
Huhh! aku harap Lishian baik-baik saja...
Jujur saja, ada rasa cemas yang sangat mendalam di hati Arliyana tatkala mendengar kalau calon suaminya akan segera pergi ke tempat neraka itu.
Tempat yang berhasil membuat kehidupan semua orang berhenti dari kata bahagia. Tempat yang selalu menyiratkan memori-memori kelam yang pernah ada di masa lalu.
Bahkan gadis seperti Arliyana pun, merasakan hal seperti itu di kota S.
Semoga saja, Lishian tidak akan mendapat masalah di sana!
"Arliyana!?" sang sahabat berhasil mengejutkan lamunannya di atas sofa.
"Ya? Mira? kenapa memangnya?" jawabnya gelagapan.
"Tidak, hanya ingin bertanya kemana calon suami kamu akan pergi? bukankah dia masih punya urusan banyak di tempat ini?" tanya gadis itu, yang beberapa saat kemudian, akhirnya memilih untuk duduk di sisi Arliyana.
"Pria itu, Tuan Yu Huo telah tewas! dan Lishian harus segera kesana untuk mengurus pemakaman beliau!"
"Apa? Tuan Yu Huo tewas?" tanya Mira penuh kejutan.
Sementara, mendengar Mira yang baru saja mengatakan hal tersebut, membuat Tuan Shi Jun, ayah dari Ellon memilih untuk mendekat.
Pria itu memang pada awalnya tengah berada di area depan, tapi suara menantu perempuannya terdengar begitu keras, dan membuat dia tahu apa yang sedang terjadi.
"Apa yang kamu maksud Yu Huo tewas?" tanya pria itu pada Arliyana tanpa berbasa-basi.
"Tuan Shi Jun, Tuan Yu Huo telah tewas sejak dua hari yang lalu, tapi belum sempat menurut pemakaman. Dia dan kedua penjaganya di bom habis-habisan di dalam ruang kerjanya oleh Tuan Dong Fi!" jelas Arliyana menurut saja pada apa yang dia dengar dari Lishian.
"Huhh! anak itu! aku bahkan sudah mengingatkan dia berulang kali, kalau Dong Fi bukanlah rekan kerja yang bagus, tapi sayang, dia terlambat mengetahuinya.." Jawab Shi Jun.
"Apa yang sedang kalian bicarakan dengan asik ini?" tanya Ellon yang baru saja masuk, dan langsung duduk di sisi Mira.
"Ellon, Tuan Yu Huo telah tewas! Arliyana bilang, dia dan dua penjaganya di bom habis-habisan oleh Tuan Dong Fi!" jelas Mira pada sang suami.
"Apa?"
"Lalu, apa Lishian pergi untuk mengurus acara pemakaman mendiang Yu Huo?" tanya Shi Jun pada Arliyana.
"Iya tuan, Lishian berkata akan menginap di sana selama beberapa hari ini."
"Aku harap tidak terjadi sesuatu yang serius." Nampaknya Tuan Shi Jun merasa cemas.
Mengingat Si Dong Fi yang punya kekuatan besar, di tambah lagi Zhe Ruan yang begitu terkenal dengan julukan Si tamak akan kemewahan itu berada di sana. Mungkin saja mereka juga merencanakan suatu hal yang tidak mereka ketahui.
Huhh!
__ADS_1
Semoga saja tidak!
Lishian, entah kenapa aku merasa sangat cemas melepas kamu pergi ke sana! salahku, kenapa aku juga tidak ikut, kalau saja aku ikut...
Drrrttt Drrrttt
Bip!
Arliyana mengangkat panggilan!
"Halo, Goyuan?"
"Aku akan segera ke pulau, apa kalian semua masih ada di sana?"
"Sebenarnya, Lishian sudah pergi ke kota S, dan dia meninggalkan aku di sini!"
"Kembali ke kota S? apa yang dia lakukan di sana?"
"Tuan Yu Huo telah tewas, dan tidak ada yang mengurus pemakaman beliau di sana."
"Apa? Tuan Yu Huo tewas?"
"Iya, lagi pula.."
Bip Bip Bip!!
