
"Hemp!"
Pria itu masih berdiri di jendela kamar utama miliknya. Dia beserta rombongannya sudah tiba di pulau sekitar pukul 18.00.
Meski masih banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab oleh Lishian tentang masa lalu para orang tua itu, dan ada berapa banyak rahasia yang belum bisa dia ungkap, tapi kejutan kali ini, justru seakan telah mengalahkan ribuan pertanyaan di masa lalu.
Arliyana, mana mungkin gadis itu, gadis yang aku cintai itu, rupanya..
Cklek!
Terdengar suara seseorang membuka pintu.
"Huhh!!"
Lishian menoleh, dan melihat seorang gadis cantik nan manis tengah berkeluh kesah sambil melangkahkan kakinya menuju ranjang mereka.
Brukk!
Lishian tersenyum, tapi senyum dia kali ini agak kecut! Entah mengapa, dia begitu miris tatkala mengetahui fakta sebenarnya tentang gadis dalam kamar miliknya ini.
Terlebih lagi, saat ini, gadis bernama Arliyana itu tengah berjuang untuk merawat anak dalam kandungannya hasil hubungan tanpa status dengan dirinya.
Huh!
Apa yang sebenarnya terjadi? apa yang sedang mencoba di pikirkan oleh Lishian tentang gadis ini? mengapa dia mendadak menjadi setakut, namun juga seiba ini pada Arliyana?
Lishian mendekat ke arah Arliyana, dan berpura-pura untuk tidak mengetahui apapun soal gadis ini.
"Kau lelah?" tanya Lishian memeluk gadis itu.
"Ya! aku sangat lelah, aku juga ingin makan kepiting raja Alaska secara tiba-tiba. Huh! apa ini karena anak kamu yang memintanya?" wajah tanpa ekspresi.
"Kau mau?" tanya Lishian dengan penuh kelembutan.
Tidak pernah di sangka, kalau pria yang bisa bermain dengan beberapa wanita sebelum Arliyana, ternyata bisa memiliki aura selembut dan seperhatian ini pada gadis miskin itu.
"A?" wajah bingung karena melihat reaksi Lishian padanya yang tidak biasa.
"Um? kamu kenapa? kenapa diam?"
"Kamu, sekarang aneh..."
"Aneh kenapa?"
Arliyana terdiam. Dia memalingkan muka usai tahu betapa bodohnya dia mengatakan kata aneh pada pria itu.
Tentu saja Lishian akan perhatian padanya. Ini kan karena anak dalam kandungan Arliyana. Yah! Hanya demi anak ini bukan?
"Huh!" ekspresi yang kemudian berubah tidak menentu.
"Sekarang eskpresi kamu mendadak sedih. Apa itu karena anakku juga?"
"Entahlah! Aku.. tidak perlu bicara apapun! aku tidak mau bicara apapun!"
Dasar! apa dia tidak tahu kalau aku...
__ADS_1
"Baiklah, meskipun kamu tidak mau bicara apapun, tapi mau ya makan kepiting raja Alaska, aku selalu menyimpan persediaan di dapur, karena aku suka kepiting raja Alaska juga.." memeluk dan mengelus perut Arliyana, "mungkin anak dalam kandungan ini, akan lebih mirip ayahnya.."
Diam-diam Arliyana tersenyum merona. Padahal hanya kata-kata seperti itu saja, tapi entah kenapa dia begitu senang mendengarnya.
"Baiklah, aku akan memasaknya untukmu.."
"Apa tuan Lishian bisa memasak?"
Ya jelas saja Arliyana bertanya demikian. Mengingat beberapa bulan semenjak dia bersama Lishian, dia tahu kalau pria ini bukanlah ahli dalam bidang tersebut.
"Hehe.. kamu yang masak.."
"Baiklah!" hendak bangkit namun...
"Tunggu dulu.."
Arliyana menoleh ke arah Lishian yang masih memeluknya, "ada apa?"
"Aku tidak mau kamu berpikir untuk pergi dari sisiku lagi.." ucapnya dengan wajah cemasnya.
"A?" ekspresi bingung.
Pria ini, mengapa mendadak begitu aneh?
"Tuan.."
"Dan lagi, jangan panggil aku tuan, aku..." Tidak sanggup melanjutkan..
"Aku apa..."
"Sudahlah, jangan bicara lagi.." berbalik memeluk.
"Arliyana, kamu..." Semakin tidak sanggup.
