
" Hallo, ibu.."
'Hallo, Lishian.. bagaimana kabar kamu ??'
"Aku baik, aku sedang menjenguk Liyana di Asrama, ada apa ??"
Tapi bohong !!
'Waah, salam ya, untuk calon menantu ibu, apa dia sudah sembuh??'
"Sudah jauh lebih baik, hanya saja, aku sangat mencemaskan keadaan psikisnya, mungkin dia perlu menenangkan diri dulu untuk sementara waktu."
"Kalau begitu, jangan biarkan dia terlalu banyak pikiran, juga jangan telat makan, ya.. oh iya, ibu punya kabar gembira untuk kamu.."
"Kabar gembira? Kabar apa?"
"Pertunangan adik kamu dan Fi Chan akan di laksanakan dua hari lagi, ayah kamu baru saja bertemu dengan tuan Dong Fi, dan berkata kalau tuan Dong Fi tidak sabar ingin menikahkan mereka berdua."
"Bagus, artinya kita semua berhasil.."
"Iya, kamu benar, setelah itu, kita harus membicarakan soal harta warisan itu, ya, bagaimana??"
"Setahu aku, bukannya aku ini adalah anak angkat kalian?? Mengapa aku masih harus berbagi harta dengan Yu Shen??"
"A?? Ohh, yang itu, nanti kita jelaskan saat bertemu ya, mungkin kamu perlu tahu yang sebenarnya.."
"Kalau begitu, aku tutup dulu."
"Baiklah, sampai jumpa."
Klik!?
Lishian menutup panggilan dari ibunya yang kemudian akhirnya memutuskan untuk memeluk gadis di sisinya dengan tenang.
"Hahh..." ( keluh kesah ).
Liyana menyadari.
Mendadak merasa tidak nyaman.
"Tuan, ada apa dengan mu??"
"Aku baik, hanya membutuhkan sandaran yang tepat."
"Baiklah, bukannya aku ingin mengganggumu, tapi kita akan segera berangkat."
"Bagaimana kalau kita tetap seperti ini saat di penerbangan??"
"Tuan memang selalu begitu, bahkan mungkin kalau aku mau, tuan bisa saja mengajak aku bermain api di sana, huhh.. sikap Anda memang sangat buruk. Ayo cepat!! Jangan buat mereka menunggu kita, ayo kita segera masuk."
Dua orang itu akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kabin pesawat dan hendak melakukan penerbangan.
Wosh!!
...****************...
"Hhh.. entah apa yang harus aku lakukan.."
Pria itu sedang berkeluh kesah di hadapan satu gelas bir di atas meja.
Gluk!!
"Habis lagi??"
__ADS_1
"Arkh!! Berikan aku satu minuman lagi, untung kakak menyimpan banyak di rumah.."
"Kakak kamu juga sering datang ke rumahku untuk sekedar minum, makanya aku selalu siap sedia menyimpan persediaan di dalam brankas khusus."
"Anda sangat baik tuan Zixin, di mana tuan Shuimo?? Apa dia tidak datang kesini??"
Zixin yang merasakan ada hal aneh dari adik sahabatnya Ellon, Gerald, mendadak menyeret tubuhnya untuk duduk berhadapan dengan pria muda itu.
"Ada apa dengan mu?? Sedang tertimpa masalah apa sampai kamu datang ke rumahku untuk minum?? Ini masih pagi, dan kamu sudah sampai semabuk ini."
"Sudahlah, kakak, aku sedang depresi sekarang, jangan tanya aku, kalau aku menjawab pertanyaan darimu, kamu pasti akan mengadukan semuanya pada Kak Ellon."
"Lalu apa gunanya kamu datang?? Apa hanya ingin menghabiskan bir di rumahku??"
Brakk!
"Aku akan bayar semuanya.."
Pria muda itu meletakkan uang beberapa lembar di atas meja, dan kemudian menenggak lagi bir yang masih tersisa di dalam botol ketiganya.
"Aku tidak butuh uang kamu!! Kalau kamu mau mabuk, lebih baik segera pulang, aku tidak mau di repotkan oleh orang sepertimu.."
"Aku tidak mabuk!! Aku masih sadar.."
Tapi ucapan dan tingkah lakunya sungguh sangat berbeda. Peracau!!
"Pulanglah!! Atau mau aku panggil kakak kamu yang pemarah itu untuk datang dan menjemput kamu?? Masih pagi sudah mabuk di rumah orang!!"
