
Fiuhh!!
Dengan mengenakan jaket hitam tebal milik Goyuan, akhirnya Arliyana masuk ke dalam rumah persembunyian yang sudah di siapkan Tim Lishian secara khusus untuk mereka semua.
Blam!!
Pintu di tutup dengan rapat oleh Goyuan, sementara kedua matanya terfokus pada gadis yang masih saja tertunduk dengan kesal di depannya.
"Mau ma..."
"Aku lelah!! Aku akan segera tidur!!" Jawab Arliyana mencoba menyeka perkataan Goyuan.
Tak tak tak tak tak tak!!
Gadis itu berjalan tak tentu arah, karena dia memang tidak tahu tempat apa yang sedang dia pijaki ini. Di mana kamarnya, dia sendiri pun tidak tahu.
"Hh!! Bagaimana keadaan kamu Lishian? Mengapa aku jadi sangat mencemaskan kamu?" Gumam Arliyana sambil berhenti di sisi sofa ruang aula tengah.
Yah!!
Dia tidak tahu apapun tentang tempat ini, jadi lebih baik dia diam dan duduk dengan manis saja di sofa itu.
Goyuan masih setia berdiri di depan pintu, sambil bersandar dengan santai pula di sana.
"Dia akan segera pulang, aku bisa menjaminnya." Ucap Goyuan mencoba meyakinkan Arliyana.
"Tapi kita sudah membiarkan dia dalam bahaya!!" Ucapnya mulai kesal.
Hiks hiks hiks...
"Kamu tidak membiarkan aku menolong Lishian, bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?" Sekarang emosinya meluap-luap.
"Semoga saja tidak."
Gadis ini, dai bahkan begitu mengkhawatirkan Lishian. Aku tidak bisa menjamin apakah dia akan bahagia bersama pria itu kelak!!
Drrrttt drrrttt
Bip!
"Halo, bagaimana?" Tanya Goyuan pada seseorang yang menghubunginya.
"Ada Jabar mengejutkan yang perlu anda ketahui tuan..."
"Di mana kamu sekarang?"
"Sedang bersama tuan Shuimo, dia baru saja sadar. Peluru tidak berhasil membunuh nyawanya, dia sedang memberi kesaksian pada kami mengapa dia bisa bergabung dengan orang itu!!"
"Orang itu? Siapa yang kamu maksud?"
"Lebih baik tuan bicara sendiri saja dengan orang ini!!"
"Baiklah, tunggu aku!!"
Bip!
__ADS_1
Huhh!
Goyuan membuang nafasnya yang sedari tadi terasa berat dan seakan ada sebuah benda besar yang menindih bagian pernafasannya.
Melihat gadis yang tengah mengamuk di dalam diamnya, membuat Goyuan bertambah pusing.
Lebih baik kalau dia pergi saja tanpa memberitahu gadis di depannya ini. Entahlah, situasi Arliyana sekarang tidak akan mungkin mudah untuk di bujuk.
biarlah gadis itu luluh dengan sendirinya.
"Kalian, jangan biarkan nona terus menerus menangis, matanya tidak boleh bengkak, dan dia harus tetap makan, meskipun tidak mau!!"
Pria itu bicara pada dua pelayan yang siap siaga melayani Goyuan dan Arliyana di tempat itu.
Orang kaya, mau jalan-jalan kemana saja, tetap harus menggandeng pelayan.
"Baik tuan!!" Keduanya menunduk.
Segera Goyuan bergegas pergi keluar dari rumah itu, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Harap-harap, anak buahnya tidak memberi telinganya sebuah omong kosong yang tidak ada gunanya.
Ciiitttt!!
Mobilnya berhenti di sebuah rumah sakit di kawasan kota S.
Dua orang terlihat menjemput kedatangannya dan segera mengantar Goyuan ke ruangan Shuimo yang letaknya agak lumayan jauh.
Cklek!!
"Hemp, aku bahkan tidak mau melihat wajah kamu lagi." Duduk, "tapi anak buahku memaksaku untuk datang dan mendengarkan suara dari seorang pengkhianat."
"Jangan katakan aku sebagai seorang pengkhianat, karena pada dasarnya, aku melakukan semua itu karena terpaksa." Shuimo berkata-kata dengan memberi bumbu iba di wajahnya.
"Apa aku harus mempercayai ucapan dari mulut seorang penjahat seperti kamu?"
Dua sahabat itu terlihat berdebat meski suara mereka begitu lirih.
