Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Kita Jalani Bersama


__ADS_3

" Tuan.. "


" Bagaimana ?? Mau tidak ??"


" Angin apa yang membuat kamu merubah kata-kata kamu dalam satu malam saja.." ( tidak percaya ).


" Bagaimana ?? Mau tidak ??"


" Aku tidak mau, kamu pasti hanya merasa kasihan padaku saja bukan, karena aku semalam merengek minta dinikahi kamu.." ( melepas genggaman tangan Lishian ), " tuan, aku memang ingin sekali menikah dengan kamu, tapi itu karena aku takut akan hamil tanpa status yang jelas, tapi setelah aku tahu kalau kamu tidak bisa membuat aku hamil, aku pikir tidak cemas juga kalau terus berhubungan seperti ini. Lagipula aku tidak berwenang untuk mengatur hidup kamu, aku tahu aku di sini hanya karena kontrak."


Lishian terdiam. Dia juga merasa entah bagaimana menjawab pertanyaan dari mulut Liyana ini. Dia memang tidak bisa menyangkal kalau dia mencintai gadis ini, juga mencurigai dirinya. Maaf Liyana, meski berulang kali dia mencoba untuk percaya, tapi nyatanya hatinya juga tidak bisa berbohong kalau masa lalunya benar-benar mengganggu ketentraman hidupnya.


" Aku tahu kamu meragukan aku, dan kamu berpikir dengan mengajak aku untuk menikah mungkin akan sedikit membuat hatiku lega karena akhirnya tidak lagi membuat kamu merasa bersalah, tapi aku tidak mau terus seperti itu, bisakah mulai sekarang saling jujur satu sama lain ??"


Lishian masih terdiam membisu.


" Kita cari jalan keluar ini bersama.. jika kamu tidak mempercayai aku dan ayahku, mari kita cari bukti untuk menguak semua fakta tentang masa lalu orang tua kita, ucapan aku hanya ucapan dari seorang gadis yang polos, dan kamu juga bisa menilainya sendiri.. Aku tidak akan mungkin membohongi kamu.."


Lishian mengangguk saja, pertanda dia mengiyakan ucapan dari si gadis lugu ini.


" Sama seperti kamu yang bimbang harus percaya dengan siapa, aku juga begitu, harus mempercayai ayahku dan semua bukti itu, atau ucapan kamu dan ayah kamu.."


" Terima kasih sudah mau mengerti aku..."


Cup !?


Mengecup tangan Liyana sekilas.


" Kamu lupa bagaimana caranya berterima kasih.."


Lishian tersenyum miring..


Cup !?


Kali ini mencium bibir ranum itu dengan penuh kemesraan.


' Aku cinta kamu Lishian..'


...****************...


Ssshhhh..

__ADS_1


Sementara pria itu masih setia dengan rasa sakitnya di dalam kamar. Dia terkulai lemah dan hanya sesekali bangun untuk ke kamar kecil, atau minum. Keadaannya benar-benar lemah, meski kemarin sudah di beri stamina lewat stamina yang di berikan secara suka rela oleh perawat cantik mantan kekasihnya, Nana..


Belum tahu kan siapa Nana sebenarnya ??


Kalau boleh berkenalan, Nana itu adik kandung tuan Jim, seorang pengusaha muda, putra pertama seorang pengusaha yang terkenal dengan kecerdikannya dalam berbisnis, tuan Albert.


Mereka berdua sebanrnya sudah pernah menjalin cinta beberapa tahun lalu, sebelum akhirnya Goyuan memilih untuk menetap di pulau pribadi milik Jianan, dan mencoba melupakan satu malam penuh hal berkesan antar mereka berdua.


Flashback on !!


" Kamu yakin akan melakukannya denganku, Nana ??"


Nana yang sudah tidak bisa menahan diri lebih lama akhirnya hanya bisa pasrah saat pria itu mencoba melucuti seluruh pakaiannya di dalam kamar hotel milik tuan Ellon.


Nana yang manis dan begitu imut itu mengangguk saat pria itu mulai mencoba menggerayangi seluruh anggota tubuhnya yang masih suci. Dan akhirnya, malam penuh kenikmatan itu tidak bisa di hindari. Seluruh hidupnya dan kisah cintanya akhirnya harus kandas hanya karena kesalahan satu malam itu.


" Ugh..."


