
Malam semakin larut. Liyana membuka pintu rumahnya dengan pelan-pelan supaya tidak membangunkan ayahnya. Kasihan juga jika harus melihat ayahnya bangun karena terkejut mendengar dia pulang.
Dia menapaki anak tangga dan berhasil sampai ke dalam kamarnya. Liyana menyalakan saklar dan seketika lampu kamarnya menyala, membuat Liyana harus menatapi sekeliling, dan mendapati tirai jendela kamar yang masih terbuka. Dia akhirnya memutuskan untuk bergerak menutupnya.
Brugg !!
Hahhh.. akhirnya bisa istirahat dengan tenang..
Liyana baru saja ambruk di atas kasur. Mencoba memejamkan mata meskipun rasanya sudah mustahil. Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi, dan dia tetap harus bangun sekitar jam enam untuk bersiap-siap kuliah. Hahhh.. payah sekali..
Dia akhirnya mengingat lagi. Sore tadi Chen berhasil mengirimkan uang padanya sebesar satu milyar untuk membayar hutang. Dan dia menggunakan uang itu untuk biaya rumah sakit Lishian, apa Lishian tidak akan marah ?? Tapi jika melihat kondisi Lishian saat masuk ke rumah sakit, sepertinya laki-laki itu tidak akan bisa selamat tanpa operasi.
Huaaaa...
Jadi pusing sendiri..
Kenapa hidup Liyana selalu memusingkan ???
" Hahhhh.... lebih baik aku pikirkan saja besok.."
Tidak lama setelah itu, dia akhirnya berhasil terlelap..
Kriiingg !!!!!!!
Jam alarm sudah berbunyi.
Plak !!!??
Liyana mematikan jam alarmnya, dan bangun dari tempat tidur. Matanya masih sangat berat. Maklum saja, dia bangun hanya sekitar satu setengah jam setelah dia terlelap. Mana cukup untuk mengembalikan energi ???
Dengan terpaksa Liyana mencoba bangun dan mengambil ponselnya. Dia melihat beberapa pesan dari Mira yang tertera di layar ponsel.
Benar saja, sang sahabat sedang mencemaskan dirinya karena kejadian kemarin. Mungkin Mira mendengar beberapa orang yang membicarakan tentang kecelakaan yang menimpa Lishian kemarin.
Melihat Mira yang begitu cemas membuat Liyana memutuskan untuk menghubungi sang sahabat.
' Halo, Li.. bagaimana kabarmu ?? Kenapa dari kemarin tidak membalas pesanku ?? Apa kamu baik-baik saja ??'
" Tenanglah, aku tidak apa-apa.. tapi pria itu harus di operasi karena menyelamatkan aku. Aku tidak tahu bagaimana kejadiannya, yang aku ingat saat aku membuka mata, tiba-tiba dia sudah tersungkur di sampingku dengan darah yang begitu banyak keluar dari kepalanya.."
' Jadi begitu, ya.. syukurlah kalau kamu baik-baik saja, aku begitu cemas, apalagi kamu benar-benar tidak bisa aku hubungi dari semalam..'
" Aku sibuk menunggu Lishian bangun dari koma, jadi tidak sempat membuka ponsel, hari ini ada kelas tidak ??"
' Ada, kelas pagi, memangnya kenapa ??'
" Hanya kelas pagi kan ?? Kalau begitu temani aku menjenguk dia sore hari ya.. bagaimanapun, aku sudah berhutang budi untuk yang kedua kali..."
' Baiklah, aku akan menemani kamu..'
__ADS_1
" Liyana !!!! Cepat bangun !!! Sarapan sudah siap !!! Ayah akan segera berangkat kerja !!!"
Ayahnya terdengar memanggil dari luar sampai beberapa kali, membuat Liyana harus segera bangun dan bersiap..
" Mira, sudah dulu ya, kita bertemu di kampus, aku juga mau membicarakan suatu hal denganmu nanti.."
' Baiklah, sampai jumpa.."
" Sampai jumpa.."
Bip !!
Liyana beranjak dari kasur dan keluar untuk melihat ayahnya. Tapi saat dia keluar, dia tidak mendapati siapapun di depan selain sarapan yang ayah hidangkan untuknya di pagi hari. Yuanda tahu anaknya pulang begitu larut. Jadi dia bangun lebih awal untuk membuatkan Liyana sarapan. Dia memang sosok ayah yang sangat baik..
...****************...
" Tuan, tuan Yu Huo sudah datang..."
" Persilahkan masuk kalau tidak membawa Fi Chan, kalau ada wanita itu bersama mereka, maka tetaplah mengunci pintunya.."
" Baik tuan.."