"Kalau aku berniat untuk mengkhianati kalian, mana mungkin aku malah beralih menyelamatkan Arliyana dari pria itu?" Dia mencoba menjelaskan sesuatu pada Goyuan.
"Aku tidak yakin akan ucapan kamu."
Meskipun aku sendiri juga merasa heran mengapa dia malah menyelamatkan Arliyana tadi..
"Goyuan, kamu sudah tahu apa masalah yang sedang aku alami saat ini, ternyata dia yang sudah menjatuhkan harga saham keluargaku dan membuat perusahaanku terancam bangkrut."
"Dia siapa yang kamu maksud?"
"Tuan Dong Fi!! Dia yang mengendalikan semua ini, dia mengancam aku, dan membuat aku harus melakukan penculikan Arliyana. Dan Zhe Ruan, dia meminta aku untuk membunuh Arliyana, Lishian, dan juga kamu!!"
"Karena itu kamu berpura-pura?"
"Asal pria itu masih di tangan Lishian, maka aku bisa menyelamatkan perusahaan, pun bisa mengembalikan keadaan persahabatan kita kembali normal."
"Hemp.." Berpikir, "kalau begitu, Dong Fi juga ikut serta dalam penculikan ini."
__ADS_1
"Ada rahasia yang ingin aku katakan padamu, tapi aku tidak tahu apa kamu akan percaya atau tidak."
"Katakan padaku."
"Dong Fi dan Zhe Ruan, adalah pasangan selingkuh." Ucap Shuimo dengan yakin.
"Apa??" Tentu saja Goyuan benar-benar sangat terkejut.
"Aku mengalami semua masalah ini, karena aku.. memergoki mereka sedang berkencan di sebuah Villa, sekitar satu tahun yang lalu. Aku berusaha menyembunyikan semuanya dari kalian semua, terlebih pada Lishian. Tapi setelah aku mendapat kabar kalau Lishian bukanlah anak kandung Zhe Ruan dan Yu Huo, aku jadi berani mengungkapnya padamu. Dan Zixin, mungkin dia juga sedang dalam bahaya sekarang."
"Kenapa dengan dia?" Tanya Goyuan dengan sangat serius.
"Dia menemukan bukti kalau ternyata, Zhe Ruan telah melahirkan seorang putri, hasil hubungan gelapnya dengan Dong Fi, dua puluh tahun yang lalu."
"Apa???" Sekarang wajahnya bertambah kaget, "putri?"
"Iya, jangan biarkan dia di manfaatkan juga sama seperti aku."
"Putri? Tapi kenapa? Kenapa dia masih bertahan dengan Yu Huo kalau ternyata dia mencintai orang lain?" Sekarang Goyuan lah yang menjadi begitu bingung.
"Tentu saja karena harta warisan mendiang ayah Lishian, yaitu tuan Li Shanshan, yang katanya bisa menghidupi tujuh turunan itu."
"Jadi, mungkin saja, rencana Zhe Ruan hanya ingin mendapat semua yang dia inginkan, dan setelah itu, menikmatinya dengan Dong Fi, begitu?"
"Belum tentu, wanita itu terlalu serakah, entah memang ingin hidup bahagia bersama Dong Fi dengan menggunakan uang Li Shanshan, atau hanya menggunakan Dong Fi sebagai alat saja, tidak ada yang bisa memastikan."
Huhh!!
Semuanya masih di penuhi oleh tanda tanya besar.
Kedua orang itu sekarang saling terdiam, dan begitu asik bercengkerama dengan otak masing-masing.
Hingga pada beberapa detik kemudian..
Tring!!
Sebuah pesan masuk di ponsel Goyuan.
Klik!!
Membuka..
"Tuan, ada kabar mengejutkan, nyonya Fi Shuang meninggal dunia... Sementara, dokter menyimpulkan kalau Nyonya Fi Shuang meninggal karena penyakit yang telah lama di idap olehnya."
"Apa? Begitu mendadak?" Ucap Goyuan penuh tebakan.
"Ada apa lagi?" Shuimo yang penasaran akhirnya mencoba bertanya pada Goyuan.
"Nyonya Fi Shuang di kabarkan meninggal dunia. Entah apa penyebabnya, untuk sementara, dokter hanya mengatakan kematian nyonya Fi Shuang akibat penyakit yang telah lama dia idap."
"Bahkan penyakitnya saja belum di ketahui oleh para medis, sekarang bisa menyimpulkan kalau nyonya Fi meninggal karena penyakit aneh yang dia idap itu?"
Benar juga!! Ada yang aneh atas tuntutan peristiwa ini.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1