Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Yu Huo yang Hancur


__ADS_3

"Jangan mendekat! kalau kamu mendekat sedikit lagi saja, maka nyawa pemuda ini akan segera melayang!" Lalisa mengancam Lishian menggunakan pemuda itu.


Lishian tidak peduli. Yang di dalam otaknya hanyalah soal dokumen dan soal pemuda yang tengah memberi dia sebuah kode lewat matanya.


Sementara, aksi tembak menembak masih terjadi di luar sana, seolah kedua tim memang begitu sulit untuk di taklukkan.


"Sial! peluruku habis!" ucap seorang pria bersamaan dengan dirinya yang menunduk dan bersembunyi di bawah rindangnya pepohonan.


"Di mana senjata milik Tuan Lishian!? aku yakin tidak melihat tuan membawa apapun saat masuk!"


"Dia hanya membawa senjata kecil di dalam celananya." sambil mencari cadangan senjata yang lain.


"Senjata kecil apa yang sedang kamu maksud di sini?" pikiran mengacu pada sebuah benda.


Yang di balik pohon menatap penuh kekesalan.


Yang pasti Tuan Lishian memang pecinta senjata kecil, meski senjata miliknya bukanlah senjata yang ukuran kecil.


Paham?!


Orang dewasa pasti akan paham!


Kembali pada Lalisa dan Lishian serta pemuda itu.


"Baiklah, Lalisa, aku yakin, kamu punya alasan untuk menahan pemuda ini bukan? katakan alasan kamu!"


"Alasan aku? apa kamu tidak mendengar ucapanku sejak awal? aku hanya ingin kamu nikahi, aku hanya ingin hidup bersama dengan dirimu sebagai sepasang suami istri, bukan sebagai wanita penghibur, atau wanita bayaran kamu!"


"Kamu tahu alasan kenapa pemuda ini begitu penting?" duduk di sofa, dan menargetkan tas di atas meja.


Lalisa hanya terdiam bingung, "aku-aku tidak tahu!"


"Heh!" tersenyum miring, "karena dia punya akal yang cerdik untuk suatu misi yang sangat penting," meraih tas di atas meja, dan bangkit dari duduknya.


Sementara Lalisa hanya terdiam di tempat sambil terus menahan pemuda tersebut. Namun rupanya semua itu tidak sesuai dengan dugaan.


"Kamu pikir aku semudah itu kamu bodohi? menurut kamu apa alasan pemuda ini tidak langsung ke pulau, melainkan mampir dulu ke rumah ini? aku hanya ingin tahu sedalam apa kamu berkhianat padaku!"


"Tidak! tidak tuan!! aku hanya membocorkan sedikit rahasia tentang kamu saja pada Nyonya Zhe Ruan. Dia mengiming-imingi aku akan di jadikan menantu olehnya, dan aku harus sigap membantu dia menginformasikan beberapa hal tentang tuan."


"Sedikit kalau begitu artinya banyak! satu hal lagi, aku bukan anak dari Zhe Ruan, anak dia hanya Yu Shen saja, jadi menikah saja dengan anak itu!"


"Tidak! kalau kamu tidak mau menikahi aku, akan aku bunuh pemuda ini!!" sekarang wanita itu terlihat mengancam.


"Hehh! bunuh saja! selagi kamu bisa membunuhnya, kenapa tidak!?" Lishian berbalik dan meninggalkan rumah itu.


Mendengar perkataan Lishian yang seolah mempersilahkan pisau itu menembus tubuh pemuda dalam dekapannya, membuat Lalisa semakin ingin membuktikan keahliannya sendiri.


Dia mulai mengangkat pisaunya tinggi sekali, dan hendak menusukkan pisau itu pada si pemuda tampan.


"Kalau begitu, aku bunuh saja pemuda tidak berguna ini!"


Hiyyyaaaaa!!!!!

__ADS_1


Tapi kemudian, suatu hal terjadi..


Hap!


Pemuda itu berhasil melepas satu genggaman tangan Lalisa, dan dengan gesit menangkap pisau di tangan Lalisa dengan tangannya.


"A?" wanita itu tercengang.


Memuntir tangan Lalisa, dan bergerak berbalik mengunci!


"Arkh!!" nada kesakitan.


"Bagaimana? sudah lihat kemampuan pria tidak berguna ini?"


"Kenapa kamu?"


Tadi sepertinya aku dengan mudah bisa melumpuhkan pria ini, tapi kenapa sekarang, seolah dia memiliki sebuah kekuatan yang sangat besar? apa dia sedang berpura-pura padaku barusan?


