
" Huhh !! Tuan.. "
" Diamlah, sayang.. ini hanya sebentar..."
Terus menyiksa, tanpa ampun.
" Sedikit lagi.."
" Tapi, tuan..."
Dan akhirnya..
Syuurrr...
Mereka berdua sudah sampai di bak kamar mandi, dan mulai mengguyur tubuh mereka dengan air hangat. Mandi di tengah malam, tapi berdua bersama di dalam bak mandi, tentu saja, siapa yang bisa menolak.
Lishian menggosok punggung Liyana, dan kemudian menyiramnya dengan air hangat.
" Bagaimana rasanya ?? Apa sudah lebih baik ??"
" Tidak ada yang lebih baik selain mandi berdua dengan tuan dalam satu bak yang sama.."
Lishian memeluk kembali tubuh Liyana yang polos. Dia memegangi dua benda kenyal, yang baru saja membuatnya tidak bisa menahan diri. Lalu dengan secepat kilat, dia juga berhasil membuat ujungnya kembali menonjol, meminta hal yang lebih lagi pada benda itu.
" Tuan.. bisakah jangan menggodaku lagi ?? Aku bahkan sudah tidak bisa berdiri dengan tegak..'
" Tapi yang di sini masih tegak, dan tidak mau menurut.. Salah siapa punya tubuh yang terlalu menggoda, awas saja kalau sampai tubuh ini terlihat oleh Goyuan, dia tipe pria yang tidak bisa menahan hal seperti ini.."
" Kalau begitu.. nikahi aku..."
Lishian terkejut. Dia memang tahu kalau gadis ini hanya ingin kepastian hubungan mereka, tapi mengapa rasanya masih segemetar ini ??
" Kenapa diam ?? Apa kamu tidak mau menikah denganku ??"
Pria itu malah tersenyum..
" Apa kamu sedang bicara tentang pernikahan kontrak itu ??"
Liyana menundukkan wajahnya dengan sedih.
Tentu saja, apalagi yang di pikirkan pria ini ?? Mana mungkin dia akan jatuh cinta padamu, Liyana.. bodoh sekali.. sudah tahu akan begini, kenapa masih bisa bertanya tentang pernikahan itu padanya. Dia sudah jelas tidak akan peduli.
" Bahkan aku tidak ada sebandingnya dengan Lalisa.."
" Jika kamu tidak ada sebandingnya dengan dia, mana mungkin aku memukul Goyuan saat dia mencium bibir milikku ini ??"
Cup !?
Melepas dengan kesal.
" Jangan mencoba merayu aku lagi, aku sudah cukup kesal karena ketidak percayaan kamu padaku, dan ayahku, dan sekarang, kamu akan merayu aku untuk mengalihkan pembicaraan ?? Aku sudah tahu, kalau aku memang bodoh, dan begitu bodohnya aku hingga pertanyaan seperti itu pun masih bisa aku lontarkan padamu.."
Lishian kembali memeluk tubuh yang sempat melepaskan pelukannya barusan.
__ADS_1
" Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat, maafkan aku, beri aku waktu untuk membuat semuanya nyaman untukmu.. hidupku terlalu berbahaya untuk kamu kenal.."
" Jika kamu tahu hidup kamu terlalu berbahaya untuk aku, mengapa sejak awal kamu terus mengejarku, bahkan berniat menjadikan aku bagian dari keluarga kamu.."
Lishian terdiam membisu. Dia tahu semua ini memang kesalahannya. Masa lalu yang begitu bodoh itu sangat dia sesali saat ini.
" Ah, sudahlah, untuk apa bertanya lagi, aku bukan wanita murahan yang sama seperti Lalisa.." ( bangun dan menyambar handuk ), " maaf tuan, aku sudah merasa dingin, aku ganti baju dulu ."
Lishian hanya bisa pasrah saat gadis itu dengan dinginnya meninggalkan dirinya di dalam bak mandi yang sudah semakin dingin. Huhh.. bagaimana ini ?? Apa yang sejujurnya dia rasakan sekarang ??
Bam !?
Pintu kamar mandi di banting dengan sengaja oleh Liyana, dan dengan bodohnya, dia hanya menidurkan dirinya dengan tubuh yang polos, tanpa memikirkan pakaian atau semacamnya.
Lishian menyusul beberapa saat kemudian. Hawa panas yang beberapa saat lalu sempat menyelimuti dia di bak kamar mandi, nyatanya seketika berubah menjadi dingin dan penuh kebimbangan.
