
Arliyana..
Gadis yang pernah menjadi cibiran dan pujian yang bersahutan di masa lalu, mendapat julukan si miskin yang manis, dan gadis seharga lima ratus juta, yang kini telah bermetamorfosa menjadi gadis dengan segudang prestasi menulisnya, penghasilan yang agak lumayan, dan bisa berpeluang membuat dirinya terkenal.
Gadis itu telah melalui berliku-liku perjalanan hidup yang tidak ada bandingannya. Dimulai dari ayahnya yang harus di operasi, dan memilih menjadi wanita malam, namun akhirnya dia harus jatuh dan mengenal seorang pria dewasa, dengan usia yang terpaut cukup jauh, sembilan tahun... apakah menurut kalian cerita hidup semacam ini tidaklah menarik ?? Harusnya menarik.. Cinta yang dimulai dari hutang, dan memaksa harus mengikat dirinya dalam pelukan pria baj*ngan, lalu setelah itu.. dia harus jatuh cinta pula, pada laki-laki yang telah merenggut kesuciannya..
...****************...
Gadis itu sedang asik bercengkerama di dalam ponsel, dengan seorang pria pula. Ayahnya berpamitan sore tadi untuk keluar. Tidak seperti biasanya memang, tapi hal itu tidak membuat dirinya was-was.
Teman prianya sedang menanti di depan pintu rumah berpetak kecil dan sederhana miliknya. Sementara dia masih saja sibuk berhias sambil terus bicara dengan kak Chen.
" Tunggu sebentar, aku akan segera keluar.."
Bip !!
Dia memoles bibir dengan warna yang natural, dan kemudian pergi keluar.
Krebb !!
Klik !!
Pintu rumah sudah dikunci. Ayahnya sudah membawa kunci cadangan supaya tidak kebingungan saat harus pulang lebih dulu dari pada Liyana..
" Sudah siap ??"
" Sudah.."
" Ayo naik.."
Mereka menaiki mobil yang mewah ala anak muda yang membuat siapa saja terpesona saat memandangnya, dan pada akhirnya..
Mereka berhenti di sebuah tempat.
Liyana dibuat bingung..
" Ah ?? Kak Chen ?? Kita ada dimana ??"
" Sudah, masuk saja, nanti aku beritahu kamu.."
Chen menggandeng tangan Liyana setelah mereka berhasil turun dari mobil, dan segera memasuki tempat malam itu..
Liyana semakin bingung..
Di dalam sana, beberapa pria juga tengah asik bermain wanita, dan juga minuman..
" Kenapa kakak mengajak aku ke Bar ??"
" Kita belum sampai ke tempat kerja kamu, aku hanya mampir sebentar karena sudah janji dengan kawan lama.."
" Okhh, jadi sudah ada janji lebih dulu ya.."
" Iya, ayo kita masuk.."
Seorang pria tengah mendekati mereka berdua dengan segelas bir ditangan.
" Wah.. tuan Chen sudah datang.. senang sekali, kami sudah begitu lama menunggu.."
Tos !!?
Mulai merasa curiga..
" Maaf sekali membuat kalian lama menunggu.."
" Tidak masalah, asal kamu menepati janji untuk membawa daun muda itu.."
Bug !!
Menginjak kaki untuk memberi kode..
" Ah.." ( kesakitan ).
Sudah paham maksud injakan kaki itu.
" Um ??" ( bingung sendiri ).
" Iya, kami akan sangat senang karena kamu bersedia datang untuk menemui kami.."
" Baik, tawarkan mereka tempat duduk, dan ambilkan satu botol bir untuk gadis ini !!"
__ADS_1
" Bir ?? Tidak !! aku tidak mau, aku tidak biasa minum.."
" Ayolah.. sebagai tanda perkenalan dari kami.. ayo duduk.."
Secepat mungkin, seorang pelayan seksi membawa pesanan yang sesuai dengan permintaan pria itu. Dia terlihat sedang berdiskusi dengan Chen, entah itu masalah yang serius atau tidak, Liyana benar-benar tidak tahu. Musik yang diputar terlalu kencang membuat dia kesulitan untuk mendengar.
Dia melihat pemandangan sekeliling. Benar-benar jijik !!?
Arkh !! Jangan menghina seperti itu, kamu juga sama, pernah dinikmati seorang pria tanpa status yang jelas. Untuk apa mengatakan jijik pada para wanita malam ini !?
" Liyana ??"
" Um ??"
" Aku pergi dulu sebentar ya.. harus angkat telepon dari teman.."
" Ah, baiklah.. jangan terlalu lama ya.." ( tidak nyaman ).
" Iya, aku tidak akan lama, tunggulah disini.." ( pergi ).
