
Lishian memukul meja makan yang terbuat dari kayu, lalu membuat Liyana dan Goyuan terkejut.
" A ??" ( Liyana dan Goyuan terkejut ).
Tapi bukannya mereka peduli pada Lishian, mereka malah hanya memandang pria itu sekilas, lalu mengacuhkannya kembali.
Lishian yang saat itu benar-benar emosi, akhirnya memilih untuk menyambar gelas di dapur dan kemudian menuangkan air sampai penuh. Dua orang itu masih saja asik dalam kemesraan.
Gluk gluk gluk.
Lishian menghabiskan dengan segera satu gelas air tersebut, dan kemudian pergi menjauh dari mereka berdua.
' Dasar kurang ajar !!'
Lishian terduduk dan mengatur detak jantung serta nafasnya yang setengah memburu. Dia sama sekali tidak merasa di hargai oleh dua orang ini.
Hosh Hosh Hosh..
Lalisa yang melihat sesuatu yang aneh itu akhirnya mencoba menanyakan secara langsung pada Lishian perihal apa yang telah terjadi padanya.
" Tuan ?? Apa anda baik-baik saja ??"
" Aku baik.." ( bohong ).
" Baguslah, atau mau istirahat dulu, nanti aku buatkan makan malam yang cocok untukmu.."
Lishian berbalik menatap Lalisa yang memang terlihat anggun dan menawan itu. Dia menciumi punggung tangan Lalisa yang halus dan juga bersih, lalu ingin beralih ke bibirnya.
Tapi..
Arkh !!
Ini sama sekali tidak bisa.. kenapa yang ada di depannya ini malah berubah menjadi seorang wanita yang.. polos itu !!
Liyana..
kamu benar-benar telah menjadi hantu..
" Kenapa ?? Kenapa berhenti ??"
Lishian memalingkan muka. Dia tidak bisa menyentuh wanita ini seperti dulu, dan juga seperti yang dia mau. Wanita ini bahkan tidak bisa membuat dirinya berbohong, kalau dia, merasa jijik padanya.
" Tuan ?? Kenapa tidak jadi ??"
" Perutku lapar, buatkan aku makanan yang cocok untuk makan malam, aku ingin sesuatu yang segar.."
" Baik tuan, aku akan membuatkannya untukmu, tunggulah di sini.."
Lalisa bangkit dan pergi meninggalkan Lishian sendirian. Dia menuju arah dapur yang pada saat itu, Liyana dan Goyuan pun sudah sangat siap dengan kemampuan aktingnya yang sederhana.
__ADS_1
" Sekarang Lalisa yang datang.." ( berbisik ).
" Mau aku masakkan apa lagi ?? Mumpung aku sedang di hati bebas, aku ingin berbaik hati pada tuan dan melayani tuan sebisaku.."
Lalisa melirik dua orang ini. Wajahnya berubah menjadi datar tanpa ekspresi, sementara hatinya yang lebih banyak bicara.
' Apa tuan kesal karena hal ini ?? Apa tuan tidak mau menyentuh aku juga karena gadis ini ? Mungkinkah tuan tadi mencoba menyentuhku hanya ingin melampiaskan semuanya padaku ?? Tapi tetap saja, dia tidak bisa, karena dalam otaknya hanya ada gadis naif itu..'
Dia berjalan menuju arah kompor yang saat itu juga menjadi tempat Liyana dan Goyuan bermesraan secara manja.
' Gadis ini bukan hanya membuat tuan Lishian terpesona, tapi juga berhasil menarik perhatian tuan Goyuan, sebenarnya apa yang di lakukan gadis ini pada mereka berdua..'
Tak !?
Meletakkan alat masak di kompor.
Liyana menoleh ke arah Lalisa dan kemudian bicara..
" Eh, nyonya Lalisa.. apa anda ingin memasak sesuatu ?? Maaf, ya.. aku hanya memasak sedikit masakan hanya untuk tuan Goyuan dan juga aku, aku pikir kalian berdua tidak akan menyukai masakanku, jadi aku memilih memasaknya sedikit saja, hanya untuk kita berdua.."
" Mengoceh saja terus !! Kamu bahkan terlihat lebih pantas bersanding dengan Goyuan dari pada dengan tuan Lishian.."
