
Wanita itu tengah duduk di sebuah kafe sembari menikmati satu cangkir kopi di atas meja.
Ponselnya berbunyi, dan terlihat lah sebuah pesan masuk yang ada di layar ponselnya.
Zhe Ruan mengambil inisiatif untuk meraih ponsel miliknya itu. Hujan deras yang bercampur dengan badai petir membuat dia harus bertahan menikmati layanan kafe tersebut.
Menggesek layar ponselnya..
"Nyonya, kami berhasil membawa gadis itu..."
Melihat pesan tersebut terpampang nyata di layar ponselnya, senyum Zhe Ruan perlahan mulai mengembang. Dia sangat senang karena akhirnya rencananya berhasil.
Sekarang dia hendak menghubungi kaki tangan yang di berikan oleh tuan Dong Fi padanya itu, dan menunjukkan kemana arah rencana dia selanjutnya.
Bip!!
"Hallo, nyonya.. Sekarang bagaimana?"
"Bunuh dia!! Kalau kamu tertarik, maka ambil saja seluruhnya dari dia!! Yang pasti, jangan biarkan Lishian menemukan gadis itu!!"
"Baik, nyonya.. Sesuai perintah dari nyonya!!"
Bip!!
Sambungan segera di matikan oleh Zhe Ruan.
Wanita itu kini mulai beralih mengambil kopi miliknya.
Slurp!!
Satu seruputan kopi berhasil masuk ke dalam mulut, lalu mulai berjalan turun ke lambung.
Arkh!!
"Segarnya.. Jadi begini rasanya menang?" Senyumannya kembali terlukis, "aku tidak sabar, ingin melihat reaksi Lishian saat mengetahui kalau kekasihnya telah tewas!! Mau melawan dan mengecohkan aku? Hehh!! Kamu pikir seberapa pandai kamu dalam berakting? Aku tahu, kamu membawa gadis itu hanya untuk membuat aku merasa takut saja. Tapi bukti yang nyata adalah, aku berhasil membunuh ayah dan putrinya saat berada dalam lindungan kamu, Lishian.. "
Tak!!
Meletakkan kopi di atas meja.
"Dengan begitu, kamu akan sadar, kalau kamu bukanlah tandingan ku..." Senyumannya bertambah lebar.
"Mau pergi dari kota S? Kamu pikir aku tidak tahu rencana bodoh kamu itu?"
...****************...
Sekarang Lishian telah tiba di lokasi yang telah di kirimkan oleh Qian padanya.
Dia membawa puluhan rombongan yang tentunya sudah di latih secara khusus oleh Goyuan.
Dan pria sepupu Lishian itu pun ikut menimbrung Lishian dan pasukannya.
Tapi sayang sekali, ketika mereka tiba, tidak ada yang mereka dapatkan di sana. Bahkan sekedar mobil milik Lishian pun tidak.
__ADS_1
"Di mana mereka?" Tanya Lishian yang terlihat begitu cemas.
"Mereka tidak ada di sini!! Coba lacak di mana lokasi terakhir ponsel Qian atau ponsel Liyana.." Goyuan memberi arahan pada salah seorang anggota.
Seseorang langsung menjalankan tugas di dalam mobil untuk melacak posisi Arliyana dan Qian yang terakhir.
"Di mana mereka? Siapa yang sudah berani membawa Arliyana? Lihat saja balasan apa yang akan aku berikan padanya!!" Sekarang pria itu bertambah geram.
Jlgerr!!!!
Suara petir yang bergemuruh, bersahutan dengan deras air hujan dan badai yang begitu kencang seakan hampir saja menghempas tubuh mereka jauh dari pandangan.
Sekarang mereka hanya saling bertanya-tanya. Beberapa orang berpencar untuk mencari di lain tempat.
Suasana petang yang sudah menimbulkan hawa mencekam tidak di rasakan mereka sama sekali. Kini yang ada dalam pikiran mereka hanyalah, di mana Arliyana berada.
"Ketemu!!!" Sang pelacak profesional telah memberi seruan pada semua orang di sana.
Lishian bergerak menuju pemuda itu, dan meminta pemuda itu untuk mengarahkannya dalam perjalanan.
"Di mana lokasi terakhirnya?" Tanya Goyuan dengan cemas.
"Gedung terbengkalai di sisi kota!!" Jawab pria itu dengan jelas.
