
"Silahkan pilih yang mana.."
"Tuan, aku tahu kalau anda sangat kaya, tapi apa tidak sayang membawa aku masuk ke dalam toko yang seperti ini? Aku tahu kalau toko ini isinya barang mahal semua.."
Mendekat..
Berbisik..
"Tidak!! Pilihlah sesuka hatimu, aku akan membayarnya.."
Wahhhhh!!!
Kalau perempuan lain, sudah pasti di borong semuanya. Apalagi ada kartu ATM berjalan yang siap membayar berapapun harganya.
"Tapi tuan.."
Tapi gadis itu kenapa tidak senang? Dasar gadis lugu..
"Aku tidak bisa menggunakan uang kamu sesuka hati seperti itu.."
"Sana, sana.. cepatlah pilih.. Aku tidak mau menunggu lama, ini sudah hampir malam.."
"Baiklah.."
Liyana bergegas menggerakkan kakinya menyusuri tempat perbelanjaan dan mulai memilih. Hahaha.. kalau di pikir-pikir, rasanya senang juga saat harus menghabiskan uang konglomerat dengan belanja barang mewah. Hihihi.. Tidak usah di pikirkan, kan dia sendiri yang menawarkan padamu. Iya, kan..
"Sudah?"
"Sudah.."
Memperhatikan baju dalam pelukan Liyana.
"Hanya satu baju saja?"
"Jangan paksa aku untuk belanja lagi tuan, kakiku sudah pegal gara-gara kamu suruh mencari di sepanjang toko.."
"Haha.. Baiklah, baik, aku tahu, hari ini kita belanja itu saja.." Menyodorkan kartu hitam, "ini, bayar sendiri saja.."
"Apa?? Bukannya tuan yang mau bayar ya?"
"Kamu sudah menggunakan kartu hitamku berulang kali, masa sekarang tidak mau."
"Baik, aku akan bayar sendiri."
Mengambil kartu hitam di tangan Lishian dan menuju ke kasir.
"Ini.."
"Totalnya tujuh juta dolar.."
"Apa???????"
Matanya terbelalak dengan sangat sempurna mendengar harga yang sangat fantastis dari sebuah baju yang hanya.. Hahh.. padahal dia kira ini paling murah.
"Terima kasih.. datang lagi kapan-kapan nona.."
Senyum sang wanita pelayan itu mengembang usai melihat kartu hitam di tangan Liyana dan baru menyangka kalau pria di belakangnya adalah orang kaya.
"Huhh!! Belanja di sini benar-benar banyak membuang uang, lain kali jangan bawa aku ke tempat ini lagi." ( menggerutu di sepanjang jalan ).
__ADS_1
Yang di sisinya hanya terlihat diam dan sesekali tertawa kecil.
"Gaun seperti itu harganya tujuh juta dolar? Apa kita sedang membeli lima apartemen di daerah X. Aku sudah mencoba memilih baju yang biasa saja, tapi rupanya malah harganya malah tambah mengejutkan aku."
"Tidak usah banyak bicara, gaun itu kelihatan begitu cantik untuk pesta pertunangan Yu Shen dan Fi Chan yang mewah besok, kamu pasti akan sangat cantik saat memakainya."
"Iya, cantik, tapi aku mungkin sudah menghabiskan separuh isi kartu hitam kamu itu hanya untuk gaun ini."
"Bayangkan saja, dalam satu tahun, aku paling banyak menghasilkan uang tujuh puluh juta dari hasil menulis.."
"Uang segitu banyaknya, berapa tahun lagi aku harus mengumpulkannya."
Drrrttt Drrrttt
Mendadak ponsel Lishian berbunyi, membuat Lishian harus mengacuhkan gadis itu untuk sebentar.
Klik!!
Mengangkat..
"Hallo."
'Hallo, tuan, mereka tengah merencanakan pembunuhan nona Liyana saat pesta pertunangan tuan Yu Shen dan Nona Fi Chan besok.'
"Apa?"
"Hal yang harus anda khawatirkan adalah, Yu Shen terlibat dalam pembunuhan tuan Yuanda, dan pembunuhan itu, terjadi akibat masa lalu mereka yang kurang baik."
Liyana yang tidak tahu menahu soal apapun hanya terdiam bengong sambil sesekali memperhatikan lalu lintas di kota ini saat malam.
"Saya sudah selesai menyelidiki, dan hasilnya, nanti akan saya kirim kepada tuan."
"Baik!"
Bip!?
"Ada apa?"
