
Pagi itu, Ellon dan Mira sudah tiba di kediaman Nyonya Fi Shuang, dan hampir selesai acara melayatnya.
Tapi dia tiba-tiba mendapat pesan baru dari seseorang.
Tring!
Bip!
Membuka..
"Ellon, segera berkumpul ke pulau, ada hal yang harus kita lakukan di sana."
"Umm?"
Pulau? Ini pasti keadaan darurat!
Dan kemudian, muncul lagi pesan kedua!
"Bawa Mira juga, kita semua dalam bahaya sekarang. Soal ayah kamu, karena dia memang sedang sakit, jadi maaf, mungkin aku hanya akan mengirim puluhan pasukan untuk menjaganya.."
Pesan dari Lishian kali ini begitu panjang dan lebar.
"Baik!"
Mira menoleh ke arahnya, dan bertanya apa yang sedang terjadi.
"Ada apa tuan? Apa ada masalah?"
"Katanya kamu ingin bertemu dengan Arliyana."
"Lalu? Apa maksud kamu, kita akan segera pergi menemui dia?"
"Ayo kita pulang dan berkemas!"
"Baik!" Wajah Mira nampak senang.
Ya!
Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan wanita itu. Ingin sekali dia mengungkapkan semua uang terjadi padanya selama ini.
Dan...
Mungkin ini kesempatan yang bagus!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gubrak!!
Seseorang terlihat mendobrak pintu dengan paksa kediaman Zixin yang telah kosong.
Hanya ada bekas minuman dan botol yang masih baru di buka.
Endus!!
"Dia sudah pergi, tapi belum lama.."
"Cepat cari kemana dia pergi!!!"
Menghubungi seseorang..
"Nyonya! Dia sudah pergi, mungkin ada yang tahu rencana kita selanjutnya.."
"Sial!! Aku tidak mau tahu, cari dan temukan anak itu segera!!"
Bip!
"Hhh! Nyonya sudah marah! sekarang kita harus menemukan anak itu, atau kita sendiri yang harus mati!"
...****************...
Sementara itu, Yu Huo terlihat berjalan menuju arah mayat yang sudah terbujur kaku di sebuah peti mati.
Dengan anak semata wayangnya, Yu Shen, mereka terlihat memasang wajah khas orang yang kehilangan.
"Anda datang tuan Yu Huo?" ucap Dong Fi dengan memasang wajah tak berdosa.
__ADS_1
"Ya! Meskipun pernikahan anak kita gagal, karena anda telah menipu saya dan tuan Shi, tapi tidak layak bagi saya, jika tidak datang untuk menemui Nyonya Fi Shuang sebagai tanda penghormatan terakhir dariku.."
"Terima kasih, terima kasih banyak.."
Sementara, Yu Shen masih asik melihat situasi yang baginya..
Ini terlalu, aneh..
Biasanya orang mati selalu identik dengan keluarga yang menangisi, atau mungkin juga, harus ada Gerald juga kan yang hadir di sana!
Tapi ini..
Di mana pria yang di gadang-gadang akan menjadi suami Fi Chan itu?
Atau mungkin, hubungan mereka sudah semakin renggang?
Arkh!
Masa bodoh!!
Masa lalu ya tetap jadi masa lalu!
Namun di sisi lain, Gerald melakukan penelitian sendiri.
Dia masuk secara diam-diam ke dalam kamar nyonya Fi Shuang, dan tuan Dong Fi.
Dia mencari jejak akan kematian Nyonya Fi Shuang yang baginya terlihat sangat aneh!
Ya sudahlah!
Biar dia cari sendiri saja..
Kita intip Gerald lagi kalau dia sudah menemukan bukti atas kematian nyonya Fi Shuang itu.
Skip!
Zhe Ruan yang akan segera pulang ke kediaman Yu Huo!
Oh! Sebenernya rumah itu masih atas nama Lishian ya, jadi mereka semua hanya menumpang di rumah itu!
"Kabar buruk apa lagi yang kamu bawa untukku?"
"Tuan Yu Huo sudah memanipulasi seluruh dokumen ahli waris mendiang Li Shanshan! Semua tanda tangan Tuan Lishian sudah tertempel dengan jelas di sana!"
"Apa? Dasar busuk! Dari mana kamu dapat informasi ini?"
"Orang dalam kita!"
