
Liyana terduduk di atas ranjang, dengan sekujur tubuh yang gemetar dengan hebat. Akibat kejadian di pesta tadi, Liyana menjadi begitu trauma. Dia bahkan tidak menyangka kalau ibunya Lishian lah yang ingin menghabisinya malam ini.
Lishian menutupi seluruh tubuhnya dengan menggunakan selimut hitam tebal, lalu mengecup keningnya sekilas.
"Jangan cemas, kamu sudah aman sekarang.." Ucapnya sambil mengelus pipi Liyana dengan lembut.
Sementara Goyuan masih setia berdiri di hadapan mereka berdua dengan gaya cool nya. Dia menatapi kedekatan mereka berdua dengan iri.
Iya.. hal itu sudah mengingatkan dirinya kembali pada sosok gadis yang berprofesi sebagai perawat, yaitu Nana. Masih ingat kan cerita mereka berdua?
"Tuan, kenapa nyonya Zhe ingin menghabisi aku? Apa aku punya salah dengan dia?" Tanya Liyana dengan wajah polos.
"Sudah aku bilang, tidak ada yang boleh kamu percaya di sini.." Jelas Lishian sekali lagi.
Cup!?
Mengecup punggung tangan Liyana.
"Termasuk kamu?" Tanya Liyana memojok.
Lishian membelalakkan matanya dengan tajam. Sorot mata Liyana padanya membuat dirinya merasa semakin buruk. Gadis ini bahkan merasa dirinya bukanlah orang baik.
Tapi memang begitulah kenyataanya.
"Iya, termasuk aku.."
Lishian memeluk tubuh Liyana yang begitu dingin, lalu menghujaninya dengan kecupan beberapa kali. Sekarang, Arliyana bisa merasakan nafas Lishian yang terdengar sangat memburu, dan tentu saja membuat dirinya merasa sangat panas.
"Tenangkan dirimu, tidurlah dengan nyenyak untuk malam ini, untuk janjimu padaku, aku sudah melupakannya." Katanya berbisik di kuping Arliyana.
Tentu saja gadis itu terkejut. Janji? Apa dia pernah berjanji sebelum ini? Apa dia melupakan sesuatu?
Oh!! Ternyata....
Setelah lama diingat-ingat, barulah Arliyana sadar. Sebelum ini, pria tua itu memang menganggap perkataannya sebuah janji.
Sial!!
Bahkan hal yang begitu biasa dia anggap sebagai janji. Apa dia benar-benar sem*sum itu?
Dasar pria tua!!
__ADS_1
Begitulah benaknya.
Kalau urusan tentang ranjang, dan gempuran-gempuran hasrat, mana mungkin Lishian lupa. Dia kan ahlinya..
"Baiklah, sekarang saatnya kamu tidur." Lishian meninggikan selimutnya, dan mendaratkan kecupan singkat di kening Arliyana.
Setelah itu, dua pria di depan Liyana terlihat keluar dari kamarnya yang kemudian di lanjutkan dengan menutup pintu.
Kreb!!
"Hhh. Bahkan saat aku hampir mati pun, yang ada di otak kamu hanyalah permainan ranjang. Apa kamu sebegitu tergodanya dengan tubuhku."
Mencoba memejamkan kedua matanya.
Tapi mendadak, dia ingat akan sesuatu yang memang sejak awal ingin dia beritahu pada Lishian.
Yaitu soal perselingkuhan nyonya Zhe Ruan, apa dia harus membuka semuanya pada Lishian sekarang? Atau lebih baik, dia menunggu waktu yang tepat saja untuk mereka tahu segalanya..
"Huaaaa... Keluarga mereka yang punya masalah, tapi aku juga harus ikut pusing. Ada apa dengan mereka semua? Kenapa bisa mendadak aku di pertemukan dengan orang-orang ini.. Mungkin saja yang di katakan ayah dulu memang benar, keluarga Lishian memang tidak bisa di anggap remeh."
Setelah dia puas mengoceh, entah kenapa kedua matanya sangat berat. Dia akhirnya mulai mengantuk dan terlelap dalam tidurnya.
...****************...
Tak tak tak tak tak tak..
Suara langkah kaki mereka terdengar menggaung di seluruh ruangan. Dua orang itu sedang asik berjalan menuruni anak tangga di rumah tuan besar Yu Huo.
Sekarang, yang ada di rumah ini hanya ada Lishian, Goyuan, Liyana, dan Yu Huo saja.