' Aku harus mencari tahu tentang kebenaran ini..'
Dia mengeringkan rambutnya, dan kemudian menatapi gadis itu yang sudah tertidur dengan pulas di atas kasur, dengan balutan selimut hitam tebal.
Apa yang sebenarnya aku pikirkan ?? Sebenarnya siapa yang salah di sini ??
Lishian juga sama. Entah kebetulan atau tidak, dirinya dengan tiba-tiba membuka handuknya dan memilih untuk tidur dalam keadaan yang polos. Tapi saat dia mulai memasuki selimut yang sama dengan Liyana, dia terkejut, seolah sedang berada dalam taman surgawi yang begitu indah untuk di tatap.
Apa dia sengaja melakukan ini untuk menggodaku ??
Dia mulai menatap Liyana dengan nakal. Tanpa ampun, bahkan tanpa ada kata untuk berhenti. Maaf Liyana, pria ini punya kemampuan yang tidak bisa kamu remehkan.
Menelisik ke arah yang lebih jauh..
Dan ternyata, saat dia sudah membuka mata, dia melihat wajah pria di depannya yang sudah siap menggempurnya sampai habis.
" Tuan, apa lagi yang kamu mau.."
Merasa miliknya di kuasai oleh Lishian.
" Tentu saja kamu... Tolong mengertilah aku, selama aku belum bisa bilang iya, maka tetaplah setia menungguku..."
" Tidak, aku tidak mau, aku hanya ingin.. ugh..." ( tidak kuat ).
Ada yang keluar dengan hangatnya dari sana..
" Tuan, kamu membuat aku begini lagi.."
Lishian mengambil posisi yang lebih nyaman. Dia siap untuk menampilkan keunggulannya di depan gadis ini.
" Berhenti, tuan.. aku mohon.."
" Kenapa ??"
" Bagaimana kalau aku hamil ?? Apa kamu akan bertanggung jawab padaku, atau kamu akan membuang aku sama seperti wanita lain yang kamu buang.."
" Aku tidak akan membuat kamu hamil, aku janji.."
__ADS_1
Apa yang di katakan oleh pria ini ?? Aku tidak akan membuat kamu hamil ?? Menurutnya melakukan hal ini tiga kali dalam semalam tidak beresiko membuat dirinya hamil begitu ??
" Shuttt !! Diamlah, biarkan aku memuaskan diriku malam ini.."
Liyana mengangguk dengan murahnya tatkala pria ini kembali menembus seluruh puncak hasratnya. Dia bahkan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh pria ini padanya.
Ternyata benar, kalau cinta bisa membuat kamu lupa bagaimana rasanya tidak ada posisi !!!
...****************...
" Selamat pagi.." ( senyum mengembang ).
" Aku sudah menyiapkan sarapan untuk tuan, anda bisa langsung turun dan makan..." ( masih berwajah dingin ).
" Apa masih marah padaku ??"
" Kamu pikir sendiri bagaimana ??" ( melipat baju dan memasukkannya ke dalam lemari ).
" Humm.. ayo kita turun, kita makan sama-sama.." ( bangun dan merapikan baju ).
" Tentu saja, memangnya kamu akan dengar penolakan dariku ??"
Lishian kembali memandangi wajah yang masih saja manyun itu. Dia menggenggam tangan Liyana dengan erat dan meminta dia untuk menutup mata.
" Tutup matamu !!"
" Aku tidak mau, memangnya kamu mau apa ?? Ah, untuk apa bertanya, tentu saja kamu pasti akan menciumku lagi." ( Dia menggeleng ), " aku tidak mau, kamu sudah menjatuhkan aku dua kali dalam semalam, dan sudah pagi begini, kamu masih saja minta ??"
" Bisakah kamu menuruti dulu apa kataku ??"
" Tidak mau.."
" Tutup matamu !!"
" Tidak !!"
Pak !!
Menjitak kening Liyana.
" Aww.. kamu !!!"
" Bisa menurut atau tidak ??"
" Baik.."
Dengan terpaksa Liyana menuruti permintaan pria itu.
Lishian yang begitu senang, akhirnya memutuskan untuk mendekati gadis itu, di telinganya..
" Menikahlah denganku...." ( bisiknya lirih ).
Liyana sontak saja membuka matanya dengan penuh keterkejutan.
__ADS_1
" Apa ??"