Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Iri Melihat Pasangan Romantis


__ADS_3

Tak tak tak tak tak!


Langkah kaki Lishian terlihat mantap memasuki kediaman Yu Huo yang sudah terlihat ramai.


Namun..


Seseorang mendadak mendahului dirinya..


Brakk!


Tubuh Lishian terhuyung, dan hampir saja jatuh akibat di tabrak oleh orang yang datang dari arah belakangnya.


"Oh?!"


Dan pria itu tidak peduli sama sekali, bahkan saat Lishian hampir tersungkur akibat ulah dirinya.


"Hahh! dia itu siapa? apa aku pernah bertemu dengan anak itu?" tanya Lishian tatkala menatapi pria muda itu.


Dia hampir saja memasuki ruang tamu sebagai ruang pertama yang di jejaki saat masuk ke dalam rumah tersebut.


Namun beberapa saat kemudian...


Duarrrr!!!


"Arkh!!"


Tubuhnya terlempar sejauh beberapa kilometer, dan akhirnya berhasil menubruk sebuah mobil yang terparkir tepat di depan teras rumah.


Uwi uwi uwi..


Dia tidak menyadari apapun, hanya seklebatan saja merasa dirinya yang sedang berada di dalam ambulans, lalu akhirnya kembali menutup mata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hallo!" gadis itu mengangkat panggilan setelah dia mendapat telepon misterius dari seseorang.


"Hallo, Nyonya, kami dari pihak rumah sakit di kota S, ingin mengabarkan kalau baru saja terjadi ledakan bom bunuh diri di kediaman mendiang Tuan Yu Huo..."


Arliyana langsung menutup mulutnya..


"Apa?"


"Dan Tuan Lishian, sedang mengalami masa kritis di rumah sakit kami akibat terkena benturan di area kepalanya.."


Klontang!!


Ponsel di tangan Arliyana sekarang telah terjatuh di atas lantai, dan mendadak, tubuhnya ambruk ke atas kasur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Huhh! aku tidak menyangka kalau hari ini akan terjadi! entah runtutan peristiwa macam apa, hingga membuat semuanya begitu rumit!"


Tuan Dong Fi sedang asik berbicara pada dua pengawalnya, yang baru saja mengabarkan soal kejadian bom bunuh diri di kediaman Yu Huo.


"Tapi anehnya, Zhe Ruan masih hidup! itu artinya bukan Zhe Ruan pelakunya!"


"Tuan, seseorang melihat kedatangan pemuda yang sangat familiar mengenakan sebuah jaket yang besar, lalu bermasker, juga bertopi! tapi tidak ada yang begitu melihat dengan jelas wajah dia seperti apa!"


"Aaaaaaaaaa!!!!!!!!"


Namun teriakan seorang pelayan membuat kedua orang di dalam ruangan itu tersentak.

__ADS_1


Kratak!!


Blam!!


Dan mendadak seseorang datang menuju ruang kerjanya.


"Tuan!!"


"Ada apa berteriak seperti itu??" tanya Dong Fi dengan raut wajah kesal.


"Nona, Nona Fi Chan.. dia..."


Gubrakk!!


Sontak Dong Fi membangkitkan tubuhnya dan berusaha untuk berlari ke arah ruangan yang di maksud oleh sang pelayan.


"Fi Chan!!!"


Dia menatap seorang wanita yang telah bergelantungan dengan perut yang masih membuncit.


"Fi Chan!!!!!!"


Namun kedatangan Dong Fi benar-benar terlambat. Anak perempuan satu-satunya itu kini telah tewas.


Jlger!!!


Bak di sambar petir di siang bolong, tubuh Dong Fi berlari secara gontai menghampiri jasad anak kandungnya dengan mendiang Fi Shuang itu, dan mencoba menurunkan anaknya dari sebuah tali yang mengikat leher wanita itu.


"Tidak! anakku!!! cucuku!!! tidak!!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara itu....


Mendadak dia mendengar suara mungil nan menyedihkan itu dari sisinya.


Di telinganya yang bahkan masih sangat peka dengan suara lembut milik gadisnya, meskipun seluruh tubuhnya terkulai lemah.


"Lishian, aku mohon, bangunlah... hiks hiks hiks..."


Dan suara itu pula, yang mendorong Lishian, seolah, memberi kekuatan pada pria itu untuk segera bangun..


Aku akan membuka mataku..


Perlahan membuka!


