
"Memangnya kamu kenapa semalam? Apa tikus besar itu menggigit kamu?"
"A? Tentu saja tidak.."
'Tikus itu bahkan hampir membuat nyawaku melayang..'
"Aku merintih kedinginan, karena jendela yang lupa aku tutup. Maaf ya telah mengganggu waktu istirahatmu.."
"Tidak masalah, hanya saja, kalau setiap malam seperti itu, mungkin aku jadi insomnia."
Dia tertawa dengan polosnya tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi pada Liyana.
"Kalau begitu, aku berangkat dulu, ya.."
"Baiklah, sampai jumpa.."
"Bye.."
Liyana melambaikan tangan pada gadis itu.
Cklek.
"Kamu? Kenapa keluar?"
"Aku hanya tidak suka saat kamu bilang tikus besar, apa aku sangat hitam?"
"Kenapa mempermasalahkan hal sepele seperti itu? Sudahlah, masuk ke dalam, atau aku akan terkena masalah nanti.."
Mendorong!!
Bam!!!
"Huhh. Semalam saja dia di sini, aku sudah hampir merusak pintu. Bagaimana kalau setiap malam?"
Liyana bergegas melangkahkan kakinya menuju ke kampus. Rasanya aneh sekali berjalan sendirian seperti ini. Agak canggung. Hehehe..
Biasanya dia akan berjalan beriringan dengan Mira. Tapi karena urusan yang belum selesai, jadi Mira belum bisa pulang. Hhh.. Aku merindukan kamu Mira..
Tak tak tak tak.
"Halo, Li?"
"Kak Chen??"
Pria baj*ngan ini kenapa tiba-tiba datang lagi?
Liyana mengalihkan pandangannya menuju arah kampus, dan berjalan mengacuhkan pria itu.
"Liyana, apa kamu masih marah padaku?"
"Pikir saja sendiri!!!" ( jawabnya ketus ).
Gadis itu terus berjalan menuju arah kampus, tanpa mempedulikan Chen yang terus memanggil namanya.
__ADS_1
"Hhh.. dasar tidak waras!! Mana bisa aku tidak marah, dia sendiri bahkan berusaha menjualku, dan karena itulah, hutangku kembali jadi satu milyar. Aku muak sekali saat melihat wajahnya.."
Dia terus menggerutu sepanjang jalan, sampai akhirnya tibalah dia di kelas.
"Suntuk sekali saat harus masuk kelas tanpa Mira. Kapan dia akan pulang, ya.."
...****************...
Lalu apa kabarnya dengan Lishian?? Apa pria itu sedang suntuk pula di kamar asrama??
Ada yang mau intip juga?
"Gadis itu, akhirnya harus meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri. Setelah perjuangan cintanya yang panjang, mengapa dia harus tewas di tangan orang yang dia cintai?? Sungguh kisah cinta yang begitu tragis.."
Buk!
Dia menutup buku novel milik Liyana, dan kemudian berbaring dengan santai di atas kasur.
"Kenapa semua kisah cinta dalam novel Liyana harus berakhir pilu? Apa dia sangat menyukai kisah seperti itu? Semua novelnya tidak ada yang berakhir manis. Kalau tidak meninggal, ya, sudah pasti berpisah, mengkhianati, atau tidak merasa cocok."
Dia tengah merebahkan diri ditemani beberapa buku novel milik Liyana, yang tentunya hasil karya gadis itu sendiri.
Tapi suara dering ponsel membangunkan lamunannya.
Drrrttt Drrrttt
Mengambil ponsel dan melihatnya.
Bip!?
"Hallo, ibu.."
Iya.
Di hati boleh saja mencurigai ibu dan ayah angkatnya. Tapi setidaknya, saat di depan ibunya, jangan perlihatkan bagaimana perasaan kamu yang sebenarnya. Itulah watak asli Lishian.
"Ada apa menghubungi aku?"
"Ada apa kamu bilang? Tentu saja untuk mengingatkan kamu soal pertunangan adik kamu Yu Shen dan Fi Chan itu, apa kamu lupa??"
"Aku tidak lupa, hanya saja, pertunangan itu besok, kenapa ibu menghubungi lagi sekarang?"
"Ibu hanya mengingatkan kamu untuk membawa Liyana juga kesini, ibu juga ingin melihat calon menantu ibu yang lain.."
"Membawa Liyana?"
"Iya lah, memangnya apa lagi, sudah, jangan beralasan, besok bawa juga Liyana ke rumah ibu, kami semua juga harus memperkenalkan Liyana pada semua orang."