Yu Shen pergi entah kemana, mungkin sedang melampiaskan kekecewaannya karena wanita pujaannya, Fi Chan. Sedangkan Zhe Ruan, entah mengapa wanita itu belum juga kembali dari rumah Dong Fi. Mungkin saja dia sedang melanjutkan permainan panasnya dengan Dong Fi. Entahlah..
"Di mana tuan Yu Huo?" Tanya Goyuan pada Lishian sambil terus berjalan.
"Mungkin sedang berada di ruang kerjanya. Aku tidak tahu."
Mereka berdua akhirnya tiba di aula tengah. Lishian dengan santai duduk di sofa, yang kemudian, akhirnya di susul juga oleh Goyuan.
"Apa dia akan depresi setelah mendengar pernyataan dariku tadi?" Tanya Goyuan agak cemas.
Sejujurnya, ada hal yang lebih ia takutkan di banding kecurangan yang di lakukan oleh tuan Dong Fi, atau depresi yang mungkin terjadi pada Yu Huo.
__ADS_1
Yaitu..
Alasan mengapa Zhe Ruan mau membantu Dong Fi memanipulasi data dalam perusahaan Yu Huo.
"Dia sudah pasti akan depresi. Lihat saja ekspresi wajahnya saat mengetahui kalau ternyata Zhe Ruan yang sudah membantu Dong Fi membocorkan rahasia perusahaanya. Apa lagi yang bisa dia lakukan selain merenung sendiri di ruang kerjanya." Jelas Lishian tanpa peduli.
"Apa kamu tidak merasa cemas Lishian? Aku tahu dia mungkin bukan ayah kandung kamu, tapi setidaknya, dia yang sudah merawat kamu sejak kecil." Mencoba membuka hati Lishian.
"Apa kamu sedang mengajari aku bagaimana caranya menghormati ayah tiri? Goyuan, dia mungkin juga orang yang terlibat dalam kematian ayahku, orang yang bisa di percaya di dunia ini hanyalah ayah kamu, tuan Go Shenian. Selain itu, tidak ada lagi." Jelas Lishian panjang lebar.
"Hh. Bicara dengan kamu memang agak sulit.." Goyuan terlihat pasrah.
"Satu lagi yang harus aku beritahu padamu, tuan Yuanda dan nyonya Selena tidak pernah punya anak. Nyonya Selena ternyata mandul." Muka Lishian agak serius kali ini.
"Apa? Nyonya Selena mandul? Jadi bagaimana Liyana bisa lahir?" Goyuan nampak terkejut.
"Entahlah, aku juga tidak tahu, aku masih menunggu kabar selanjutnya dari Qian." Melipat kedua tangannya..
Sejenak kedua orang itu diam di tempat, dan tidak lagi bicara. Hingga akhirnya, setelah beberapa menit kemudian, Lishian akhirnya membuka pembicaraan kembali.
"Ingat kataku, bawa Liyana ke pulau, dan buat dia lebih tangguh. Aku tidak suka saat dia hanya bisa berteriak minta tolong saat keadaan gawat. Aku ingin dia bisa melawan musuhnya kelak." Pria itu bahkan terlihat sungguh-sungguh dalam bicaranya.
"Apa kamu sungguh ingin membangun masa depan dengan gadis kecil itu?" Tanya Goyuan agak terdengar mendesak.
"Tidak ada yang bisa menjaga dan menjamin keselamatan Liyana selain aku, aku tidak mau dia hidup dan mati dengan sia-sia, setidaknya berikan aku sedikit keuntungan.." Berbagai macam alasan Lishian lontarkan demi mendapat persetujuan dari Goyuan.
"Baiklah.." Tersenyum kecil.
Sejujurnya Goyuan sudah tahu sejak awal kalau Lishian memang menyukai gadis ini. Tapi entah kenapa pria ini selalu ingin membohonginya. Dia benar-benar pria yang mengutamakan gengsi.
...****************...
"Bagaimana aku akan pulang? Apa Yu Huo masih mau mendengarkan aku? Hhh!! Semua ini gara-gara anak mendiang Li Shanshan itu. Dia yang sudah membuka semuanya. Aku akan pastikan kalau yang tewas bukan hanya Liyana, tapi juga Lishian!!"
Wanita itu sedang berdiri dengan tegaknya di pinggir jalan, hingga pada beberapa menit setelah itu, akhirnya sebuah taksi terlihat berhenti di depannya. Tentu saja dia harus pulang dan menjelaskan semuanya pada Yu Huo.
"Jalan pak!!"
Dan dia harus memastikan kalau pria itu tidak curiga atas perselingkuhannya dengan tuan Dong Fi.
Iya!!
__ADS_1
Jangan sampai dia curiga!!
♥️♥️♥️♥️♥️♥️