
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Arliyana di penuhi oleh kecemasan.
"Huhh! dia memang orang yang sangat mudah untuk di tipu! sudah tahu Dong Fi bukan orang yang bisa di percaya, pria itu juga sudah menipunya, dan dia sendiri juga sudah tahu semua itu, tapi kenapa masih saja tidak mengerti?"
Yang di dalam pelukan terlihat tidak mengerti apapun.
"Lishian, sebenarnya apa yang sedang kamu bicarakan?" tanya si wanita dengan polosnya.
"Yu Huo tewas!" ucap Lishian sambil berlalu ke dalam rumah yang sudah agak hancur.
"Apa!? Tuan Yu Huo tewas!? bagaimana mungkin!?" sekarang wanita itu terlihat begitu ketakutan.
Lishian menyambar jas di atas sofa, dan memakainya.
"Dia dan dua orang suruhannya di bom habis-habisan di dalam ruang kerjanya."
"Apa!?" mendengar pernyataan itu, Arliyana sontak tidak bisa lagi berkata-kata.
Rasanya entah apa..
"Huh! sayang.." meraih pundak Arliyana, "aku akan terbang ke sana, memastikan apa ada hal lain yang perlu aku urus, aku juga harus menghubungi Yu Shen untuk segera terbang ke sana!"
"Yu Shen? bukankah dia masih bersama dengan ayahnya?"
"Tidak! dia memilih untuk meninggalkan ayahnya dan mengikuti aku sejak satu bulan yang lalu.."
"Lalu di mana dia sekarang?!"
"Dia sudah berada di luar negeri, sedang mengurus semua dokumen milikku di sana, jadi aku harus segera menghubungi dia!"
"Baiklah, apa aku juga harus ikut?"
"Tidak! kamu tidak perlu ikut! kamu sedang hamil, tidak baik melakukan perjalanan udara di saat hamil."
"Tapi.."
"Tenanglah, dia bukan ayah kamu, atau pun ayahku, iya kan?" ucap Lishian sedikit menenangkan.
"Kalau begitu, berhati-hatilah, jaga diri kamu baik-baik, di sana bukanlah tempat yang aman untuk kamu! dan berjanjilah untuk pulang demi anak dalam kandungan ini.." Mengelus perutnya yang masih rata.
"Ya!" tersenyum, "aku akan pulang dengan selamat demi bayi kecilku dan ibunya.." Mengusap perut Arliyana penuh kasih sayang.
Dan tersenyum pada wanita itu..
"Kamu gadis kecil yang sebentar lagi akan melahirkan anak-anak kita, maaf telah mengacaukan masa-masa remaja kamu!"
"Apa yang kamu bicarakan!? sekarang tidak penting membahas masalah itu, sekarang adalah waktunya kamu pergi!!" mendorong keluar.
"Iya, iya, jangan rindukan aku, ya..."
"Tidak! kamu tidak akan pernah aku rindukan!" agak tidak sadar.
"Benarkah?" berbalik, dan memeluk..
"A?!" bingung.
Cup!?
Memberi kecupan singkat di bibir Arliyana..
"Jangan bilang kalau kamu hanya merindukan ciuman dari bibirku saja!"
__ADS_1
"Apa!? tidak! itu tidak akan mungkin kan!?" memalingkan muka.
"Aku tahu kamu akan merindukan aku, jadi sebelum aku pergi, bisakah memeluk aku dulu? hitung-hitung sebagai tabungan dalam satu Minggu ke depan!"
"Apa???!!" terkejut yang sangat berlebihan, "satu Minggu katamu??"
Mengangguk, "iya, memangnya kenapa?"
"Kamu tidak bilang satu Minggu di awal berbicara.." agak kesal.
"Aku baru saja bilang, boleh kan?"
"Kamu memangnya mau mengurus apa lagi di sana? bukankah setelah acara pemakaman Tuan Yu Huo, kamu akan langsung pulang? atau kamu juga ingin melihat mantan tunangan kamu juga?"
Sang pria tersenyum. Bagaimana pun Arliyana mencoba menyembunyikan kekesalannya, tetap saja dia tidak bisa di bohongi.
Wanita ini takut rindu, juga takut Si Fi Chan akan mengganggu calon suaminya lagi. Dia pasti sangat cemburu.
"Baiklah, aku akan segera pulang.." memeluk dari belakang.
"Janji?!"
"Janji!"
Si wanita tersenyum puas. Dia akhirnya berinisiatif untuk berbalik, dan menghadapkan tubuhnya pada pria itu.
Lalu..
Cup!!
