
"Keparat!!"
Brakk!
Zhe Ruan membuang semua yang ada di atas meja kerjanya, hingga membuat dua pria di depan menjadi lebih was-was.
"Bagaimana bisa empat orang itu malah pergi untuk mengkhianati aku? dasar tidak punya harga diri! Dong Fi sudah mengirim mereka untuk membantu aku, seharusnya mereka menurut pada pria itu, bukannya malah pergi tidak jelas membawa mobilku!!"
Zhe Ruan telah mengetahui bagaimana kronologi pengkhianatan yang di lakukan oleh empat orang suruhannya saat dia beri tugas untuk menculik Arliyana.
Karena itulah dia merasa sekarang kekuatannya semakin berkurang. Entah dari Dong Fi, atau dari dirinya sendiri.
"Lagi pula kemana Yu Shen sekarang? apa anak itu juga sudah tidak peduli meskipun ayahnya telah di bom habis-habisan oleh Si Dong Fi?!" sekarang perasaan Zhe Ruan sangat gundah.
Apalagi sekarang dia juga harus menghadapi awak media untuk menjelaskan secara rinci mengenai kejadian bom bunuh diri di kediaman suaminya.
"Huhh!" mengelus dahi, dan menjatuhkan dirinya di kursi goyang, "aku sungguh lelah terus menghadapi masalah semacam ini, aku bahkan tidak tahu di mana dokumen incaranku berada, tapi aku terus saja mendapat masalah yang tidak kunjung usai!"
"Nyonya.. kami membawa sebuah kabar untuk Nyonya.." seseorang mendadak datang dari luar ruangan, membawa selembar kain yang di duga adalah milik si pelaku bom bunuh diri tersebut.
"Apa berita yang kamu bawa? apa ini masih penting juga?" tanya Zhe Ruan tanpa menoleh.
"Polisi menemukan sebuah barang bukti ini di bagian tubuh pelaku bom bunuh diri, dan saya, saya sungguh mengenali kain ini, kain yang sangat familiar bagi para pelayan dan para penjaga!"
"Apa?" menoleh, "mana kain yang kamu maksud?"
Sang pria menyodorkan kain tersebut ke arah Zhe Ruan, yang akhirnya di sambut pula oleh wanita itu.
Melihat!
Meraba!
Dan mulai mengenali!
"Ah??" membelalakkan matanya!!
"Kain ini.."
Memutar waktu...
Di mana saat dia memberikan hadiah untuk pertunangan sang anak!
"Ini baju yang sangat bagus! mahal juga, hadiah untuk kamu karena telah berhasil menggaet hati Nona Fi Chan! ibu harap kamu menyukai hadiah dari ibu!"
Zhe Ruan menyodorkan sebuah bingkisan pada anaknya Yu Shen.
"Ini sangat bagus, Yu Shen akan memakainya setiap urusan penting!!"
ππππ
"Urusan penting!?"
Deg!
Jantungnya seolah berhenti berdetak!
Ambruklah tubuhnya di atas kursi goyang kembali, dan seketika tidak bisa di ganggu lagi oleh orang lain.
"Nyonya, mohon sadarlah! pihak kepolisian ingin memeriksa nyonya sekarang!"
"Apa? bahkan di saat keadaanku terpuruk pun, tetap harus mendapat masalah baru lagi? apa Tuhan mencoba menjatuhkan aku??"
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
__ADS_1
"Ini... makanlah!" ucap Arliyana pada sang ayah dari anak dalam kandungannya.
"Kalau kamu yang membuat buburnya, tentu saja aku akan makan!"
Hap!
"Nah! kalau begitu kan bagus! oh iya, apa kamu sudah berhasil mendapat semua dokumen itu? kok kamu tidak pernah bicara apapun padaku?"
"Aku memang sudah mendapatkan semuanya! Yu Shen yang telah membantu aku mengambil semua dokumennya secara diam-diam!"
Hap!
Melahap bubur lagi!
"Ah? Yu Shen lagi? bagaimana dia mau melakukan semua ini?" tanya Arliyana agak bingung, "terakhir kali kamu bercerita tentang anak itu, kamu bahkan tidak berkata dengan jelas apa dia yang berinisiatif mengikuti kamu, atau kamu yang sudah mengancam anak itu!"
"Dia yang memilih jalannya sendiri, dia yang memilih untuk mengikuti aku, jadi aku iya kan saja apa maunya, ternyata dia anak muda yang bisa di percaya!"
