
Cklek!!
Liyana memilih untuk membuka kamar mandi usai puas mendengar seluruh pembicaraan Lishian dan Goyuan.
Kini yang dia rasakan adalah, seluruh tubuhnya dan perasaannya di penuhi oleh kecemasan dan ketakutan pada keluarga ini. Benar saja, tidak ada yang bisa dia percaya di tempat ini, meskipun Lishian sekalipun.
"Huhh!"
Aku harap memilih bertahan dengan Lishian bukanlah pilihan yang buruk!! Semoga...
"Hey!!" Ucap Lishian membangunkan lamunan Liyana.
Liyana terkejut dan mendongak, menyadari kalau pria di depannya sedang asik memperhatikan tubuhnya yang sangat menggoda sehabis mandi.
"Ada apa denganmu?" Tanya Liyana sembari menutup sebagian tubuhnya yang agak terbuka.
"Kenapa kamu menutupi sebagian dari milikku ini.." Meraba bagian yang tertutup dengan tangan.
"Huhh.. Apa kamu masih menerima penolakan? Tadi pagi kita sudah melakukannya selama tiga jam, apa kamu bahkan mau melakukannya lagi?" Wajah sedikit cemas.
Sementara tangan nakal Lishian masih saja terus meraba dan menggerayangi bagian-bagian favoritnya dan mulai membuat getaran tersendiri dalam tubuh Arliyana.
"Uhh! Kamu!! Bukankah kita harus segera berkemas? Kalau kamu mau lagi, bagaimana kita bisa segera berkemas..." Menolak tapi juga menikmati.
"Aku janji permainan ini hanya sebentar saja.." Mengecup leher Arliyana dengan mesra.
"Uhm.. Aku sudah mandi.." Malah memejamkan mata.
"Salah sendiri selalu mengenakan handuk ini, secara tidak sadar kamu telah menggodaku dengan tubuh kamu itu.."
Arliyana membuka matanya, dan berbalik menatap Lishian dengan kedua sorot mata yang aneh.
"Ada apa?" Tanya Lishian agak jengkel.
Arliyana tahu pria ini memang hanya akan puas kalau dirinya menurut. Lalu apa bedanya dia dengan anjing peliharaan kalau begitu?
"Apa anda pernah mencintai seseorang?" Jantung Arliyana kala itu benar-benar berdebar cukup kencang. Dia tahu bertanya hal seperti itu adalah sebuah kesalahan besar.
Baiklah, karena sudah terlanjur, mari kita lihat bagaimana reaksi dan jawaban Lishian pada gadis peliharaan itu.
"Apa?" Dia malah balik tanya.
Lishian menatap sorot mata Liyana dengan begitu dekat, lalu menampakkan wajah bingungnya di depan gadis itu.
Sekarang kedua tangannya melepas semua sentuhannya di tubuh Arliyana, dan beralih memalingkan muka.
"Jawab pertanyaan dariku tuan!! Apa selama ini kamu memperlakukan aku begini karena kamu ingin melampiaskan kekesalan anda pada seseorang?" Sekarang hatinya agak ngilu mendengar ungkapan hatinya sendiri.
Sementara Lishian masih saja diam!! Tidak menjawab atau bahkan menoleh saja tidak!!
__ADS_1
Kamu terlalu kejam Lishian!! Apa kau tahu itu? Liyana hanya ingin kamu mengatakan kalau kamu juga mencintainya.. Hanya itu saja, tidak lebih. Tapi kamu malah mengacuhkan gadis itu.
"Cepatlah berkemas!! Kita akan segera pergi dari sini.." Dia masih saja memalingkan muka.
"Tidak!!" Entah kenapa penolakan selalu berada di garis awal.
Liyana yang mendadak keras membuat Lishian marah, dan memaksa pria itu untuk berbalik ke arahnya.
"Aku tidak akan pergi dari sini!! Buat apa aku menuruti semua kehendak kamu, kalau di sini saja aku bisa menemui ajalku!!"
Lishian menatapi sorot mata Arliyana dengan penuh tanda tanya.
Kenapa gadis ini bisa sekeras ini?
"Aku bagimu hanyalah anjing peliharaan, yang sudah kamu bayar satu milyar!! Dan apa menurut kamu pergi dari sisimu bukanlah hal yang sangat aku inginkan?"
Jujur saja, saat itu, yang ada di hati Arliyana hanyalah ada benci dan sakit hati. Dia mencintai Lishian dengan segenap jiwanya. Tapi pria ini bahkan hanya memandang dirinya sebagai hiburan semata.
