Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Diacuhkan


__ADS_3

" Ehemm.." ( datang ).


Semua orang menoleh ke arah suaranya.


" Tuan Lishian ??"


' Hhh.. ternyata hanya bocah kemarin sore begini, mana bisa jadi pesaing ku..'


" Aku ingin bicara secara pribadi mengenai novel dengan nona Liyana.."


" Baiklah, kalau begitu, kami permisi..."


Mira mendorong Chen untuk keluar dari sana saja sebelum mereka di tembak mati oleh pria itu.


Krebb !!


" Fiuhh.."


" Mau apa lagi kamu ?? Tidak puas membuat aku pingsan dan ketinggalan pelajaran ??" baru bertemu sudah main gas.


" Maaf sekali, kamu yang terlalu keras kepala sampai aku begitu emosi.." jawab Lishian pada Arliyana.


" Kenapa tidak kamu lampiaskan saja semua amarah kamu pada wanita malam ?? kenapa harus aku.." sekarang wajah gadis itu semakin terlihat marah.


Memeluk.


" Jangan kesal begitu, aku yang salah, aku minta maaf.." Bujuk Lishian.


' Pria ini.. terkadang begitu mengesankan..'


" Tidak !! Lepas !!" Arliyana semakin geram.


Melepas..


" Aku sudah bilang, kalau aku tidak mau dekat denganmu lagi, jadi jangan pernah sentuh aku.." Wajah penuh amarah.


" Liyana, aku tidak bisa menjauhi kamu.. asal kamu tahu saja.." Pria bucin!


" Aku akan membayar semua uang kamu, jadi aku mohon, jangan siksa aku begini.." Ucap Arliyana memohon.


" Apa ? Menyiksamu ?? Jadi kamu merasa selama ini aku menyiksa kamu begitu ??" tanya Lishian merasa amat bersalah.


" Memang benar bukan ?! Memangnya apalagi selain kata itu ??"


Merasa dibenci..


" Aku tidak akan menemui kamu lagi.." Lishian berbalik, " maaf sudah menyiksa kamu selama ini.." ( pergi ).


Krebb !!


" Ah ??" ( bingung ).


Lebih tepatnya, kenapa sekarang malah merasa bersalah ?? Apa.. karena ucapan Liyana tadi yang membuat Lishian pergi ?? Kenapa jadi sesedih dan semenyesal ini..


Cklek..


" Liyana.. apa kamu baik-baik saja ?? Kenapa dia keluar lebih cepat ?? Biasanya dia akan selalu menahan kamu.."


" Tidak ada apa-apa Mira, dia hanya sedang punya urusan.."


' Pria itu, apa dia mendesak Liyana ?? Punya masalah apa mereka ??'


" Kak Chen ?? Kenapa kakak begitu ?! Apa yang sedang kakak pikirkan ??"


Tersadar..


" Ah ?? Tidak, tidak.. tidak ada yang sedang aku pikirkan.."

__ADS_1


" Mengenai pria itu, dia mengaku sebagai calon suami Liyana, tapi Liyana memang terlalu jual mahal, jadi dia mungkin sedang kesal..."


" Mira!! Diam kamu !!"


" Kenapa ?? Aku tidak salah kan ??"


" Jadi kamu tidak suka pria itu atau bagaimana ?? Kelihatannya dia cukup dewasa.."


" Entahlah, aku juga bingung pada pemikiran Liyana, pria setampan itu bahkan ditolak mentah-mentah.."


" Mira, bisakah membelikan aku dan Liyana minuman ?? Sepertinya kamu yang sedang menganggur disini.."


" Apa ?? Bukankah kakak juga sedang menganggur.."


" Tolonglah.." ( memohon ).


" Haaaahhh.. baiklah, bilang saja kalau mau mengusirku.. aku pergi !!" ( jengkel ).


Krebb !!


Keduanya diam sejenak !!


" Katakan padaku, berapa uang yang kamu pinjam darinya.."


" Ah ??" ( bingung ).


" Katakan !! Lebih baik aku kehilangan uang untuk menyelamatkan kamu dari pria itu, cepat katakan !!"


" Kak Chen, aku.."


" Sebisa mungkin aku akan berusaha membantu kamu.."


" Uang itu, cukup besar.. bagaimana aku bisa menggantinya padamu kelak.."


" Katakan dulu padaku, biar nanti kita putuskan bersama.."


" Aku.. uang itu.." ( bingung ), " satu milyar.."


" Tapi aku tidak mau punya hutang yang sama..."


" Jika denganku, maka jangan bicarakan uang itu sebagai hutang, kita adalah teman, saling melindungi adalah kewajiban kita.."


" Tapi, kak Chen.."


" Aku akan kirimkan ceknya padamu sore ini, setelah itu, selesaikanlah urusan kamu dengan pria itu.. aku tidak mau daun muda seperti kamu dilahap sampai habis oleh baji*gan tua seperti dia.."


" Apa ?? Apa maksud kamu baji*gan tua ?? Apa dia sudah sangat tua ??"