"Tidak, hanya masalah kecil di kota S, aku tidak bisa mengatakan semuanya padamu.."
"Ya sudah, ayo kita pulang."
"Pulang? Apa kamu mau mengajak aku ke asrama perempuan lagi?"
"Memangnya kenapa? Tuan sudah menyerah?? Tinggal di asrama perempuan selama satu hari satu malam membuat tuan kapok?? Hahhhhhh.. syukurlah.. aku bisa bebas.."
Kali ini Liyana tidak boleh mengetahui semua yang aku dapat, lebih baik aku pulang dulu untuk memastikan kabar dari Qian
"Hemm, baiklah.. aku akan membiarkan kamu bebas sampai besok. Besok aku akan datang sekitar jam dua siang.."
"Baik, baik, aku tahu.." ( wajah sangat senang ).
"Sekarang, kita makan malam dulu, seharian aku di asrama kamu, hanya bisa makan ayam goreng dan nasi saja, ayo kita makan.."
"Baiklah, ayo.."
Mereka kembali berjalan dan memberhentikan kaki di meja restoran dua puluh empat jam.
Terduduk.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, makan malam mereka tiba.
"Selamat makan!!"
"Apa yang Chen katakan padamu saat bertemu sore tadi?"
"Dia minta maaf padaku, dan memohon untuk melindunginya darimu."
"Melindunginya dariku? Apa dia sudah tidak waras? Bisa-bisanya menjual seorang gadis lalu meminta gadis itu untuk melindungi dirinya, dasar cupu!!"
"Sudahlah, jangan usik dia, kamu sudah membunuh orang di bar malam itu, apa kamu juga ingin membunuh Chen juga?"
"Sebenarnya kalau kamu tidak melarang aku, sudah dari dulu aku bunuh bocah itu!! Sayangnya kamu terlalu baik hati padanya.."
"Aku hanya tidak mau memperpanjang masalah saja.."
"Iya, aku tahu.."
...****************...
"Acara pertunangan kalian akan di lakukan dua hari lagi, jadi ayah mohon pada kalian untuk lebih bersiap-siap."
"Iya, ayah, apapun yang bisa membuat ayah senang."
Ellon sedang menyuapi ayahnya dengan makanan sehat yang ada di piring saji.
"Kalau begitu, ayah berarti harus sembuh, jangan sakit lagi.."
"Penyakit ayah ini terbilang sulit untuk di sembuhkan, jadi ayah hanya bilang, mungkin setelah kalian berdua menikah, barulah ayah akan tenang."
"Jangan bicara macam-macam, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, ayah mengerti?"
"Iya, baiklah, kamu memang anak yang sangat cerewet. Besok keluarga Dong Fi dan keluarga Yu Huo akan menggelar acara pertunangan anak mereka berdua. Tidak di sangka mereka akhirnya setuju juga untuk menikah.."
A? Apa Lishian bersedia menikahi Fi Chan?
"Kabarnya pesta akan di gelar dengan sangat meriah, dan mengundang banyak pebisnis dari luar negeri juga."
Apa Lishian sungguh akan meninggalkan Arliyana dan memutuskan untuk menikahi wanita itu?
"Ellon, mereka mengundang ayah dan kedua putra ayah juga untuk hadir, tapi melihat kondisi ayahmu ini yang sakit keras, tidak akan mungkin ayah akan mendatangi pesta pertunangan itu, jadi, kamu dan Gerald saja yang datang, ya.."
"Baik, ayah.."
"Lalu jangan lupa untuk mengajak Mira bersamamu, dia juga di undang atas nama keluarga N, dan ayah mertua kamu juga pasti akan datang.."
"Untuk soal itu, aku harus bicara dulu dengannya, aku tidak tahu apakah dua mau pergi bersama denganku, atau tidak.."
"Iya, usahakan dia mau pergi denganmu."
"Akan aku coba."
...****************...
Zhana merebahkan dirinya di kasur empuk kamarnya dengan Gerald. Dia melihat suaminya yang masih asik menatap layar laptop, dan sepertinya tidak bisa di ganggu sama sekali.
Akhir-akhir ini hubungan mereka memang tidak terlalu baik. Gerald masih saja bersikap acuh tak acuh padanya. Entah apa yang sedang dia pikirkan hingga seperti itu menyikapi istrinya.
Tuan Yu Huo dan Tuan Dong Fi mengundang keluarga kami secara khusus untuk menghadiri pertunangan kedua anaknya, apa Gerald akan berpikir untuk mengajak aku pergi?
__ADS_1