"Jadi kamu mau pergi? Kamu mau lari dari sisiku? Dan itu bisa membuat kamu bahagia begitu?" Sekarang Lishian benar-benar marah.
"Iya!!" Jawabnya dengan mantap.
Lishian terdiam mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Liyana secara langsung di depannya. Sekarang Lishian mengira kalau gadis ini, memang membenci dirinya.
"Hehh.. Kalau begitu, pergilah dari sisiku!! Cari uang lima ratus juta untuk kamu kembalikan padaku, setelah kamu mendapatkannya, kamu bisa lepas dariku.."
Wajah Lishian nampak sedih dan kecewa.
"Kau sudah menghabiskan delapan bulan bersamaku, dan aku sudah berulang kali menghancurkan hidupmu, anggap saja hutang kamu tinggal separuhnya saja.."
Liyana tertunduk dengan sedih. Jujur saja, ini bukanlah jawaban yang dia mau. Tapi sudahlah, mungkin Lishian memang tidak pernah mencintainya.. Hanya itu saja..
Gadis itu perlahan mengangguk dan mengiyakan perkataan Lishian padanya.
"Aku akan minta Qian untuk mengantar kamu ke tempat yang lebih aman. Jadi bersiaplah!!"
Lishian yang sedih akhirnya memilih untuk berbalik dan berjalan keluar dari kamarnya.
Blam!!
Pintu di tutup, dan sekarang Arliyana terduduk dengan berurai air mata. Sakit sekali. Benar-benar sakit saat mengetahui kalau pria yang dia cintai memang hanya menganggap dirinya sebagai peliharaan.
Tapi benarkah kalau Lishian berwatak demikian?
Hiks hiks hiks..
Tangisannya lirih namun juga terlihat menyayat.
Sudah kehilangan harga diri, sekarang juga harus kehilangan orang yang dia cintai, dan pria yang benar-benar dia ingin miliki seutuhnya.
__ADS_1
Sadis!!
"Fiuhhh!!" Lishian menghembuskan nafasnya ketika tubuhnya sudah mencapai anak tangga.
"A? Ada apa denganmu kak?" Namun kedatangan seseorang berhasil mengejutkan Lishian. Rupanya orang itu adalah Yu Shen.
Lishian yang mendengar suara Yu Shen akhirnya memilih untuk mendongak dan menoleh ke arah suara itu.
"Apa kau sedang terkena masalah?" Anak itu masih berdiri di depan pintu kamarnya.
"Sejak kapan kamu pulang?" Tanya Lishian mengalihkan pembicaraan.
"Baru saja. Memangnya kenapa?"
"Apa kondisi kamu jauh lebih baik?"
"Tentu saja, aku beruntung kakak lebih dulu mengatakan semuanya saat pesta. Aku menyesal telah menyukai wanita itu." Wajah yang berubah muram dalam sekian detik.
"Aku mendapat informasi itu dari temanku Zixin, jadi kau harus berterima kasih padanya juga."
"Iya, salam saja untuknya. Lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Oh iya, kabarnya, kak Ellon akan segera melangsungkan pernikahannya dengan putri tuan N itu.."
"Apa? Dari mana kamu mendapat berita itu?" Wajah agak terkejut.
Padahal dia sendiri yang mau membatalkan pernikahan mereka. Huhh. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran orang itu.
"Dia mengumumkan sendiri di berbagai siaran televisi. Aku sudah lihat beritanya, coba kakak lihat sendiri. Aku ingin istirahat. Sudah satu malam penuh aku memikirkan wanita sialan itu, aku sudah sangat salah dan juga menyesal. Huaamm..." Ucap anak itu sambil masuk ke dalam kamarnya.
Blam!!
Dan pintu pun terkunci dengan rapat.
Ellon akan menikah dengan Mira? Apa dia punya rencana lain setelah berhasil menyingkirkan Tuan N dari grup Shi?
Hahh!!
Kabar yang sangat memusingkan. Apa dia harus memberitahu hal ini pada Arliyana? Atau lebih baik diam?
Arkh!!
Sekarang hubungan mereka mendadak begitu rumit. Jarak sudah membentang membatasi mereka berdua dalam sekejap saja. Kesal sekali!!
"Tuan, tempat sudah siap!!" Mendadak Qian datang.
"Antar Nona Arliyana ke tempat lain yang lebih aman. Dan jangan lupakan perketatan di sana. Awasi dia secara diam-diam."
"A?" Wajah penuh tanda tanya.
Namun tuannya tidak memberikan penjelasan apapun. Pria di depan Qian itu hanya sibuk berjalan menuruni tangga.
__ADS_1
Ada apa dengan hubungan mereka?
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️