
Lishian berhenti dan mematung di tempatnya. Meski tanpa membalikkan badan, tapi Liyana tahu kalau pria itu pasti akan mendengar kata-katanya.
" Tuan, apa kau ingin melemparkan aku pada adik sepupu kamu ini ?? Hahh ??"
Baru saja bicara tapi sudah tidak bisa mengendalikan diri.
Yang di depan hanya terdiam acuh. Dia bahkan tidak melirik sama sekali.
" Apa kamu kesal melihat aku berdua dengan adik sepupu kamu di dalam kamar kita berdua ?? Begitukah ??"
Liyana maju beberapa langkah dengan tergesa, lalu berdiri tegak menghadap wajah pria itu dengan air mata yang terus bercucuran.
" Jika tahu sejak awal kalau kamu akan begini terhadap aku, mungkin aku akan lebih memilih membayar hutang satu milyar itu dengan uang.. kamu sungguh baj*ngan !!!! Tidak punya otak !! Baru pulang selama beberapa menit, tapi kamu sudah membuat aku seperti ini, padahal aku sangat senang saat melihat kamu kembali, tapi kamu.. kamu bahkan tidak pernah tahu bagaimana caranya menghargai wanita !!! Kamu hanya tahu kesenangan dan kepuasan diri kamu sendiri saja !!"
" Sudah selesai ?? Goyuan.."
" Iya, Lishian.." ( mendekat ).
" Aku membiarkan kamu menyentuh apapun dari wanita ini untuk malam ini..."
" A ??"
Kedua orang di depannya terlihat kebingungan dan tidak habis pikir. Ini orang emang nyebelin banget, tapi kenapa ya ??
" Tapi, Lishian.. dia bukan hakku.."
" Dia adalah wanita milikku, yang sudah aku bayar dengan uang satu milyar, dan berarti nasib dia sudah di tentukan olehku, jadi tidak perlu sungkan, aku ingin membawa Lalisa ke sini, untuk menemani aku malam ini.."
Liyana sudah pasti terdiam. Dia tidak bisa melakukan apapun selain menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak mengerti apa yang di pikirkan pria ini.
" Baik, kalau kamu ingin aku menemani tuan Goyuan malam ini, maka akan aku lakukan, lebih baik aku tinggal seumur hidup dengan tuan Goyuan, dari pada aku harus hidup satu hari bersamamu !!!" ( emosi ).
Hati Lishian sedikit tersentak. Dia bahkan tidak tahu mengapa wanita ini bahan jauh lebih berani di bandingkan dengan wanita-wanita lainnya.
" Tuan Goyuan, malam ini, biarkan aku menemani kamu, tuan.."
Goyuan yang merasa serba salah, akhirnya memilih menuruti keinginan gadis itu dan Kaka sepupunya. Dia pergi keluar dengan menggandeng tangan Liyana menjauh dari tubuh pria itu.
__ADS_1
Iya...
Rasanya sangat hancur melihat Liyana di perlakukan seperti ini oleh Lishian. Pria itu sungguh menjengkelkan.
Lishian mengepalkan kedua tangannya menatapi gadis itu pergi dengan Goyuan dengan marah. Entah kenapa begitu melihat mereka berdua pergi meninggalkan dirinya, dia malah merasa sedikit.. kehilangan.
Arkh !!
Kenapa harus peduli ?? Memangnya sejak awal kamu sudah jatuh cinta ya ?? Pada gadis itu.. tapi bukankah kamu sendiri yang mau melepas gadis itu untuk Goyuan.. lagipula kamu bukannya bodoh, dan setelah mendengar pernyataan yang di luar spekulasi kamu, tentu saja sudah sewajarnya kamu merasa takut. Meski mungkin ketakutan ini agak terlalu berlebihan..
' Apa yang harus aku lakukan sekarang ?? Siapa yang bisa aku percaya di sini ??'
Bam !!!
Dia membanting meja yang berada di sisi ranjang. Sementara hatinya mendadak merasa kacau usai berhasil membuat gadis polos itu pergi dengan pria lain dari kamarnya. Maaf saja Liyana, pria ini sejujurnya sedang merasa kesal terhadap kamu, dan juga pikirannya.
