Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Penasaran


__ADS_3

' Mengapa mereka berdiskusi tentang masalah di kotak ayah?? Mungkinkah ayah ada hubungannya dengan masa lalu mereka ??'


" Lishian, kamu sudah terlalu jauh melangkah, awalnya kamu hanya ingin mendekati gadis itu karena ayahnya, tapi jujur saja, sikap kamu sekarang, ingin menjauhkan gadis itu dari tuan Yu Huo menurut aku terlalu berlebihan.."' Ah ?? Menjagaku dari tuan Yu Huo ?? Selama ini, dia sengaja mencari aku karena hal penting yang ayah tahu.. ckck.. benar, pria itu benar, yang bodoh itu kamu Liyana, sampai berpikir kalau pria itu... mencintai kamu..


Mendadak wajah Liyana terlihat sedih. Apa karena perkataan tuan Goyuan barusan ?? Tidak masuk akal !! Liyana, ingat lagi posisi kamu sekarang, pria itu hanya membawa kamu karena kamu punya hutang, dan juga ayah kamu yang punya beberapa benda yang dibutuhkan tuan Lishian.


Lishian terdiam. Dia hanya berusaha mendongak dan kemudian, melihat sang wanita di lantai atas sedang melamun. Mungkinkah gadis itu mendengar sesuatu ??


" Kenapa masih di atas ??"


Dua orang terkejut. Liyana pun sama. Yang sekarang dia lakukan adalah bertatapan canggung dengan Lishian.


" Kemarilah, datanglah padaku.."


" Ah ?? Baik tuan.."


Tap tap tap tap tap


Liyana dengan perlahan berjalan menuruni tangga dan beberapa saat setelah itu akhirnya berhasil mendekat ke arah Lishian..


" Duduklah.." ( tersenyum ).


Puk puk.


Menepuk paha sendiri, memberi isyarat pada wanitanya untuk duduk di atas kakinya..


" Baik.." ( hanya bisa menurut ).


Yang di sana terlihat bingung sendiri. Yang dia tahu, gara-gara gadis ini kakak sepupunya bahkan sampai lupa jati diri. Dan karena gadis ini pula, sekarang dia harus mendapat tugas yang begitu menjenuhkan. Menjaga wanitanya Lishian yang begitu lemah ini.


" Mungkin saja kamu lapar, apa mau aku panggilkan pelayan untuk membawa sarapannya kesini ??"


" Tidak, tidak perlu tuan, aku masih belum ingin makan.."


Ck..


Goyuan memalingkan muka. Risih sekali saat melihat Lishian berdekatan dengan wanita seperti itu. Biasanya dia akan berbuat begitu pada Lalisa. Oh iya.. dimana dia ??


Goyuan mencari sesuatu yang terasa hilang..


" Dimana Lalisa ? Apa dia masih tidur ??"


" Dia ada di kamar bawah, baru malam tadi aku mengajak dia ke kamar bawah.."


' Mengajak ke kamar bawah ?? Lalisa ?? Siapa wanita itu ?? Apa pria ini berhasil menipu aku lagi ??'

__ADS_1


" Apa yang kamu pikirkan ?? Kamu cemas dengan keberadaan wanita lain ??" ( memperhatikan Liyana ).


" Tidak, aku tidak berpikir begitu, hanya saja, kamu telah membohongi aku tuan.."


" Bohong bagian mana ??"


Mungkin karena pria ini sering berbohong, jadinya dia lupa..


" Aku mendengar ucapan kamu tentang ayah kemarin, dan hari ini aku juga mendengar ucapan Goyuan tentang urusan kamu membawaku kembali bersama kamu.."


" Awalnya aku tidak berharap kamu akan tahu, lebih baik kiranya kamu mengetahui segalanya saat semuanya sudah normal, tapi wajah kamu terlihat marah padaku karena persoalan itu, jadi biar aku jelaskan.."


" Hhh.. apa yang bisa kamu jelaskan ?? Semua yang ingin kamu rahasiakan sudah di bongkar oleh wanita ini, bagaimana kamu akan menjelaskan semuanya ??"


" Aku curiga saat menemui ayah kamu di rumah sakit dua tahun yang lalu. Dia mengatakan padaku kalau wajah dan tampang yang aku miliki terlihat begitu familiar di otaknya, dan karena itulah aku merasa kalau ayah kamu mengetahui sesuatu tentang masa lalu aku.."


" Lebih tepatnya, dia mencari kamu karena ingin mengetahui kebenaran tentang masa lalunya saja, begitu.."


" Diam kamu ??! Ini bukan urusan kamu.."


Menatap dengan tatapan pembunuh.


