
"Hamil? Hamil anakku?? Huhh!! Entah mengapa perasaan ini begitu senang.." Ucapnya sambil berlalu dari anak tangga terakhir.
Goyuan yang melihat tingkah laku pria di depannya itu hanya cengengesan saja. Seumur hidupnya, dia bahkan baru melihat Lishian sebahagia ini.
"Goyuan!!" Ucap Lishian mengejutkan lamunan Goyuan.
"A? Ya?" Goyuan hanya memasang ekspresi terkejut yang standar.
"Jangan lupakan tugas kamu besok. Mungkin kamu perlu mempersiapkan semuanya di pulau."
"Apa aku akan kembali ke pulau besok? Bukankah besok seharusnya masih hujan badai ya?"
"Minta anak buah kamu untuk menyiapkan semuanya. Aku dengar kamu juga melatih seorang wanita kan?"
"Ya, baiklah.."
Tak tak tak tak tak tak tak!!
Ini awal yang bagus, aku bisa lihat kalau Lishian lebih senang saat mendengar kabar kehamilan Arliyana..
πππππππ
Cklek!!
"Aku tidak mau!! Makanan ini sangat tidak enak!! Aku tidak mau makan bubur!! Lebih baik buatkan aku burger daging sapi saja sana!! Sungguh kau telah menyiksaku... Huhuhu....." Menangis manja.
Lishian terkejut tatkala dia melihat Arliyana yang tingkahnya semakin aneh dan semakin lucu.
Dua pelayan di sisinya terlihat kewalahan menghadapi semua yang dilakukan oleh Arliyana demi menolak makanan yang di suguhkan oleh mereka.
"Bagaimana ini? Nona tidak mau makan apapun, sejak tadi dia hanya minta makan burger saja.." Ucap seorang pelayan pada kawannya.
"Lebih baik kita katakan saja pada tuan, khawatir kalau nona kenapa-kenapa.." Sahut yang satunya lagi.
"Ada apa ini?" Suara dalam Lishian berhasil membuat semua orang di dalam sana menoleh.
"Tuan?"
"Tuan Lishian......" Bangun dan mengejar dengan penuh deraian air mata.
Lalu..
Hap!!
"Aku tidak mau makan bubur itu, rasanya sungguh tidak enak, aku mau makan burger saja, boleh ya.." Ucap gadis itu sambil merengek.
Lishian tersenyum kecil menghadapi kelakuan gadis di dalam pelukannya, yang masih setia merengek manja pada tubuhnya.
"Arliyana.." Berbisik dengan lirih.
"Ya? Kau akan membebaskan aku dari bubur itu bukan?" Gadis yang belum tahu apapun.
"Dengarkan aku!!" Bisiknya lagi yang begitu lirih.
"Ada apa?" Dia membalas lagi dengan bisikan.
"Demi bayi kita..." Lirih namun penuh makna.
"Apa? Bayi???" Terkejut yang tidak mampu untuk di kendalikan, "bayi kamu bilang?" wajah shock dan dingin.
"Kenapa memangnya? apa kamu keberatan?" tanya Lishian sedikit meledek.
__ADS_1
"Iya, perutku akan semakin berat bukan. Tapi... Lishian.. Apa kamu... akan bertanggung jawab?" sekarang dia benar-benar ketakutan.
"Apa yang kamu katakan? kau takut pada hal tersebut? Liyana, ini adalah anakku, jika bukan aku yang akan menjadi ayahnya, lalu siapa lagi?" ucap Lishian penuh pengharapan.
Yang di depan mata terlihat berderai air mata. Tangis haru yang tidak mampu di bendung oleh Arliyana, nyatanya berhasil membuat wajah gadis itu memerah dan tidak bisa menahan senyuman kebahagiaan di wajahnya.
Hap!!
"Aku tahu kamu pria yang baik..."
"Tentu saja, tidak ada yang bisa membuat aku sebaik ini selain kamu dan calon anak kita..."
Cup!!
Mengecup kening Arliyana, penuh kelembutan..
Entah kenapa, aku merasa kalau dia benar-benar menyayangi aku, walaupun aku juga tidak tahu, apakah dia benar-benar mencintai aku, atau memang hanya karena anak dalam kandunganku ini..
Yang jelas, malam itu terasa haru....
Kejutan mengesankan sehabis tragedi..
Arliyana patut bersyukur atas semua runtutan kejadian yang dia alami itu.
...β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦Ξ©β¦β¦...
