
Angin malam meniup tubuh Liyana dengan sangat tajam, hingga rasanya begitu menusuk. Dia menggigil, jaket yang dia kenakan dengan tebal yang lumayan nyatanya tidak bisa menghalau dinginnya malam. Dia meringkuk di sofa kamar. Baru pernah berada di tempat ini, dan baginya kehadiran Lishian sebenarnya sungguh dia butuhkan. Tapi, pria itu sudah berkata hanya akan pulang dalam beberapa hari.
Hhh..
" Dingin sekali.."
Kembali menekuk lututnya dan berdiam di sofa. Rasanya kasur di depannya juga ikut terasa dingin. Seharusnya kasur itu bisa digunakan oleh dua orang, ya.. tapi karena pria itu bahkan tidak akan kembali malam ini, jadi untuk apa dia tempati.
Liyana melihat jam di ponselnya, dan menunjukkan sudah pukul sepuluh lewat. Rupanya sudah hampir larut juga. Kenapa pria itu belum menghubungi Liyana sejak pergi ?? Mungkin ada sesuatu yang menimpanya ??
Arkh !! Jangan berpikir macam-macam Liyana, dia pasti bisa menjaga diri, untuk apa mencemaskan pria itu, dia kan sudah dewasa, lagipula kalian berdua juga tidak ada hubungan apapun selain keterikatan kontrak.
" Hhh.. buat apa juga menunggu dia menghubungi ?? Sudah pasti dia tidak akan memikirkan aku bukan ?? Kenapa juga harus repot ?? Tidur ya tidur saja..."
Liyana beranjak dan menyambar selimut berwarna hitam pekat, dan membungkus dirinya sebisa mungkin. Inilah jalan terakhir dia untuk malam ini. Menikmati sofa yang lebih empuk.
Zzzzzz...
...****************...
" Apa yang sedang dia lakukan sekarang ??"
" Aku belum melihatnya sejak selesai makan malam, haruskah aku masuk ke dalam kamarnya dan melihat sedang apa dia ??"
" Lihatlah, aku cemas dia melakukan sesuatu yang berbahaya.."
" Dia tidak akan kabur, dia bahkan tidak tahu tempat ini.."
" Lakukan saja apa yang aku minta, jangan biarkan kedua mata kamu lebih peduli pada hal lain selain Liyana, apa lagi kalau sampai bermain game.."
Yang di seberang tersentak !!
Tangannya berhenti.
' Apa dia tahu ??'
" Tidak, aku tidak sedang bermain.."
" Aku tidak akan segan menghancurkan semua milik kamu kalau kamu sampai mengabaikan dia.."
" Iya, aku tahu.. aku akan periksa sekarang.."
Bip !?
Hhhh..
" Apa dia marah padaku ??"
" Lishian, kamu belum makan malam tadi, ibu sudah menyiapkan sup segar untuk kamu, makanlah, baru pikirkan soal pertunangan kamu."
" Huhh.. iya ibu, tunggu aku di ruang tengah dan bawa sup nya juga, aku akan segera ke sana.."
" Baguslah.." ( berbalik dan pergi ).
' Anak ini sepertinya memang tidak tahu apapun..'
" Ibu..."
" Ya ??"
" Apa ibu tidak marah aku membatalkan pertunangan itu ??"
" Kenapa harus marah ?? Cinta memang tidak bisa dipaksakan..."
__ADS_1
" Huhhh.. aku mengerti.."
' Ibu sangat baik, hanya saja, karena semua bukti di tangan mendiang tuan Yuanda membuat aku merasa curiga..'
" Ibu akan berusaha membantu kamu bicara dengan tuan Dong besok.."
" Iya.." ( tertunduk ).
" Tapi, mungkin untuk sementara jangan dulu kenalkan Liyana di depan mereka, terutama Fi Chan, dia bukan hanya akan menyakiti hati Fi Chan, juga akan membahayakan nyawa Liyana.."
" Aku tahu, itulah alasanku meninggalkan dia di Asrama tanpa memberitahu.."
" Aku dengar dia sedang sakit, dan tidak bisa keluar dari Asrama dan berpesan tidak boleh ada yang menemuinya sebelum dia membaik, apa itu benar ??"
" Itu benar, sejak tuan Yuanda di temukan tewas, dia lebih suka sendiri, dan juga menyiksa diri, karena itulah dia jatuh sakit.."
" Kalau begitu, titip salam saja kalau kamu bertemu dengannya lain waktu, sekarang makan dulu sup kamu, nanti kalau terlalu lama bisa dingin.."
Pergi !!
Tak tak tak tak..