"Baiklah!! Bersiap menuju lokasi!!" Ucap Lishian menyeru pada Goyuan yang tengah berdiri di sisinya.
"Kau berjalan lebih dulu!! Aku akan berada di mobil terakhir!!"
Lishian bergegas menuju mobil yang berhenti di depan empat mobil yang lain. Huhh!! Sepertinya orang ini tidak bisa di remehkan. Lihat saja sendiri!! Dia baru saja kehilangan sang kekasih, dan sekarang, empat mobil personel langsung membuntuti dirinya untuk mencari keberadaan Arliyana.
Vrooommmmm!!?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara, tuan Yu Huo yang terhormat secara diam-diam mengetahui akal licik sang istri. Dia tahu kalau istrinya bukanlah seseorang yang bisa dia percaya.
Dia sedang berdiri di sisi jendela sejak siang tadi. Itu artinya, dia sudah menghabiskan setengah harinya untuk menatapi badai petir yang masih setia membuat suasana kota S sangat mencekam.
Tak!!
Seseorang meletakkan sekumpulan berkas.
"Tuan?" Luis tiba-tiba datang dari arah belakang.
"Hemph?" Yu Huo hanya berusaha menoleh, dan menatapi siapa yang datang saat itu.
"Saya sudah mengambil semua yang anda butuhkan." Jelas pria muda di belakang Yu Huo tersebut.
Mendengar pernyataan dari Luis, Yu Huo langsung berinisiatif untuk berbalik dan melihat hasil yang di berikan oleh Luis padanya.
Sret!!
Yu Huo mengambil satu di antara beberapa surat di atas meja.
__ADS_1
Dia mulai membuka dan melihat hasil yang sangat sempurna.
"Bagus!! Kerjamu begitu bagus!! Tanda tangan ini bahkan terlihat sangat asli!!"
Dia meletakkan lagi surat di tangannya, dan beralih duduk. Dia sudah merasa puas sekarang.
"Sekarang tinggal langkah selanjutnya, aku ingin, semua warisan Li Shanshan, jatuh ke tanganku.."
"Akan saya usahakan.."
Sekarang, Luis memilih untuk keluar dari ruang kerja sang tuan. Semua yang di butuhkan tuannya sudah dia penuhi. Sekarang, tinggal tugas selanjutnya.
Memanipulasi surat ahli waris mendiang Li Shanshan!!
Yu Huo bersandar di kursi putarnya, dan bermain-main dengan kursi mahal miliknya tersebut.
Sekarang otaknya sedang menari-nari, dan mulai merasa senang atas keberhasilan dirinya memalsukan tanda tangan Lishian dalam surat ahli waris itu.
Iya!!
Dengan begini, Zhe Ruan tidak lagi mampu membuat dirinya mengalah. Wanita itu tidak akan bisa menginjak harga dirinya lagi.
Dia akan dengan mudah menaklukkan wanita bernama Zhe Ruan itu, dan menjadikan wanita itu pendamping setia, yang nasibnya selalu bergantung pada kekayaan Yu Huo.
Hanya itu yang dia mau saat ini...
"Huhh!! Hanya satu langkah lagi untuk mendapatkan seluruh impianku...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bam!!!
"Lepaskan tuan Qian!!!!" Teriak Arliyana tatkala kedua matanya di suguhkan oleh pemandangan menakutkan di depan mata.
Para mafia itu terlihat memukul dan menendang Qian tanpa ampun. Terhitung sudah lebih dari setengah jam mereka terus menyiksa pria pengawal setia Lishian itu.
Apalah daya! Sekuat apapun seorang Qian, tetap saja kalau di hadapkan dua puluh dua orang secara bersamaan, tentu saja dia bukan apa-apa lagi. Sudah pasti dia akan kalah telak!!
"Hahaha.. Mati saja kau!!! Tidak perlu hidup!! Kau sudah terlalu banyak berdosa!! Sekarang adalah, giliran kami yang memanggil kematian untukmu!!!" Ucap salah seorang pria.
Mungkin pria itu adalah pemimpin gerombolan mafia ini.
Tapi yang jelas, ada seseorang yang mengendalikan para pria mafia itu.
Bukk!!!
"Arkh!!" Pekik Qian kesakitan..
Sementara, pria yang tadi sempat bicara, mendadak mendekati Arliyana, dan menatap gadis itu dengan tatapan yang sangat aneh.
"Mau apa kamu!!"
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1