Dia masih sama, tidak nyaman berada di tempat seperti ini. Benar-benar menjengkelkan. Janjinya akan langsung membawa Liyana ke tempat kerja, tapi kenapa malah mampir kesini..
" Hei.." ( mendadak merangkul Liyana ).
" Ah ???" ( terkejut ), " maaf.. jangan terlalu dekat.." ( menjauh ).
Nafas pria itu sangat menyengat. Liyana tahu pria ini menenggak terlalu banyak minuman, sampai dari jarak satu meter saja, baunya sudah sangat menusuk hidung.
" Kenapa tidak boleh mendekat ??"
Gluk !?
Liyana menatap dengan aneh.
" Minumlah.." ( menawarkan ).
" Tidak mau, maaf.."
" Hehh !! Jangan kurang ajar kamu !! Aku sudah membayar kamu seharga satu milyar untuk menikmati kesucian kamu malam ini, jadi jangan buat masalah denganku..."
" Apa ?? Membayar tubuhku !??? Apa yang di maksud Chen.. pekerjaanku..."
.....
" Ayah ??!! Lishian !??? Tolong aku...."
.....
" Tuan, ada seorang pria tua yang ingin menemui tuan.."
" Siapa dia ??"
" Siapa memangnya ?? Apa mungkin dia teman kamu Yu Huo ??"
" Aku tidak mendapat kabar apapun mereka akan datang.."
" Lalu siapa ??"
" Dia bilang.. ayahnya nona Liyana.."
" Apa ???" ( cemas ).
" Liyana ?!? Gadis yang dulu kamu kenalkan pada kami itu ??"
" Suruh dia masuk !!" ( perintah langsung dari tuan besar Yu Huo ).
" Baik !"
" Apa dia ada disini juga ??"
" Ibu, aku seperti ini karena mencoba menyelamatkan Liyana.."
" Ah ?? Jadi begitu rupanya.. kalau begitu, kamu harus menjelaskan semuanya pada ibu nanti.."
" Sudah, diam !!?"
Tak berapa lama kemudian..
Cklek.
__ADS_1
" Permisi, maaf mengganggu istirahatnya, saya ayahnya Liyana, ingin berterima kasih pada anda karena sudah menyelamatkan nyawa putri saya.."
" Yuanda ??"
Yuanda mendongak terkejut.
" Yu ?? Yu Huo ?? Kamu !!!"
" Kamu lagi !!?"
" Kalian !??"
" Ah ?? Ada apa ini ??" ( Lishian bingung ).
Mendadak..
Drrrttt Drrrttt
Lishian mengambil ponsel di atas nakas ,dan mendapati Liyana yang sedang berusaha menghubungi dia.
" Dia ?! Kenapa menghubungi aku ?? Tumben sekali.."
Klik !!
Mengangkat..
" Hallo, Liyana.."
Semua orang menoleh..
" Tuan !!!???? Tuan tolong aku !!!"
" Liyana, ada apa dengan kamu ??" ( cemas ), " apa yang terjadi padamu ??"
Semua orang menghadap dengan cemas ke arah Lishian, apalagi mendengar dalam panggilan itu adalah Liyana. Pertengkaran yang baru saja akan dimulai pun terpaksa harus ditunda.
" Tuan Lishian, dia menjualku.. dia membawaku ke tempat itu.. mereka.. mereka.. Arkh !?"
" Liyana ?? Liyana.."
" Mereka mau menyentuhku.. aku sedang bersembunyi, tapi aku tidak tahu aku ada dimana.."
" Tenanglah !!"
" Tuan.. Aaaa.."
Tut Tut Tut Tut...
Panggilan mendadak terputus.
" Liyana ?? Liyana ???"
Lishian membanting ponselnya, dan buru-buru bangkit dari ranjang.
" Sial !!?"
" Ada apa Lishian ??"
" Ada apa dengan putriku ??"
" Paman, anda jangan cemas, aku akan berusaha menolong Liyana secepat mungkin.." ( mengenakan jas ).
Brakk !!
Keluar..
" Tapi luka dikepalamu belum sembuh.."
" Hhh.. begitu naif untuk seorang gadis, coba saja kalau mati, aku akan lebih senang mendengarnya.."
" Ada apa tuan ?!"
" Siapkan kendaraan tercepat untukku.."
" Siap !!?"
Dia berlari keluar dari rumah sakit, dan mendapati kendaraan roda dua yang begitu gahar telah hadir di depan mata. Tanpa banyak berbasa-basi, dia melacak keberadaan Liyana dengan ponselnya, lalu melakukan motornya sekencang yang dia bisa untuk sampai sebelum hal buruk terjadi pada Liyana..
" Jangan sampai membuat masalah baru sayangku.. aku akan segera tiba.."
__ADS_1