
Blam!
Hari itu, bahkan belum menjelang siang. Tapi Ellon entah kenapa, sejak dia bangun, rasanya terlalu bertingkah aneh pada Mira.
Bahkan saat inipun, dia seolah tidak mau jauh dari anak kecil itu.
"Tuan! kenapa anda membawa saya ke kamar? bukankah ini sudah siang? aku ingin menikmati waktu di pantai, rasanya mungkin lebih menyenangkan.." Ucap Mira ada pria yang kini tengah berada tepat di sisi pintu.
"Tuan? apa kamu tidak mendengar apa kataku?" sekarang gadis itu begitu sopan memperlakukan Ellon. Dia tahu sekarang dia tidak lagi punya hak untuk terus bertengkar dengan pria ini. Mengingat kejadian beberapa Minggu yang lalu saat menyatakan kalau ternyata ayahnya sudah menipu Tuan Shi, ayah kandung Ellon. Membuat Mira tidak bisa berkutik lagi, selain mengalah pada nasib yang dia terima.
"Kenapa kamu masih memanggil aku dengan sebutan Tuan?" tanya Ellon dengan wajah datar.
Sekarang pria itu terlihat mulai mendekat dan kemudian, memeluk pinggang Mira yang ramping dengan kedua tangannya.
"Um? apa kamu tidak ingin juga seperti Arliyana dan Lishian yang sudah bertunangan?" pria ini benar-benar sangat aneh.
"Tuan? kamu ini sebenarnya kenapa si? tolong jangan membuat aku bingung!" berusaha mendorong sebisa mungkin.
"Jangan paksa aku untuk membuat kamu semakin terkekang! diamlah dan katakan padaku, apa kamu bahkan tidak mau seperti Arliyana?"
"Hh! tuan, bagaimana aku bisa minta untuk seperti Arliyana, sedangkan statusku sekarang malah sudah jadi istri kamu, bukan tunangan kamu lagi!"
"Tapi kita berdua belum sempat bertunangan.."
"Apa peduliku? yang jelas, sekarang aku adalah istri kamu!" wajah agak kesal.
Istri yang hanya kamu anggap sebagai pelampiasan dendam semata!
"Maafkan aku Mira.. Aku bukannya ingin membuat kamu merasa terkekang, aku hanya.." memejamkan kedua mata, "sejujurnya aku merasa, aku mulai jatuh cinta padamu..."
"A?" yang berada dalam pelukan Ellon terlihat begitu terkejut. "Tuan jatuh cinta padaku?"
"Mira," meletakkan telapak tangan Mira dalam pipinya, "apa kamu tidak mencintai aku juga sama seperti yang aku rasakan?" wajah nampak sedih.
"Tuan!" dia tidak mampu untuk melanjutkan kata-katanya.
Karena sesungguhnya..
Sejak awal dia memang sudah jatuh cinta pada pria ini..
Karena itulah, dia memilih bertahan meski dalam hubungan ini, dia tidak memiliki status yang jelas..
Wanita itu menitihkan air matanya, dan perlahan mulai mengeratkan pelukan tangannya pada pria ini.
"Anda kau tahu Tuan, aku sangat mencintai kamu sejak awal, hanya saja, aku hanya merasa kalau kamu menikahi aku hanya karena ingin membalas dendam pada ayahku.."
Hiks hiks..
__ADS_1
"A? apa kamu juga mencintai aku?" wajah tidak di mengerti.
Mira hanya mengangguk saja, menunjukkan pada pria ini kalau dirinya memang sangat mencintai Ellon.
Keduanya saling tersenyum, dan saling menatap secara intens, lalu...
Cup!
Ciuman itu berubah menjadi ganas, seakan mengoyakkan seluruh apa yang berada dalam cengkeraman tangan masing-masing.
Dua-duanya saling meracau, dan saling memberikan sentuhan penuh birahi hingga akhirnya..
Bles!
Tanpa menunggu pemanasan yang lama, dua orang itu akhirnya memulai permainan mereka dengan penuh kemesraan.
Seolah semua rasa yang pernah mereka pendam selama ini, sengaja di tuangkan dalam panasnya hubungan antara suami dan istri dalam balutan cinta dan kemesraan.
"Ugh.."
"Tuan..."
"Arkh!"
