
Tepat pada saat jam makan siang, akhirnya Zhe Ruan telah tiba di sebuah restoran tempat yang dia janjikan dengan Dong Fi. Mereka sudah membuat janji dan tempat di pusat kota itulah yang menjadi pilihan mereka.
"Dia sudah datang.." Ucap Dong Fi dengan lirih.
Bibirnya membersitkan sebuah senyuman tipis yang tidak bisa di tebak apa makna di dalamnya. Dia hanya terlihat senang karena kekasih gelapnya sudah tiba di tempat pertemuan.
Bangun dan menyambut..
"Selamat datang kesayanganku.." Membuka kedua tangan dengan lebar.
Tapi sambutan itu malah di balas dengan begitu acuh oleh Zhe Ruan. Pria di depannya menjadi bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Zhe Ruan.
Zhe Ruan langsung saja duduk, yang beberapa saat kemudian, akhirnya di susul juga oleh Dong Fi.
"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Dong Fi setelah dia berhasil duduk di kursinya.
"Lishian dan Liyana sudah mulai mencurigai aku, aku tidak tahu harus bagaimana.." Ucap wanita itu terdengar bingung.
"Jadi mereka sudah tahu?" Tanya Dong Fi kembali.
"Go Shenian mungkin sudah membocorkan semua rahasia kita." Dia melipat kedua tangannya, dan bermuka masam.
Dong Fi memalingkan muka, dan terlihat sedang asik jatuh dalam pikiran yang rumit.
"Aku tidak bisa membiarkan semua ini begitu saja, kalau sampai Lishian tidak mau menandatangani surat ahli warisnya, maka aku tidak akan mendapatkan apapun. Dan semua aset yang sedang di genggam oleh Yu Huo, sudah bisa di pastikan akan jatuh ke tangan Lishian." Kali ini Zhe Ruan terlihat berkeluh kesah. "Kau kan tahu bagaimana aku berusaha untuk membuat Yu Huo percaya padaku, untuk memberikan semua aset Lishian menjadi milikku kelak, tapi mendadak, anak mendiang Li Shanshan itu tahu segalanya."
Dong Fi mengetahui apa maksud di hati Zhe Ruan itu. Tenang saja Zhe Ruan, dia pasti akan mendukung kamu untuk melakukan apapun. Karena yang pasti, dia juga mengincar harta kekayaan mendiang Li Shanshan yang terkenal cukup untuk menghidupi tujuh turunan itu.
"Kalau begitu, kita akan melakukan hal yang sama seperti pada nasib yang menimpa kedua orang tua mereka dulu. Lishian dan Liyana, juga harus mendapatkan suguhan yang lebih manis, dan baiknya, lebih menarik."
Zhe Ruan menatap mata Dong Fi dengan tajam, dan berpikir apa mungkin pria ini sebegitu mudahnya untuk menyetujui apa yang dia katakan barusan.
Tapi ini sungguh sangat menguntungkan. Bekerja sama dengan Dong Fi untuk menghabisi seseorang, memang tidak akan merugikan.
Sejak dulu, pria ini seringkali berhasil membunuh beberapa musuhnya, dan kabar baiknya lagi, dia tidak pernah meninggalkan jejak.
Mengesankan!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Cklek!!
Goyuan terdengar membuka pintu kamar Lishian setelah Qian menghubunginya untuk datang ke kediaman Yu Huo itu.
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba memanggil aku?"
Pria itu bahkan tanpa mengucapkan permisi atau sebagainya. Dia sungguh tidak punya sopan santun.
"Apa Yu Huo dan Zhe Ruan sedang tidak ada di rumah? Aku tidak mau mendengar ocehan mereka yang sangat menghina itu lagi.."
Lishian yang mulanya sedang asik membaca buku novel di atas meja, kini mulai beralih pada pemuda di depannya itu, dan memilih untuk melepas kacamata bacanya.
Prak!!
Buku di lempar ke muka meja.
"Aku sudah mengatakan semuanya pada Zhe Ruan, secara tidak sengaja.." Ucap Lishian mantap.
"Lalu?" Dia menyulut batang rokoknya.
"Kita semua sedang dalam bahaya sekarang, aku sudah meminta seseorang untuk mencarikan kita berdua tempat tinggal yang aman." Mendadak matanya terfokus pada raut wajah Goyuan, "maaf, apa anda sama sekali tidak takut?"
