
Dengan langkah cepat dan berirama, Zhe Ruan mendatangi ruang kerja suaminya usai dia tiba di rumah asli milik mendiang Li Shanshan itu.
Dia sudah paham watak suaminya, Yu Huo kalau sedang marah. Pria tua itu pasti akan merenung, atau menangis di dalam ruang kerjanya.
Dia akhirnya membuka pintu ruang kerja Yu Huo, dan terjadilah drama air mata palsu milik Zhe Ruan yang memang di ciptakan secara khusus untuk wanita semacam dia.
Wanita munafik!!
Cklek!!
Dia langsung saja berlutut di hadapan suaminya, dan tidak melihat keadaan suaminya yang sedang terduduk dengan wajah penuh kekecewaan.
Brukk!!
Menjatuhkan diri ke lantai..
"Suamiku.. Maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan perusahaan kamu, aku hanya..." Jelasnya dengan tangisan penuh air mata buaya.
"Hanya apa..." Yu Huo yang memang merasa sangat marah hanya bisa menghadapi wanita ini dengan sikap yang lebih keras.
Untuk pertama kalinya, Yu Huo merasa kalau wanita di depannya ini perlu dia beri pelajaran. Dia sudah sangat geram menghadapi sifat istrinya yang tidak pernah bisa berubah. Selalu serakah!!
Yu Huo bangun dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati Zhe Ruan yang sedang setia dalam tundukannya. Wanita itu bahkan tidak berani untuk mendongak, hingga akhirnya, Yu Huo sendiri yang berani menegakkan kepala Zhe Ruan, menjadi berhadapan langsung dengannya.
Rasanya entah mengapa begitu menakutkan..
"Bangunlah.." Ucap Yu Huo dengan pelan.
Zhe Ruan menuruti kata-kata suaminya, dan mencoba bangun dari tempat semula. Dia mungkin masih bisa mendapat pengampunan dari Yu Huo. Hanya di butuhkan sedikit bumbu penyedap saja untuk aktingnya, maka Yu Huo akan segera kembali padanya lagi. Begitulah pikirnya..
"Aku tahu kamu terpaksa melakukannya bukan.." Ucapnya dengan santai.
Zhe Ruan yang memang sejak awal adalah wanita yang sangat licik, kini bisa tersenyum dan memiliki secercah harapan hanya dari kata yang di lontarkan Yu Huo padanya.
Pria yang sangat bodoh ini bahkan masih mempercayai Zhe Ruan? Si rubah ekor sembilan yang sebenarnya patut untuk di musnahkan? Apa Yu Huo benar-benar sudah kehilangan akal??
Heran sama si tua yang satu ini..
__ADS_1
Sudah di khianati, tapi tetap saja tidak sadar..
Zhe Ruan mengangguk dan mencoba memasang wajah paling sengsara yang dia bisa. Air mata buaya andalannya untuk menarik simpati orang, kini dia keluarkan lagi demi mendapat perhatian dari Yu Huo.
"Kau sudah mengkhianati aku, bagaimana aku bisa kembali mempercayai kamu?" Sindiran yang halus, namun secara tidak sadar, bagai duri yang menancap di kaki yang polos, tanpa alas. Sakit!!
Zhe Ruan terperangah. Wajahnya sudah sangat merah, dan di sana juga terasa panas.
"Dasar keparat!!!" Dan kata-kata yang sudah di tahan Yu Huo selama hampir dua jam lebih itu, akhirnya keluar juga dari sarangnya.
Plak!!!!
"Aaaahhhh..."
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kiri Zhe Ruan, dan membuat wanita itu tersungkur dalam jarak beberapa kaki.
Wajah penuh emosi terlihat semakin menguasai seluruh ekspresi Yu Huo. Wanita di depan matanya bukan hanya berhasil membuat dia hancur, tapi juga berhasil membuat dia harus gagal dalam perawatan awet mudanya.
"Yu Huo? Apa yang kamu lakukan?" Jeritan Zhe Ruan yang begitu nelangsa tidak membuat Yu Huo bergeming.
