
"Dan sekarang, di atas altar ini, kalian berdua telah resmi menjadi suami istri!!"
Woooooooooo!!!
Wohooooooooo!!!
Prok! Prok! Prok!
Riuh tepuk tangan akhirnya menggema di seluruh ruangan, dan seketika membuat sepasang suami istri yang tengah asik melakukan ciuman mesra di atas altar itu, memilih untuk mengabaikan sorot pandangan semua orang.
"Aku mencintai kamu Lishian..."
"Seharusnya aku yang lebih dulu mengatakannya padamu..."
"Tapi aku yang lebih dulu mencintai kamu.. terima kasih telah membuat hidupku menjadi semenyenangkan ini.."
"Hanya menyenangkan?"
"Kamu sudah membuat aku memilki segalanya, meski aku juga harus kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku!"
"Ayah Yuanda dan Ibu Selena!"
"Ya!" jawab Arliyana dengan singkat.
Gemerlap lampu yang semakin membuat suasana malam pernikahan mereka semakin meriah itu, nyatanya membuat sepasang suami istri itu semakin hanyut dalam kebahagiaan.
"Sekarang, nikmati pestanya!!"
Wohoooooo!!!
Kapal pesiar yang besar dan megah telah menjadi saksi atas terjadinya pernikahan sakral antara seorang gadis berusia 22 tahun, dan pria berusia 31 tahun itu.
Minuman, hidangan mewah, dan berbagai acara hiburan khas orang berkelas membuat suasana di tengah kapal terasa semakin meriah dan penuh sorak kegembiraan.
Dan inilah akhir cerita dari seorang gadis yang tidak punya pilihan lain selain menerima uang satu milyar dari seorang pria tua bernama Lishian.
Pertemuan yang pada awalnya hanya karena sebuah ketidaksengajaan nyatanya telah menuntun kedua orang itu menuju tempat sakral yang bernama altar.
Mengucap janji suci, dan berjanji akan setia sampai nafas terakhir, telah terucap dengan yakinnya oleh dua orang di atas altar, dan sejak saat itu, keduanya bukan lagi si Tuan tua, dan gadis satu milyar.
"Aku tahu mereka memang berjodoh sejak awal!" ucap Mira pada sang suami yang tengah terduduk sambil terus memeluk istrinya dari arah belakang.
"Kamu mau minum?" ucap Ellon sekedar menawarkan satu gelas wine pada sang istri.
Sang istri tersenyum, dan menolak dengan senyum manisnya.
Dia yang masih berusia sangat muda, dan memiliki paras bak anime asal Jepang yang begitu mungil, nyatanya harus menghadapi kenyataan di nikahi seorang pria yang juga seusia Lishian, bahkan agak jauh lebih tua dari suami Arliyana itu.
"Why? ini sangat enak! kesukaanku!!" ucap Ellon mencoba membujuk.
Mira melepas pelukan dari suaminya, dan beralih mengambil sesuatu dari dalam tas hitamnya, yang seharga 330.000 Dollar tersebut.
Dan memberikannya pada Ellon.
"Apa?"
Wajah pria itu terkejut setengah mati setelah melihat apa yang baru saja di suguhkan oleh istri kecilnya di tengah pesta pernikahan sang sahabat.
"Kamu.. sayang.. kamu.."
Matanya berkaca-kaca, dan setelah itu, dia tidak lagi mampu membendung tangis harunya..
Memeluk sang istri dengan penuh kehangatan..
"Aku tahu kamu adalah takdirku! jaga kandungan kamu, anakku harus lahir dengan sehat!!"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kamar pengantin!
"Apa kita akan melewati malam ini sebagai malam pertama!?" tanya Lishian pada sang istri.
"Kau tahu? bagiku, tidak ada malam pertama atau kedua bagi kita, karena yang pasti, seluruh hidupku dan tubuhku, selamanya akan menjadi milikmu!!"
Cup!!!
Mencium dengan beringas!
******* dan kemudian, terjadilah permainan ganas di malam pertama setelah pernikahan dengan begitu panas!
"Berjanjilah akan melakukan semuanya dengan perlahan! aku takut akan melukai bayi kita!"
"Ini adalah malam pertama bagiku setelah beberapa Minggu menunggu, aku harap, kamu bisa menikmatinya..."
