Arcella Queenzie

Arcella Queenzie
Bab 177


__ADS_3

GAISS!!!!!!!


PADA RINDU GAK NICHHHH???


YAKALI GAK RINDU WKWMMWKWKWKW


...BTW KALIAN ADA KIAT STORY IG ARCELLA GAK? WKWK MAAF YA! AKU SENGAJAAA UP DI SITU BIAR KALIAN TAU AKU MASIH HIDUP WKWKWK...


...OKEY KELAMAAN LANGSUNG AJA YEKANN!!!...



“Mom pisahin dong!!” Kesal Aldo.


Sudah beberapa hari Arcell sadar namun tetap Rafael tau mau pergi jauh dari Arcell, bahkan pekerjaan kantor saja dia minta sekertarisnya untuk mengantarkan ke rumah sakit juga mengambilnya lagi. Tentu gajihnya di naikkan.


“Mom!! El pergi deh lu!! Sumpah muka lu kek panci” kesal Aldo masih.


Aldo ingin memeluk sang adik saja harus bermain gunting batu kertas dulu, jika kalah maka tak di perbolehkan Rafael untuk memeluk Arcell.


“El kamu istirahat aja, ada bang Aldo Alde mommy ko di sini” Rafael menggeleng.


“Gapapa ko aku di sini aja”


“Gipipi ki iki di sini iji” cibir Aldo.


Aldo sudah terlewat gemas, Rafael ini belum juga jadi suami Arcell sudah seposesif dan setak mau meninggalkan Arcell.


“Tian” panggil Arcell.


“El, beliin cemilan dong ajak Tian sekalian” ujar Arcell.


“Tap?” Belum selesai El berbicara sudah di potong oleh Arcell


“Aku mau nyemil” Rafael mengangguk menuruti.


“Awas lo deket-deket Arcell” ancam Rafael sedikit bercanda ke Aldo.


“Lah ngatur hus hus hati-hati di jalan sayangku muachhh!!” Ujar Aldo dengan gaya gelaynya.


Aldo duduk di samping Arcell, berbincang-bincang karna mereka jarang sekali berbincang karna Rafael si posesif boyfriend.

__ADS_1


“Dek, tau gak kemarin ada yang nangis waktu kamu gak bangun wkwkwk” ujar Aldo.


“Pasti abang kan” ujar Arcell.


“Bukan lahh, noh Alde” Alde memutar bola matanya malas


Alde berdiri lalu mengecup kening Arcell lama, Aldo yang melihat pun tak ingin kalah dengan Alde. Dirinya juga mencium pipi Arcell lama.


Fara yang melihat itu langsung bersyukur, Alde Aldo tak membedakan Arcell dengan Azell. Fara mengabadikan momen ketiganya.


...🌑🌑🌑...


Beberapa minggu kemudiann......


“Cell kasih nama anak gue dong! Masa dari lahir belum di kasih nama!!” Ujar Naya


“Cewe cowo anak lo?” Naya ingin sekali menjambak Arcell anaknya sudah dua bulan demi menunggu Arcell yang memberi nama dan saat bangun dia malah bertanya seperti ini.


“Tau ah serah lo!!”


“Dih ngambekk!! Sini anak nya buna sini”’ujar Arcell.


“Queen Arthuna Aleka panggilannya Qarla atau Ale” ujar Arcell.


“Queen Arthuna Aleka, marga Arthur apa ya lupa gue” ujar Naya.


Mereka berbincang-bincang dan tak lama Rafael datang untuk menjemput Arcell di rumah Naya, dengan wajah tampan yang bisa menghipnotis para maid di rumah Arthur saja sampai terpana melihat ketampanannya.


“Honey” Rafael tanpa malu langsung mengecup pipi Arcell di hadapan Naya.


“Temen gue masih sekolah ya El!! Jangan ngadi-ngadi lo!!” Ujar Naya.


“Biarin biar dia di rumah aja” Arcel memutar bola matanya malas.


“Yuk pulang. Jemput Tian sama Azell dulu di rumah soalnya mommy sama yang lain mau ke Bali acara peresmian”


“Nay kita cabut ya?” Naya mengangguk.


“Kabarin aja kapan tasmiyahannya” ujar Arcell yang langsung di angguki Naya.


Di rumah Naya hanya ada maid dan keluarga kecil Naya juga satpam, karna memang ini rumah milik Arthur.

__ADS_1


“Matanya mba gosah liatin suami saya kaya gitu!” Sindir Arcell ke maid.


Maid itupun langsung kaget dan buru-buru minta maaf, semenjak sadar dari koma Arcell lebih badas atau bisa di bilng semakin blak-blakkan dan tak takut jika menghadapi mba-mba gatel di luar sana.


“Byee Aleale” Arcell sekali lagi mengecup pipi anak Naya.


“Mau berkata kasar tapi lagi ada anak gue”’gumam Naya.


Rafael melingkarkan tangannya di pinggang Arcell, semakin hari Rafael semakin tak ingin jauh dari Arcell. Selalu menjaga kekasihnya ini.


Kemanapun Arcell berangkat maupun pulang harus bersama Rafael maupun twins, tak boleh menggunakan kendaraan untuk beberapa saat ini dulu.


Arcell berhenti sebelum benar-benar masuk ke dalam mobil, dirinya menatap Rafael penuh curiga. Rafael yang di tatap tajam oleh Arcell merasa gugup apalagi tatapannya mengintimidasi


“Kenapa honey”


“Ko bau parfum cewe!!” Rafael langsung mencium bajunya.


“Hah?” Cengoknya.


“Mana ada” Arcell menatap tajam Rafael.


“Sumpah gak ada deket cewe by, aku sama sekertaris aku aja. Makan siang juga di dalam ruangan”


“Bau parfum aku, parfum cewe” ujar Arcell lalu masuk ke dalam.


Sedangkan Rafael? Masih diam memikirkan maksud Arcell, beberapa detik kemudian Rafael ngeh kalau Arcell mengerjainya.


“Awas kamu ya!!” Arcell terbahak melihat komuk Rafael.


Arcell memilih sedikit rebahan di kursi, walau sudah beberapa minggu Arcell selalu merasa sedikit pusing karna kecapean.


“Nanti bangunin ya” Rafael mengangguk.


“Abis jemput Tian sama Azell ke rumah oma kan?”


“Iya, tapi ke supermarket dulu ya jajan cemilan biar gak keluar lagi nanti aku nya” Rafael mengangguk.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


GIMANA? B AJA?

__ADS_1


JAHAT BANGETT SII**


__ADS_2