Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Kejar-Kejaran


__ADS_3

"Qian, cepat cari tahu siapa Liyana yang sebenarnya.."


"Baik!"


Bip!?


Lishian tidak berpikir panjang terlebih dahulu. Dia ingin sekali mengetahui apa yang terjadi pada masa lalunya dengan Liyana. Kenapa gadis itu bisa berfoto di depan rumah yang sama.


Mungkin bagi orang yang tidak berpikir hanya akan menganggap semua ini kebetulan saja. Tapi yang Lishian tahu dalam hidupnya tidak ada yang namanya kebetulan. Sudah pasti ada cerita menarik di balik foto itu.


Cklek.


Gadis itu datang.


Lishian berpura-pura tidak tahu apapun. Dia memaksakan ekspresi di wajahnya untuk berubah sepersekian detik.


"Aku hanya beli sedikit nasi dan ayam, apa kamu mau?"


"Aku tahu gajimu sangat sedikit, mana bisa aku memaksa kamu untuk membelikan aku makanan yang mahal.."


Beranjak dari tempat tidur dan terduduk di meja belajar Liyana, lalu mengangkat kakinya tinggi-tinggi.


Liyana melirik kelakuan pria tua itu, dan mencoba menyindir nya.


"Sungguh tidak sopan! Aku baru kembali membelikan kamu makanan, tapi kamu malah bersikap senonoh di meja belajarku."


"Bersikap senonoh? Aku hanya menaikkan kakiku di atas meja saja, apa itu bisa juga di katakan senonoh?"


"Terserah apa katamu.."


Brakk!!


Meletakkan makanan di atas meja.


"Ini punyamu.."


"Lalu di mana punyamu?"


"Aku sudah makan tadi."


Berbaring dengan santai di atas kasur.


"Sudah makan? Kamu pergi makan sendirian?"


"Aku bertemu dengan kak Chen." ( muka datar ).


"Chen? Pria yang saat itu ingin menjual kamu di bar itu?"


"Iya, sejak siang dia terus mencoba untuk menemui aku, dan tadi, aku memberinya waktu untuk bicara.."


"Apa yang kalian bicarakan?"


"Kenapa jadi posesif? Apa urusannya denganmu?" ( jawaban judes ).


"Tentu saja itu urusanku," menurunkan kakinya, "kamu kan wanita milikku, jadi tidak boleh ada pria lain yang bertemu denganmu tanpa seizinku."


"Hhh.. tidak adil!!" ( menggerutu ).


"Apa katamu?"


"Tidak!! Aku tidak apa-apa.."

__ADS_1


Berbalik dan mengacuhkan Lishian.


Merasa sangat di acuhkan sejak perbincangan satu jam yang lalu, membuat Lishian merasa kalau gadis itu benar-benar marah padanya. Apa perlu dia bicara secara terus terang mengenai rencananya membangun masa depan dengan gadis itu?


Huhh!!


Sebaiknya jangan dulu. Dia harus meminta bantuan Goyuan untuk mempersiapkan gadis ini sejak dini. Dia butuh pertahanan yang kuat.


Kamu masih belum siap mendampingi aku, gadis kecil, sebelum kamu tahu seberapa berat masalahku dengan orang lain, akan lebih baik kalau kamu lebih dulu mempersiapkan diri.


"Masih marah?"


Mendekati gadis itu, dan mencoba memeluk tubuhnya dari belakang.


"Jangan sentuh aku!! Kamu sudah menyiksa aku selama dua jam, dan sekarang, kamu masih ingin menyiksa tubuh kecilku lagi?"


Dasar gadis mesum!! Apa aku selalu terlihat seperti itu di otaknya?


"Lepaskan aku!!"


Liyana menyingkirkan tangan Lishian yang memeluk pinggangnya dengan sangat erat.


"Jangan dekati aku dulu, tuan!! Apa kamu tidak mengerti!!"


Liyana berbalik dan menatap mata Lishian dengan penuh gejolak kemarahan.


Sementara Lishian hanya terdiam mendapati sosok Liyana yang begitu menentang dirinya. Maaf Liyana, bukan maksud Lishian untuk tidak menghargai kamu. Hanya saja, dia perlu waktu untuk membuat kamu lebih pantas mendampinginya.


Cup!?


Tapi kecupan Lishian yang mendarat dengan sempurna di kening Liyana, berhasil membuat gadis itu luluh. Iya.. pesona seorang Lishian memang bisa meluluhkan hati wanita manapun. Apalagi gadis seperti Liyana..