Dia duduk termenung di kasur yang biasa di jadikan tempat untuk memadu kasih dengan gadis itu. Beberapa hari yang lalu, setelah dia berhasil membawa Liyana masuk ke rumah ini, dia bahkan berinisiatif sendiri untuk mengganti semua perlengkapan di sini, supaya Liyana bisa menikmati semua barang-barang baru, bukan bekas Lalisa atau siapapun. Tapi sekarang.. bagaimana bisa di menghancurkan semua itu, dan malah ingin mengajak Lalisa masuk kembali ke kamar ini..
Bodoh !!
Syuuuuurr...
Arkh !! Segar sekali...
Dia membasuh wajah tampannya dengan air yang terus mengalir, mengucur tubuhnya dari atas kepala, hingga ke telapak kaki. Tapi kenapa.. bahkan setelah selesai mandi pun, ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya pada gadis itu..
Klik !!
Dia akhirnya memutuskan untuk mematikan shower - nya dan mengehentikan aktifitas mandinya. Dia ingin sekali lagi mengulang perkataan kesalnya pad si gadis sesaat sebelum gadis itu pergi.. Apa itu tidak terlalu menyakitkan ??
Hhhh !!!
Mendadak..
Cklek !!
Dia mendengar suara seseorang membuka pintu kamarnya. Dia menoleh, siapa tahu bisa melihat orang yang datang itu, yang mungkin saja adalah Liyana. Iya. Selain gadis itu dan Goyuan, rasanya kamar miliknya memang selaku tertutup untuk siapapun. Mungkinkah itu Liyana ??"
__ADS_1
" Li ?? Liyana ??"
" Ada apa memanggilku ??" ( suaranya masih terdengar lembut meski sedang marah ).
Mendengar suara gadis itu menyahut, dia bergegas saja menyambar dan segera memakaikan handuk yang dia letakkan di atas meja di kamar mandi, dan setelah itu pergi keluar. Dia harus memastikan kalau Liyana tidak benar-benar marah padanya.
" Untuk apa keluar ?? Bukannya kamu sedang mandi ??"
Dia bertanya sembari mengambil sesuatu miliknya di almari.
" Kamu sedang apa mengobrak-abrik almari kamu ??" ( nada bingung ).
Mendengar pertanyaan bodoh dari tuannya, Liyana buru-buru berbalik dan menatap kedua mata Lishian dengan bergejolak.
" Apa tuan lupa ??? Bukankah baru saja anda katakan kalau tuan Goyuan boleh memiliki aku selama satu malam ?? Anda lupa ya ?? Setelah berhubungan, setidaknya harus segera mandi, karena kalau tidak, aku akan lebih merasa lelah saat pagi hari.." ( nada menyindir ).
" Apa ?? Berhubungan ??"
" Kenapa terkejut ?? Bukankah kamu seharusnya sudah tahu konsekuensi nya kalau berani menyerahkan wanitamu untuk pria lain ?? Apa sekarang kamu merasa hal ini tidak wajar ?? Tuan, mungkin kamu harus mengompres kepala kamu yang penuh dengan pemikiran buruk itu !! Maaf, aku permisi !!!"
Tap tap tap tap tap tap.
Dengan suara tapak kaki yang terdengar seperti sengaja dia hentakkan, dia akhirnya bisa pergi dari kamar Lishian dengan beberapa baju ganti di pelukannya.
Bam !!?
Pintu di banting dengan sengaja.
Pria itu akhirnya kembali termenung. Dia pergi menatapi perginya Liyana yang terkesan marah tersebut, dan membiarkan dirinya berdiri mematung menahan rasa yang bergejolak dalam hatinya itu, saat mendengar perkataan Liyana soal berhubungan. Pertanyaannya, apakah mereka akan benar-benar melakukan hal itu ???
Arkh !!
Kenapa jadi begini ?? Bukankah ini semua keputusan kamu sendiri Lishian, untuk melempar wanita polos itu pada pria lain, tapi mengapa.. sekarang kamu malah terkesan menyesalinya ??
Dia mencoba mengubur dalam-dalam perasaan yang entah apa itu, dan kemudian berpikir secara jernih. Iya.. dia tidak boleh terlihat lemah !!
' Kamu ingin bermain ?? Baiklah, mari kita lihat, siapa yang akan segera menang..'
__ADS_1