Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Anak Anjing yang Patuh


__ADS_3

Lishian mendudukkan dirinya di sisi Liyana, lalu dengan lembut mengusap rambut gadis kecil miliknya yang tengah tertidur dengan lelapnya.


Sekali lagi dia pandangi, mengapa rasanya wajah Arliyana semakin cantik dari hari ke hari. Apa gadis ini melakukan perawatan setiap hari?


Arkh!!


Kenapa juga di ambil pusing. Sekarang adalah waktunya untuk tidur, tentu saja untuk merehatkan badan yang seharian penat akibat bergelut dengan soalan dunia. Dan inilah waktu yang tepat untuk melupakan masalah sejenak.


"Agh..." Lishian membaringkan tubuhnya di sisi Liyana, lalu beralih memeluk gadis itu dari belakang.


Makin lama tangannya makin nakal, dan makin tidak bisa di kendalikan. Dia semakin liar, dan mulai mengganggu tidur Liyana yang sangat nyenyak.


"Emh.. Tuan, apa yang kamu lakukan.." Dia masih menutup matanya rapat-rapat, tapi tangan Lishian yang bergerak nakal mulai sedikit membuka kesadarannya.


Lishian semakin tidak mau mundur. Sudah melihat mata Liyana agak terbuka, tentu saja harus memanfaatkan keadaan.


Kini kedua tangannya mendekap dengan erat dada Liyana, hingga rasanya benar-benar sesak. Liyana yang mulai merasa pria ini begitu panas, akhirnya memilih untuk berbalik, dan menatap wajah Lishian dengan tajam.


"Kau mengganggu waktu tidurku tuan.." Katanya sambil mendorong tubuh Lishian menjauh.


"Mengganggu waktu tidur kamu? Apa tidak seperti biasanya..." Tapi pria itu mencoba untuk mendekat kembali, dan melakukan percobaan keduanya lebih beringas.


"Tuan, tapi ini sudah hampir pagi, tidak cukup bagi kamu untuk melakukannya selama dua jam." Ucap Liyana dengan sangat polos.


Sekarang mata Lishian kembali membalas tatapan tajam dari Liyana, dan mulai tidak suka keinginannya di tolak oleh gadis kecil dan mungil itu.


"Kau sudah berjanji kemarin sore.." Ucapnya berhasil menutup semua pembicaraan dengan singkat.


Cup!!?


"Jangan menolak aku lagi, kamu tidak bisa membiarkan aku tersiksa, Liyana.."


"Tapi.."


Cup?!!

__ADS_1


"Umh.."


Pagi itu semuanya terasa begitu indah. Sorot mentari yang tersenyum seakan menyapa mereka berdua yang masih asik bermain dengan mesranya dibatas ranjang.


Bahkan suara des*han yang kian menggoda pun masih terdengar begitu jelas usai matahari datang menyapa pagi mereka yang mengesankan.


Sekali lagi..


Hampir tiga jam!!


...****************...


Goyuan berdiri di depan pintu kamar Lishian. Dia ingin memberitahu sesuatu pada pria itu, tapi langkah kakinya benar-benar terhenti tatkala dia harus mendengar suara-suara racauan yang begitu menakutkan di telinganya.


"Apa aku benar-benar mengalami depresi berat? Oh Tuhan.. Jangan biarkan otak ini selalu bertamasya, aku juga ingin hidup bahagia dengan kewarasanku.."


Dia memilih untuk beranjak dari tempat itu, dan turun menuju aula tengah rumah Yu Huo.


Tak tak tak tak tak. Tak!! Tak!!


Langkah kakinya yang sebelumnya terdengar cepat dan berirama, mendadak di alihkan menjadi semakin pelan, dan juga berirama lirih.


Hal itu membuat dirinya agak merasa, tidak nyaman. Iya.. Dia menginap di sini semalam juga tanpa izin dari Yu Huo. Dia bahkan lupa, kalau tadi malam dia baru saja membongkar semua aib Nyonya Zhe Ruan. Apa daya baginya kalau ternyata tuan Yu Huo lebih percaya pada istri munafiknya itu.


Slurp??!!!


Yu Huo menyeruput kopi di tangannya..


Tak!!


Dan meletakkan kembali di atas meja.