"Aku tidak tahu apa alasan kamu marah padaku, tapi tolong, jangan begini lagi.."


Cup!?


"Memangnya kamu orang yang perhatian? Aku juga tahu kalau kamu tipe pria yang dingin, mana tahu apa yang membuat aku kesal. Sudah, lah!! Aku mau tidur, awas!! Pergi sana!!"


"Tidur? Petang begini kamu mau tidur?"


"Tentu saja, memangnya mau apa lagi?"


"Tidak!! Jangan lakukan!! Aku akan membawa kamu belanja, bagaimana?"


"Sudah menjelang malam, kamu ingin membawaku belanja? Apa kamu sudah gila?"


"Kalau besok, mungkin kamu tidak bisa, kamu kan punya kelas pagi."


"Memangnya untuk apa belanja? Apa kamu hanya ingin membuat aku berhenti marah saja.."


"Kamu lupa? Kita harus menghadiri acara pertunangan Fi Chan dengan Yu Shen, dan hari esok, kamu punya kelas pagi dari jam delapan sampai jam dua belas, setelah itu, kita harus segera berangkat ke bandara untuk terbang ke kota S. Tahu sendiri kan berapa lama kita harus menempuh perjalanan itu."


"Rupanya kamu sudah merencanakan semuanya sematang itu."


"Tentu saja, aku juga ingin melihat kejutan apa yang akan di berikan calon mertua kamu pada kita berdua."


"Maksud kamu?"


"Jangan banyak bertanya, cepat bersiap dan bawa aku pergi dari sini.."


"Tapi bagaimana caranya membawa kamu pergi? Satu langkah saja kamu keluar dari kamarku, maka kita berdua akan di telan mentah-mentah oleh bibi Chu.."

__ADS_1


"Jangan cemas, aku punya cara.."


...****************...


Tak tak tak tak tak..


Langkah kaki dua orang itu terdengar bersahutan menuju arah luar gedung asrama. Beberapa orang yang tidak sengaja berpapasan dengan Liyana terlihat begitu penasaran dengan seseorang di sebelahnya.


"Tuan terlihat sangat cocok.."


"Ini keadaan terpaksa.." ( menutup wajahnya ).


Untung saja Liyana punya sweater panjang, dan terlihat bisa menutupi sebagian besar tubuh Lishian yang begitu tegap.


Pria itu menutupi seluruh permukaan kepalanya menggunakan syal dan keluar sebagai seorang wanita. Oh iya, jangan lupakan juga kacamata hitamnya, ya..


Hahaha..


Salah sendiri, kenapa bersikeras untuk masuk dan mencoba tinggal di asrama perempuan. Kan jadi susah sendiri ujungnya..


"Huhh! Berhasil keluar!!"


Liyana menghembuskan nafasnya dengan kasar usai mereka berjalan menjauhi asrama.


Lishian membuka semua aksesoris di tubuhnya, dan hanya menyisakan kaus hitamnya saja.


"Haha, tuan anda sangat cantik saat memakai pakaian wanita, mungkin anda lebih cocok jadi wanita dalam semalam, pasti banyak pria yang memberimu.." ( meledek dengan puas ).


"Terserah apa katamu, yang jelas, aku sangat senang bisa melihat kamu tertawa.." ( mendekat ).


Cup?!


Mencium sekilas bibir Liyana, lalu pergi mendahului Liyana.


Huhh!!


Pipinya terasa sangat panas.


"Tuan mau meninggalkan aku?"


Lishian terhenti kala pertanyaan itu keluar dan membuat dirinya merasa bersalah.


Membalikkan badan.


Tersenyum..


"Kemarilah.."


Bersiap diri menyambut tangan Liyana..


Liyana tersenyum dan berjalan ke arah Lishian dengan sangat manis.


"Siapa yang mau tangan kamu.."


Bergegas pergi..


"Awas kamu!!"


Permainan yang menyenangkan, bukan..


Saat malam tiba, dan kamu masih berada di luar bersama orang yang sangat kamu cintai, lalu bermain kejar-kejaran. Meskipun dengan pria tua, tapi apakah perasaan senang itu tidak pantas di akui?

__ADS_1


Lishian, aku sungguh bahagia saat bersama denganmu, entah kamu juga sama atau tidak, yang jelas, aku ingin memiliki kamu seutuhnya..


"Aku tangkap kau...."


__ADS_2