Racauan dan beragam kata-kata di lontarkan oleh Mira mencoba menikmati perpaduan dua benda yang tidak pernah berhenti bergesekan.
Pagi yang penuh dengan cinta, di tambah lagi cuaca yang agak sedikit hangat, membuat mereka seolah terbuai oleh indahnya memadu kasih untuk pertama kalinya, dengan perasaan hubungan yang sebenarnya..
Cup!?
Ellon mengunci tubuh Mira dan membiarkan anak itu bermain-main dengan lidahnya menggunakan cara yang begitu indah.
Rupanya Mira benar-benar sudah mahir!
Melepas ciuman!
"Ayo kita punya anak! aku juga harus punya keturunan untuk mewarisi grup Shi, iya kan?" tanya Ellon tepat di telinga Mira.
Mira membuka mata dengan lebar, lalu kembali menitihkan berlian lagi di pipinya.
Seakan benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakan Ellon barusan.
Tapi..
Dia sadar..
Rupanya inilah rahasia terbesar dari Tuhan untuknya setelah mengalami masalah yang begitu lama tak kunjung usai.
__ADS_1
Dia menganggukkan kepalanya, pertanda kalau dirinya pun sudah setuju akan permintaan dari sang Ellon.
"Kau mau? kau setuju?"
"Ya! mari kita punya anak!"
"Meskipun usia kamu masih sangat muda?"
"Aku tidak lagi peduli, asal kamu tetap bersama denganku, apa artinya memiliki anak di usia muda?" ucap Mira begitu yakin, membuat Ellon tersenyum selebar mungkin pada gadis itu.
"Aku sungguh sangat mencintai kamu, Mira.."
"Love you too.." berbisik di kuping Ellon.
Mendengar pengakuan dari sang istri soal perasaan cintanya pula, membuat Ellon semakin beringas melakukan penyergapan pada seluruh tubuh istrinya.
"Ugh.. Ellon! ugh.. kamu... Arkh!!"
Dan kita biarkan saja mereka berdua menikmati bulan madu di tempat milik Lishian ini! 🤭🤭
Sekarang, kita beralih pada keadaan Arliyana usai tahu tentang semua fakta soal ibunya..
Hiks hiks hiks..
"Menangislah, tapi ingat juga kondisi bayi kita berdua." ucap Lishian sambil terus memeluk tubuh Arliyana.
Gadis itu memang masih saja menangis, mencurahkan segala isi hatinya tentang kekecewaan yang telah dia dapat!
Dia masih tidak percaya dengan pernyataan yang di berikan oleh Zixin padanya. Tapi buruknya, dia tetap harus menerima semua ini dalam hidupnya! takdir seburuk ini, dia harus segera melaluinya..
"Pikirkan nasib bayi kita berdua, aku tidak mau kamu membuat anakku stres karena terus saja menangis.."
Arliyana akhirnya bangun dari pelukan sang calon suami, dan mulai mengusap air matanya di pipi.
"Kau benar! untuk apa aku menangis? apa aku pantas menangisi wanita jahat seperti Zhe Ruan itu? baiklah! sekarang aku tidak lagi menangis, aku akan menjaga anak ini supaya tidak stres seperti yang kamu bilang."
"Ya! itu adalah pilihan yang tepat! lagipula, hubungan kalian berdua hanya soal ibu dan anak! jika ibunya seperti kamu, yang sangat menyayangi anaknya, mungkin kamu tidak akan sekecewa ini, tapi kabar baiknya, untunglah kamu tidak terlalu memiliki kedekatan dengan wanita itu!"
"Ya! kamu benar Lishian, jadi buat apa sedih kalau dia saja tidak pernah ingin aku hadir di dunia ini, untunglah ayah Yuanda sangat baik, aku pasti akan tewas di dalam hutan kalau dia tidak segera menolong aku dan membawa aku pulang." mengingat mendiang sang ayah angkat.
"Baiklah, kalau begitu, apa kamu mau melihat para anggota tim ku yang sedang berlatih di depan?"
"A? kamu mau mengajak aku ke sana?"
"Mungkin saja anak kita akan mewarisi bakat ayahnya kelak.."
"Ya!" tersenyum, "aku ingin dia mewarisi bakat kamu kelak di masa depan!"
__ADS_1
Anak kita! aku sangat bahagia saat kamu mengatakan hal itu padaku...
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️