
Tap tap tap tap tap..
" Apa kamu mau latte dingin ??"
" Boleh, apa saja.."
" Baiklah, gadis yang penurut.."
' Apa maksudnya gadis yang penurut ??'
" Duduklah !! Sudah aku pesankan.."
" Baiklah, aku akan duduk.."
Mira duduk di sebuah kursi yang letaknya tidak jauh dari pintu masuk. Dia kemudian memandangi pria di depannya itu dengan tatapan menelisik.
" Apa yang ingin kamu katakan ?? Ingin memuji, atau ada hal lain ??"
" Ah ?? Tidak !! Aku tidak berniat apapun.."
" Sudah lama tinggal di Asrama ??"
" Kira-kira sama dengan Liyana, sekitar dua tahunan, tapi tahun ini, kita berdua memilih kembali ke rumah, Liyana membeli rumah baru yang lebih dekat dengan kampus dan membawa ayahnya ikut serta kesini, jadi aku juga memutuskan untuk keluar dari Asrama, tidak tahu kapan akan kembali.."
" Memangnya orang tua kamu memperlakukan kamu dengan baik ??"
" Apa maksud kamu ?? Untuk apa mencampuri urusan orang terlalu jauh.."
" Namaku, Ellon, kalau dilihat lagi, wajah kamu sama persis dengan Putri pewaris tunggal keluarga Tuan N.."
" Ah ??"
' Bagaimana dia bisa tahu ?? Apa mungkin..'
" Kamu mulai menebak siapa aku sebenarnya bukan ??" ( bersandar di kursi ), " Namaku Ellon, pewaris tunggal keluarga Shi dan ayahku bernama Shi Jun, rekan kerja tuan N.."
" Apa ?? Jadi kamu anak tuan Jun ??"
" Kenapa terkejut begitu ?? Aku juga mulanya tidak menyangka akan bertemu calon istriku secepat ini, aku tidak tahu kalau ternyata calon istriku bersahabat dengan wanitanya Lishian.."
" Jangan mimpi kamu !!! Seumur hidup, aku tidak akan pernah menikahi pria semacam kamu !!!!"
" Gadis kecil yang begitu ganas.. Aku yakin, ayah kamu sudah banyak bercerita tentang aku di depan kamu, apa kamu masih tidak menyangka kalau aku adalah calon suami kamu ??"
" Maaf sekali, tuan muda Shi yang terhormat, aku sama sekali tidak tertarik untuk menikah, atau bahkan menjadi bagian dari keluarga Shi.."
" Kenapa begitu membenci kami ?? Apa kamu punya dendam lama yang tidak bisa kamu beritahu padaku ??"
" Dendam lama ?? Tuan, jangan pura-pura bodoh.. kamu ini pria tua yang berniat ingin menikahi seorang gadis berusia sembilan belas tahun ?? Yang benar saja, apa kamu sebegitu tidak lakunya ??"
" Jangan menghinaku, aku jadi semakin tertarik dengan kamu.."
" Jangan dekati aku.. ini bukan lagi candaan, tapi lebih kepada ancaman.."
" Lalu kenapa masih pura-pura menjadi orang miskin saat berada di sisi Liyana ?? Mungkinkah, kamu punya tujuan lain dengan wanita itu ??"
" Tujuan ?? Tujuan apa ?? Dasar suka mengkhayal !!! Aku merasa kamu sungguh membuat aku semakin terlihat buruk, jangan ganggu aku lagi, atau aku akan..."
" Mau apa ?? Tunggulah sebentar, jangan buru-buru mengancam, aku punya penawaran bagus untuk kamu.."
Mengambil ponsel..
" Mau apa kamu ??"
__ADS_1
" Menghubungi tuan N.."
" Untuk apa ??"
" Hallo.."
' Wah, calon menantu idamanku.. bagaimana ?? Sudah menemukan gadis nakal itu ??'
" Belum..."
' Hahh.. apa dia secerdik itu untuk menghindar..'
Terdengar kecewa.
" Aku akan berusaha mencari dia lagi, tapi tuan N.. bagaimana kalau dia tidak mau dijodohkan denganku nanti ??"
' Paksa dia pulang, aku akan menghentikan S2 nya dan menghukumnya di luar negeri...'
" Luar negeri ?? Apa tidak terlalu kasihan ??"
' Ibunya melahirkan dia hanya untuk menjaga sementara waktu, kalau sudah menemukan pria yang tepat seperti kamu, mana bisa terus-terusan menolak seperti itu !! Memangnya dia selamanya akan terus kami jaga ??'
" Maksud aku, bagaimana kalau dia tetap tidak mau pulang ??"
' Hentikan semua aktifitas dia di kota itu, dan buat dia tidak punya biaya hidup selama satu tahun, yang pasti kalah tidak ingin jera, maka harus bersedia menerima pria seperti kamu..'
