Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Apel di Asrama


__ADS_3

'Hei, jangan angkat telepon orang sembarangan..'


Di sebelah terdengar berdebat agak serius.


"Hallo?? Mir??"


'Hallo, Liyana.. maaf tadi itu.."


"Apa tadi adalah tuan Ellon?? Pria itu??"


"I-iya.. aku belum sempat memberitahu kamu suatu hal, aku akan bicara setelah kembali ke asrama.."


"Tapi kamu sendiri yang bilang barusan, kalau kamu tidak akan kembali lagi ke asrama."


"Apa?? Siapa yang bilang begitu?? Apa kamu yang bicara padanya??"


"Aku tidak tahu apapun.."


"Jangan bohong kamu!!"


Huhh.


Mereka ini sedang meributkan apa si sebenarnya..


"Mir?? Kamu masih di sana??"


"Iya, aku masih di sini, pokoknya aku akan cerita semuanya padamu kalau aku sudah kembali, untuk saat ini, sepertinya aku belum bisa kembali, ayahku minta aku menetap dulu di sini untuk beberapa hari ke depan.."


"Begitu, ya. Aku pikir kamu sedang marah padaku.."


"Marah?? Hahaha.. bicara apa kamu ini.. untuk apa aku marah padamu, apa aku punya alasan?? Jangan cemas, aku hanya sedang menjenguk ayahku, dia rindu padaku, dan menyuruh aku untuk menemani dia di sini sampai satu pekan. Aku pikir kamu sedang sibuk, jadi tidak sempat menghubungi kamu dulu, maaf ya.."


"Tidak apa-apa, selama kamu baik-baik saja, dan kamu juga tidak marah padaku, maka aku tidak akan cemas.."


"Terima kasih, baiklah, aku tutup dulu, ya.. aku harus menyelesaikan acara memasak di dapur dulu, maaf ya, sudah membuat kamu cemas.."


"Ya sudah, kalau kamu memang sedang sibuk, aku tidak akan mengganggu, jaga kesehatan, ya.."


"Baiklah, sampai jumpa.."


"Bye.."


Bip!?


"Ayah?? Tuan Ellon?? Sebenarnya apa hubungan mereka berdua??"


Brukk!?


"Hahh... untuk apa di pikirkan, aku juga punya masalah sendiri, jadi jangan terlalu memusingkan masalah orang lain, lebih baik aku tidur saja.."


Malam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan sudah dapat di pastikan kalau seluruh penghuni asrama sudah tidak ada yang sadar.


Tapi Liyana masih asik di dalam kamarnya, tentu saja menulis novel untuk menghasilkan uang. Dia sedang asik menatap layar laptop sembari terus menyantap camilan malamnya yang lezat. Dia memang baru terbangun setelah tertidur sejak pukul lima sore tadi. Huhh!! Sekarang rasakan sendiri akibatnya, tidak bisa tidur di malam hari, dan tentunya, pekerjaan novelmu masih belum selesai juga.

__ADS_1


"Huhh!! Sepertinya aku tidak akan tidur sampai pagi, mana perutku lapar, aku belum makan sejak turun dari pesawat tadi siang. Hahhh.. sial sekali nasib gadis sebatang kara seperti aku.."


Dia membaringkan tubuhnya karena merasa sangat kacau. Perut yang lapar, di tambah rasa penat karena tidak bisa tidur. Aktivitas apa yang bisa membuatnya tidur, ya??


Biasanya saat tidak bisa tidur seperti ini, Liyana pasti akan di peluk, lalu di hujani ciuman bertubi-tubi, yang setelah itu, Lishian pasti akan.....


"Arkh!! Kenapa jadi ingat pria tua itu?? Aku bahkan tidak bisa lupa bagaimana dia menyentuhku.. Huhh!!"


Tengkurap.


"Hahhhhhh... aku sangat kesepian, Mira.. kapan kamu sebenarnya akan kembali???"


"Ehemm ??"


"A??" ( wajah terkejut ).


Berbalik.


"Aaaaaaa..." ( makin terkejut ).


Reflect mundur menjauh.


"Heyyy!!!! Apa yang terjadi di kamar sebelah??? Jangan berisik !!!"


Bam!!!!


Liyana meringis di sertai keringat dingin yang bercucuran dengan deras membasahi sekujur tubuhnya.


"Tuan?? Kenapa tuan bisa ada di sini??"