Suara-suara menyeramkan itu keluar dengan sendirinya dari mulutnya yang basah akibat l*matan manja dan nakal dari bibir Goyuan. Mungkin malam itu menjadi malam yang amat indah dalam seumur hidupnya, namun tidak bisa di pungkiri juga, kalau dia merasa kesalahan itu begitu besar, dan tak akan terbalas dengan apapun, tak terkecuali hukuman dari ayah dan kakaknya, yang begitu membenci keluarga Goyuan.


Brakk !!


Pintu hotel yang mulanya di kunci dengan begitu rapat, mendadak terbuka dengan lebar, dan menampakkan tubuh mereka yang saling beradu, dan juga saling menikmati satu sama lain.


Begitulah bentak ayahnya saat pertama kali melihat keadaan tubuhnya yang polos dengan anak baj*ngan yang berhasil meniduri dirinya itu.


Sejak saat itu, rasanya seluruh kehangatan ayahnya pada dirinya selama ini mendadak lenyap, dan hanya menyisakan kecewa dalam diam. Dia menjadi wanita pendosa, dan juga anak yang tidak tahu diri terhadap orang tuanya.


Tapi apalah daya, dia juga hanya manusia biasa, yang sama seperti manusia pada umunya, bisa terjerumus dalam hal semacam itu.


Bahkan di malam tadi, saat dia hendak mengobati luka di tubuh Goyuan, mengapa dia malah kembali pasrah menyerahkan seluruh tubuhnya pada pria itu ??


Itulah yang di namakan cinta bisa membuat orang bodoh !!


" Tuan ?? Apa kamu baik-baik saja ??"


Entah sejak kapan gadis itu tiba, tapi yang jelas dia harus kembali membangunkan lamunannya tentang gadis itu malam tadi, saat dia berhasil membuat gadis itu membuka seluruh pakaiannya..


Huhh..


" Tuan ?? Tuan ??"

__ADS_1


" Ah ??" ( terkejut untuk kedua kalinya ).


" Kamu melamun ?? Apa yang sedang kamu pikirkan ??"


" Bukan urusan kamu, ini semua karena seluruh tubuhku yang sakit, dan Lishian bahkan tidak peduli padaku, dia hanya peduli padamu.."


Liyana memasang wajah kesal yang begitu menjengkelkan, membuat pria itu berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Bagaimana kabar pipi kamu itu ?? Kelihatannya parah sekali.."


" Iya, dokter juga menyuruh aku untuk istirahat selama beberapa hari, padahal aku sejak kemarin tidak bisa mengetik karena laptop yang belum selesai di perbaiki.."


" Hhh.. jangan bilang kamu sedang berusaha mencari belas kasihan dariku.."


" Tuan.. tolong perbaiki laptop ku ya, aku mohon..."


" Minta saja pada tuan kamu itu !! Dia sudah memukul aku habis-habisan sampai aku tidak bisa leluasa menggerakkan tanganku, mana mungkin aku akan memperbaiki laptop kamu.."


" Huhh.. Aku sudah menyuruh dia untuk minta maaf.."


" Lalu di mana dia ?? Nyatanya sampai sekarang dia belum juga datang.."


" Tunggulah sebentar, oh iya, aku datang ke sini sebenarnya untuk mengompres lukamu, mengapa malah berbincang tidak jelas.."


Memperhatikan Liyana, dan melihat ada yang aneh.


" Kamu tidak di pasang infus ?? Katanya kamu begitu parah sampai harus mendapat perawatan.."


" Tentu saja karena pria itu. Dia membuat aku memaksa diri untuk melepas infus di tanganku.."


" Bukankah kamu sendiri yang membuat keputusan itu ?? Pintar sekali mengadu domba.." ( sudah berdiri di muka pintu ).


" Lishian ??" ( mundur ).


" Tuan Goyuan ?? Kenapa mundur ??" ( bingung sendiri ).


" Kamu pikir aku mau mati di usia muda ?? Aku bahkan ingin mencicipi surga dunia itu lagi.."


" Kamu takut aku akan memukul kamu ??" ( berjalan mendekat ).


" Siapa yang tidak takut saat kamu marah, pukulan kamu bahkan pernah berhasil membuat tulang rusuk pengawal kamu patah dan menembus jantung, apa itu tidak terlalu menakutkan.."

__ADS_1


" Apa ??" ( terkejut setengah mati ).


__ADS_2