Sementara, Zhe Ruan terlihat seperti sedang menunggu kedatangan Goyuan dari lantai atas. Goyuan tahu kalau dua orang ini pasti akan langsung menghabisinya kali ini.


Apakah dia takut??

__ADS_1


Tidak!!


Sama sekali tidak!!


Semua yang dia katakan memang benar adanya, bagaimana dia akan takut?


"Benar-benar anak tuan Go Shenian yang tidak tahu malu, sudah berani menuduh nyonya besar Zhe Ruan, tapi kenapa masih ada sedikit muka untuk menginap di rumah orang yang sudah dia injak harga dirinya di depan umum." Ucap Zhe Ruan panjang lebar.


Mungkin wanita itu berniat untuk membalas dendam pada Goyuan, karena pemuda itu telah membuat malu dirinya dan keluarganya tadi malam saat pesta di gelar.


Goyuan hanya berjalan saja tidak peduli. Sejujurnya dia benar-benar tidak nyaman harus menghadapi dua orang ini. Apalagi dia memang menginap di rumah ini satu malam. Apa hal itu tidak cukup membuat dirinya kehilangan harga diri?


"Kamu hanya bicara omong kosong saja!!!" Bentak Zhe Ruan berhasil membuat Goyuan berhenti dan berdiri tegak membelakanginya.


"Sekarang pertunangan Yu Shen dan Fi Chan harus gagal gara-gara semua omong kosong yang kamu bicarakan di hadapan mereka. Kamu harus bertanggung jawab atas semua perbuatan kamu Goyuan, apa lagi kamu sampai membawa nama ayah kamu itu.." Ucap Zhe Ruan mulai menebar hawa panas dan penuh emosi.


Yu Huo bangun dari duduknya, dan mencoba bicara di depan mereka berdua.


"Sudahlah, Zhe Ruan, kamu bicara dengan anak anjing, meskipun dia terlihat lugu dan penurut, tetap saja dia punya sifat asli anjing." Ucap tuan Yu Huo yang berhasil membuat amarah di hati Goyuan memuncak.


Pria muda yang sejak tadi membelakangi mereka, akhirnya berbalik dan mencoba menatap dua pasang mata itu dengan marah!!


"Kau barusan bilang kalau aku ini anak anjing?? Lalu apa bedanya anda tuan Yu Huo, yang selalu kalah dalam semua perdebatan antara suami dan istri. Nyonya Zhe Ruan sudah kamu anggap ratu dan pantas kamu turuti, apa kamu bisa di katakan pembela induk anjing yang bermuka dua?" Sekarang giliran Goyuan yang meledek.


"Jaga bicara kamu Goyuan!! Sejak awal, aku tahu kamu hanya punya rencana dengan Lishian untuk menggagalkan pertunangan Yu Shen dan Fi Chan, dengan begitu, harta warisan tidak bisa aku dapatkan, bukan kah begitu?" Yu Huo yang amat kesal tidak merasa kalau dirinya sudah membuka seluruh aibnya pada Goyuan.


Pria muda di depannya tentu saja terkekeh. Pria tua dan istri tuanya pula sedang berusaha menjatuhkan Goyuan, tapi mereka malah mengungkap kejahatan mereka sendiri tanpa rasa malu. Apa itu tidak terlalu lucu?


"Hh.. Anda terlalu berpikir kritis tuan Yu Huo, tujuan saya datang dan membuka semua kelicikan nyonya Zhe Ruan padamu adalah, untuk membuka mata hati kamu, yang sudah lama buta akibat wanita ini!! Tapi kamu sendiri rupanya hanya pria bodoh yang mengikuti umpan pemberian istrimu saja. Kau bahkan jauh lebih bodoh dari binatang!!" Ucap pria muda itu dengan santai namun terdengar begitu jelas menyindir Yu Huo.


Setelah itu, Goyuan akhirnya memutuskan untuk melangkah pergi dari rumah mereka.


Tak tak tak tak..


"Oh iya, aku lupa bicara, sebaiknya ganti sprei kamu dengan yang baru, baunya sudah seperti jamur. Lebih nyaman tinggal di rusun dari pada tinggal di tempat ini.." Katanya sambil berlalu pergi.

__ADS_1


Bam!!


♥️♥️♥️♥️🍂🍂🍂


__ADS_2