Singkat saja..
"Itu hadiah dariku untukmu.. jaga diri kamu, ya.."
"Aku mengerti!"
Arliyana melepas pelukan manjanya pada Lishian, karena dia tahu pria ini bukanlah tipe pria yang bisa di ganggu. Lishian memang orang yang sangat sibuk.
"Baiklah! aku pergi.." berjalan ke arah pintu keluar.
"Dah.." melambaikan tangan.
"Bye!"
Dan akhirnya, bayangan Lishian semakin menjauh, lalu tidak terlihat lagi.
Huhh!
Perasaan apa ini? apa ini rasanya saat kita sudah terikat oleh seseorang dalam suatu hubungan? apa ini yang di maksud mencemaskan seorang ayah dari anak yang ada dalam kandungan saat pergi jauh dari kita?
Ya!
Arliyana kini telah merasakan semua itu. Cinta yang datang karena sebuah hutang yang menjerat dirinya, hingga harus merelakan kesuciannya di renggut oleh seorang pria bernama Lishian.
Pria yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Pria yang paling dia benci pada mulanya, yang selalu menjerat Arliyana dalam sebuah hubungan tanpa status.
Dan satu lagi sebuah pelajaran..
Ternyata, cinta adalah sebuah ruangan. Di mana, saat kita harus masuk, maka apa yang ada di dalam ruangan itu, kita harus menerimanya..
Begitu pula dengan dia, seorang pria yang di takdirkan memiliki banyak wanita penggoda dalam hidupnya, nyatanya Arliyana tetap harus menerima kehidupan lama Lishian yang begitu buruk!
__ADS_1
Tapi apa wanita itu menyesal?
Justru hatinya makin terikat, makin mencinta, pun makin merindu..
Mungkin itu sedikit gambaran tentang perasaan Arliyana saat ini..
πππππππππ
Sementara itu, Lishian telah menuruni kapal miliknya, dan mulai menaiki mobil untuk segera tiba di bandara.
Dengan ekspresi wajah yang lumayan datar, ya.. dia memang tidak pandai dalam berekspresi.
Apa informasi tentang ekspresi yang datar itu agak penting?
Mungkin, tidak begitu penting!
Arkh! sudahlah!
Kembali lagi pada pria itu setelah memasuki mobil menuju bandara.
Dia mengambil ponsel di sakunya, dan mencoba untuk menghubungi anak kandung Yu Huo, berharap Yu Shen juga segera tahu apa yang terjadi pada ayahnya.
Menghubungi Yu Shen..
"Halo!? ada apa kakak?"
"Yu Shen, kamu sudah dengar berita tentang ayah kamu!?"
"Berita apa? aku tidak mendengar apapun tentang ayah, apa ini sebuah berita penting?"
"Tuan Yu Huo, dia telah tewas!"
Ucapan Lishian yang sebenarnya tidak terlalu dalam itu nyatanya berhasil membuat Yu Shen seketika terdiam.
Ponsel di telinga Lishian tidak menunjukkan apapun, atau menangkap suara apapun di seberang. Mungkin Yu Shen begitu terpukul atas kejadian yang menimpa ayahnya.
Ya!
Itu sudah pasti!
"Huhh!" Lishian memilih untuk menutup sambungannya, mencoba memberi ruang khusus untuk Si Yu Shen itu.
Bagaimanapun juga, Yu Huo tetaplah ayah kandung Yu Shen, meskipun pria itu telah meletakkan beberapa kekecewaan di hati Yu Shen.
Semoga anak itu tidak mengalami tekanan batin yang kuat!
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Apa? Apa nyonya benar-benar ingin menculik anak gadis itu?"
"Tentu saja! kenapa tidak? dia bahkan bagaikan baterai bagi Lishian. Jika anak itu mati, maka Lishian juga akan mati rasa!" ucap Zhe Ruan di tengah-tengah para pelayat di rumah Yu Huo yang telah mengalami kerusakan di bagian lantai dua.
Mereka bicara dengan lirih, dan sebisa mungkin tidak membuat orang lain curiga.
"Nyonya, tapi kan Nona Arliyana adalah anak kandung Nyonya, bagaimana bisa..."
"Kenapa memangnya?" Zhe Ruan memberi penekanan pada pria itu, "bahkan sekalipun Yu Shen yang akan menghalangi jalanku, maka aku tidak segan untuk membunuhnya!"
Ucap Zhe Ruan dengan mantap!
"Bawa anak gadis itu padaku, atau kepala kamu yang akan aku penggal!!"
__ADS_1
πππππππ