
Tak!!
Zhana meletakkan kunci mobilnya di atas meja. Sementara, anaknya sudah tertidur di atas kasur. Tentu saja babysitter yang sudah membuatnya tidur.
Huhh!
Malam ini rasanya penat sekali. Bukan karena menghadiri pesta yang berakhir kacau, tapi karena.. perkataan pelayan nona Fi Chan itu.
Padahal jika di bandingkan, tentu saja wanita itu masih kalah cantik dengan dirinya. Apalagi kalau bicara soal usia. Tapi kenapa Gerald malah membuat dia hamil..
Kau sungguh mengecewakan Gerald!!
Malam ini dia mungkin tidak akan pulang. Itulah pikirnya. Sebelum dia memutuskan untuk pulang sendirian ke rumah mertuanya, Gerald hanya mengatakan kalau dia ingin menenangkan diri. Sudah pasti kalau malam ini dia tidak akan kembali.
'Apa salahku padanya? Apa kurangku melayani kamu Gerald, mengapa begitu kejamnya kamu memperlakukan aku, hingga jalan menduakan kamu pilih untuk menyakiti aku..'
Tak terasa air matanya menetes, membasahi seluruh permukaan pipinya yang tirus. Wanita yang mulanya adalah seorang model itu sekarang nampak lusuh bagai tak terurus. Semenjak anak pertamanya lahir, dia memang tidak pernah di buat senang oleh Gerald.
Salahkah jika terlalu banyak mengeluh?
Jawabannya tidak!!
Mungkin bagi beberapa orang yang pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita yang diduakan, bahkan saat mendengar kalau wanita selingkuhan suaminya hamil, rasanya bunuh diri pun tidak lagi takut.
Tapi apakah mengambil jalan pintas tersebut menjadi pilihan Zhana?
Jawabannya kembali lagi pada kata tidak!!
Putra yang tengah berbaring di kasur telah mengingatkannya untuk tetap bertahan. Siapa lagi yang akan melindungi Shi Lui kecil ini kalau ibunya mati.
Hiks hiks hiks..
Dia hanya bisa menangis, dan menangis.. Malam itu rasanya.. sangat panjang..
...****************...
Sekarang Ellon sedang menyetir mobilnya menuju ke rumahnya, dan masih duduk bersebelahan dengan Mira.
Gadis itu hanya bisa menangis saat mendengar penjelasan dari Ellon untuk masalah barusan di dalam pesta.
Hiks hiks..
Malam itu benar-benar di penuhi kesedihan. Semua pernyataan yang terkuak ke media, membuat Mira tidak bisa menahan kesedihannya..
"Masih mau menangis?"
Mira tidak mau menjawab pertanyaan dari Ellon.
Dia hanya memalingkan muka dan enggan untuk mengarah pada Ellon.
Merasa kesal, Ellon akhirnya memberhentikan mobilnya di tengah jalan. Dia tidak mau terus menghadapi gadis yang cengeng dan keras kepala seperti Mira.
Citttt!!
"Hhh."
Ellon menoleh lagi ke arah Mira, dan mendapati gadis itu sedang menatapi keluar jendela, seakan tidak peduli jika dia di keluarkan paksa dari mobil itu.
__ADS_1
Dia menatapi lagi, dan tidak punya cara lain selain..
Meraih..
Memeluk...
Dan mencium...
Cup!!
Mira tak dapat menolak. Pria ini memang selalu bisa membuat hatinya tidak karuan. Antara menolak, tapi juga ingin lebih. Bagaimana rasanya..
"Umh..."
Mendorong.
"Tuan.." Sorot mata penuh luka.
Ellon menatapi wajah gadis itu dengan simpati. Tangannya bergerak nakal mengelus rambut Mira yang tergerai indah. Air mata di pipi Mira buru-buru di sekanya. Kemudian..
Cup!?
"Umh.."
Iya!!
Dua orang itu hanya bisa melampiaskan kekesalannya di dalam mobil. Menikmati suasana malam yang begitu sepi, dan juga hening. Seakan tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan mereka berdua dari ganasnya nafsu dan hasrat yang begitu memuncak di dalam tubuh mereka.
Hawa panas, bercampur dengan air mata yang kemudian akhirnya berhenti sesaat setelah mereka mendapati lezatnya jamuan malam di jalanan hening, di gantikan oleh tetesan-tetesan keringat yang semakin lama semakin membanjiri tubuh keduanya.
