
' Aku harap suatu hari nanti bisa mencekik leher kamu sampai mati !!! Liyana .. kamu sungguh picik !!!'
Liyana menatap Lalisa dengan sorot mata menelisik.
" Kenapa anda begitu membenci saya ?? Mungkinkah Anda takut saya akan segera merebut posisi anda ?? Atau memang sudah ??"
" Liyana !!! Kamu jangan keterlaluan di tempat ini !! Siapa saja yang keterlaluan pasti akan langsung tuan buang tanpa basa-basi!!! Dan aku akan pastikan kalau kamu akan menangis dan memohon padaku untuk menyelamatkan kamu !!!"
" Maaf Nyonya Lalisa yang terhormat, aku bahkan sedikitpun tidak ingin menyentuh kedua tangan dan kakimu, mana mungkin aku mau meminta anda untuk menolongku ?? Sepertinya keadaan sudah mulai berbalik, dan jika benar aku yang akan segera melengserkan posisi Nyonya di rumah ini dengan segera, maka lihat saja apa yang bisa aku lakukan..." ( tersenyum licik ).
Asik juga ternyata menjadi wanita yang bisa menindas orang lain tanpa ampun begini, rupanya inilah yang menjadi alasan para pelakor tetap setia dengan suami orang, ya, tentu saja karena kekuasaan yang bisa dia dapatkan meski ada istri pertama, hihihi.. bercanda ya, lagian mereka hanya wanitanya tuan, tidak lebih.. Lagi pula menikmati peran kejam untuk sementara tidak masalah juga..
" Pelayan, kalian dengar sendiri apa yang wanita ini katakan padaku, bocah ini !! Bocah ingusan yang berani menantangku di rumah yang baru saja dia pijaki !!! Kalian harus membela aku saat tuan kembali, dia sudah menghinaku seperti ini .." ( agak sedih ).
Yang di samping terlihat biasa saja.
" Aku baru tahu kalau di tempat seperti ini rubah berekor sembilan juga bisa hidup enak, apa mungkin karena tipu muslihat dia yang bisa memberinya makanan lezat, ya.." ( beranjak dari kursi ).
Kratak !!
" Pelayan, maaf, jika berkenan, bawakan saja sarapanku ke dalam kamar, aku tidak ingin mengacaukan sarapan nyonya besar yang munafik ini.." ( berjalan ke arah tangga ).
" Baik, nona.. sesuai perintah dari nona.."
Dan yang menjadi rubah berekor sembilan hanya bisa terdiam menggertakkan gigi-giginya.
' Kamu akan segera musnah Liyana !!!'
...****************...
Kota S.
Tap tap tap tap tap.
Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Lishian selama hampir dua tahun lamanya. Menemui keluarga Dong Fi dan mengatakan dengan terus terang soal pembatalan rencana pernikahan mereka berdua. Rasanya benar-benar lega, bisa terbebas dari jeratan keluarga kaya nomor satu di negara mereka. Benar saja, ternyata lebih enak berpasangan dengan gadis yang tidak punya apa-apa seperti Liyana, dari pada harus terkekang dengan pertunangan dengan putri kaya, Fi Chan.
__ADS_1
" Ibu harap kamu tidak menyesal telah membuat keputusan ini, Lishian.."
" Tentu saja seharusnya kakak menyesal, lagipula Fi Chan adalah putri dari seorang pengusaha kaya, bagaimana dia tidak menyesal ??"
" Cihh.. aku bukan kamu yang lebih suka uang dari pada cinta.."
" Begitu naif untuk seorang pewaris keluarga kaya nomor tiga seperti kamu, kalau aku ada di posisi kamu, lebih baik memilih bertunangan dengan Fi Chan, selain berhasil mendapatkan tiga per empat harta warisan ayah, tapi kakak juga akan mendapat bonus besar, yaitu sepuluh persen harga saham perusahaan Dong Guam yang nilainya begitu fantastis.."
" Sudah selesai bicaranya ?? Kalau sudah maka diamlah sebentar, kita sudah tiba di rumah keluarga Dong, seharusnya jangan sampai ada yang mendengar keributan seperti ini.."
" Iya ibu, aku hanya mengingatkan saja, kakak ini seperti orang yang tidak tahu diuntung, bisa di lihat oleh keluarga Dong saja rasanya sudah begitu terhormat, tapi pemikiran kakak ternyata begitu dangkal, sudah berhasil masuk ke dalam keluarga kaya itu, tapi malah berusaha mengundurkan diri, apa itu masuk akal.."
