Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Memghadapi Lalisa


__ADS_3

Sementara itu, Lishian akhirnya telah tiba di sebuah ruangan luas di area belakang rumahnya.


Dengan penjagaan dari tim yang begitu ketat, Lishian mencoba memasuki ruangan itu bersama dengan beberapa orang lainnya.


Mereka membuka tirai, dan kemudian, terlihat lah dua buah helikopter dengan mesin baru yang mengkilat sempurna.


Sejenak dia melihat kondisi heli miliknya untuk memastikan semuanya aman.


"Semua aman!!"


Setelah memastikan kalau heli miliknya bisa dia andalkan, pria itu kemudian memasuki dua heli tersebut, dan berniat untuk segera pergi dari pulau itu!


"Tuan! aku yakin mereka punya senjata yang lengkap!" ucap salah seorang anggota tim khusus miliknya, seakan dia ragu untuk menarik kakinya dari tempat itu.


"Setidaknya, mereka tidak punya helikopter untuk mengejar!" kemudian memasang sabuk pengaman.


"Baiklah! jika ini keputusan Tuan, kami hanya bisa mengiyakan saja!" ucap Sang pria tanpa perlawanan.


"Apa sudah siap!?" tanya seseorang dari monitor.


"Ya! segera melakukan!"


"Oke! permintaan terbang akan segera di lakukan!"


Mendadak lantai atas terbuka lebar, menampilkan suasana langit yang terang dengan matahari cerah dan panas.


Lantai tempat pijakan helikopter juga otomatis naik, dan terus naik, sampai posisinya sejajar dengan lantai dua rumah Lishian.


Rupanya dia bahkan memiliki kecanggihan teknologi semacam ini.


Grakk!


Lantai berhasil sejajar, dan dalam waktu singkat, tempat itu berubah menjadi landasan heli nan mewah dan berkelas.


Helikopter telah siap untuk terbang. Satu ke arah timur, dan satu lagi menuju arah selatan, berusaha mengecoh lawan.


Namun pergerakan mereka rupanya di ketahui oleh musuh..


Ngung..


Ngung..


Ngung...


Bunyi mesin helikopter sudah terdengar jelas mulai terbang dan menjauhi tempat itu!


"Dua heli terlihat terbang di langit! aku yakin mereka punya suatu rencana!"


"Basoka!!!!"


Blam!!!!


Tembakan dari arah lawan rupanya tidak berhasil mengenai helikopter mereka berdua, dan membuat mereka lolos dari kejaran senjata tim lawan.


Tapi tidak boleh senang dulu!

__ADS_1


Meskipun mereka berhenti menembak dan menghancurkan helikopter milik Lishian itu, namun mereka rupanya punya pemikiran lain!


"Aku yakin, dia akan segera menuju sebuah tempat atau bertemu dengan orang yang sangat penting!" ucap seorang pria dari tim lawan.


"Lalu? kita harus bagaimana?" tanya salah seorang rekannya.


"Dia menuju dokumen itu!" menyadari rencana Lishian, "ikuti helikopter itu!!" teriak sang pria yang masih setia berada di atas kapal.


Beberapa orang terlihat memutar arah kapal, dan berushaa untuk mengikuti kemana perginya helikopter Lishian itu.


"Sial! rupanya masih ada saja yang tidak bisa terkecoh oleh rencanaku!" ucap Lishian di dalam helikopter.


"Sekarang bagaimana tuan!?" tanya seseorang pada Lishian.


"Jangan berhenti di landasan rumah itu! aku ingin berhenti di pantai! hubungi tim B untuk segera menyusul, menggantikan aku pergi ke arah pemuda itu!"


"Baik!!"


Segera sang anggota melakukan tugas yang di perintahkan oleh sang tuan padanya. Dia menghubungi tik B yang bergerak ke arah selatan untuk menyusul tim A.


Itu pun jika situasinya aman!


"Lapor! kami tidak bisa menyusul ke pulau itu! beberapa kapal terus mengikuti kami, dan mencoba menghancurkan helikopter kami!"


Pria di sisi Lishian itu menoleh ke arah Tuannya, dan mencoba menyampaikan pesan dari anggotanya pada Lishian!


Lishian mengerti apa yang sedang di katakan pria ini.


"Kalau begitu, aku saja yang menuju pemuda itu! kalian terus lindungi aku!"


"Baik!"


