Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Calon Mertua


__ADS_3

" Apa harus terkejut seperti itu ?? Harusnya kamu tahu akan hal itu bukan.."


" Kamu ini katanya sedang sakit, tapi ternyata masih bisa mengoceh juga, apa mau aku bungkam sekalian mulut kamu itu.."


" Tidak, tidak.." ( mundur ), " Aku tidak menerima tawaran kamu.."


" Kalau begitu jangan buat gadis kecilku takut. Kamu bahkan hampir membuat dia mundur dariku.."


" Tidak, siapa yang bilang.." ( mulai mengompres luka Goyuan ).


" Ssshhh.. bisa pelan-pelan tidak ??" ( meringis ).


" kamu saja yang tidak tahan, aku melakukannya dengan sangat pelan.."


Liyana dengan kesalnya melanjutkan acara mengompresnya.


" Tuan, kapan aku bisa kembali ke kota X ?? Aku juga harus masuk kuliah, sudah satu pekan aku tidak masuk, dan Mira juga tidak menghubungi aku sama sekali.."


" Seharusnya kamu sudah aman meski kembali ke asrama.."


" Kalau begitu, izinkan aku kembali, ya.."


Lishian tengah asik berpikir, sementara dua orang di depannya hanya saling beradu mulut.


' Mungkin memang ada baiknya kalau Liyana kembali dulu ke sana, aku bisa menyelidiki semua ini sendirian..'


" Bagaimana ??"


" Baiklah, kamu bisa pulang besok pagi, aku sendiri yang akan mengantar kamu.."


" Terima kasih tuan.."


...****************...


" Ayah, dia sudah datang.." ( adik Ellon ).


" Di mana dia ??" ( memaksa berdiri ).


Pria tua itu harus menggunakan tongkat untuk sekedar bangun dari duduknya. Penyakit jantung yang semakin hari semakin memburuk, membuat dia harus membatasi pekerjaan dan pergerakannya.


" Anakku, selamat datang.." ( tersenyum begitu lebar ).


Dengan cepat, kedua tangan tuan Shi meraih tubuh anak sulungnya dan memeluk tubuh Ellon dengan seberat yang dia bisa..


" Hallo, ayah.. bagaimana kabar ayah ?? Maaf meninggalkan ayah selama beberapa hari.." ( penuh kehangatan ).


" Tidak apa-apa.. demi gadis ini, aku rela ditinggal oleh putra sulung ku selama beberapa hari ini.. bagaimana kabar kamu nona Mira ??"


Mira menunduk, memberi hormat pria yang mungkin usianya sudah hampir tujuh puluh tahunan itu. Maklum saja, putra sulungnya saja sudah berusia tiga puluh tahun, sudah bisa di pastikan berapa usia ayahnya bukan..

__ADS_1


" Kabar saya baik, paman apa kabar ??"


" Tentu saja menjadi sebaik ini, tuan N memang sahabat yang sangat baik, dan sekarang, dia dengan cepat menyetujui kembali perjodohan kalian berdua, dan mengirimkan seorang putri yang sangat baik ke dalam keluarga kami.."


Mira dan Ellon tersenyum kecut. Hanya mereka saja yang tahu bagaimana cerita di balik manisnya sikap tuan N pada tuan Shi.


Ellon tidak melupakan adik yang sedari tadi di sampingnya, Gerald..


" Kenalkan, ini adik kandungku, Gerald.."


" Hallo, namaku Gerald.." ( memperkenalkan diri ).


" Aku Mira.." ( tersenyum canggung ).


" Asal kamu tahu saja nona keluarga N, Gerald ini bahkan sudah punya anak dari hasil hubungannya dengan Zhana, entah kenapa anak sulung ku malah tidak mau menikah, padahal dia sudah punya keponakan.."


Gerald tersenyum meledek. Dia memang adik yang suka cari masalah..


' Dasar tua Bangka !!!'


Sindir Mira dalam hati terkhusus untuk pria yang akan menjadi suaminya..


" Jadi begitu, ya.. apa dia memang tidak normal paman ??" ( nada bercanda ).


Yang di ajak bercanda juga malah terlihat solid.


" Hahaha.. aku pikir juga begitu, mengingat dia tidak pernah menginginkan pernikahan.."


" Tidak normal katamu ?? Bukankah kamu sendiri sudah membuktikan kalau aku jauh lebih hebat dari dugaan kamu.." ( berbisik ).


" Iya, maaf, aku salah.." ( sesal ).