' Aku rasa gadis itu juga tidak tahu apa-apa, lalu siapa yang mengambil semua buktinya ?? Apa anak buahku hanya mengarang cerita ? Seharusnya Yuanda tidak punya bukti apapun, aku sudah memastikan kalau bukti yang ada di tangan dia sudah aku musnahkan, mana mungkin mendadak ada bukti lagi..'
...****************...
Krieeett...
Goyuan dengan perlahan membuka pintu kamar Liyana. Dia mendapati jendela yang terbuka hingga menyebabkan angin masuk. Apa gadis ini tidak berpikir untuk menutup jendela dulu sebelum tidur ??
Hhh.. gadis ini bahkan tidak merasakan dinginnya angin malam ?? Cihh.. apa dia gadis yang tidak tidur selama beberapa bulan ?? Hhh.. menyusahkan orang lain saja..
Goyuan mendekat ke arah jendela, dan berusaha menutupnya.
Huhh..
" Sudah selesai, mungkin aku bisa tidur sekarang.."
Dia berbalik dan menoleh ke arah wanita kakaknya, dan memperhatikan dengan seksama.
" Pantas saja kakak bisa terbuai, gadis ini punya pesona tersendiri, dia bahkan terlihat begitu menarik walaupun sedang tertidur.."
Huhh..
" Apa yang aku katakan.. aku tidak mau berlama-lama di tempat ini, aku bahkan tidak bisa bernafas.."
Dia mulai melangkah..
" Mau kemana kamu ??"
Goyuan tersentak. Dia berbalik dan menatap gadis itu dengan keraguan dan tangan yang tetap saja gemetar tidak terkendali.
' Apa dia mendengar semua perkataanku barusan ??'
" Tolong perbaiki laptop ku, aku tidak bisa mengetik karena laptopku rusak.."
" Apa ?? Baik, aku akan memperbaikinya besok, sekarang aku harus keluar.."
" Jangan pergi terlalu lama, ya, tuan Lishian, aku takut di tempat ini sendirian.."
" Ah ??"
Goyuan melihat dengan jeli pada gadis itu.
__ADS_1
" Apa dia mengigau ??"
Melihat mata Liyana. Masih terpejam..
" Huhh.. rupanya dia sudah tidur..."
Goyuan mempercepat langkahnya dan kemudian menutup pintu dengan perlahan.
Krebb !!
" Hhh.. akhirnya... bisa keluar juga.."
...****************...
Pagi harinya.
Dia terbangun dari tempat tidur, dan langsung saja pergi menuju kamar mandi..
Syuurrr..
Segarnya..
Kratak !!
Terdengar ribut sendiri di dalam kamar, padahal hanya mencari beberapa baju untuk dia kenakan..
Mengambil ponsel, dan membukanya..
" Dia bahkan tidak meninggalkan pesan apapun sejak kemarin, apa dia baik-baik saja ??"
Rasanya memang agak cemas juga.. Mendadak dia merasa, kehilangan seseorang..
Tok tok tok.
" Masuklah.."
Cklek !!
" Nona, hari ini anda akan melakukan perawatan bersama nona Lalisa.. Tapi sebelum itu, silahkan sarapan dulu di bawah.."
" Baik, aku akan segera turun.."
Pelayan itu pergi dan menutup pintu. Sementara Liyana masih terdiam di muka jendela dengan wajah yang tidak berekspresi. Sejujurnya, perasaannya memang sedang campur aduk. Dia bahkan tidak bisa mengelak kalau sepanjang malam, dia hanya memimpikan pria itu.. iya, hanya dia..
...****************...
Gluk !?
Lalisa menenggak segelas jus jeruk, dan tidak sengaja melihat Liyana yang sedang turun dari tangga dengan penampilan yang.. agak berubah..
" Hemm.. baru satu hari menempati kamar utama, tapi gayanya sudah seperti ratu, sepertinya wanita murahan dimana saja akan tetap sama, jika sedang di buat istimewa, maka matanya akan buta.. hihihi.." ( menyindir ).
Liyana mendekat saja tanpa menghiraukan perkataan Lalisa yang begitu menohok.
" Nona, ini sarapan Anda..." ( menghidangkan sarapan milik Liyana ).
" Kenapa perlu di hidangkan ?? Dia bisa mengambil sendiri di dapur, kalian tidak perlu repot melayaninya.."
" Maaf nona Lalisa, tuan memberi kamu perintah untuk melayani nona Liyana sama seperti pada nona, kami tidak bisa berkata tidak.."
' Gadis ini ?!! Baru satu hari datang, tapi sudah berhasil merebut posisiku !!! Aku harus segera membuangmu keluar dari rumah ini !!!'
" Hehh.. anda lupa ?? Anda dan saya adalah orang yang sama, dan kita juga punya kedudukan yang sama di sini, yaitu sama-sama menjadi nyonya !!" ( tersenyum senang ).
__ADS_1