Arliyana, Gadis Satu Milyar

Arliyana, Gadis Satu Milyar
#Tragedi Tiga Puluh Tahun Lalu


__ADS_3

"Huhh!!" Lishian berkeluh kesah.


Liyana hanya bisa menatapi pria tua di depannya itu dengan rasa iba. Dia tahu betul bagaimana perasaan Lishian yang begitu hancur tatkala melihat bagaimana buruknya ibu angkat yang telah merawatnya selama lebih dari tiga puluh tahun terakhir itu.


Kini Liyana memberanikan diri untuk mendekati Lishian dan nampak mengelus pundak pria itu.


Dia hanya ingin menunjukkan pada Lishian kalau di dunia ini pun masih ada orang yang peduli pada pria itu. Iya.. Yang sebenarnya sedang dia bicarakan adalah dirinya sendiri.


"Tuan.." Menghadap wajah Lishian yang sedih dan kecewa.


Sekarang mata mereka beradu, menampilkan moment romantis di kala hujan badai bercampur petir. Di hadapan jendela, yang bisa memperlihatkan mereka berdua pada luasnya dunia, mereka saling menatap dengan lekat, bahkan tiada lagi jarak di antara mereka.


"Anda tidak sendirian, kau punya banyak telinga yang bisa mendengar kesusahan hatimu kapanpun kau membutuhkannya." Ucap Liyana berusaha menguatkan.


"Mungkin kamu lebih tahu betapa hancurnya perasaanku lebih dari diriku sendiri.." Sekarang Lishian mengerti, kalau gadis ini lebih berharga dari segalanya yang dia miliki.


Tangan kekar milik Lishian perlahan mulai membuka, dan membelai wajah Liyana dengan lembut.


Lalu..


Cup!?


Ciuman itu terlukis dengan indah di sisi kaca, dan bisa di saksikan oleh dunia dari luar. Kemesraan pasangan yang bertemu dan terjebak dalam hutang satu milyar, kini tidak bisa di pungkiri lagi, kalau benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hati keduanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Zhe Ruan terlihat memakai kacamata hitamnya, dan berlalu dari rumah menuju tempat yang sudah mereka janjikan.


Beruntung sekali, karena Yu Huo sudah berangkat ke kantornya agak pagi, jadi dia bisa beranjak bertemu dengan Dong Fi, untuk melanjutkan rencananya sejak tiga puluh tahun silam. Menghancurkan bisnis tiga musuh besarnya, termasuk juga Yu Huo.


"Jalan!!"


Ucap wanita itu pada si sopir setianya yang memang sudah tahu hal ini sejak lama. Entahlah, mungkin wanita itu membayar pria ini dengan harga tinggi demi menutup mulut sopir pribadinya itu.


"Nyonya, sepertinya anda harus lebih waspada pada tuan Lishian dan Tuan Goyuan itu." Ucap sang sopir padanya.


"Aku tahu, untung saja Yu Huo pria yang bodoh, dia tidak akan terpengaruh omongan orang, kecuali yang keluar dari mulutku, cepat atau lambat, aku harus meminta Dong Fi untuk menghabisi Lishian dan gadis itu, lalu beralih pada anak semata wayang Go Shenian, Goyuan." Dia membersitkan senyuman liciknya.

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


FLASHBACK On!!!


Brakk!!!


Pria itu terlihat menggerakkan meja di depannya, dan seketika seluruh berkas dan file penting di depannya jatuh berhamburan.


"Bagaimana bisa kita mengalami kerugian seperti ini!! Aku tidak akan membiarkan perusahaanku jatuh begtu saja!!" Dong Fi rupanya sedang kesal karena perusahaanya terancam bangkrut akibat proyek yang gagal di sisi kota.


Sekarang pria itu benar-benar tidak bisa berkutik. Bahkan dia juga baru saja selesai menghitung hutang perusahaan yang ternyata sudah menumpuk begitu banyak.


Kepalanya hampir meledak memikirkan hal tersebut. Kejadian ini terjadi tiga puluh tahun silam, saat dia baru saja di percaya memegang kuasa di grup Dong Guam.


Namun selama kekuasaannya dalam satu tahun, perusahaan terus mengalami penurunan, dan dia terpaksa hutang sana sini hingga menumpuk.