"Tapi masih belum waktunya, dia saja belum pasti mau menerima aku atau tidak."
"Karena itulah kamu harus berusaha, wanita juga butuh kepastian bukan.."
"Hanya saja.."
__ADS_1
"Ah, banyak alasan kamu!! Pokoknya besok kamu harus bawa Liyana ke sini, dia harus datang di pertunangan adikmu, Yu Shen."
"Baik!!"
Kenapa sekarang malah Lishian yang di atur??
Bip!
Sambungan di matikan oleh Lishian beberapa saat kemudian. Sekarang tinggal pikirannya yang meracau. Sedikit saran saja, wanita seperti Zhe Ruan jangan terlalu di percaya, ya, tuan Lishian..
Hehehe..
Author lebih tahu kalau dia bukan tokoh yang baik di sini.
"Membawa Liyana ke tempat itu? Apa tidak masalah??"
...****************...
"Zhe Ruan, kamu ini sangat aneh."
"Aneh kenapa?"
"Sudah tahu dia putri Yuanda, kita seharusnya menghabisi dia, bukan malah mengangkat dia jadi menantu."
"Sebodoh-bodohnya aku, tetap saja lebih bodoh kamu.."
"Apa kamu bilang?"
"Aku sedang memanfaatkan gadis polos itu untuk menjatuhkan Lishian. Saat pemuda itu di mabuk cinta, maka kehilangan seluruh hartanya tidak akan jadi masalah."
"Hhh. Kamu ini apa tidak tahu bagaimana sifat Lishian selama ini?"
Yu Huo bangkit dari kursinya dan berjalan menuju arah meja kerjanya.
"Dia itu sangat cerdik, pun sangat keras kepala. Aku lebih takut dia akan berbalik menyerang kita kalau sampai tahu semua kenyataan tentang masa lalunya."
"Aku yakin, dia akan tunduk pada gadis itu. Lagipula selama dia tidak tahu beberapa aset miliknya di luar negeri, kita masih bisa aman."
"Karena itulah jangan serakah!! Kita hampir memiliki seluruh aset keluarga Li yang ada di luar negeri, kenapa masih juga memanfaatkan Liyana untuk merebut semua yang dia miliki?"
"Aku bukan serakah!! Lebih baik aku menyengsarakan anak itu dari pada harus hidup miskin seperti dulu!!"
"Zhe Ruan, bisakah kamu jangan mempersulit semua ini?" ( mulai panas ). " Aku bahkan ingin hidup tenteram tanpa memikirkan semua hal tentang Lishian dan juga semua harta yang dia miliki dari Li Shanshan itu. Cukup sudah semua yang kamu renggut darinya, sekarang, kamu coba pikirkan kebahagian Lishian dan juga kita."
"Apa sekarang kamu mulai peduli pada anak angkat itu? Lalu apa yang kamu pikirkan tentang Liyana? Gadis yang ingin sekali kamu bunuh dan lenyapkan dari dunia ini, bukankah sangat bagus saat aku memberi kesempatan untuk mereka berdua bersama? Kurang baik apa aku.."
"Kamu memang ingin menikahkan mereka berdua, tapi kamu hanya ingin membuat Lishian tunduk dan lebih memilih wanitanya, dengan begitu, kamu bisa merebut semua harta warisan yang ditinggalkan oleh mendiang Li Shanshan untuk Lishian, benar begitu kan mau kamu?"
"Hhh. Kamu sudah tahu, lalu apa masalah kamu jika aku melakukan semua itu?" ( mulai memanas ). " Apa kamu takut tidak bisa menghabisi nyawa Liyana saat mereka sudah bersama kelak? Hah?"
"Kamu tidak tahu siapa Lishian dan siapa juga Liyana. Apa menurut kamu setelah mereka menikah, kamu akan dengan mudah memperdaya mereka, untuk memberikan seluruh harta warisan mendiang Li Shanshan? Kamu salah!! Kamu bilang aku bodoh, rupanya kamu justru lebih bodoh dariku."
"Kalau begitu, tunjukkan padaku apa yang harus kita lakukan untuk merebut semua harta mendiang Li itu."
__ADS_1
"Tidak ada yang bisa kita lakukan Zhe Ruan. Semua aset yang kita miliki, seluruhnya adalah atas nama Lishian. Kita hanya menumpang seluruh kekayaan anak muda itu."
"Karena itulah aku mau menikahkan Lishian dan juga Liyana dengan satu syarat.. Dia harus menandatangani surat pindah tangan untuk kita berdua."