
" Apakah semua yang dikatakan Yu Huo itu benar ?? apa mungkin ayah Liyana yang menjadi penyebab atas semua permasalahan ini ?? Mungkinkah aku sudah menyelamatkan seseorang yang salah ?? Arkh !! Aku jadi bingung sendiri.."
Otaknya sedang bergelut dengan pemikirannya, mencoba menebak-nebak sebenarnya permasalahan apa yang sedang terjadi antara dia dan keluarganya ini. Mengapa semuanya justru terasa semakin rumit.
Dia terus saja terdiam, bahkan sepanjang perjalanan di pesawat hingga dia sampai tiba di kota pribadinya dia tetap saja terdiam. Semua yang ada dalam pikirannya membuat dia menjadi pria yang terlihat acuh.
Tap tap tap tap..
Lalisa yang melihat penampakan wajah Lishian yang baru saja tiba di rumah langsung saja menyambut pria itu dengan senyuman yang mengembang di bibirnya. Dia bergegas berlari dan menangkap tubuh pria itu dalam dekapannya, tentu saja juga untuk mencari muka.
" Tuan..."
Hap !?
Lishian masih setia dalam diamnya, dan seakan tidak peduli pelukan dari wanita itu..
" Tuan, aku merindukan kamu, kenapa pergi begitu lama ?? Seharusnya jangan tinggalkan aku lebih dari dua hari, tapi akhir-akhir ini kamu bahkan tidak lagi datang mengunjungi aku.." ( berhenti ), " semenjak ada gadis kecil itu.."
Lishian tersadar.
Gadis itu..
Iya, benar gadis itu ternyata memang selalu membuat dirinya mendapat masalah..
" Benar, gadis itu.." ( wajah berubah ganas ).
Lalisa hanya terdiam bingung. Entah kenapa laki-laki ini terlihat aneh di matanya sejak pertama datang. Dia terlihat menyesalkan suatu hal. Iya, mungkin saja pada gadis itu..
" Aku memang harus menyingkirkan dia.."
Lishian melepas pelukan Lalisa dan meninggalkan wanita itu di sana sendirian. Biasanya Lalisa akan segera menangis manja saat Lishian meninggalkan dirinya seperti itu, tapi kali ini, entah kesurupan setan darimana, sampai dia bisa membiarkan Lishian meninggalkan dia begitu saja. Mungkin dia merasa senang karena akhirnya Lishian bisa menyingkirkan gadis itu.
...****************...
" Bagaimana kamu melakukannya si?? Apa tangan kamu ini terbuat dari bahan perusak yang sangat awet, sampai-sampai barang yang baru aku perbaiki kamu rusak lagi sampai separah ini.."
" Mana aku tahu, mungkin saja tuan yang tidak bisa memperbaiki laptop ku, aku tidak menyentuh sesuatu yang aneh.."
" Sesuatu yang aneh bagaimana maksud kamu ??"
" Ah ?? Apa yang sedang anda pikirkan tuan Goyuan ?? apa anda selalu berpikiran kotor seperti itu ?? Hhh.. perbaiki saja yang benar, aku mau menulis naskah untuk drama di kampus, dan aku tidak bisa menulis kalau tuan tidak memperbaiki laptop ku dengan segera.."
" Kalau begitu diamlah, menjauhlah dari area sekitarku, aku sangat terganggu dengan ocehan kamu itu.."
" Hhh.. usir saja aku terus, kamu ini memang pria yang sangat menyebalkan.."
__ADS_1
Dua orang itu sedang asik berdebat lirih di dalam kamar Liyana dan Lishian hanya berdua saja.
Karena laptop, iya.. hanya karena benda itu mereka berdua bisa menjadi musuh yang saling menyalahkan satu sama lain..
Setelah sekian lama, akhirnya Liyana memilih untuk berbalik dan pergi meninggalkan Goyuan di meja. Pria itu sedang tidak bisa di ganggu, dan mungkin saja kehadiran Liyana hanya menjadi beban di otaknya saja.
Gubrak !!
" Aduh ??"
Ada apa di sana ??
Apa yang terjadi pada Liyana ?? Apa dia berulah kembali ??
Goyuan akhirnya memilih untuk berbalik dan melihat apa yang sebenarnya terjadi pada Liyana.
" Liyana !!!! Apa kamu tidak bisa tenang sedikit ??" ( menoleh ). " Kamu ini sedang apa duduk di lantai seperti itu ??"