Bahkan pria yang terkenal pengusaha bak mafia itu rupanya masih bisa luluh di depan gadis muda yang berusia cukup jauh darinya.
"Tuan, akan ada waktunya aku harus pergi, dan saat itu terjadi, aku harap, kamu bisa merelakan aku dan anak kita pergi dari sisimu. Ingatlah Tuan, aku ada di sini karena kontrak perjanjian kita.. Dan Tuan, anda masih memiliki hutang pada saya.."
Lishian membangunkan tubuhnya dari pelukan Arliyana, dan menatap kedua mata Arliyana penuh kekecewaan.
Apa dalam otak kamu, hubungan kita berdua yang sampai menghasilkan anak ini, hanyalah sebuah kontrak perjanjian?
"Kau sudah pernah berjanji padaku, kalau kau akan mengungkap soal kematian ayah dan ibuku waktu itu.." ucap Arliyana penuh pengharapan.
"Arliyana, kalau aku bilang, aku sudah tahu apa yang terjadi pada ayah kamu, apa mungkin setelah itu, kamu akan pergi dariku?" dia sebenarnya berharap Arliyana bicara tidak!
Arliyana menundukkan kepalanya. Sedikitpun, dia tidak pernah ingin pergi meninggalkan Lishian sendirian. Ya! Pria ini memang sebatang kara dalam hidupnya!
Tapi...
Apa pria ini tulus mencintai dia?
Hiks hiks hiks...
Entah bagaimana konsepnya kenapa tiba-tiba saja gadis ini menangis. Dia secara tidak sadar telah menunjukkan kesedihannya tentang takdir hidupnya yang begini.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan jawab pertanyaan dariku, kau ingin makan kepiting raja Alaska bukan? kalau begitu, ayo kita turun, dan memasak bersama. Mereka semua pasti sedang menunggu kita.."
Gadis itu hanya mengangguk untuk menjawabnya.
Sementara, Lishian mengambil ancang-ancang lebih dulu untuk mengusap air mata yang berurai di pipi Arliyana.
Entah apa yang di pikirkan oleh gadis ini, tapi sejujurnya, Lishian harus mendapatkan jawabannya malam ini juga.
"Kita keluar sekarang! Jangan bersedih lagi, demi bayi kecil kita..."
"Ya!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku tidak menyangka kalau Lishian akan melakukan semua ini bahkan setelah dia tahu siapa Arliyana sebenarnya.." Ucap Goyuan sambil menyiapkan semua hidangan di meja makan.
Tentu saja dengan bantuan dari Zixin.
Tak!
"Kau tahu Goyuan? itulah namanya cinta.. bisa menghancurkan segala hal yang menjadi jati diri kita.." ucap Zixin menimbali.
"Yah! entah bagaimana denganku selanjutnya, sepertinya, aku tidak punya kisah manis seperti Lishian dan Arliyana.." Terduduk lesu!
Tapi semua orang terlihat datang ke meja makan, membuat Goyuan akhirnya menyembunyikan wajah galaunya di depan mereka semua.
"Kalau sedang bersama, bahkan makanan satu meja penuh pun bukanlah masalah besar. Iya kan?" ucap Shuimo yang masih duduk di kursi roda.
"Hemp, di mana Lishian?" tanya Ellon berusaha mencari Lishian celingukan.
"Dia ada di atas. Kau tahu? dia akan memberikan kejutan untuk gadis satu milyar miliknya itu." ucap Zixin membocorkan.
"Benarkah!" Mira tampak penasaran.
"Kenapa? Apa Ellon tidak pernah memberikan kejutan untuk kamu?" tanya Shuimo meledek.
Mira hanya terdiam menundukkan kepalanya. Iya! mana mungkin pria ini akan memberikan dia kejutan? Yang ada.. hanya kekangan di malam hari, apa itu bisa di sebut kejutan?
"Baiklah semua, sekarang kita duduk dan nikmati makan malam bersama kita.." ucap Zixin sambil melepas celemek.
Duduk!
Goyuan melihat ponsel di tangannya, berharap sang ayah menghubunginya.
Sejak siang, ayah tidak memberi kabar padanya. Entah apa yang tengah di lakukan Go Shenian sehingga dia berani mengacuhkan anak semata wayangnya itu.
Huhh!
Semoga Go Shenian baik-baik saja!
Ya! Semoga..
...----------------...
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1