Sementara itu, para anggota tim lawan sudah terlihat menyusul di belakang dan segera turun dari kapal untuk membuntuti DNA mencoba menyerang gerombolan Lishian.


Dor!


Dor!


Dor!


Mereka menghujani Lishian dengan puluhan peluru dengan beringas. Namun ternyata Lishian tidak kewalahan sama sekali. Anggota miliknya terus menjaga dia sampai akhirnya dia bertemu dengan seseorang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sebenarnya, di mana tempat penyimpanan makanan itu?


Gadis mungil itu masih terus mencari dan mencoba menemukan tempat yang sedari tadi dia cari.


Maklum saja dia begitu cemas. Tiga orang lain di sisinya bukan sedang baik-baik saja! satunya hamil, dan satunya lagi belum kembali pulih setelah terkena peluru, sementara ayah mertuanya juga sakit keras.


Hanya dia yang berbadan sehat di tempat itu. Mana bisa membiarkan mereka bertiga berada dalam bahaya?


"Apa ini? apa ini tempat penyimpanannya?" bertanya pada diri sendiri.


Mira berinisiatif untuk membuka sebuah pintu yang berhasil dia temukan di ujung bunker, dan mencoba melihat apa isi di dalamnya.

__ADS_1


Benar!


Ternyata persediaan makanan, mungkin untuk lebih dari satu tahun!


Yah!


Ini adalah hal yang sangat baik bagi mereka. Tiga orang itu akan segera makan dan bisa bersembunyi di tempat ini dengan tenang.


Yah!


Semoga...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dor!


Dor!


Dor!


Suara tembakkan terus beriringan dengan langkah kaki Lishian yang terus berusaha menggapai rumah di pulau tersebut.


Dor! Dor! Dor!


Sementara itu, dari arah belakangnya, enam orang anggota tim khususnya terlihat sedang adu senjata dengan para anggota tim lawan.


Tak tak tak tak tak tak tak!


Dan akhirnya, langkah kakinya berada tepat di depan rumah itu.


Sekarang Lishian mencoba membuka pintu, dan mencari keberadaan pemuda itu!


Cklek!


Blam!!


Pintu terbuka lebar, menampilkan sosok pemuda yang sedang menjadi tawanan seorang wanita cantik bergaun Hitam, dan menampilkan paha putih mulus dengan sapuan lipstik merah merona di bibir seksi Lalisa!


"Ha! datang juga akhirnya!" ucap sang wanita sambil menahan sang pemuda dalam dekapan tangannya, dengan pisau mengkilat yang terus menjulur ke arah pemuda itu.


"Oh?! Lalisa.. aku bahkan tidak begitu sadar kalau mungkin saja orang yang telah membocorkan semua rahasia tentang pulau itu adalah kamu!" sadar, "ya! mengapa aku sama sekali tidak sadar?"


"Bagaimana aktingku Tuan Lishian yang terhormat? pastinya sangat baik bukan? memasukkan aku ke dalam deretan wanita pemuas nafsumu, lalu aku melayani kamu dengan penuh birahi dan kepuasan, namun bagaimana mungkin kamu semudah itu mengacuhkan aku di saat gadis itu datang!?" wajah kecewa yang tidak dapat di sembunyikan, "aku sungguh kecewa terhadap sikap anda padaku Tuan Lishian."


"Hehh!" bersandar di sebuah sofa, "menurut kamu, apa kamu pantas bicara seperti itu padaku? mencoba menjatuhkan tuan sendiri, yang telah menolong kamu dari beragam masalah, dan menghidupi kamu dengan layak dan berkecukupan! aku sudah salah memasukkan kamu ke dalam rumah ini!"


Wajah Lalisa di penuhi oleh ketakutan.


"Tuan, aku hanya ingin anda menikahi aku dan menikmati waktu kita berdua dalam balutan kenikmatan dalam berumah tangga.."


"Sayang sekali, aku sudah menemukan gadis yang tepat untuk aku jadikan istri!"


Sekarang langkah kaki Lishian terlihat maju ke depan dan mencoba membuat wanita itu jatuh dalam kendalinya.


Sementara itu, beberapa dokumen penting yang berhasil di ambil oleh pemuda itu terlihat masih tertata rapi di dalam sebuah tas di atas meja.

__ADS_1


Mungkin Lalisa tidak tahu tentang dokumen itu, untunglah!


💕💕💕💕💕💕


__ADS_2