbuat salah di antara mereka itupun kalau dia bukti kesalahan mereka. seperti Arcell tadi ada bukti chat dari twins yang pergi menemaninya Jesika di rumahnya.


Arcell berjalan ke halaman belakang di mana terpampang jelas halaman belakang yang luas,


sebelum berjalan-jalan Arcell meminta minuman ke maid,


"Bi Acell mau Coklat hangat ,tolong buatin ya"


"baik nona muda"


"Cell?" panggil Alde,


Alde Aldo sedari tadi mengikuti Arcell kemanapun adiknya itu melangkah.


"Acell masih marah sama Abang Alde dan Aldo" sahutnya lalu melepaskan kelinci-kelinci yang ada di dalam kandang,


"hmmmmhuuuuhhhhh" hembusan nafas kedua laki-laki itu terdengar jelas,


"Gara-gara Lo si kan jadi marah Arcell nya!!" kesal Aldo,


"Lah elo!! Kan Lo yang ngebet kemarin ke tepat Jesika karna Jesika yang maksa nangis-nangis ke elo!"


"Ya kan gue gak tega!!"


"Gara-gara elo berarti"


"Bisa diam gak!! Arcell tuh lagi coba dekatin kelincinya?! tapi malah kaget karna abang ngomongnya kekencangan!!"


"Iya maaf Cell" ucap keduanya lesu,


"Iya" singkat Arcell


Mereka bertiga pun saling diam diam an tanpa ada yang mau memulai pembicaraan serasa canggung bagi ketiganya,


"Bangg" rengek Arcell

__ADS_1


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE 🖤...


__ADS_2