"Jangan panggil pria itu, aku bisa di banting habis-habisan kalau sampai dia tahu aku menghamili putri tuan pengusaha kaya raya itu." ( membuka mulut tanpa sadar ).
Deg!?
'Apa?? Menghamili putri pengusaha kaya??'
Berita bagus!!
Heheheeee..
"Menghamili putri pengusaha?? Apa maksud ucapan kamu??"
"Ups! Aku tidak sengaja membuka rahasiaku.." ( bicara ngelantur ). "Tolong jangan katakan pada Ellon ataupun ayahku, nanti dia bisa mati.." ( belum sadar juga ).
"Tapi.. putri siapa yang kamu maksud?? Dan, bukankah, kamu sudah beristri??"
"Wanita itu sangat tua, tapi masih belum mendapat pria yang baik, aku juga mungkin entah pria yang ke berapa kali baginya, tapi.. uang dia yang sangat menggugah keinginanku untuk berkhianat."
"Kamu mengkhianati istrimu Zhana?? Apa kamu sudah gila??"
'Aku saja bahkan belum menikah, lha dia.. malah sudah selingkuh dari istrinya, sepertinya aku sudah kalah satu langkah di belakang pria muda ini, apa aku akan menjadi jomblo seumur hidupku..'
"Aku memang sangat mencintai Zhana, tapi kehadiran anak pertama kami, Shi Lui, membuat aku mengeluarkan banyak uang, membeli susu, popok, dan kebutuhan dia yang lainnya, aku kekurangan uang, dan dia, Fi Chan itu, datang menggodaku, dia mencurahkan semua isi hatinya tentang tunangannya yang malah pergi mencari wanita lain, aku datang di saat yang tepat, merengkuh tubuhnya, dan memuaskan hasratnya yang hampir hilang dimakan usia, dan dia.. dia menawarkan aku uang, berapapun akan dia berikan padaku, asal aku mau terus di sisinya seumur hidup."
'Wanita lain?? Apa maksudnya, Lishian yang mencari Liyana saat itu?? Apa selingkuhan pria ini adalah Fi Chan anak tuan Dong Fi yang itu??'
Ternyata percintaan orang kaya terlalu rumit untuk di bicarakan.
"Apa yang kamu maksud di sini adalah Fi Chan putri pengusaha terkaya nomor satu di negeri kita, Dong Fi itu??"
"Bagaimana kau tahu??"
Brukk!!
Tapi sepertinya keadaan Gerald sudah tidak bisa di paksakan lagi. Dia ambruk di atas meja dan akhirnya terlelap tidur.
__ADS_1
"Gerald?? Apa kamu sudah tidur??" ( bertanya ).
Pria itu tak habis pikir, entah bagaimana menjelaskan semua ini pada dua sahabat mereka, Lishian dan juga Ellon. Kondisi ini kenapa bisa mendadak datang padanya??
Huhh!!
Tiga orang yang bisanya hanya membuat masalah saja..
Dia berkacak pinggang, dan sedikit menumpahkan kekesalannya dengan menenggak minuman yang baru saja dia buka.
Gluk!!
"Aku harus memberitahu Lishian.."
...****************...
Beberapa jam kemudian..
Lishian dan Liyana akhirnya telah sampai di kota X..
Mereka berdua melangkah keluar bandara, dan kemudian memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh Qian untuk Lishian.
Membuka pintu untuk Liyana.
"Masuklah.." ( tersenyum manis ).
Liyana membalasnya dengan senyuman yang khas dari gadis polos yang sedang di kekang oleh pengusaha berumur tiga puluh satu tahun.
Pintu mobil di tutup usia Lishian berhasil masuk ke dalam mobil bersama dengan Liyana.
"Nyalakan musiknya.."
"Aku tidak suka, kalau kamu mau, lain kali saja saat sedang bersama Lucky."
"Dasar tua!! Aku tidak menyangka kalau kamu begitu menyebalkan." ( mengoceh ).
"Tapi saat di ranjang, kamu bahkan tidak bisa menolak sentuhan si tua ini.."
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa terjerat dengan pria tua seperti tuan.."
"Sepertinya kamu sudah berani melawanku.."
"Jangan kira aku kecil, aku tidak bisa apapun, aku bahkan bisa menguasai pria tua seperti kamu.."
"Oh ya?? Kalau begitu, buktikan malam ini.."
Cihh..
Drrrttt Drrrttt..
Lishian mengambil ponselnya.
Melihat..
"Dari siapa??"
"Zixin."
"Oh."
Mengangkat..
"Hallo."
__ADS_1