Dan yang lebih parah lagi adalah, Lishian dan Goyuan sedang memasang kupingnya di balik tembok. Akhirnya mereka berdua bisa menangkap bukti sebagus ini.
Jangan lupakan alat perekamnya..
'Aku tidak menyangka kalau kalian rupanya benar-benar seburuk ini..'
Benak Lishian.
"Yu Huo, aku di paksa, aku di tekan, Dong Fi menekan dan mendesak aku untuk melakukan semuanya, aku tidak bisa berkutik saat dia memaksaku untuk memilih, melayani dia atau mengkhianati perusahaan kamu. Aku tahu, mengkhianati perusahaan kamu bisa kamu maafkan, tapi kalau untuk mengkhianati kamu, seumur hidup aku akan tetap merasa diriku kotor!!"
Yu Huo terdiam. Air mata palsu istrinya berhasil membuat di terbius sedikit demi sedikit.
Sementara di balik tembok, Lishian dan Goyuan saling bertanya-tanya dalam benak masing-masing. Mungkinkah pernyataan yang keluar dari mulut Zhe Ruan benar adanya, atau wanita itu bahkan sedang membual lagi..
Entahlah..
Yu Huo melunakkan hatinya sendiri. Apalagi melihat istrinya yang tidak bisa menahan kesedihan di wajahnya, dia malah merasa bersalah pada wanita itu.
__ADS_1
Dia mencoba mendekat, dan memeluk Zhe Ruan.
"Hiks hiks.. Yu Huo, aku lebih memilih merelakan perusahaan kamu untuknya, daripada mengotori tubuhku dengan sentuhannya.. Aku tahu aku salah, tapi aku tidak punya pilihan lain selain menuruti perintah Dong Fi..." Zhe Ruan menangis dalam pelukan Yu Huo.
Tentu saja pria bodoh itu akhirnya merasa iba. Dia bahkan tidak pernah tahu kal wanita dalam pelukannya ini adalah ratu drama yang sangat lihai.
"Sudahlah, maafkan aku, aku tidak bermaksud menuduh kamu mengkhianati aku, aku hanya kesal sesaat, selebihnya, aku tahu kalau kamu berada dalam tekanan.." Jelasnya sambil mengusap punggung Zhe Ruan.
Tahukah kamu Yu Huo? Wanita ini adalah wanita yang sangat licik yang kamu temui seumur hidup kamu. Asal kamu tahu saja.
"Hiks hiks.. Yu Huo, aku minta maaf, aku sudah salah, aku tahu kalau kamu pasti akan mengerti kondisiku.. Hiks hiks.." Lain di muka, lain lagi di hati. Itulah Zhe Ruan.
Padahal hatinya tertawa puas mendengar kata-kata dari Yu Huo, yang untuk ke sekian kalinya lagi, bisa dia lumpuhkan.
Dia lah wanita yang paling tangguh dalam sejarah kehidupan Yu Huo.
'Hehh.. Dasar bodoh!! Kamu hanya tongkat pegangan saja, apabila kamu sudah di makan rayap, dan mulai lapuk, siapa juga yang mau berpegang teguh di tangan kirimu? Jangan harap aku akan berada di sisimu saat kamu hancur suatu saat nanti..'
...****************...
"Tuan, berita terbaru datang.." Qian datang dan memaksa Lishian untuk pergi dari pintu tempat persembunyiannya.
"Goyuan, matikan alat sadapnya, aku masih punya urusan." Bicara pada Goyuan.
"Kau memang selalu sibuk." Ucap Goyuan dengan acuh.
Lishian beralih mengajak Qian menuju balkon rumah Yu Huo yang sebenarnya adalah rumah mendiang ayahnya.
Mereka akhirnya berhenti di sana, dan mulai percakapan serius.
"Berita apa yang kamu bawa untukku?" Tanya Lishian dengan wajah dingin.
"Tuan, anda punya aset besar di luar negeri.. Tuan Yu Huo dan Nyonya Zhe Ruan yang menyembunyikannya darimu selama ini.."
"Apa??"
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1