Apa Goyuan akan menyusul Lishian ke sana?
πππππ
"Kamu sudah tahu sendiri kan, bagaimana kuatnya benteng pertahanan di pulau Tuan Lishian itu?"
Mereka berempat sejak berada di dalam mobil sekitar lima belas menit yang lalu terlihat masih berputar-putar menuju bandara, dan sibuk membahas soal kejadian perang yang akhirnya di menangkan oleh pihak Lishian.
"Ya!? aku juga sedang memikirkannya!" ucap sang pengemudi mobil.
"Lalu kenapa kamu bertanya demikian?" tanya si polos yang duduk di jok bagian belakang.
"Kamu diamlah! kamu tidak akan tahu urusan ini!" yang di depan terlihat marah.
"Lalu bagaimana menurut kamu? apa kita tetap mengambil resiko ini, apa sebaiknya kita mundur?"
"Aku tahu, kekuatan Tuan Lishian tidak mudah di robohkan, namun kita juga tidak bisa mundur demi tugas dari Nyonya Zhe Ruan ini, lalu pertanyaanku adalah, apa kamu tidak merasa tertekan dengan semua perintah yang Nyonya berikan pada kita?"
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Jika kamu lelah, maka kita berdua bisa mangkir dari tugas ini, dan mencoba bersekutu dengan Tuan Lishian, bagaimana?"
"Ucapan kamu benar juga, lagi pula, bergabung dengan Dong Fi, rasanya makin kesini makin tidak bisa di andalkan! lihat saja! tim terbaik dia sudah berhasil di jatuhkan oleh Lishian beberapa hari yang lalu!" ucap sang pengemudi mobil, pada salah seorang rekannya.
"Jadi bagaimana menurut kamu?"
"Ada kalanya kita harus menikmati dunia kita bukan?"
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
Sang wanita terlihat terus melangkah menuju sebuah tempat yang kosong.
Pikiran dan hatinya telah kacau, meskipun dia memiliki cukup banyak uang untuk dia habiskan selama dua periode berturut-turut.
Tapi nyatanya, dia bahkan tidak merasa bahagia karena uang itu. Gerald telah meninggalkan dirinya, setelah tahu kalau anak dalam kandungannya bukanlah anak pria itu.
Tapi malangnya lagi, mengapa pria yang menghamili dia adalah Si Yu Huo sendiri?
Apa ini sebuah laknat dari Tuhan yang sengaja di tunjukkan padanya, hingga dia harus mengambil langkah menakutkan ini untuk dirinya sendiri?
Atau mungkin saja dia hanya sengaja di buat bak figuran yang harus menerima segala konsekuensi yang di berikan alam untuknya.
Pria itu..
Bahkan pria itu telah tewas. Andaikata pria itu masih hidup, mungkin Fi Chan tidak akan berpikir sampai sejauh ini, dan lebih memilih Yu Huo untuk mempertanggung jawabkan semuanya.
Tapi..
Rupanya bom dahsyat itu telah menewaskan pria yang menghamilinya beberapa bulan yang lalu.
Sekarang perutnya telah membuncit. Cerita cinta pada awalnya dengan Lishian nyatanya harus segera ternodai akibat ulah bejad sang calon mertua.
Dan ternyata...
Inilah yang menjadi akhir dari segala cerita di dalam kehidupan Fi Chan.
Bayi yang hampir genap tujuh bulan itu, nyatanya harus menelan nasib kelam, bahkan sebelum akhirnya lahir ke dunia.
Hiks hiks hiks..
Dan tangis itu, selalu mengiringi langkah kaki Fi Chan, hingga tibalah dia di kursi yang sudah dia persiapkan.
Kakinya dengan perlahan mulai menaiki kursi tersebut, lalu akhirnya dia bisa menyambar sebuah tali.
"Maaf anakku, kamu tidak di takdirkan punya nasib baik, karena itulah, ibu hanya ingin menyelamatkan kamu dari kejamnya dunia kita.." Ucap Fi Chan seraya mengusap perut buncitnya untuk terakhir kali, lalu pada akhirnya..
__ADS_1
Grepp!!!
πππππππ