"Bajingan!!!" umpat Lalisa pada pemuda ini.


"Bajingan katamu? kak, bagaimana aku harus menghadapi wanita ini?"


"Tanyakan padanya, dia bilang Zhe Ruan akan menikahi putra Zhe Ruan, mungkin kalau denganmu, dia akan tertarik!" ucap Lishian setelah berada di ambang pintu.


"A?" bingung dan semakin bingung.


Siapa pemuda ini? mengapa memanggil tuan Lishian kakak?


"Cihh! siapa juga yang mau menikah dengan wanita buangan dari kamu? aku tidak sudi!!" melempar Lalisa ke lantai.


"Arkh!"


Wanita itu terjatuh dan meringis kesakitan akibat dorongan yang membuat dirinya merasakan ciuman lantai dingin di rumah itu.


"Yu Shen?"


"Yah!"


"Jangan bawa dokumen ini ke pulau, bawa ke tempat yang jauh, dan jangan kamu kembali sebelum aku menyelesaikan semua yang terjadi di sini!"


"Setelah kakak tanda tangan, maka aku akan membawa dokumen ini pergi dari sini!"


"Ya!" mengangguk, "aku akan tanda tangan sekarang!"


Sementara itu, para anggota tim khusus Lishian terlihat keluar dari semak belukar dan akhirnya tiba dengan selamat ke rumah itu.


Semua anggota tim lawan telah berhasil di lumpuhkan. Dan sekarang, tugas mereka selanjutnya adalah, mengamankan dokumen tersebut menjauh dari sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Brakkk!!!


"Apa!?????"

__ADS_1


Wanita itu amat terkejut saat mengetahui sebuah informasi yang datang dari orang dalam di rumah Yu Huo.


"Jadi Yu Shen ku juga telah mengkhianati ibunya sendiri? bagaimana dia bisa berpikir untuk mencuri dokumen penting itu dan membawanya kepada Lishian??"


"Dia menyamar sebagai bodyguard bertopi saat keluar dari rumah Yu Huo membawa dokumen tersebut."


"Karena itulah tidak ada yang tahu bahwa orang itu adalah Tuan Yu Shen!"


"Benar-benar tidak masuk akal!" marah, "bagaimana dengan Yu Huo?!"


🍂🍂🍂🍂🍂


Pria itu tengah bersandar di kursi putarnya menikmati sebuah pengkhianatan dari putra semata wayangnya sendiri padanya.


Yu Shen yang dia harap dapat meneruskan dirinya, dan bisa membantu dia bekerja sama untuk mendapat semua harta warisan Li Shanshan itu nyatanya kini telah menunjukkan keaslian wataknya, dan mulai berpaling pada Lishian, sang kakak beda rahim, pun beda ayah.


"Anak yang sangat mengecewakan! aku tidak menyangka kalau anak itu rupanya sungguh bodoh!" umpatnya sambil terus memutar-mutar kursi.


Tak tak tak tak tak tak tak


"Kenapa kalian datang?" melihat dua pria suruhan.


"Tuan! Anda meminta kami untuk menyelidiki di mana dan apa yang sedang di lakukan oleh Nyonya Zhe Ruan di luar!"


"Lalu? apa yang kalian temukan?"


"Nyonya, Nyonya Zhe Ruan, dia.."


"Dia kenapa?" bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju sisi jendela.


"Dia berselingkuh dengan Tuan Dong Fi!"


Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut dua kacungnya membuat Yu Huo seketika menoleh, dan memasang wajah penuh kesedihan.


"Apa? dia juga mengkhianati aku?!"


Namun belum juga air matanya menetes, secara tiba-tiba, bom yang telah di pasang di bagian tubuh salah seorang pria di sana meledak!!


Blamm!!!???????


Duarrrrr!!!!!!!!


Seketika ruangan di lantai dua tempat dia bekerja itu akhirnya hancur dan ambruk, membuat semua yang berjaga di bawah sana ikut terkejut!


"Tuan Yu Huo dalam bahaya! ada bom meledak tepat di ruang kerja beliau!"


Tak tak tak tak tak tak tak


Langkah kaki semua penjaga terdengar menaiki tangga secara berurutan dan menuju ke ruangan yang telah hancur tersebut.


Namun mereka tidak mendapati tuan mereka yang selamat. Tiga orang di dalam sana telah tewas dengan bagian tubuh yang terpisah-pisah menjadi beberapa bagian!


Hancur berkeping-keping!!

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2