"Kalau begitu, suruh dia untuk menghapus semua yang di lakukan oleh Yu Huo! Dia sudah mengerti semua permainanku.. Jangan biarkan Yu Huo hidup! Kalau dia hidup semakin lama, maka semua yang aku lakukan sejak dulu, hanya akan sia-sia!!"
"Baik!!"
Pria itu pergi dari hadapan Zhe Ruan, dan terlihat menghubungi seseorang.
"Halo, setelah berhasil menaklukkan Zixin, selanjutnya adalah Yu Huo!"
"Baik!"
Bip!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Wah!! Senangnya, kita akhirnya akan pulang ke kota X." Ungkap Arliyana dengan senang hati.
"Sayang, kita tidak akan kembali ke kota X, kita akan pergi ke pulau!" ucap Lishian penuh kasih sayang.
"Pulau? Yang katamu tempat berlatih itu?"
"Iya!"
"Apa kau akan mengajari aku caranya bermain di atas?"
"Hahaha.. tidak, tidak, kau akan tahu setelah kita sampai di sana nanti.."
Rombongan mereka bergerak di bandara. Mereka harus menunggu satu jam lagi, untuk terbang ke pulau milik Lishian.
__ADS_1
Yang isinya..
Nanti juga akan di buka..
Rombongan mereka terlihat begitu lengkap, semua kawan Lishian ada di sana, termasuk juga Shuimo yang masih berbaring di atas ranjang.
Entah bagaimana bisa pihak bandara mengizinkan anak itu untuk ikut dalam penerbangan. Tapi yang jelas, tuan Shi pun ikut mereka semua di belakang, bersama Mira.
"Liyana!!!!" Teriak Mira sekencang mungkin.
"A?" Menoleh..
"Mira???" Tersenyum lebar.
Berlari ke arah Liyana, dan.....
Hap!!
"Ku tangkap kau!! Dasar anak nakal!! Tidak menghubungi aku sama sekali!! Kamu pikir perilaku kamu ini tidak bodoh?"
Namun Lishian buru-buru menghalangi Mira yang sangat agresif.
"Jangan terlalu keras memeluk Arliyana, dia harus merawat bayi kami dengan baik.." Wajah datar, tanpa ekspresi.
"A? Apa kamu hamil Arliyana?" Tanya Mira bingung.
"Begitulah..." Tersenyum senang!
"Wahh!! Bagusnya, aku akan segera punya keponakan..."
Mereka berdua berjalan sambil berbincang-bincang. Entah kenapa, suasana saat kumpul begini, terasa begitu menyenangkan.
Tapi Tuan Shi!
"Ellon, ajak aku mendekat ke arah Lishian!"
"Baik ayah!"
Shi Xuellon mendorong kursi roda ayahnya untuk mendekat ke arah Lishian.
"Lishian," wajah tanpa ekspresi di tunjukkan oleh Ellon.
Menoleh, "ya!"
"Kau belum mengatakan pada kami, apa masalah yang sedang kita hadapi sekarang!" Tanya Tuan Shi.
"Ya! Dan kenapa kau membawa kami semua pergi ke pulau! Sebenarnya, kami tidak pernah kamu bawa ke pulau, aku tahu ini keadaan terdesak!" ucap Tuan Shi!
"Lalu apa yang terjadi pada Shuimo? Kenapa dia sampai terluka begitu?" tanya Ellon. Mereka berdua nampak menjatuhkan pertanyaan-pertanyaan bertubi-tubi pada Lishian.
"Masalah kita bukan hanya masalah tentang dokumen ahli waris ayahku saja, tapi juga masalah tentang masa lalu antara para orang tua!"
Yang di samping tidak terlalu paham.
Ya memang, tuan Shi kan memang tidak tahu kalau sejak dulu dia adalah korban penipuan yang di lakukan oleh Dong Fi dan Tuan N.
"Mungkin ayah saya dan tuan Yuanda yang lebih tahu semuanya, tapi, aku berhasil menguak sebuah fakta yang sangat mengejutkan!"
"Fakta apa yang kamu dapat?"
"Hampir semua dokumen rahasia milik perusahaan kita semua, Dong Fi dan Zhe Ruan, sudah memilikinya!"
"Apa?"
"Bagaimana bisa?"
"Ini karena ketamakan Zhe Ruan itu! Dia berencana membuat semua perusahaan kita beralih ke tangan mereka berdua!"
"Tapi untuk apa dia melakukan semua itu? Tidak mungkin juga kan kalau alasannya hanya karena tamak?"
"Aku tahu!"
...****************...
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
__ADS_1