
Pagi harinya, di rumah Lishian yang letaknya, entah dimana, Liyana pun tidak tahu pasti lokasinya..
Liyana sedang asik mengemas seluruh barang-barangnya di lemari kamar Lishian. Sesuai dengan janji Lishian, dia akan di antar hari ini menuju kota X. Iya.. setidaknya orang tua Lishian di duga tidak melakukan apapun yang membahayakan nyawanya. Huhh..
Itu artinya dia bisa sedikit tenang.
" Hemm.. sudah mau pergi, sesuai dugaanku, tuan akan bosan setelah satu pekan berlalu.."
Mendadak wanita itu sudah berdiri dan bersandar di tembok kamar Lishian..
" Hh.. kamu hanya tidak tahu apapun.."
" Karena aku tahu semuanya, jadi aku katakan padamu.."
" Wawasan nyonya sungguh tidak luas sama sekali.." ( selesai mengemas ).
" Aku tidak menyangka, bahkan saat wanita lain mampu bertahan selama dua pekan, nyatanya kamu hanya bisa bertahan selama satu pekan saja.."
" Hanya saja, aku sedang tidak ingin membandingkan berapa lama kita bertahan, tapi seberapa besar perhatian tuan Lishian padaku dan kamu.." ( menatap dengan tajam ), " dan kamu tahu siapa yang menang.."
Lishian keluar dari kamar kecilnya, dan langsung saja memeluk erat tubuh Liyana yang mungil. Pria itu bahkan tidak sadar ada orang lain yang sedang berada di kamar tersebut..
" Aku akan merindukan kamu.."
Cup !?
Mengecup kening..
" Tuan.. jangan seperti ini, tidak enak di lihat orang.."
Lishian menoleh dan mendapati seorang wanita yang sedang berdiri mematung di sisi tembok. Wanita itu terlihat mengepalkan tangannya dan mencoba menahan emosi yang semakin memuncak.
" Oh ?? Apa ada yang mengizinkan kamu masuk ke kamar ini ??" ( dingin ).
" Tapi tuan.. aku juga dulu pernah tidur di kamar ini meskipun tanpa meminta izin.." ( wajah iba ).
" Cihh.. simpan wajah yang menjengkelkan itu dari depan mataku, aku tidak suka..."
Iya, entah kenapa hanya wajah Liyana yang saat ini masih setia menari di otaknya dan membuat dia terbuai akan keindahan tubuhnya.
__ADS_1
" Entahlah, aku merasa kamu mengacuhkan nyonya Lalisa, itu sungguh tidak baik tuan.." ( meraba dada Lishian yang polos ).
" Nyonya ?? Apa maksud kamu memanggil wanita itu dengan sebutan nyonya ?? Siapa yang menyuruh kamu ??" ( memeluk dengan mesra ).
" Tidak, tidak ada yang menyuruh aku, hanya saja, dia berkata hanya dia yang akan jadi wanita satu-satunya di rumah ini, aku akhirnya memikirkan kalau dia adalah wanita yang paling penting di rumah ini..." ( nada sedih ).
" Asal kamu tahu saja, tidak ada yang lebih istimewa di rumah ini selain kamu.."
Cup !?
Mengecup punggung tangan Liyana..
Sementara, bibir Liyana bergerak membentuk sebuah garis senyum yang tipis, dan mengapa rasanya agak sedikit, mengejek.
' Gadis ini !!!!'
Yang di acuhkan terlihat semakin memerah karena berusaha menahan amarahnya.
" Tidak ada yang bisa menginjak kamu di rumah ini, terlebih lagi membuat kamu harus memanggilnya nyonya, aku tidak suka, jika ada yang membuat kamu seperti itu lagi, katakan padaku, aku mungkin akan menawarkannya pada Shuimo atau Zixin untuk makan malam mereka.."
Dua orang itu tertawa meledek.
" Tidak ada yang boleh mengusik gadis kecilku, termasuk kamu !! Keluar !!" ( nada setengah membentak ).
" Tapi tuan.."
" Keluar sekarang !! Jangan usik gadis kecilku !!"
Dan hentakkan Lishian yang kedua kalinya pada Lalisa berhasil membuat nyali wanita itu ciut. Dia dengan kekesalannya, memilih untuk keluar dan mengalah saja dari dua orang ini. Percuma saja dia terus memberontak. Lishian tidak lagi memihak padanya saat bersama dengan gadis bernama Liyana itu..