" Iya, jujur saja, aku sudah tahu apa yang membuat kakak merasa kalau Liyana ini begitu memikat, rupanya karena dia begitu lihai dalam memulai, dia sangat lincah dan berhasil menggoda pria hanya dalam sekejap."
' A ?? Benarkah ?? Mungkinkah tuan Lishian memang suka permainan bocah tengil ini ??'
" Dan aku, sama sekali tidak keberatan padanya kalau dia mau memberikan wanita ini untuk dua atau tiga malam berikutnya.."
" Baiklah, hati-hati ya, aku tidak mau tangan kamu sampai kepanasan.."
" Tidak akan, itu tidak akan terjadi.."
Liyana mengangkat panci kecil berisi makanan yang lezat hasil buatannya dengan bantuan tangan Goyuan. Iya.. sebenarnya laki-laki itu hanya membantu mengganggu saja. Huhh !! Demi kelancaran balas dendam, Liyana rela melakukan apapun.
" Awas hati-hati, jangan sampai tumpah.."
Liyana sesaat sudah sampai di area ruang tengah, dan mendapati seorang Lishian yang terpaku tak bergeming.
" Hati-hati, jangan sampai kamu mengacaukan makan malam ku.."
" Iya, aku tahu, aku tahu kamu sangat tidak sabar.." ( meletakkan panci di atas meja ).
" Sudah, hemm.. sepertinya ini sangat enak.."
' Cihh.. mereka sedang menggodaku rupanya..'
Masih dalam posisi yang sama, hanya sesekali saja matanya melirik dan kemudian kembali lagi pada posisi semula.
Liyana duduk bersebelahan dengan Goyuan, dan tampak sekali sesekali menunjukkan kemesraan mereka berdua. Sementara Lishian ? Apa lagi yang bisa dia lakukan selain marah dalam hati, lalu melampiaskan dengan cara diam.
__ADS_1
" Umm.. enak sekali, kamu sangat pandai dalam hal memasak. Kenapa tidak mencoba membuat bisnis kuliner saja ??"
" Kau kan tahu hidupku selalu di kekang, jadi aku tidak akan mungkin mewujudkan impian yang satu itu. Aku akan fokus untuk menulis saja.."
Menyuapi..
" Kamu suka ??"
" Aku suka, tapi lebih suka lagi kalau.." ( mengangkat tubuh Liyana ).
" Eh ?? Tuan mau apa ??"
Goyuan memangku tubuh mungil itu dan membiarkan dia diam di sana.
" Mungkin posisi ini lebih baik.."
" Tuan.. bisa saja.."
' Pria ini, yang dia lakukan bukan hanya sekedar akting, lebih tepatnya, mengambil sedikit kesempatan saat ada peluang..'
Yang di samping terlihat mulai gundah. Sesekali dia mengepalkan tangan dan mendiamkan suasana hatinya yang sangat kacau. Ingin sekali menonjok wajah adik sepupunya itu dengan tonjokkan yang mematikan. Arkh !? Mungkin membuatnya terbaring koma untuk sejenak sangat memuaskan. Sebelum mati harus di beri rasa sakit dulu bukan ??
Hhh..
Apa yang sedang kamu pikirkan Lishian ?! Pria yang berpikir kritis dan terlalu berlebihan, itulah kamu..
Tap tap tap tap tap.
" Tuan, makanan sudah siap.."
Lalisa meletakkan semangkuk sup yang segar, sesuai permintaan Lishian.
' Mau bermain denganku, kalau begitu, mari kita mulai..'
Tatapan Lishian terlihat sinis, dan membuat tiga orang di depannya sedikit bergeming. Arkh !! Tatapan memburu itu sudah siap membuat semua orang di sana di habisi.
' Tunggu saja, ingin lebih mesra, maka aku akan tunjukkan siapa yang paling hebat untuk urusan wanita di sini ?!'
Lishian menatap Lalisa dengan tatapan yang penuh godaan, dan tidak ingin membuang waktu untuk kembali membalas dendam pada dua orang itu.
" Kenapa tidak berpikir untuk menyuapi aku sekarang ??"
" Tapi, bukankah.."
Lishian tak berpikir panjang. Segera setelah dia meraih tangan Lalisa, dia langsung menarik wanita itu dalam pangkuannya, dan mengajaknya bercumbu. Di sana !!
" Eh, tuan ??" ( pura-pura terkejut ).
" Diamlah, kamu terlalu banyak bicara.."
__ADS_1
Cup !?
" A??"