Hingga akhirnya, salah seorang pemuda saat itu datang untuk membantunya memulihkan keadaan perusahaan.


Orang itu adalah Yu Huo!!


"Saya bisa membantu anda memulihkan keuangan anda, dan juga perusahaan, tapi dengan satu syarat.."


"Katakan padaku apa syaratnya, selagi aku mampu, maka tidak ada penolakan bagiku.." Ucap Dong Fi dengan mantap.


Dia tidak punya jalan lain lagi, dan perusahaanya pun terancam bangkrut. Selain menerima bantuan dan syarat dari Yu Huo, dia tidak bisa lagi berbuat apapun. Dia sedang di ambang kehancuran kala itu.


"Aku ingin rekan bisnisku tewas malam ini juga.." Sekarang dua mata itu menatap Dong Fi dengan tatapan yang sangat tajam, bahkan lebih tajam dari pisau belati.


"Siapa rekan bisnis yang anda maksud?"


"Li Shanshan, awalnya aku tidak mau gegabah untuk membunuhnya, tapi pria itu, sudah tahu rencanaku dan berniat kabur dariku malam ini, aku harus mengamankan segala bukti kecurangan ku dalam kerja sama kami, juga harus mendapatkan semua yang dia miliki untukku."


"Ada lagi?" Tanya Dong Fi terlihat begitu antusias.


"Tapi aku tidak mau menimbulkan kecurigaan. Ada lagi satu orang yang lebih berbahaya dari Li Shanshan, yaitu Yuanda.. Aku ingin dia di habisi malam ini juga!!"


"Serahkan semuanya padaku.."

__ADS_1


Tak lama setelah itu, Yu Huo terlihat menyodorkan sebuah cek, yang berisikan nilai tujuh triliyun pada Dong Fi.


"Ini adalah kesepakatan kita."


"Anda sudah membantu saya, dan saya juga akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu anda."


πŸ‚πŸ‚


Malam itu, Li Shanshan nampak kebingungan. Dia terus berusaha menghubungi Yuanda, dan mencoba untuk mengajak pria itu pergi dari kota S.


Tapi ponsel Yuanda tetap saja tidak bisa di hubungi. Entah apa yang terjadi pada saat itu, yang jelas, dia sudah tahu kalau malam itu, adalah malam yang paling dia takutkan.


"Maria, Yu Huo sudah tahu kalau aku dan Yuanda memiliki semua bukti kecurangan dia, dan dia ingin, menguasai seluruh harta kita, tidak ada cara lain, orang itu terlalu buta, kita tidak bisa melawan dia, karena dia selalu mendapat apa yang dia mau."


Istrinya tengah terdiam dengan wajah penuh kecemasan di depannya. Anak dalam gendongannya untunglah sangat penurut. Bayi berusia sembilan bulan itu bahkan seakan mengetahui kalau kedua orang tuanya sedang dalam kesusahan.


Iya...


Bayi itu adalah Lishian..


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ucap wanita itu penuh gemetar.


"Kita harus pergi dari sini, dan aku akan mengurus seseorang untuk menjual semua aset yang kita miliki di kota ini."


Akhirnya, dua orang itu telah mengambil sebuah keputusan. Mereka akan segera berangkat menuju bandara, dan kemudian meninggalkan kota S.


Sebelum mereka berdua beranjak dari rumahnya, Li Shanshan sudah lebih dulu mengemas semua barang-barang berharganya, termasuk mengambil seluruh surat warisan yang sudah atas nama Lishian di sana.


Hanya saja, Yu Huo sudah tahu hal ini lebih dulu..


"Mereka sudah berangkat tuan.." Ucap salah seorang pria yang menjadi kaki tangan Yu Huo.


Yu Huo menghembuskan asap rokoknya dengan penuh kenikmatan.


"Hanya tinggal menunggu beberapa menit saja untuk mendengar berita tentang kepergiannya.."


Pria itu membenarkan Jaz hitamnya, dan beralih pada pandangan Dong Fi di sebelahnya.

__ADS_1


"Terima kasih sudah membantuku, tuan Dong Fi.."


β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️β™₯️


__ADS_2