Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Karma Zhe Ruan


__ADS_3

POV


Arliyana..


Hanya segenggam keberanian untuk membuat diri ini tetap bertahan di sisi seorang pria tua yang juga sering mendapat julukan mafia dan juga king Casanova.


Lelah?


Sudah pasti!


Berbagai alasan aku di pertahankan di sisinya, mulai dari hutang satu milyar, lalu misteri kematian ayah yang rupanya adalah ayah angkatku.


Semua misteri itu satu persatu mulai terungkap.


Ada kalanya aku sungguh tidak percaya dengan segala hal yang terjadi dalam kehidupanku.


Kenyataan bahwa aku telah berhutang pada pria tersebut, kenyataan tentang kematian ayah angkatku dan siapa yang menjadi ibu kandungku, lalu kenyataan, bahwa aku yang telah memulai cinta ini terlebih dulu!


Aku benci, namun juga rindu!


Aku tidak rela diriku di sentuh, namun nyatanya aku enggan untuk menolak saat dia mulai menyentuhku!


Cinta yang ada dalam serpihan hatiku ini, nyatanya malah aku berikan pada seorang pria dengan julukan king Casanova terkenal di kota S.


Pria yang lebih dominan dengan sifat dingin dan arogannya. Yang lebih terkenal dengan kesukaannya bermain di klub dan pulang membawa tawanan perawan.


Ya!


Aku menjadi salah satu di antara beberapa tawanan yang dia miliki.


Namun, aku tidak sama seperti mereka, yang begitu senang saat di bawa pulang ke rumah mewah oleh seorang pria yang membayar kita dengan harga satu milyar.


Menurut kalian apa aku tidak merasa sakit??


Aku di paksa menurut, oleh permainan seorang pria berusia sembilan tahun lebih tua dariku, lalu dia seenaknya saja tidak menghargai rasa sesak dalam dadaku ini.


Berbagai alasan dia lontarkan demi aku berada di sisinya, untuk menemani dia selama hampir satu tahun.


Tapi aku bahkan tidak pernah menduga, kalau perjalanan ini, akan menjadi pelabuhan terakhirku dengan dirinya.


Pria bernama Lishian!


Yang telah membuat aku hamil di luar nikah, namun juga telah membuat aku jatuh cinta!


Mencintai tanpa syarat! bahkan selembar kertas yang pada mulanya menjadi kontrak di antara kami, aku bahkan tidak pernah lagi mengungkitnya.


Aku tidak pernah lagi membaca atau sekedar membuka kontrak tersebut. Karena yang aku tahu, kami memang di takdirkan untuk bersama!


POV


selesai!!


Brakk!!


Brakk!


Brakk!!!

__ADS_1


"Arkh!!!!"


"Aaaaaaaaa!!!!!"


Pekik seorang wanita tatkala sebuah jarum suntik terlihat mulai menembus pori-pori kulitnya tanpa ampun.


Obat penenang tentunya!


"Aku mau harta Li Shanshan! aku sudah membunuhnya! aku sudah merawat anaknya! lalu kenapa aku harus gagal!? tidak!! hahahaha... Yuanda dan Go Shenian pun sudah tewas!! Yu Huo juga telah tewas!! maka sekarang, hanya aku saja yang akan mendapat harta mendiang Li Shanshan itu!! hahahahahahaaaaa..."


Ya!


Jika anda bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Zhe Ruan, maka inilah jawaban atas pertanyaan kalian.


Di hari itu, saat dia mendengar kabar di tangkapnya Dong Fi akibat kasus pembunuhan yang pria itu lakukan terhadap istrinya, Zhe Ruan menjadi tidak terkendali di rumah persembunyiannya.


Kini wanita itu hanya bisa terus mengerang dan memberontak di kamar rumah sakit jiwa akibat gangguan dan depresi berat yang menimpa otaknya!


Depresi akan suatu hal yang dia pikirkan, apa lagi kalau bukan kerakusan dan ketamakan yang memang telah menjadi wataknya sejak puluhan tahun silam!


Mungkin ini yang di sebut karma!


Akibat perbuatannya yang berani membunuh, bahkan juga membantai orang-orang yang berada dalam rintangannya.


Li Shanshan!


Maria!


Yuanda!