Lezat sekali!!
"Arkh!!"
Erangan dan cengkeraman tangan Mira semakin lama semakin membuat Ellon merasa bringas. Wajah merah itu mendongak ke atas dan mencoba memuaskan diri di ujung permainan.
Dan akhirnya..
"Arkh!!"
Keduanya mengerang bersama, menikmati pelepasan yang begitu indah, pun begitu sayang untuk di lupakan.
Ellon jatuh di atas raga mungil sang gadis kecil itu. Tak peduli lagi apakah gadis ini akan merasa keberatan atau tidak, yang jelas.. Kali ini dia begitu menikmati permainan mereka.
Tapi sayang, mungkin malam itu tidak akan membuat mereka gembira, meskipun telah melalui permainan panas dengan ganas dan beringas.
Karena malam itu mungkin akan menjadi, malam terakhir bagi mereka berdua..
"Ugh.."
Cup!!
Maaf Mira.. perjalanan kita akan berhenti sampai di sini!!
Aku harap pria di masa depanmu akan menerima kondisi kamu yang sudah aku rusak seperti ini...
Tapi gadis itu sudah tertidur dengan pulasnya.
__ADS_1
Vrooommmmm..
Ellon melajukan mobilnya dan pergi dari tempat yang menjadi saksi indahnya mereka berdua bercinta. Setidaknya, malam ini sudah bisa membuat gadis ini melupakan semua yang terjadi pada ayahnya.
Iya!!
Setidaknya..
...****************...
Bam!!!!
"Aaaahhhhh....."
Wanita itu kesakitan usai pukulan dari tangan sang ayah berhasil melayang di pipinya, dan membuatnya tersungkur di ruang bawah di dalam rumahnya.
"Anak tidak tahu diuntung!!!!! Pantas saja kamu langsung bersedia untuk menikah dengan Yu Shen.."
"Ayah, maafkan Fi Chan, ayah, aku tidak bisa hidup seperti ini.. Ayah, bantu Fi Chan ayah.." Fi Chan memohon dengan sangat di kaki ayahnya.
"Bantu kamu? Baik!! Kalau begitu, gugurkan bayi dalam kandungan kamu!!! Aku tidak mau punya cucu anak haram dan dari perut kamu itu!!!" Dong Fi agak memelankan suaranya.
"Apa? Mengugurkan?"
"Kenapa? Tidak bisa?" Dong Fi mulai emosi lagi.
"Tidak!! Ini anakku, mana bisa aku mengugurkan kandunganku, tidak, aku tidak mau.." Memegang perutnya.
"Kalau kamu tidak mau menggugurkan kandungan kamu, mau di taruh di mana muka ku? Hahh??"
"Saya akan bertanggung jawab.." Gerald datang.
Dua orang di dalam ruangan itu terlihat terkejut saat mendapati seorang pria muda datang ke dalam dan menimbrung perdebatan mereka.
"Gerald?" Ucapnya berbinar.
"Kamu!! Dasar pria tidak tahu diri!!! Ayah kamu sakit-sakitan, dan kamu juga sudah punya tanggung jawab, mengapa bisa bertindak seburuk itu pada anakku!!!" Dong Fi yang geram berniat untuk memukul pria muda yang menjadi ayah dari anak yang di kandung oleh Fi Chan. Dia sudah bersiap menarik kerah kemeja Gerald, dan mengambil ancang-ancang untuk memukulnya.
Tapi tangan Fi Chan buru-buru menyeka ayahnya.
"Tidak ayah!! Jangan pukul dia, dia sudah mau bertanggung jawab, jadi.. berikan kami kesempatan.."
Setidaknya keluargaku tidak lagi di buat malu..
Begitulah benak Fi Chan.
Dong Fi menatap kedua mata Gerald dengan tajam, lalu memutuskan untuk menuruti perkataan putrinya.
Dia melepas tangan kirinya dari kerah kemeja Gerald, dan beralih bicara pelan-pelan.
"Baik, kalau kamu memang bertanggung jawab pada putriku, maka ceraikan istri kamu, dan nikahi anak saya!!"
"Aku akan mengurus perceraian ku dengan Zhana setelah aku dan Fi Chan resmi menikah."
"Aku tunggu janjimu!!"
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1
Yuhuuuuyyyyy..
Terima kasih yang sudah setia ngikutin sampai di sini, salam sayang dari saya.. 😘😘😘😘