" Dua bulan lagi usianya genap tiga puluh satu tahun, apa kamu tidak tahu ??"


' Pantas saja dia terlihat begitu dewasa..'


" Atau jangan-jangan selama ini dia memang sudah menghabisi kamu setiap malam.." ( menjebak ).


" Ah ??" ( terkejut ), " apa yang kak Chen katakan ??" ( cemas ), " aku dan dia hanya.. sebatas karena hutang.."


" Aku tidak berkata sampai sejauh itu, istirahatlah.. kamu mungkin terlalu lelah malam tadi.." ( pergi ).


Krebb !!


' Bagaimana dia bisa tahu semua tentang Lishian ??'


...****************...


Dia sedang termenung di dalam kelasnya. Bukannya mendengarkan dosen bicara, dia malah memainkan bolpoin yang dia pegang dengan begitu mahir, sambil memikirkan apakah dia harus menerima uang dari sahabat seniornya, kak Chen, atau lebih baik usaha sendiri, yang belum tentu dalam waktu satu bulan bisa melunasinya atau tidak. Hhh.. berat sekali..


Sampai akhirnya..

__ADS_1


" Hari ini akan ada tamu yang datang secara khusus untuk menemui kelas kita, dia ingin mendorong semangat kalian para penulis baru yang baru saja memulai.."


' Itu pasti dia..'


" Kalau begitu, silahkan masuk Tuan Lishian.."


" Terima kasih.." ( datang ), " halo, semuanya.. saya datang kesini bertujuan untuk menggandeng para penulis muda yang berbakat di bidang tersebut untuk bergabung dengan kami.."


' Gadis ini sedang mengacuhkan aku..'


" Saya akan memilih beberapa orang untuk saya tawarkan menjadi penulis terkenal dengan melihat nilai yang didapatkan saat lomba akhir tahun kemarin.."


' Aku tahu teknik jitu yang seperti itu.. dia pasti akan melarak aku juga dan menggunakan kesempatan itu untuk mendekati aku lagi.. hhh.. membosankan..'


" Yang saya panggil, bisa langsung bergabung mulai besok.."


Lishian memanggil beberapa mahasiswa yang menjadi pilihannya, hingga akhirnya, sepuluh orang berhasil dia gandeng untuk bekerja sama..


" Hanya itu saja.."


" Apa ?? Apa dia tidak memilih kamu juga Liyana ??" ( bicara dengan lirih ).


' Apa dia sudah membenci aku karena perkataanku pagi ini ??'


" Siapa peduli.."


Liyana mencoret-coret kertas yang ada di depannya, dan sudah bisa dibuktikan, kalau wanita itu hanya bisa lain di depan, lain lagi belakang..


' Hhh.. rupanya dia juga marah hanya karena masalah yang begitu sepele..'


...****************...


Beberapa saat kemudian..


Akhirnya kelas sudah selesai. Liyana keluar bersama dengan Mira sambil terus berbincang mengenai masalah tadi.


" Apa kalian sedang bermusuhan ?? Bukannya kamu mendapat nilai yang cukup bagus saat perlombaan online kemarin, tapi kenapa dia tidak memilih kamu ?? Padahal dia sendiri yang bilang kalau dia akan mengambil mahasiswa yang kemarin nilainya cukup tinggi saat perlombaan, dan kamu bahkan menempati peringkat nomor dua.."


" Lalu apa peduliku ??" ( terus berjalan ).


" Eh tahu tidak.. kemarin kan Liyana dapat juara dua saat perlombaan, tapi kenapa CEO Li tidak memberi dia kesempatan untuk bergabung ya.. apa baru melihat wajah Liyana saja CEO Li sudah muak ??"


" Mungkin memang begitu, lihat saja, apa dia pantas menarik hati CEO Li, penampilan luarnya saja sungguh membuatku ingin muntah.."


Liyana dan Mira hanya melewati mereka dengan ekspresi wajah yang biasa saja..


" Apa kamu tidak terganggu dengan ucapan mereka ??"


" Kenapa perlu merasa terganggu ?? Setiap orang memiliki kebebasan bicara bukan ?? Aku tidak bisa melarang mereka untuk berspekulasi tentang diriku.."


" Tapi itu sungguh menyakitkan.."


" Aku tidak merasa begitu.."


Mereka masih saja berjalan keluar dari kampus, dan akhirnya harus berpisah karena mereka berdua beda arah..


Liyana berdiri mematung di sisi jalan..


' Aku hanya bingung pada diriku sendiri, sebelumnya aku hanya ingin menjauh dari Lishian, tapi sekarang, saat dia sudah mengacuhkan aku, kenapa rasanya seperti ada sesuatu yang hilang..'


Dan saat dia sedang termenung, tiba-tiba...


Tiiiiiinnnnnnn


" Awas !!!!!"


Liyana menoleh..

__ADS_1


" Aaaaaaaaaa !!!!!!"


Brakk !!!!????


__ADS_2