' Aku tidak suka ada wanita lain di sisiku selain Liyana..'
.......
" Apa ?? Berani sekali dia !! Memangnya dia pikir kami ini siapa!!? berani sekali melarang kami untuk masuk..."
" Tapi bibi Zhe, aku juga ingin melihat keadaan Lishian.."
" Tenanglah Fi Chan, kalau bibi sudah bisa meredakan perasaan Lishian, bibi akan memanggil kamu masuk.."
" Baiklah, aku akan menunggu bibi disini.."
Zhe Ruan masuk mendahului mereka semua. Dia tidak bisa menunggu keputusan terlalu lama.
.....
" Ibu.."
" Bagaimana keadaan kamu Lishian ?? Apa kamu sudah lebih baik ?? Kenapa bisa mengorbankan diri demi orang lain yang tidak kamu kenal ?? Bisa-bisanya kamu membahayakan nyawa sendiri seperti ini, lain kali pentingkan dulu nyawa kamu di banding orang lain.." ( terlihat cemas ).
" Kalau aku tidak mengorbankan nyawaku, mungkin gadis itu sudah tewas. Fisikku lima kali lipat lebih tangguh dari seorang wanita..."
" Baiklah,.." ( Duduk ), " sudah makan sesuatu ??"
" Sudah.."
" Fi Chan datang kemari untuk membesuk kamu, apa kamu mau menemui dia ??"
__ADS_1
" Aku akan pura-pura tidur saja kalau dia mau masuk.."
" Baiklah, ibu mengerti.. tapi ayah kamu juga ada diluar, apa kamu akan tega membuat dia menunggu diluar sana.."
Brakk !!
" Terlalu lama !!!"
Yu Huo masuk tanpa permisi membawa serta Fi Chan di belakangnya..
" Memangnya apa maksud kamu tidak mengizinkan kami masuk !! Hahh !!!" ( emosi meledak-ledak ).
" Lishian, bagaimanapun kamu membenci aku, tapi izinkan aku untuk merawat kamu, ya.. hanya hari ini saja, bagaimana ??"
" Aku tidak suka disentuh kamu.." ( memainkan ponsel ).
" Fi Chan, jangan terburu-buru begitu, pelan-pelan saja dulu, kita semua kan baru sampai disini, jadi jangan terlalu cepat menyimpulkan.."
" Bibi, dia ini sungguh keterlaluan, bagaimana bisa dia menolak aku secara mentah-mentah padahal aku ini tunangan dia, aku tidak suka itu bibi.."
" Kalau tidak suka ya tidak usah datang, mengganggu waktuku saja.."
" Bibi lihat sendiri kan bagaimana dia memperlakukan aku ?? Ini sama sekali tidak benar.."
" Lishian, Fi Chan benar, kamu jangan terlalu acuh begitu, kasihan dia..."
" Apa kamu lupa Zhe Ruan ?? Kalau anak ini memang paling susah di atur !! Sudahlah, terserah saja !! Kalau tidak mau diurus Fi Chan ya sudah, jangan diambil pusing.."
" Tapi Lishian, bisakah kamu memberikan aku waktu untuk merawat kamu, hanya sehari ini saja, aku mau merawat kamu disini.."
" Tidak !!"
" Lishian, jangan begitu pada Fi Chan, itu tidak baik.."
" Hhhhh.. hanya satu hari ini saja.. setelah itu, pergilah sejauh mungkin dariku.. Aku tidak mau kekasihku merasa cemburu karena kamu !!!"
" Apa ?? Kekasih ??"
" Iya, memangnya kenapa ??"
" Lishian !!! Jangan main-main kamu ?!?! Bagaimana kamu bisa berhubungan dengan wanita lain saat kamu sendiri sudah resmi jadi tunangan orang.."
" Benar-benar tidak tahu diri !!!"
" Aku sudah bilang dari awal kalau aku tidak mau menikah dengan wanita ini, karena aku sudah punya calon istri.."
" Sikap kamu ini sungguh kekanakan.. ayah tidak bisa mentolerir kamu !! Hari ini, Fi Chan akan terus menemani dan merawat kamu sampai dua tiga hari ke depan !! Tidak ada protes lagi !!!"
" Anda tidak bisa mengatur siapa yang akan merawat saya tuan Yu Huo yang terhormat.." ( terlihat melawan ).
__ADS_1
" Lishian, sudah.. turuti saja apa mau ayah kamu, ini demi kebaikan kamu juga.."
' Hhhh.. kenapa kamu tidak mati saja langsung, dengan begitu aku akan dengan mudah menjodohkan Fi Chan dengan putraku, Yu Shen..'