"Kemana sebenarnya dia pergi? Kenapa sampai subuh begini, masih saja belum memberi kabar? Apa mereka berhasil menaklukkan pria dan gadis itu dalam waktu yang sama?" Sekarang Zhe Ruan yang masih setia di kamar hotel bersama Dong Fi nyatanya di buat cemas oleh sang pria bayarannya dan Shuimo yang tidak kunjung memberi kabar.
"Kenapa sayang? Apa Alex tidak menghubungi kamu?"
"Tidak Alex, tidak juga Shuimo, tidak ada yang berhasil aku hubungi. Sebenarnya mereka berdua kemana?" Mulai cemas.
"Aku akan segera menghubungi anak buah Alex, mungkin dia tahu sesuatu.."
Dia tahu pria yang bersama Alex itu mungkin saja masih hidup.
Drrrttt drrrttt
"Tersambung.." Ucap Dong Fi penuh pengharapan.
Bip!
"Halo tuan! Hosh Hosh Hosh!!"
"Kau? Kenapa dengan dirimu? Apa kalian berhasil melumpuhkan mereka semua?"
"Tuan!! Taun Alex sudah tewas. Seluruh anggota juga telah tewas!! Kini tinggal saya dan satu rekan saya yang berhasil melarikan diri ke perbukitan!! Tuan Alex, dia di kuliti dan di bakar di atas api unggun."
"Apa?" Wajah berbunga-bunga sehabis melakukan zona panas percintaan antar kekasih selingkuh itu mendadak berubah menjadi merah padam menahan amarah.
"Sialan!!! Tidak berguna!!! Lalu bagaimana dengan pria dan gadis itu? Di mana Shuimo?"
"Mereka berhasil selamat. Mereka datang membawa lima puluh pasukan dengan persenjataan lengkap. Kami tidak bisa melakukan apapun karena mereka menyergap lebih cepat dari dugaan kami."
"Bajingan!!!"
"Dan Shuimo!! Anak itu, dia mengkhianati kapten Alex! Seharusnya kapten telah berhasil membunuh Arliyana, tapi dia malah berinisiatif untuk menghadang peluru!"
"Mau bermain-main denganku rupanya!!"
Dong Fi menatap wajah Zhe Ruan dengan luluh.
__ADS_1
"Aku pasti akan mengurusnya."
Bip!
Pesan baru...
Dua puluh panggilan tidak terjawab...
Tulisan itu terpampang di layar ponselnya, dan membuat Dong Fi bertanya-tanya apa yang terjadi di dalam rumahnya.
Atau mungkin...
Rencananya telah berhasil.
Mencoba menghubungi telepon rumah.
Bip!
"Halo?"
"Halo tuan! Hiks hiks hiks! Tuan kapan pulang?"
Yang di seberang terdengar begitu lara.
Sekarang Dong Fi begitu yakin rencananya telah berhasil.
"Aku akan pulang secepatnya! Memangnya apa yang telah terjadi?"
"Nyonya.. Nyonya.. Nyonya Fi Shuang tewas! Huhuhu... Dia di temukan tewas di dalam kamar tuan.. Dokter mengatakan kalau nyonya Fi meninggal karena penyakit yang di deritanya sejak dulu. Hiks hiks hiks..."
"Apa?" Pura-pura terkejut.
Benar dugaanku, dia telah tewas! Untung aku juga menyewa dokter untuk membuat alibi tentang kematiannya.
"Baiklah, aku akan segera pulang!!!"
Bip!?
"Ada apa lagi Dong Fi?" Tanya Zhe Ruan sedikit cemas.
"Fi Shuang telah tewas. Dua puluh tahun aku menanti wanita itu tewas, tapi nyatanya baru sekarang aku berhasil meracuni dia!" Ucap Dong Fi tanpa ragu.
"Kau meracuni istri kamu sendiri?"
"Ya! Demi kamu.. Demi untuk hidup denganmu.." Memegang dagu Zhe Ruan.
"Apa kamu juga akan melakukan hal yang sama suatu hari nanti jika sudah bosan denganku?"
"Tentu saja tidak! Kamu adalah wanita yang paling aku cintai, sedangkan Fi Shuang, dia hanya beban saja dalam cerita hidupku. Lebih baik kiranya dia mati saja sekalian.."
Dong Fi beranjak dari kasurnya, dan bergerak meninggalkan Zhe Ruan.
"Terima kasih sayang, atas jamuan malam ini, aku begitu terpesona melihat permainan ganasmu tadi. Aku akan pulang, tidak baik jika terus memberi kecurigaan pada mereka semua.. Dah..."
Blam!!
Pintu di tutup sempurna.
Hehh!! Kau mungkin akan melakukan hal yang sama padaku bukan? Kita lihat saja, siapa yang akan mati lebih dulu...
Zhe Ruan!!
__ADS_1
β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