Selena!


Sekarang Dong Fi, pun Yu Huo juga!


Mereka semua harus meregang nyawa akibat keserakahan Zhe Ruan pada harta dan dunia!


"Aaaaaaaaa!!"


Namun wanita itu kembali menjadi tenang beberapa saat kemudian.


Obat penenang berhasil membuat Zhe Ruan terdiam tidak berdaya di atas ranjang rumah sakit.


Dua pemuda berhasil menjinakkan wanita pembunuh ini dengan satu suntikan saja, dan akhirnya meninggalkan Zhe Ruan terdiam di balik jeruji.


Brak!!


Pintu jeruji ruangan berpetak kecil yang telah di tempati oleh Zhe Ruan sejak beberapa hari yang lalu kini akhirnya di tutup dengan rapat, lalu di kunci dari luar.


Jglek!!


"Huhh!"


Dua orang perawat rumah sakit terlihat pergi dari sana, namun kemudian, barulah terlihat tiga sosok lainnya yang masih setia berdiri di depan jeruji, melihat bagaimana keadaan Zhe Ruan di dalam sana.


"Hiks hiks..." tangis Arliyana mulai pecah.


Kenyataan bahwa Zhe Ruan adalah ibu kandungnya, bahkan belum juga usai membuat kerusuhan dalam otaknya.

__ADS_1


Namun kini dia kembali harus mendapati berita tentang kondisi ayah dan ibu kandungnya yang sangat tidak baik!


Yang di samping terlihat merengkuh tubuh si gadis, dan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat gadisnya menangis.


"Sudahlah.. dia juga bukan ibu yang baik untuk kamu!" ucap Lishian berusaha menenangkan kekasihnya.


Dan Goyuan, pria itu, akhirnya hanya bisa terpaku dan diam dalam berbagai rumus yang memenuhi otaknya.


Zhe Ruan yang gila!


Dan Dong Fi yang telah di penjara!


Lalu apa lagi yang akan dia dengar setelah ini?


Mungkinkah kekasihnya Nana?


Oh! tunggu dulu! sejak Goyuan tahu kalau Nana yang telah mencelakai ayahnya, dia tidak pernah lagi mengenang sosok wanita itu! tidak lagi beranggapan wanita itu adalah orang yang paling dia cintai.


Hanya saja..


Tring!


Ponselnya mendadak berbunyi, ada pesan masuk di sana.


Membuka, dan membaca!


'Laporan kasus pelaku bom bunuh diri sudah keluar, pelakunya sudah di ketahui, seorang wanita!'


"A?" matanya membulat dan membuat sebuah keterkejutan di wajahnya.


"Ada apa Goyuan?" tanya Lishian pada saudara sepupunya.


"Kita harus datang ke kantor polisi untuk melihat siapa pelaku bom bunuh diri di kediaman Yu Huo!" ucap Goyuan.


"Aku tidak suka saat kamu mengatakan kediaman Yu Huo, asal kamu tahu saja, itu salah satu rumah yang di berikan oleh ayahku puluhan tahun lalu!"


"Tidak penting mau bicara apa, yang jelas, kita harus segera kesana sekarang! kamu harus tahu siapa pelakunya!"


Mendengar ucapan Goyuan yang terlihat begitu yakin, membuat Lishian memilih untuk bergerak dari tempatnya.


"Baiklah! ayo sayang, kamu harus pulang lebih dulu, aku akan menyelesaikan semuanya, aku harus melihat siapa yang telah melakukan bunuh diri itu!" menuntun Arliyana yang masih saja menangis.


Seharusnya yang harus tahu itu kamu, Goyuan!


Vroooooommmmmm!


Lishian dan Goyuan menaiki mobil yang berbeda dengan Arliyana!


Mereka tidak mau membawa Arliyana dalam permasalahan ini, apa lagi di tengah kondisinya yang sedang hamil di trimester pertama.


"Nona, apa kita langsung pulang saja?" tanya Qian dengan ramah.


"Ya! aku mau pulang!" jawab Arliyana sesingkat mungkin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa?? apa yang kamu maksud di sini? bagaimana bisa dia? dia sudah aku pastikan masuk penjara setengah bulan yang lalu! bagaimana dia yang menjadi pelakunya!!??"

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2