Yang di sebelah akhirnya berusaha acuh tak acuh.


" Dia begitu keras menolakku saat aku berkata kalau aku berniat untuk menikahi kamu, jadi, hal itu menambah kecurigaan dalam diriku, aku sempat meminta kamu untuk membujuknya, tapi aku tahu kalau hal itu nampaknya membuat kamu tidak bisa menolak keinginan ayahnya, sampai pada akhirnya, aku mengambil kartu hitamku dan secarik kertas di meja kasir. Sungguh, aku begitu kesal saat itu.."


" Lalu kenapa jika berhutang ??"


" Kau harus membayar semua hutang kamu itu.."


" Aku sudah berusaha membayar semua kebaikan dia pada orang yang mungkin adalah ayahku, dengan cara menjaga kamu dari bahaya Yu Huo.."


" Ah ?? Tapi bukan itu yang aku mau.."


" Lalu apa yang kamu inginkan ??"


" Uang satu milyar itu.. lunas !!"


" Hhh.." ( menunduk ), " lalu apa yang akan kamu lakukan jika uang itu sudah kamu bayar dengan lunas ?? Apa kamu akan segera pergi dari sini ??" ( mendongak ), " lalu bagaimana dengan berkas penting milik ayah kamu ?? Apa kamu tidak mau menyelidikinya ?! Apa kamu tidak mau tahu kebenaran tentang kematian ayah dan ibu kamu ??"


Liyana berpikir juga. Sebenarnya kalah dia tahu sesuatu, lebih bagus juga, daripada harus menanggung semua rasa penasaran ini sampai waktu yang tidak di tentukan.


" Aku mengajak kamu bergabung, hanya untuk ini, kita harus mengetahui banyak hal, urusan uang, kamu membayar semuanya dengan pernikahan, dan urusan hutang budiku pada ayah kamu, biar aku saja yang membalas dengan caraku sendiri.."


" Baiklah, aku mengerti.."

__ADS_1


...****************...


" Nyonya, sepertinya nona Liyana tidak mengetahui apapun mengenai hal ini, dia sedang sakit dan tidak bisa diganggu, dan perihal kembali ke rusun, temannya bilang kalau Liyana tidak pernah datang ke rusun.."


" Apa kamu sudah memastikan kalau perkataan sahabat Liyana itu memang benar ??"


" Iya, nyonya.. dia sendiri yang mengatakan, kalau Liyana memohon padanya untuk memintakan izin karena beberapa hari ke depan tidak bisa hadir karena sakit.."


" Begitu, ya.. kalau bukan gadis itu yang melakukannya, lalu siapa lagi ??"


Zhe Ruan sedang asik bergelut dengan pikirannya..


...****************...


" Liyana, sebenarnya kemana kamu pergi sekarang ??"


Mira terlihat begitu cemas pada sang sahabat. Bolak-balik dia menapaki ruang aula utama rumah Ellon hanya untuk mengetahui kabar gadis itu. Hhh.. membuat orang lain cemas saja..


" Ehem.. kamu kenapa ??"


" A ??" ( berhenti ), " tidak apa-apa.."


' Aku harus diam, jangan sampai dia tahu aku sedang mencari Liyana, bisa saja dua orang aneh tadi adalah orang suruhan pria ini..'


" Kenapa melihat aku seperti itu ??"


" Tidak, aku tidak melihat apapun.." ( salah tingkah ).


" Bagaimana soal tadi malam ?? Apa kamu sangat menikmatinya ??"


" Rasanya begitu sakit, dan kamu bahkan tidak berpikir untuk pelan-pelan melakukannya karena aku ini masih belum tersentuh oleh siapapun.." ( muka jengkel yang memalukan ).


" Cihh.. aku tahu kamu juga menikmatinya.."


Mendadak .


Drrrttt Drrrttt.


Mira menatap layar ponselnya, dan melihat nama Liyana terpampang dengan jelas di sana. Akhirnya.. gadis polos itu menelpon juga..


Buru-buru diangkat..


" Halo, Li.. ada apa dengan kamu ?? kenapa setelah memberitahu kamu sakit kemarin mendadak tidak bisa dihubungi ?? Apa kamu baik-baik saja ?? Ada dua orang yang mencari kamu siang ini di kampus.." ( sambil berjalan menjauh dari Ellon, " aku hanya memberitahu mereka kalau kamu sedang sakit dan tidak pergi ke rusun sejak beberapa hari yang lalu.." ( berbisik tidak ingin Ellon dengar ).


' Siapa dua orang itu ?? Apa mereka mencurigakan ??' ( suara yang terdengar begitu dalam ).

__ADS_1


" A ?? Apa ini tuan Lishian ??"


__ADS_2