"Nyawa kita semua dalam bahaya, dan kamu bahkan tidak berpikir untuk bergerak keluar dari kamarku?"
"Memangnya apa yang harus di khawatirkan?"
Sekarang Goyuan memilih untuk duduk di sofa sambil menyantap camilan di atas meja dengan santainya.
"Bagaimana dengan nyawa kita dan juga nyawa ayah kamu?" Tanya Lishian dengan sangat serius.
"Dia sudah aku amankan, tidak akan ada yang bisa menyentuh pria itu. Aku sudah bisa menjaminnya.."
Fushhh!!!
Mengeluarkan asap rokok.
"Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan.. Katakan dengan cepat, aku tidak punya banyak waktu untuk mengurus orang seperti anda.." Ucap Goyuan dengan santai.
"Pergilah dari tempat ini, dan bawa juga Liyana bersama kamu, aku akan menyusul ke pulau setelah tiga hari." Lishian melonggarkan kerah kemeja biru miliknya.
__ADS_1
"Apa kamu yakin ingin melatih gadis bertubuh kecil begitu?"
"Dulu saat Runi baru tiba, dia juga bertubuh kecil sama seperti Liyana.. Jika dulu kamu menerima wanita itu tanpa protes, lalu kenapa saat Arliyana yang masuk, mendadak kamu jadi cerewet?" Kata Lishian dengan mendesak.
"Bukan begitu, hanya saja, dia sangat lemah, dan aku.. Arkh!! Apa aku bisa mengajari gadis lemah seperti Liyana?"
"Tempat ini sudah tidak aman lagi. Aku tahu kalau Zhe Ruan bukan hanya ingin menewaskan Arliyana, tapi dia juga ingin menghabisi aku.." Jelas Lishian dengan cukup jelas.
"Lalu jika hanya Liyana yang aku bawa ke pulau, bagaimana dengan tubuh kamu ini?"
"Kenapa mendadak mengkhawatirkan tubuh aku? Apa hal ini begitu penting?" Sekarang Lishian sedang merasa kacau, jadi apa saja yang dia dengar, kadang tidak sampai ke otaknya.
Hehehe..
"Cihh!! Begitu percaya diri, aku hanya khawatir, kamu tidak bisa menghadapi semua musuh kamu tanpa ada peranku di sisimu, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu disini, tentu saja aku yang harus repot."
Fushhh!!
Mengembuskan asap rokoknya lagi.
"Aku bahkan tidak menyangka kalau kamu begitu peduli padaku.." Merasa sangat berharga.
"Cihh!! Aku bukan gay, jangan goda aku begitu, aku lebih suka tubuh Nana dari pada senyuman kamu yang begitu mirip dengan king psychopat itu!!" Membuang muka.
"Aku tidak peduli apa yang sedang kamu katakan, yang jelas, kemasi barang-barang kamu segera, aku sudah dapat lokasi tempat baru kita di kota S dari Qian. Cuaca buruk di prediksi akan terjadi selama dua hari, jadi kita tidak bisa pergi melalui jalan udara ataupun jalan laut, satu-satunya pilihan kita sekarang adalah, bertahan di kota S, tanpa sepengetahuan Yu Huo dan Zhe Ruan. Kau mengerti?" Jelas Lishian panjang kali lebar, yang membuat otak Goyuan pusing sendiri.
"Aku tidak tahu apa yang kamu katakan barusan, tapi aku tahu kalau kita harus segera pergi menyelamatkan diri dari rumah ini. Benar begitu bukan?" Goyuan yang sangat pintar.
"Cerdas!! Sekarang kembali ke rumah kamu, dan kemasi barang-barang kamu secepatnya. Kita akan bertemu di lokasi yang akan aku kirimkan padamu nanti."
"Aku tunggu kabar selanjutnya.."
Bam!!
Pintu di tutup usai Goyuan keluar dari kamar Lishian.
Sementara di kamar mandi, rupanya Liyana sedang asik bermain tebak-tebakan dengan otaknya. Dia mendengar semua yang di bicarakan oleh Lishian dan Goyuan barusan.
'Apa tempat ini benar-benar sangat berbahaya bagiku dan Lishian? Tapi apa maksud mereka ingin mencelakakan kami? Apa hanya aku saja yang tidak tahu apapun?'
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️