" Itu masuk akal kalau seseorang masih bisa berpikir waras, tentu saja pernikahan bukan hanya bicara soal uang, tapi juga perasaan, kalau kamu menginginkan keduanya, kenapa tidak bicara di dalam saja nanti, tunjukkan pada keluarga Dong kalau kamu lebih pantas berada di sisi nona Di Chan dari pada aku.." ( jawaban sinis ).
" Kakak ini, di beri pengertian malah di jawab sinis, sial sekali nasib aku menjadi adik dari orang ini.."
Akhirnya mereka berdua tiba di depan pintu masuk rumah keluarga besar Dong. Tentu saja rasanya, jujur saja, gemetar di seluruh badan. Mereka tidak akan tahu konsekuensinya yang akan mereka dapat nanti seperti apa. Yang mereka yakini hanya satu hal, keluarga Dong pasti akan menurunkan harga saham keluarga Yu Huo secara besar-besaran, dan tentu saja tanpa ampun.
" Ibu sudah siap akan resikonya yang akan kita dapat ??"
" Demi kebahagiaan kamu, apapun akan ibu pertimbangkan.."
" Selamat datang di kediaman tuan Dong Fi, senang sekali bisa bertemu dengan keluarga Yu setelah sekian lama.." ( seorang pelayan pria terlihat menyapa ).
Dia tersenyum begitu ramah pada mereka bertiga. Tapi jujur saja, senyum itu, makin lama makin membuat dada mereka bertiga bergemuruh dengan cepat.
" Selamat siang, kami sudah membuat janji dengan tuan Dong Fi.."
" Baik, silahkan masuk, kami sudah menunggu anda sejak tadi.." ( tersenyum ramah ).
Krieeett..
Pintu rumah yang begitu mewah di buka dengan lebarnya, seakan memang sudah sengaja di sediakan untuk kedatangan mereka. Mendadak di belakang Yu Huo juga terlihat menyusul.
' Sebisa mungkin aku akan buat Fi Chan menikah dengan Yu Shen.. bagaimanapun caranya..'
__ADS_1
" Tunggu, Luis, sudah kamu siapkan semuanya ??"
" Sudah tuan.."
" Bagus.."
' Maafkan aku anak angkatku, ayah harus mendapat impian ayah sejak lama, meskipun harus mempermainkan kamu dulu untuk sementara .'
Langkah kakinya dimantapkan, dan dengan secepat kilat, dia dapat menyusul rombongan keluarganya. Mereka akhirnya bisa masuk bersamaan ke dalam kediaman keluarga Dong.
" Selamat datang calon besanku.. selamat datang.." ( ekspresi yang begitu gembira ).
" Terima kasih tuan Dong Fi, terima kasih untuk acara penyambutannya.." ( Yu Huo membalas dengan senyuman canggung ).
Berpelukan sebagai tanda persaudaraan.
" Dimana calon menantuku ??"
Yang di belakang, terlihat salah tingkah. Tapi putrinya.. Fi Chan, gadis itu bahkan terlihat tidak bisa menahan kecanggungannya.
Melihat ke arah Lishian.
Lishian memang terlihat begitu tampan meski di lihat dari sisi manapun.
" Oh ?? Di sini rupanya ?? Hahahaa..." ( menyambut ), " selamat datang calon menantuku.." ( mengulurkan tangan ).
" Terima kasih tuan Dong Fi.." ( membalas dengan ekspresi biasa saja ).
" Aku tahu tujuan kalian datang kemari untuk apa, tapi sebelum itu, ada baiknya menikmati jamuan istimewa dari kami terlebih dulu, silahkan duduk.."
Semua orang menurut saja, tentunya dengan beragam ekspresi yang tidak bisa dimengerti.
...****************...
" Hhh... katanya siang ini dia akan menemui keluarga Dong, tapi.. mungkin kah dia berhasil melakukan semuanya ??" ( cemas yang berkepanjangan ).
__ADS_1
Berjalan mondar-mandir.
' Aku tahu sekarang kenapa dia tidak mau membatalkan rencana pernikahannya sebelum bertemu denganku, rupanya, karena dia tidak mau mengakui dua wanita itu.. mungkinkah hanya aku ?? Yang menjadi wanita satu-satunya yang dia inginkan ??'