Cup!!
"Ah??"
"Aku mencintaimu ..."
Dan akan selalu mencintaimu Arliyana ..
Cinta yang pernah tumbuh, lalu dengan keajaiban takdir, rasa cinta itu menumbuhkan satu gumpalan darah yang tercipta menjadi sosok janin hasil buah cinta keduanya.
Kini hanya tinggal kata bahagia yang selalu menghiasi kehidupan mereka di masa depan. Hanya saja, apa masa depan setelah pernikahan akan selalu bahagia?
...----------------...
Tak tak tak tak tak!
Hari ini, pemuda itu memilih untuk berlibur, dan menikmati cuaca indah di pulau pribadi Lishian. Meninggalkan jejak-jejak luka di hatinya yang sejujurnya masih sedikit membekas di sana.
Arkh!!
Untuk sekarang, cobalah untuk menjadi pribadi yang lebih tegar! hanya kehilangan dua manusia, bukan seluruh manusia di muka bumi!
Gubrakk!
"Arkh!!" seorang gadis.
"Maaf! aku tidak sengaja!"
Seorang gadis cantik di bandara, dan ...
"Namaku Goyuan, kalau boleh tahu, siapa namamu?"
"Oh! perkenalkan, aku Nana!"
Nana!
Deg!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sembilan bulan kemudian...
"Aaaaaaaaa!! Cepat hubungi kakak sepupu kamu!! bisa-bisanya tidak hadir saat anaknya hampir keluar!! keterlaluan!!"
Ibu muda mau melahirkan!
Dan yang jadi korban, bukanlah Lishian, melainkan Si Goyuan!!
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaa!!"
Menjambak rambut Goyuan dengan sekuat tenaga.
"I-iya, tunggulah sebentar, bagaimana ini?" terus menahan rasa sakit di kepala karena terus di jambak oleh kakak ipar.
"Kamu tidak bisa meminta bantuan Ellon, dia juga sedang mengurus istrinya yang sedang lahiran!" ucap Nana, gadis yang di temui oleh Goyuan beberapa bulan lalu.
"Kalau begitu, minta Zixin untuk menghubungi Lishian!!" ucap Goyuan dengan keringat yang sudah bercucuran di sekitar wajahnya.
"Ba-baiklah! aku akan keluar mencari kak Zixin!"
"Aaaaaaaaaaa!!!!!"
Beberapa saat kemudian....
Tak tak tak tak tak tak tak!!
"Sayang!!"
Huhh! akhirnya si pemilik bayi datang juga.
"Uaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!"
Tangisan kerasa dari si jabang bayi akhirnya terdengar, bersamaan dengan datangnya sosok Lishian ke dalam ruangan.
"Hahhh!!!!!" Goyuan yang merasa lega.
Brukkk!
Jatuh ke lantai.
"Bagaimana bisa? aku baru saja tiba, tapi anakku langsung lahir!!!" merasa aneh.
"Dasar suami tidak tahu diri! bisnis saja terus!" gerutu Goyuan sambil memegangi kepalanya yang sakit.
"Sayang, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Nana mengkhawatirkan Goyuan.
"Tidak apa-apa.. ayo kita keluar!"
Dua pasangan kekasih itu akhirnya keluar dari ruangan, dan membiarkan keluarga kecil Lishian bersatu dengan bahagia.
"Sayang, maafkan aku..."
"Shutt! anak kita laki-laki.. mau kamu kasih nama siapa?" tanya Arliyana pada sang suami.
"Aku tahu! bagaimana kalau Li Arsha? Lishian, dan Arliyana?"
Dan sekali lagi, terima kasih yang telah mengikuti kehidupan gadis satu milyar sampai sejauh ini.
Hingga tidak menyangka, kalau bab ini, adalah akhir dari segala cerita. Meski begitu, masih lahir juga beragam cerita lainnya di masa depan.
Semoga bisa bertemu lagi di part selanjutnya 🤗🤗🤗🤗
Bye bye 👋👋👋👋👋
Salam cinta dari author, 💕 semoga selalu sehat ya ☺️☺️☺️☺️☺️
Jangan lupa mampir di karyaku yang lain juga ya ☺️☺️☺️
Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