" Aduh, tuan.. apa kamu tidak tahu kalau aku baru saja terjatuh ??"
" Jatuh ?? Kenapa bisa jatuh ??" ( bangkit dan menolong ).
" Aku kesandung benda yang kamu letakkan di lantai itu.." ( menunjuk sebuah benda ).
" Apa kamu menyalahkan pembersih debu itu ?? Siapa suruh tidak mau membersihkan kamar ?? Di dalam rumah ini, memang banyak pelayan, tapi kalau kamu tidak mau lelah, maka siap-siaplah untuk di tendang keluar.."
Fushhh..
Meniup kaki Liyana yang lebam akibat benturan ke lantai.
" Tapi aku lihat Lalisa juga tidak mau apa-apa.."
" Aku sudah bilang, tuan tidak mau ada yang sampai menyentuh Lalisa apalagi sampai menyuruhnya melakukan pekerjaan.."
" Apa tuan Lishian benar-benar memperlakukan Lalisa sebaik itu ??"
" Dia bukannya baik, dia hanya tidak mau wanita itu merugikan hidupnya.."
' Hhh.. sepertinya mimpiku yang terlalu jauh.. mana mungkin dia akan jatuh cinta pada gadis seperti aku ?? Sudah berkali-kali kukatakan, kalau kamu jangan terlalu bodoh Liyana.. wajah dan perlakuan itu hanya sebagian dari beberapa sifatnya yang asli, selebihnya, kamu tidak bisa berharap..'
Cklek !?
Keduanya menoleh..
" Lishian ??"
__ADS_1
" Tuan Lishian ?? Kamu sudah kembali ??"
Liyana mencoba bangun dan mendekati pria itu.
" Kapan kamu kembali ?? Mengapa tidak menghubungi aku dulu ??"
" Apa untungnya buatku..." ( judes akut ).
" Lishian ? Apa yang terjadi padamu ?? Apa kamu baik-baik saja ??"
" Sudah puas menyentuh wanitaku di dalam kamar kami juga ?? Sudahkah melihat semua yang aku juga lihat dari dirinya ??" ( mendekat ke arah Goyuan ).
" Lishian, apa yang sedang kamu bicarakan ??"
" Mengapa memangnya ?? Mengapa aku bicara ??"
" Ah ?? Tuan ?? Apa yang sedang kamu lakukan ??" ( mulai cemas ).
" Kamu sedang tidak waras.."
Goyuan menyadari kalau orang ini mungkin sedang mengalami permasalahan akut. Dan jika di biarkan dia terus disini, mungkin saja wajahnya yang harus jadi pelampiasan. Huhh.. wajah tampan ini, mana boleh di pukul sembarangan. Tidak tahu, ya, kalau pukulan Lishian satu kali saja sudah berhasil membuat bibirnya monyong. Hihi ππ
" Mencoba membuat wanitaku terpikat dengan pesona kamu tuan sepupu ?? Apakah bagimu, pukulan dariku belum cukup membuat kamu jera.."
Goyuan mulai tidak tahan.
" Jika mau pukul, maka pukul saja !! Aku dan dia tidak berbuat apapun di kamar ini, mau percaya atau tidak terserah kamu saja Lishian !!" ( geram ).
Lishian semakin mendekat, dan kemudian berhenti di depan wajah Goyuan dengan tepat. Dia menarik nafas dan menghembuskannya kembali.
" Bawa dia ke kamar kamu, aku sudah ada janji dengan Lalisa.." ( berbalik dan pergi ).
Kata-kata yang keluar dari mulutnya benar-benar pedas, pun terasa mengejutkan. Bawa dia ke kamar kamu ?? Apa dia mengizinkan Liyana untuk di sentuh pria lain ?? Cihh.. baj*ngan !!!
Tapi yang lebih sakit lagi adalah, dia bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah Liyana, meski dia baru saja melewati gadis itu tepat di depannya.. apa mungkin dia cemburu ?? Arkh !! Mana mungkin.. dia bukannya cemburu, mungkin lebih tepatnya marah karena merasa tidak di hargai.
Mendadak dadanya terasa bergemuruh. Emosinya memuncak dan wajahnya terlihat merah padam. Mungkin dia tidak akan sanggup menahan air mata yang sudah dia tahan dari beberapa detik yang lalu. Perkataan Lishian berhasil membuat hatinya hancur.
Tes !!
Dan akhirnya..
Air mata Liyana perlahan menetes..
" Tuan berhenti !!!"
__ADS_1