" Duduklah, sedari tadi kita hanya berbincang saja, betapa tidak sopannya aku yang membiarkan tamu terus menerus berdiri.." ( lebih dulu duduk ).


" Ayah, sini aku bantu.." ( Gerald menawarkan diri ).


Terduduk.


Yang lain ikut menyusul beberapa saat kemudian.


" Zhana ???"


" Iya ??!!!!" ( berteriak dari dalam ).


" Ambilkan minuman untuk kakak ipar kita.."


" Baik..." ( terdengar menurut ).


" Bagaimana kabar tuan N ?? Apa dia baik-baik saja ?? Rasanya sudah sangat lama dia tidak berkunjung kemari, aku ingin sekali bicara dengan dia saat bertemu.."

__ADS_1


Mira dengan canggung menatap dua mata milik Ellon, seakan meminta dukungan dan kekuatan untuk menjawab persoalan ini..


" Ayah, dia.. dia baik-baik saja, akhir-akhir ini dia memang sangat sibuk.." ( meremas jari jemarinya ), " Dan aku juga tidak terlalu dekat dengan dia, aku kuliah di kota X dan menginap di asrama, jadi tidak tahu lagi apa yang ayah lakukan setelah itu.."


" Begitu, ya.. kalau begitu, bagaimana tentang rencana pernikahan kalian ?? Apa kalian masih ingin menunggu waktu lagi ?? Ingat Ellon, ayah ini sudah cukup tua, dan juga sering sakit-sakitan, sebelum terjadi sesuatu pada ayah, mungkin melihat pernikahan kalian berdua adalah permintaan ayah yang terakhir.."


" Ayah ?? Apa yang ayah bicarakan ?? Jangan main-main dalam berbicara, ayah akan baik-baik saja.."


" Bahkan jika ayah akan baik-baik saja, ayah tetap saja akan mati, tolong, turuti permintaan ayah kali ini, jangan menolak perjodohan ini, dan segeralah untuk menikahi Mira.."


Ellon tertunduk dengan sedih. Hatinya berkecamuk mendengar pemaksaan yang di lontarkan oleh si pemilik rumah ini. Iya.. menikah, tapi untuk menyelamatkan nyawa ayah, setidaknya dia bisa membuat nyawa tuan Shi sedikit lebih lama lagi.


" Aku akan segera bicara dengan tuan N.."


' Dan dia akhirnya menyetujui pernikahan kami berdua.. Ellon, sebisa mungkin, aku akan bertanggung jawab atas semua yang ayahku lakukan pada keluarga kalian..'


Gadis itu menatap lekat Ellon yang berada tepat di sampingnya.


" Bagus kalau begitu, aku jadi lega, tolong, kalau terjadi apa-apa padaku suatu hari nanti, tolong jangan buat dia kembali ke masa lalu yang kelam. Jaga dan lindungi putra sulung ku ini bersamamu, aku tidak tenang jika dia hidup sendirian.."


" Baik, tuan.."


' Apa kata baik yang di ucapkan Mira artinya dia sedang berjanji ?? Mira, apa yang kamu katakan..'


" Sekarang aku sudah sangat senang, terima kasih atas kemurahan hati nona.."


" Tuan, jangan seperti itu, jika memang anda yakin saya adalah menantu yang tepat, tolong jangan sungkan padaku.."


" Baik, aku mengerti.."


Zhana keluar dari dapur, dan berjalan menuju arah keluarga besarnya..


" Hallo, apa anda yang di maksud ayah sebagai kakak ipar saya ??"


Tanya wanita itu beberapa saat kemudian usai dia meletakkan tiga cangkir kopi dan satu gelas air kosong di atas meja.


" I-iya.." ( nada canggung ).


' Apa ini calon adik iparku ?? Usianya bahkan jauh lebih tua dariku..'


" Aku Zhana, istri Gerald, tidak menyangka kalau aku akan mendapat kakak ipar yang masih begitu imut.." ( tersenyum senang ).


" Zhana, duduklah, ayah ingin bicara pada kalian semua.."


Zhana hanya menurut saja kemauan ayah mertuanya itu. Dia memang menantu yang sangat baik..


" Baik, ayah.." ( duduk di sisi Gerald ).


" Katakan apa yang ingin ayah sampaikan pada kami.."

__ADS_1


" Begini, karena Ellon dan nona Mira ini sudah setuju untuk menikah, maka sesuai kehendak ayah, ayah akan segera membagikan harta warisan pada kalian berdua.."


Yang lain hanya terdiam bingung.


__ADS_2