
Hari yang di tunggu-tunggu tiba..
Acara akad dan resepsi sangat mewah, walau tidak banyak yang di undang tetap saja itu sangat mewah dan megah layaknya pernikahan para raja dan ratu.
Rafael tak membiarkan Arcell memakai banyak perhiasan atau memakai aksesoris yang membuatnya kecapean.
(Arcell saat ijab kabul)
Arcell duduk di samping Rafael, Rafael benar-benar gugup apalagi saat ini banyak yang memperhatikan mereka. Yaiyalah kan kalian nikah!!!
“Bisa kita mulai?” Tanya penghulu.
“Bisa” ucap mereka semua.
“Yang nikah gue ko yang ngucap bisa mereka si” batin Rafael.
“Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Rafael Alexander Smith bin Alexander Smith dengan anak saya yang bernama Arcella Queenzie Gibson dengan maskawin berupa Uang tunai 70 Miliar dolar Amerika, 350 juta dolar Australia dengan 500gram emas karat, 1000 emas batang, 700 berlian tua, 15set perhiasan LoisVitton, 10set perhiasan Dior, 20set sepatu Chanle, 2mansion di Amerika dan Korea Selatan, 3buah Villa di Bali dan 2 pulau di Hawaii, Tunai” ucap Nico sedikit engap.
“Gila Arcell maharnya!!”
“Jiwa miskin ku meronta”
“Plis Beruntung banget Arcell”
“Saya terima nikah dan kawinnya Arcella Queenzie Gibson binti Nicolas Adipati Gibson dengan maskawinnya yang tersebut, tunai” ucap Rafael tanpa kesalahan.
“Bagaimana para saksi? SAHH!!”
“SAHHH!!!”
“SAHHHHH!!”
Rafael langsung mencium kening Arcell tanpa menunggu aba-aba dari penghulu. Fara dan Oma juga Naya menangis histeris, ada juga yang mengiri mendengar mahar Arcell.
“Untung gue gak ngajak emak gue ke sini”
“Iya anjir untung kagak ngajak tadi, bisa-bisa harus segitu mahar gue nanti”
“Selamat putri mommy” Fara mencium kening Arcell lama.
“Ade abang udah jadi bini orang” ujar Alde.
“Baek-baek lo El sama ade gue!!”
__ADS_1
“Iye abang iyee” sambil mengejek Aldo.
Setelah ijab kabul mereka di arahkan untuk menuju aula satunya dimana resepsi akan di laksanakan di situ, awalnya Rafael berencana mengadakan acara ini di kapal Pesiar namun kata Arcell tidak usah.
Kapal pesiar itu untuk keluarga saja nanti liburan bersama, seketika Rafael menyetujui itu otaknya sudah traveling.
“Bulan madu aduhaii” batin Rafael saat itu.
...🌑🌑🌑...
Banyak tamu undangan dari petinggi dan para orang kaya semua yang hadir sisa nya teman sekolah Arcell dan Rafael.
“Selamat ya broh!!” Ucap teman Rafael.
“Hadiah gue mana! Jangan cuman selamat lo” ujar Rafael.
“5% saham perusahaan gue buat anak lo, itupun kalo dalam waktu dua bulan udah ada”
“Ck, dalam satu bulan juga bisa! Kalo dalam satu bulan udah isi harus 10% saham perusahaan lo gimana?”
“Shit! Okey” Rafael tersenyum.
“Foto ayo!! Sini Aleale nya!!” Arcell mau menggendong anak Naya namun langsung di ambil alih Rafael.
“Berat aku aja nanti kamu kecapean” ujar Rafael.
“Selamat bro” ujar Arthur ke Rafael.
“Thanks, jangan lupa amplopnya yang banyak masa orang kaya ngasih sepuluh ribu” sindir Rafael sedikit bercanda.
“Pilih mobil yang mana lo mau” ujar Arthur.
“Good gitu dong”
Mereka bergaya...
Setelah itu Raga datang bersama seorang perempuan entah itu siapa Arcell tidak mengenalnya. Arcell sedikit marah melihatnya bukan karna apa tapi Raga tak pernah mengatakan memiliki pasangan walau sahabatnya ini sering keluar Negeri.
“Cantik” puji Raga.
“Iyalah bini gue!!” Ujar Rafael.
__ADS_1
“Ck, selamat bocil gue adek gue yang cantik” ujar Raga.
“Siapa!” Sinis Arcell.
“Nanti selesai acara gue kenalin deh”
“Awas lo ya!!” Raga mengangguk.
Tak banyak basa-basi karna antrian masih panjang.
Sekarang sednag sesi foto keluarga, Septian terlihat sangat tampan sambil menggandeng Razell bak princes dan pangeran keduanya berjalan kesana kemari.
“Cucu oma cantik banget” puji Oma..
“Siapa dulu dong Oma nya” ujar Arcell.
Mereka semua kembali ke tempat masing-masing, orang tua Gio datang tentunya.
“Masyaallah cantik banget anak bunda, kirain bakal jodoh sama anak bunda ternyata enggak” ujar Bunda.
“Hehe maaf ya bund” ujar Arcell
“Bujang korea lebih menggoda soalnya bund” ujar Rafael membuat Arcell tersipu malu mendengar ucapan Rafael.
“Haha, jagain Arcell ya nak jangan di sakitin ini kesayangan bunda tau!!” Ujar Bunda.
“Pasti bund”
Sekitar jam 2 siang acara masih berlangsung tetapi Rafael mengajak Arcell untuk beristirahat san semua tamu di handel oleh orang tua dan abang-abang mereka.
“Ka Acell cantik banget” ujar Septian.
“Iya dong”
“Kamu aku tinggal sama mereka berdua gapapa?” Tanya Rafael.
Azell tertidur tadi cerewet dan mengantuk pas sekali Rafael ingin mengajak Arcell istirahat, saat menuju kamar dalam gendongan Rafael Azell malah tertidur.
“Gapapa” Rafael mengangguk.
“Kalau ada apa-apa kabarin” Arcell mengangguk.
Tinggallah mereka bertiga di dalam kamar, tentu kamar ini di jaga ketat oleh puluhan pengawal di lantai itu.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
__ADS_1
...BISMILLAH YUK BISA YUK JADI ARCELL**...