"A!" dan suara lirih itu, mendadak terdengar di telinga kecil Arliyana, dan membuat gadis itu..


Tersenyum senang..


Lishian ku sudah bangun!


"Lishian!!" tangan itu menyentuh calon suaminya yang sedang mencoba membuka mata..


"Lishian, aku tahu kamu adalah pria yang hebat! aku tahu kamu akan bangun demi anak kita, aku tahu kamu begitu menyayangi aku, cobalah bangun dan lihat aku di sini.." ucap Arliyana penuh kesedihan.


"Arliyana..." tangannya di angkat ke atas, dan berusaha membelai wajah gadisnya yang sangat cantik, "kenapa kamu datang?"


"Kau pikir aku akan tega mendengar kamu hampir sekarat di rumah sakit yang begitu jauh dari kediaman? bahkan sampai terpisah oleh lautan yang luas?" Arliyana menggelengkan kepalanya, "tidak Lishian! aku tidak akan bisa tidur kalau belum melihat kamu baik-baik saja.." terus membelai penuh kemesraan.


"Aku mencintai kamu.. dan anak kita..."

__ADS_1


Yang di samping, hanya bisa melamun mendengar setiap perkataan manis dari sepasang kekasih mesum ini.


Huhh!


Entah mengapa udaranya semakin terasa panas!


"Aku akan tunggu di luar, tolong jangan terlalu banyak menangis, karena mata kamu sudah sangat sembab! kalau di biarkan lebih lama, kamu tidak akan bisa membuka matamu dalam beberapa hari ke depan!"


Lishian dan Arliyana menoleh ke arah suara itu..


"Goyuan?!"


"Dia menghubungi aku, dan mengatakan kamu pergi ke pemakaman Tuan Yu Huo, aku tahu dan mendadak punya firasat buruk tentang itu, tapi untunglah, kamu baik-baik saja!!"


"Terima kasih telah mengizinkan aku untuk ikut bersama kamu kemari!"


"Ya! nikmati waktu kalian berdua, aku akan keluar sebentar."


Pria itu kemudian melangkah pergi dari ruangan itu, dan berusaha untuk menenangkan dirinya.


Sejujurnya, dalam permasalahan yang rumit ini, Goyuan lah yang lebih banyak menerima akibatnya.


Dia harus kehilangan beberapa orang yang terkasihi demi berada tetap di garis pertahanan untuk berjuang bersama Lishian.


Dan Nana...


Gadis itu...


Huhh!


Entah kata apa lagi yang bisa menggambarkan kekecewaan Goyuan pada gadis yang sudah dia cintai selama lebih dari lima tahun lamanya itu!


Dia sungguh kecewa.


Fuhhh!


Sekarang dia yang telah berada di pelataran rumah sakit, akhirnya bisa menyulut batang rokoknya, dan mulai menikmati suasana di sini dengan penuh ketenangan.


Dan sedikit, memikirkan, bagaimana nasib percintaannya di masa depan. Mengingat selama belasan tahun terakhir, dia memilih untuk terus mengikuti jejak Lishian atas perintah dari ayahnya.


Mungkin, setelah semua ini selesai, ada kalanya dia harus berusaha untuk memikirkan dirinya sendiri.


Semoga saja semua masalah ini segera menemui ujungnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku sungguh khawatir dengan anak itu, dia bahkan tidak menghubungi aku sama sekali setelah tiba di sana!" ucap Mira pada Shi Xuellon dengan nada cemas.


"Ya! Ellon, mungkin kata Mira ada benarnya juga, kita tidak bisa terus berdiam di tempat ini sedangkan Lishian berada dalam bahaya di kota itu! mungkin kita juga harus kembali dan membantu anak itu melalui semua ini!"


"Hanya saja, Zhe Ruan dan Dong Fi belum bisa di taklukkan!" jawab Shi Xuellon sambil meletakkan satu gelas air minum di atas meja.


"Kita bisa membantunya dalam hal apapun bukan? aku tidak bisa diam saat sahabatku yang sedang hamil hanya menyelesaikan masalahnya sendiri, sedangkan aku, aku malah terus berdiam di rumah calon suaminya.. Ellon, kita susul mereka semua di sana ya?"


"Tapi bagaimana dengan ayahku?"


"Kau mengkhawatirkan ayah kamu yang sakit-sakitan ini? Ellon, kalau pun aku harus mati, itu semua adalah takdir yang harus aku terima.."


"Baiklah! kita akan segera pulang!"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


__ADS_2