Hap!
Makan lagi!!
Tak!
"Sudah habis! kamu makan dengan lahap!" mengelap sisa makanan di mulut Lishian.
"Gadisku yang manis!" meraih tangan Arliyana dengan lembut, "kau bahkan menerima lamaran dari si tua seperti aku, aku takut mengecewakan kamu suatu hari nanti!"
"Mana mungkin! selama kamu menganggap aku istrimu, dan juga anak dalam kandunganku ini, mana mungkin aku akan kecewa.." tersenyum manis.
"Jangan memasang wajah seperti itu di depanku, kau kan tahu aku harus menahan senjataku masuk selama sembilan bulan ke depan!"
"Salah sendiri! siapa juga yang minta kamu hamili!"
"Coba saja! masih sangat lama, jangan terlalu banyak berkhayal, tidak baik untuk hasrat terpendam kamu.."
Gubrakk!!
Namun kerusuhan datang tatkala mereka sedang bercanda ria di dalam ruangan.
Keduanya menoleh!
"Zixin? Goyuan!? ada apa?"
"Dua berita yang langsung viral sekaligus!" Zixin menunjukkan berita di dalam ponselnya pada Lishian.
"Baca saja sendiri!"
Mengambil ponsel..
Melihat dan membaca..
"Apa? Yu Shen pelaku bom bunuh dirinya?? pria itu!"
Anak muda yang menabrak tubuhku saat itu, rupanya dia adalah Yu Shen!?
Deg!
"Apa? Yu Shen pelaku bom bunuh dirinya?" tanya Arliyana dengan wajah ngeri.
"Dari mana mereka tahu kalau pelaku bom bunuh dirinya adalah si Yu Shen?" tanya Lishian tanpa beralih dari ponsel.
"Pihak kepolisian mendapat bukti satu lembar kain yang di sinyalir adalah kain milik Yu Shen, atas hadiah pertunangan dia dengan Fi Chan!" jelas Zixin.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong soal Fi Chan, berita dari dia juga tidak kalah menghebohkan jagat media!" ucap Goyuan menimpali!
"Lihatlah di bawahnya! aku bilang padamu kan, kalau hari ini muncul dua berita viral baru yang sangat mengejutkan!" ucap Zixin menyambung.
Lishian berinisiatif untuk menggesek layar ponsel Zixin.
Lalu...
"Ah? wanita ini bunuh diri dengan keadaan perutnya yang sudah membuncit?"
"Apa? Nona Fi Chan juga bunuh diri?" sekarang Arliyana bertambah terkejut.
"Tapi selain itu, yang menjadi sorotan keras adalah, sepucuk surat yang di tulis sendiri oleh Fi Chan sebelum dia memutuskan untuk bunuh diri!" ucap Zixin seolah tahu segalanya.
"Memangnya kenapa?" memberikan ponsel Zixin kembali.
"Dia mengatakan kalau anak yang ada dalam kandungannya adalah anak dari Tuan Yu Huo!!"
"Apa!?????" semua yang mendengar pernyataan dari Zixin akhirnya terbelalak juga.
"Apa katamu? jadi Yu Huo yang telah menghamili wanita itu?" tanya Lishian selalu tidak percaya!
"Huhh!" ambruk di atas kasur, "Lishian, aku penat memikirkan semua yang terjadi pada musuh-musuh kamu itu! lebih baik aku tidur dalam dekapan kamu, ini akan sangat nyaman.."
"O?"
Berusaha untuk tidak melihat apapun!!
Mematung tidak berdaya!
Ingin pergi dari ruangan itu, tapi lutut rasanya kaku!
Huhh!
"Iya, kemarilah, biar aku peluk perut kamu yang berisi anak kita, ya..," memeluk dengan sangat mesra.
Bucin akut!!
Awas!!
Jomblo minggir?!!
"Apa dia bahkan tidak merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Yu Shen?" bisik Zixin pada sang sahabat.
"Aku rasa tidak!" jawab Goyuan.
"Berpelukan..."
Saling memeluk!
"Kau mau jadi nyamuk di sini?" Zixin dengan muka datar.
"Tidak! ada kalanya kita harus mengalah!"
"Jomblo memang harus selalu mengalah!"
Keluar beriringan!
Blam!!
"Hei!!!! apa kamu bahkan tidak tahu yang namanya sopan dan santun!!!!
ππππππ
__ADS_1