"Kan kamu sendiri yang bilang, kalau aku boleh menginap di asrama kamu ini.."


Pria itu masih berdiri di dekat jendela.


"Tap-tapi, bagaimana kalau ada yang lihat kamu di sini??"


Pria itu mendekat ke arah Liyana.


"Kalau kamu tidak terlalu berisik, mereka tidak akan tahu kalau di kamar kamu ada seorang pria.."


Cup!?


Mencium mesra bibir Liyana yang manis.


"Aku sedang menulis novel, jangan ganggu aku dulu, ya.."


"Bagiamana kalau aku yang revisi?? Tapi harus ada syaratnya.."


"Aku tahu syaratnya.."


"Oh ya?!"


Liyana tersenyum dengan anggunnya, lalu menarik kerja kemeja Lishian yang sudah terbuka satu kancing di atas. Dia menarik pria itu yang kemudian tidak bisa menolak untuk jatuh di atas tubuh Liyana..

__ADS_1


"Ughh.... Kamu sedang kesepian, aku tahu itu.."


Liyana membalikkan tubuh Lishian, dan berbalik menindih pria itu hingga yang di tempat terindah itu, terasa sangat tegak.


"Kalau begitu, temani aku malam ini tuan.."


Cup!?


Gadis ini mendadak sangat brutal. Dia bahkan hampir menghabisi Lishian dengan kecupan mautnya yang menyengsarakan.


"Hahh.. Hahhh.... kamu terlalu bersemangat, aku akan mengajari kamu caranya bermain penuh energi, tapi masih dengan kelembutan.."


"Jangan mengajari aku tuan Lishian yang terhormat, biarkan aku menguasai ranjang untuk malam ini, jadi menurutlah padaku.."


"Baiklah, tunjukkan padaku bagaimana caranya bermain ala gadis kecil seperti kamu."


Liyana memulai aksinya. Dia sudah banyak belajar permainan dari tuan yang sangat menyiksanya ini. Sekarang adalah, saatnya menunjukkan kemampuan gadis belia yang sesungguhnya.


"Apa tuan sudah siap??"


"Jangan banyak bicara, dia tidak mau menunggu lebih lama.."


Dan malam indah di asrama pun akhirnya si mulai. Dengan penuh irama nafas yang memburu, di tambah lagi suara des*han yang sengaja di tutupi dengan kedua tangan supaya tidak terdengar dari kamar lain, suasana di sana mulai terasa begitu panas.


Alunan nada-nada romantis, bertambah ritme yang semakin teratur, di imbangi gadis muda seperti Liyana, rupanya Lishian mengaku telak. Permainan gadis muda ini bahkan lebih indah dari yang dia bayangkan.


Bahkan Lalisa pun tidak bisa di samakan.


"Huhh.. Kamu begitu mempesona, Liyana.."


"Jangan berisik.. Huh, huhh...."


Lishian menatapi wajah yang manis dan lugu itu dari arah bawah. Dan memang, jika di lihat dari arah itu, dia memang sangat mempesona. Wajah yang mungil, dengan mata agak mirip dengan anime, lalu rambutnya yang tergerai dengan indah, dan jangan lupakan dua gundukan di bagian dadanya. Ujung yang berwarna merah muda, dengan rasa yang... Arkh!! Benar-benar menggoda..


Lishian tidak bisa menahan hasratnya yang sangat tergoda oleh keindahan lekuk tubuh Liyana yang molek itu. Dia memegang erat bagian favoritnya itu, dan membuat Liyana harus tunduk oleh kekuasaan yang dia miliki.


"Jangan ganggu aku, kamu harus tunduk padaku malam ini."


"Baiklah, aku akan menurut."


Dia menyimpan kembali kedua tangannya di bawah kepala, dan memutuskan untuk menyaksikan permainan indah dari Liyana.


Hingga akhirnya..


"Liyana, biarkan aku menyelesaikan akhirnya, aku.. aku sudah tidak tahan.." ( wajah memerah ).


Ugh...


Suara des*han yang keluar bersahutan dari mulut keduanya, meskipun sudah di tutup dengan rapat dan di keluarkan selirih mungkin, tapi masih tetap membuat mereka tidak bisa menahan diri. Dan akhirnya, kali ini Lishian mengaku kalah dari gadis itu.


Dia memeluk tubuh Liyana dengan erat sambil menghujani wajah Liyana dengan kecupan manja.


"Kamu sungguh mempesona.."

__ADS_1


__ADS_2