" Baik, aku sudah mengerti.. Terima kasih tuan N, atas penjelasannya.."
Tut Tut..
" Kamu jahat !!!"
" Ayolah, kita hanya harus bersandiwara saja.. sama seperti mereka.."
" Apa ?? Maksud kamu ??"
" Lalu apa maksud kamu ??"
" Kita buat perjanjian kontrak.."
" Nikah kontrak maksudnya ??"
" Iya.."
...****************...
Mondar-mandir dengan gelisah..
" Ayolah Liyana !! Bisakah kamu berhenti memutari ranjang ?? Aku sudah pening melihat kamu terus berjalan sejak dua jam yang lalu.."
" Kamu tidak mengerti !! Dua orang itu mendadak pergi dan kemudian tidak lagi kembali setelah beberapa jam, memangnya apa yang mereka berdua lakukan sekarang.."
" Jangan cemas.. Ellon bukan tipe pria yang buruk, dia akan sangat menjaga seorang gadis, kecuali jika memang sudah urusan ranjang, itu beda lagi.." ( berbaring ).
Cklek..
Liyana menyambut. Dia kira orang itu Mira dan Ellon, rupanya malah orang lain..
" Mira.. apa yang..." ( berhenti ), " Ah ?? Tuan ?? Maaf !!" ( menunduk ).
" Ah ?? Lishian.. kenapa dia ??"
" Ckckck.. perkenalkan, ini Go Yuan, adikku.."
__ADS_1
" Adik ??" ( tidak menyangka ).
Pria berambut pirang yang baru saja datang itu adiknya Lishian ?? Kenapa wajah dia begitu tua ??
" Lebih tepatnya, adik sepupu, aku anak dari adiknya paman Yu Huo.. kalau ingin melihat adik kandungnya, dia sudah ada diluar.."
" Siapa ?? Shen ??"
" Tentu saja, siapa lagi kalau bukan dia.."
" Kenapa dia datang ?! Apa dia sudah selesai bersenang-senang dengan para wanita malam ??"
" Entahlah, dia mendadak merasa cemas juga denganmu, aku tidak tahu apa mungkin dia memang tulus, atau hanya pura-pura saja.."
...****************...
" Aku mau dia di urus dengan secepat mungkin dari sini, jangan biarkan orang lain curiga.."
" Tapi tuan, dia sudah tahu kalau Lishian putra kandung mendiang tuan Li.."
" Karena itulah kamu cepat bereskan dia ??!!! Jangan sampai dia membuka mulut pada Lishian tentang semua kebenaran ini.." ( wajah geram ).
" Lalu apa tugasku ibu ??" ( menyulut sebatang rokok ).
Mereka memang masih setia berdiri di pelataran rumah sakit. Jadi merokok pun masih bisa dilakukan.
" Tugas kamu ?? Tugas kamu hanya memastikan kalau Lishian tidak mengetahui apapun tentang rencana kita ini, dan lagi, satu orang itu, gadis bernama Liyana itu, dia juga jangan sampai curiga.. kamu mengerti ??"
" Baiklah, dimana ayah ??"
" Dia sedang sibuk rapat sejak tadi malam, dan pagi ini ada pertemuan dengan klien penting, jadi tidak bisa disini, jadi semua tugasnya aku serahkan padamu.."
" Baiklah.."
" Ingat ??!! Jangan sampai ada yang curiga.. Aku mau semua ini dikerjakan dengan sangat bersih.."
" Baik nyonya.."
Wanita bernama Zhe Ruan dan satu putranya yang bernama Yu Shen itu akhirnya berjalan memasuki rumah sakit..
Cklek.
" Kakak ??" ( tersenyum ).
Lishian hanya memandang wajah Yu Shen yang nampak berbeda dengan tatapan aneh.
' Ada yang aneh dengan bocah tengil ini..'
' Oh.. Jadi ini yang namanya Yu Shen ??'
Memperhatikan wajah Yu Shen secara diam-diam..
' Apa hanya aku saja yang berpikir, mereka tidak mirip sama sekali..'
" Kamu sudah pulang ?? Tumben sekali ingat kakak sendiri.."
" Aku bahkan membawa buah tangan untuk kakak," ( meletakkan buah di atas nakas ).
" Aku sudah makan buah tadi.."
" Oh ?? Siapa gadis ini ?? Kenapa bisa satu ruangan dengan kakak ?? Bagaimana kalau Fi Chan tahu, mungkin dia akan melahap kakak sampai habis.."
" Bukankah kamu senang kalau Fi Chan beralih ke tanganmu ??"
__ADS_1
" Tapi kalau dilihat-lihat.." ( memperhatikan Liyana ), " cantik juga.."
" Jangan berani kamu !!?" ( menghalangi ).