" Tuan, kamu berhasil membuat dia merasa takut.."
" Memang sudah seharusnya dia takut, siapa dia berani mengusik ketenangan gadisku.."
Cup !?
Sekali lagi Lishian mengecup tangan Liyana dengan mesra.
" Aku sebenarnya tidak mau kamu tinggal sampai beberapa hari seperti ini.."
__ADS_1
Memeluk dari belakang..
" Tapi kuliah mengharuskan kamu untuk pergi dari tempat ini, ingatlah untuk kembali ke sini, setelah kamu selesai mengerjakan tugas kuliah, aku tidak akan membiarkan kamu jauh lagi dariku..."
" Jika kamu mau, kenapa tidak ikut denganku untuk tidur di asrama ?? Bukankah kamu suka tantangan seperti itu ??"
" Apa kamu mengizinkan aku melakukannya lagi ??"
" Jika kamu berkenan, oh iya.. jujurlah padaku, sebelum aku pergi, aku minta jawaban kamu soal kasus itu .. " ( menatap Lishian dengan wajah serius ).
" Apa yang ingin kamu tanyakan??" ( meraba pipi Liyana yang masih sedikit lebam ).
" Apa kamu benar-benar tidak mempercayai aku dan ayahku ?? Tapi tuan, aku benar-benar tidak mengetahui apapun tentang masa lalu ayahku, aku bahkan tidak tahu kalau dia pernah berbisnis dengan ayah tuan, tuan Yu Huo, dan Tuan Li Shanshan itu.."
" Aku mengerti, aku juga tidak bisa menyalahkan kamu dan ayah kamu hanya karena mendengar pernyataan ayah Yu Huo yang belum tentu benar adanya.."
Cup !?
Mengecup tangan Liyana untuk yang ke sekian kali.
Apa kamu tidak bosan terus melakukannya pada Liyana wahai tuan Lishian yang terhormat !!
Tahukah kamu kalau di hati para pembaca yang jomblo sejujurnya merasa gundah dengan sikap kamu yang tidak jelas ini, kamu benar-benar membuat kami semua pusing !!
Apalagi dengan kemesraan yang selalu kamu tampilkan di depan umum begini, kami semua mengintai Anda tuan Lishian...
" Aku minta maaf sudah mencurigai ayah kamu dan lebih percaya semua perkataan ayah Yu Huo padaku, padahal aku sendiri belum tahu mana yang benar dan mana yang salah, aku janji, akan menyelidiki kasus ini sesegera mungkin.."
" Tuan, satu lagi yang ingin aku tanyakan.." ( kali ini agak ragu ).
" Kenapa ?? Kenapa kali ini kamu terlihat ragu ?? Apa yang sebenarnya kamu pikirkan kali ini ?? Katakan padaku..." ( memegang dagu Liyana dengan lembut ).
" Jika suatu hari nanti, ayah kamu yang bersalah, mungkin aku tidak akan merasakan apapun, karena yang lalu bagiku biarlah berlalu, dan jika mereka memang ada sangkut pautnya dengan kematian ayahku, aku baru akan mempertimbangkannya untuk memaafkan dia atau tidak, tapi tuan..." ( ucapnya terhenti ).
" Tapi apa ??" ( tatapan yang semakin dekat ).
" Bagaimana kalau sampai ayahku yang terbukti bersalah ?? Apa tuan akan memaafkan aku dan ayahku, atau tuan akan menghukum aku dan melemparku pada Goyuan sama seperti yang tuan lakukan kemarin ??" ( wajahnya begitu takut ).
Lishian terdiam sejenak. Dia juga harus memikirkan hal ini bukan ?? Bagaimana jika ayah Liyana yang menipu dunia dan mencoba memanipulasi berita tentang kecurangan itu, dan bagaimana kalau memang dia yang berperan dalam kecelakaan ayahnya saat itu, apakah Lishian masih bisa memaafkan Liyana dan juga ayah Liyana, tuan Yuanda itu, atau mungkin.. dia akan membuat Liyana tersiksa seumur hidupnya untuk membayar kehancuran keluarga Lishian di masa lalu ??
__ADS_1